Kabar Ikadi

Pengurus IKADI Surabaya Dilantik

IMG-20170129-WA0032-1Alhamdulillah Ahad siang (29/1) tadi telah dilantik Pengurus Daerah IKADI kota Surabaya periode 2017 – 2021. Kepengurusan yang dikomandani oleh ustadz H. Fathurrahman Masrukan, MA, M.Ed  ini diharapkan mampu memainkan perannya membawa IKADI sebagai wadah aktivitas para dai yang melayani umat dalam berbagai bentuk kegiatan pengajian, pembinaan, dakwah dan pendidikan di kota Surabaya. Bersama para pengurus baru, ketua IKADI Surabaya ingin membawa Ormas ini sebagai lembaga profesi Da’i yang mampu mengoptimalkan potensi para da’i dalam mendakwahkan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. […]


Lainnya:

Kajian Al-Qur’an

Orang-Orang Yang Durhaka

20160929_085609-1“Sekali-kali jangan curang karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjiin. Tahukah kamu apakah sijjiin itu? (Ialah) kitab yang bertulis. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang mendusta­kan hari pembalasan. Tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa, yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu.’ Sekali-kali tidak (demikian). Se­benarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Lalu dikatakan (kepada mereka), Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan. ” (Al­ Muthaffifun: 7-17) […]

Lainnya:

Kajian Hadits

Su’ul Khatima

tahun baruRasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda di hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu,: “Seseorang dari kalian mengerjakan amal perbuatan penghuni serga. Ketika jarak antara dia dengan surga tinggal sehasta, tiba-tiba keputusan (takdir) lebih dulu mengenai dirinya. Lalu, ia mengerjakan perbuatan penghuni neraka dan akhirnya ia masuk neraka. Seseorang mengerjakan amal perbuatan penghuni neraka. Ketika jarak antara dia dengan neraka tinggal tersisa sehasta, tiba-tiba keputusan (takdir) lebih dulu mengenai dirinya, lalu ia mengerjakan amalan penghuni surga dan masuk surga.” […]

Lainnya:

Kajian Umum

Doa Tidak Segera Terkabul

h34_25889361Sesorang telah berdoa kepada Allah SWT, tapi doanya tidak kunjung dikabulkan Allah. Sejak saat itu, ia putus asa dan tidak lagi mau berdoa. Sikap seperti itu dilarang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Beliau bersabda: “Doa salah seorang dari kalian dikabulkan selagi ia tidak buru-buru doanya dikabulkan. Ia berkata, ‘Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tapi doaku tidak dikabulkan’.” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad). Di riwayat Muslim disebutkan, Ditanyakan, ‘Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan minta segera doa dikabulkan?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,’Hamba itu berkata, aku berdoa dan berdoa, tapi doaku tidak dikabulkan’ […]

Lainnya:

Kolom Ustadz

Maafkanlah, Maka Mulialah Kita

img-20160709-wa0018Memaafkan orang yang telah menyakiti hati kita itu adalah obat yang efektif menyembuhkan semua penyakit hati. Memaafkan orang yang menzhalimi kita itu adalah kemuliaan dan kekuatan jiwa yang luar biasa. Memaafkan orang yang telah mengghibah kita, apalagi memfitnah kita, itu adalah penghapus dosa dan penambah kekuatan iman kita. Memaafkan orang yang telah memaki dan menghina kita, itu adalah salah satu wujud nyata peningkatan iman kita. Memaafkan orang yang telah mengambil harta benda atau hak milik kita, itu mensucikan hati dan mempermudah rezeki. Sikap dan sifat pemaaf itu terpuji jika kesalahan atau kezhaliman itu bersifat duniawi dan terhadap harga diri kita secara pribadi, dan itu bernilai da’wah dan pendidikan…! […]

Lainnya:

Hikmah

Menjadi Orang Pilihan

lorong-masjid-bir-aliSiapapun pasti menginginkan mempunyai teman, tetangga dan lingkungan masyarakat  yang baik. Karena semua orang mengimpikan bisa menjalin kemitraan dengan siapa saja dan juga memiliki basis sosial yang baik. Karena semua orang juga berfikir bahwa kemitraan dan basis social yang baik akan menjadikan hubungan antar personal di masyarakat akan menjadi baik pula. Antar sesama tidak lagi ada perasaan saling curiga mencurigai, terjalinnya suasana kerjasama dan saling menolong diantara satu dan lainnya serta berlomba-lomba untuk saling memberi manfaat kepada sesamanya. Dan alangkah indahnya kehidupan yang ditata diatas pondasi akhlaq yang demikian. […]

Lainnya:

Kisah

Cinta Ukasyah

haramain4Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi. beliau sangat lemah. Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah SAW. Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Wahai sahabat2 ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yang layak di sembah?”Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, ” Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah.” […]

Lainnya:

Taujih

Hisablah Diri Sendiri

pohonBarangsiapa ingin selamat dari kehinaan dan pertanyaan (hisab) pada Hari Kiamat, ia harus meng-hisab dirinya di dunia sebelum di-hisab di akhirat. Itulah yang diwanti-wanti Allah Ta’ala pada kita saat berfirman,“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr: 18). Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu memahami makna ayat di atas dengan pemahaman mendalam. Ia berkata kepada rakyatnya, “Hisab-lah diri kalian sebelum kalian di-hisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah menghadapi Hari Kiamat.” […]

Lainnya:

Adab

Etika Bertetangga

paginPara ulama berbeda pendapat mengenai definisi tetangga. Ada pendapat ulama’ mengatakan bahwa tetangga itu adalah 40 rumah di sekitar kita. Tetapi ini akan sulit terpenuhi kalau berada di desa yang jarak rumahnya berjauhan, maka definisi tersebut kurang tepat. Ada yang berpendapat, yang namanya tetangga itu rumah yang berada di depan, kiri, kanan dan belakang rumah kita hingga 10 rumah. Rasulullah SAW tidak pernah memberi batasan tetangga. Ketika Aisyah r.a suatu saat ingin memberikan makanan kepada salah satu dari dua tetangganya yang membutuhkan, “Kepada siapa makanan ini saya berikan, sebab hanya ada satu sementara ada dua tetangga yang membutuhkan?”. Rasulullah lantas menjawab, “Berikan kepada tetangga yang rumahnya paling dekat,” […]

Lainnya: