Beranda | Hubungi Kami | RSS | Facebook |

Website Ikadi Jawa Timur

Kabar Ikadi

Pengajian Akbar Spesial Ramadhan IKADI Jember

JEMBER – Lebih dari 500 peserta tampak memadati aula gedung PTPN XII pada hari ini (21/6), dalam pengajian umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Jember. Dalam acara ini hadir sebagai pembicara adalah Ustadz Drs. Abdus Salam Masykur, Lc, M.A., dari IKADI Jawa Timur. Dalam tausyiahnya, beliau mengajak seluruh umat Muslim untuk saling berkompetisi dalam menjalankan ibadah, meningkatkan tilawatul Quran, mengokohkan puasa, serta gemar bersedekah. “Apabila dilakukan dengan sepenuh hati, hal tersebut bisa menjadi salah satu kunci bagi kita untuk membuka surga kelak,” ungkap Ust. Drs. Abdus Salam Masykur, Lc, M.A. [...]


Lainnya:

Kajian Al-Qur’an

Keutamaan Salam

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah-rumah yang bukan rumah kalian sebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27) Allah Ta’ala juga berfirman: “Salam yang ditetapkan dari sisi Allah yang berberkah.” (QS. An-Nur: 61)

Dari Abdullah bin Amr -radhiallahu anhu- dia berkata: Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Islam apakah yang paling baik?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”. (HR. Bukhari Muslim) [...]

Lainnya:

Kajian Hadits

Shalat Sunnah Setelah Witir

Dianjurkan untuk menjadikan shalat witir sebagai penutup shalat malam. Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat witir.” (HR. Bukhari Muslim). Beberapa ulama menegasakan bahwa hadits di atas tidak menujukkan adanya larangan bagi  seorang muslim untuk shalat sunah setelah witir. Meningat terdapat banyak dalil yang menunjukkan bolehnya shalat setelah witir. Diantaranya, Hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau menceritakan shalat malamnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Kemudian beliau bangun untuk melaksanakan rakaat kesembilan, hingga beliau duduk tasyahhud, beliau memuji Allah dan berdoa. Lalu beliau salam agak keras, hingga kami mendengarnya. Kemudian beliau shalat dua rakaat sambil duduk.” (HR. Muslim) [...]

Lainnya:

Kajian Umum

Pengganggu Totalitas

Baginda Rasuullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): Ketika seorang nabi diantara nabi-nabi terdahulu shalawatullahi wa salamuhu ‘alaihim berangkat ke medan perang, beliau bersabda kepada kaumnya: Janganlah ikut denganku (dalam jihad ini) seorang laki-laki yang baru menikahi seorang perempuan, dimana ia ingin bermalam dengan istrinya itu, namun belum sempat melakukannya. Dan (jangan ikut denganku) seorang laki-laki yang sedang membangun rumah, tapi belum sempat memasang atapnya. Begitu pula (jangan ikut berangkat jihad) seorang laki-laki yang tengah menunggui kambing atau unta buntingnya yang akan melahirkan… (Al-hadits – HR. Muttafaq ‘alaih). [...]

Lainnya:

Ufuk

Palestina Dan Kita

Masjid Al-Aqsha adalah kiblat pertama Ummat Islam, sekaligus masjid termulia ketiga sesudah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dimana shalat sekali di dalamnya dinilai lebih baik, lebih afdhal dan lebih besar pahalanya daripada 500 kali shalat di masjid lain. Sedangkan Palestina adalah tanah kelahiran para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): Tidak boleh dilakukan perjalanan (dengan niat dan motivasi ibadah ritual khusus) kecuali ke 3 masjid saja: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi di Medinah) dan Masjidil Aqsha (HR. Al-Bukhari dan Muslim). [...]

Lainnya:

Hikmah

Prioritas Ibadah Ramadhan

Di dalam Islam, pada setiap momen selalu ada amal ibadah spesial yang lebih diprioritaskan untuk ditunaikan daripada ibadah yang lainnya. Berkenaan dengan datangnya bulan  Ramadhan  yang sangat mulia, maka ada beberapa amal ibadah spesial yang harus diprioritaskan dikerjakan pada bulan Ramadhan. Amalan-amalan yang prioritas dikerjakan secara umum, minimal ada tujuh, diantaranya: [...]

Lainnya:

Kisah

Ramadhan Syahrul Qur’an

Begitu spesialnya bulan Ramadhan bagi generasi teladan kita, para ulama salafus saleh, sehingga diriwayatkan bahwa, mereka telah menunggu-nunggu kedatangannya seraya berdoa semoga Allah mempertemukan mereka dengannya selama enam bulan sebelumnya. Lalu sejak Ramadhan sampai enam bulan berikutnya mereka berdoa lagi, semoga Allah berkenan menerima amal ibadah mereka selama Ramadhan. Imam Abdul Aziz bin Abu Dawud berkata: Aku mendapati mereka (para ulama salaf) bermujahadah sekuat-kuatnya dalam beramal saleh. Lalu setelah amal itu mereka tunaikan dengan sempurna, kegelisahanpun menyeruak di hati mereka: Adakah amal saleh mereka itu diterima oleh Allah ataukah tidak? [...]

Lainnya:

Taujih

Hakekat Syukur

Karena menolak bersujud kepada Nabi Adam Alaihis Salam, setan diusir dari surga dan dimasukan ke dalam jajaran makhluk terkutuk serta diancam masuk neraka. Setan tidak tidak terima atas perintah pengusiran dirinya. Sehingga, dengan sikap pongah ia berjanji akan menyesatkan anak keturunan Adam AS, yang menurutnya menjadi biang keladi pengusirannya. Hal ini digambarkan dalam Al Qur’an dimana setan berkata,“Saya pasti (meghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian saya pasti mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (Al-A’raaf: 16-17). [...]

Lainnya:

Adab

Al-’Iffah (Kehormatan Diri)

 ‘Iffah ialah: menjaga kehormatan, kemuliaan, martabat dan harga diri dari segala sesuatu yang bisa merusaknya, melecehkannya, merendahkannya, menghinakannya, atau menjatuhkannya, baik di mata diri sendiri, dalam pandangan manusia, maupun khususnya dalam timbangan syariah agama.

Bentuk-Bentuk ‘Iffah

Pertama: Meninggalkan, menjauhkan dan menghindarkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan di dalam syariah agama. Karena kaidahnya adalah bahwa, setiap yang dilarang dan diharamkan di dalam syariah Islam adalah kehinaan. Maka melakukan yang diharamkan adalah tindakan menghinakan dan menjatuhkan kehormatan diri, khususnya di mata Allah lalu di mata diri sendiri dan dalam pandangan orang lain. [...]

Lainnya: