Kabar Ikadi

IKADI Peduli Gempa Dan Tsunami

Hadirkan Senyum Untuk Duka Sulawesi Tengah. Alhamdulillah pada hari Senin tanggal 15 Oktober 2018 Pengurus Pusat (PP) IKADI menyerahkan bantuan untuk korban bencana yang terjadi di Palu, Donggala dan Sigi provinsi Sulawesi Tengah. Bantuan yang berasal dari para donatur yang disalurkan melalui PP IKADI ini diserahkan langsung oleh Ketua Bidang Humas PP IKADI Dr. Khairan M. Arif. Bersama ini IKADI mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebahagian hartanya untuk membantu korban bencana di Sulawesi Tengah. Semoga amalnya diterima Allah SWT. Jazaakumullah khairan katsira.


Lainnya:

Mutiara Al-Qur’an

Keutamaan Buah Tiin

(1) Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, (2) Dan demi bukit Sinai, (3) Dan demi kota (Mekah) ini yang aman. (4) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (5) Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), (6) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (7) Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? (8) Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya? [QS At-Tiin: 1-8] […]

Lainnya:

Mutiara Hadits

Luasnya Ampunan Allah

Dari Anas bin Malik ra, dia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai Anak Adam (manusia)! Sesungguhnya apa yang kamu minta dan harapkan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni dosa-dosamu dan Aku tidak peduli. Wahai Anak Adam! Andaikata dosa-dosamu mencapai awan di langit (sejauh mata memandang ke langit), kemudian kamu meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu. Wahai Anak Adam! Sesungguhnya andaikata kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa (kecil) sepenuh isi bumi, kemudian kamu bertemu dengan-Ku (mati dengan memohon ampun dan tanpa berbuat syirik), tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku akan mendatangkan ampunan kepadamu sepenuh isinya pula.” (HR At-Turmudzi ) […]

Lainnya:

Konsultasi Agama

Status Sebagai Istri

Assalamualaikum Pak Ustadz yang terhormat, saya ibu dari dua orang anak. Mohon pencerahannya Pak Ustadz kami menikah sudah 10 tahun suami tinggal di Jakarta, bisa dibilang kalau pulang atau telepon bisa dihitung. Setiap diminta pulang oleh anaknya selalu banyak alasan. Memberikan nafkah pun dengan nominal semaunya. Yang terakhir kami ribut besar dan suami memaki marah-marah menghina saya di telepon (yang saat itu suami berada di kantornya) dia sempat mengucap “saya urus semuanya surat-surat kita tidak ada hubungan lagi hubungan saya cuma untuk anak-anak”. Selama itu saya menderita Batin diperlakukan seperti ini sama suami anak-anak ketemu ayahnya dalam setahun bisa kehitung telepon pun kalau suami inginkan. […]

Lainnya:

Kolom Ketua IKADI

Nasehat Itu Penting

Saudaraku, Salah satu masalah besar dalam pergaulan rumah tangga, keluarga, bertetangga, bersahabat, lingkungan kerja, dan hubungan sosial pada umumnya ialah: “bersalah tapi tidak merasa bersalah. Bersalah tapi merasa benar. Dinasihati tapi tidak menerima nasihat, bahkan menyalahkan orang yang menasihati”.  Ini semua menyebabkan terjadinya ghibah, dusta, fitnah, penghinaan, dan permusuhan. Sejatinya kalau bersalah, akuilah kesalahan itu. Kalau dinasihati, terimalah nasihat itu. Perbaikilah yang perlu diperbaiki. Tentu semua itu dalam bingkai cinta dan kasih sayang karena Allah SWT. Mari kuatkan iman dan jaga jiwa kita. Yaa Rahman., Anugerahi kami untuk selalu bisa menerima nasihat yang baik dalam hidup dan kehidupan ini.

Lainnya:

Hikmah

Bahagia Dengan Berzakat

Kebahagiaan adalah idaman setiap orang. Namun betapa banyak orang yang salah dan bahkan tersesat dalam upaya mencari dan mendapatkan kebahagiaan. Sehingga tidak sedikit yang (setelah berbagai upaya yang sangat melelahkan) ternyata hanya memperoleh kebahagiaan semu belaka. Bagi orang mukmin, kebahagiaan yang dicari adalah kebahagiaan hakiki yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan itu hanya bisa didapat melalui bermacam ragam ketaatan. Salah satunya adalah dengan menunaikan kewajiban zakat. Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa bersenang hati dengan amal kebaikannya, dan bersedih hati dengan keburukan yang diperbuatnya, maka berarti dia adalah seorang mukmin” (HSR Ath-Thabrani). […]

Lainnya:

Kisah

Keikhlasan

Dari Sulaiman bin Yasar, ia berkata: Orang-orang berpencar dari hadapan Abu Hurairah, setelah itu Natil ,seorang penduduk Syam, bertanya: Wahai Syaikh, ceritakanlah kepada kami hadits yang pernah Engkau dengar dari Rasulullah! Dia menjawab: Ya, saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya manusia yang pertama kali di-hisab pada hari Kiamat ialah seseorang yang mati syahid. lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya sehingga ia mengenal dan mengakuinya dengan jelas, lantas Dia bertanya: ‘Apa yang telah kamu lakukan dengannya (dengan kenikmatan-kenikmtan itu)? Dia menjawab: ‘Aku berperang demi Engkau ya Allah sampai aku mati syahid.’ Allah berfirman: ‘Dusta kamu, namun kamu berperang agar dikenal sebagai seorang pemberani. Maka kamupun telah dikenal demikian’ Kemudian diperintahkan agar ia dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka. […]

Lainnya:

Taujih

Jagalah Hati

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda: ”Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging; jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh namun jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih). Para ulama mengibaratkan hati seperti panglima perang di tengah-tengah pasukannya. Apapun yang dilakukan oleh seluruh pasukan tergantung pada perintah sang panglima. Demikianlah hati manusia. Baik dan buruknya seorang manusia pertama kali ditentukan oleh kondisi hatinya. Jika hatinya baik insyaallah perilakunya juga baik. Sebaliknya, jika hatinya buruk maka perilakunya pun akan menjadi buruk. […]

Lainnya:

Adab

Muhasabah

Muhasabah ‘evaluasi diri’ adalah karakter dan tabiat seorang mukmin. Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda, “Mukmin itu kayyis dan cerdas”. Cerdas sudah kita pahami maknanya yaitu cerdas intelektual, cerdas sosial dan cerdas emosional. Sementara orang yang memiliki sifat kayyis adalah orang yang suka mengevaluasi dirinya, apakah amalnya perbuatannya sudah berorientasi kepada akhirat. Muhasabah secara lugas dijelaskan dalam Al-Qur’an dalam surah Al-Hasyr ayat 18: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan“. […]

Lainnya: