Kabar Ikadi

IKADI Jatim Bersama Mensos Lepas 2000 Ton Beras Bantuan Untuk Myanmar

SURABAYA (TAJUKTIMUR.COM) — Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Dai Indonesia (IKADI) ikut melepas Kapal Bantuan Pangan untuk Rohingya, bersama Menteri Sosial Ibu Khofifah Indar Parawansa di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (21/9/2017). Bantuan tersebut berupa 2.000 ton beras yang dihimpun dari masyarakat oleh Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Selanjutnya bantuan tersebut dikemas dalam 80 kontainer yang diangkut oleh kapal berbendera Indonesia milik PT Samudera Indonesia menuju Pelabuhan Chittagong, Banglades. KH. Muhammad Shaleh Drehem, selaku ketua PW IKADI Jawa Timur merasa bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang sangat peduli dengan masalah penderitaan di Rohingya. “Ini bukti bahwa Islam yang dihayati oleh masyarakat kita adalah Islam yang rahmatan Lil alamiin, yang peduli dan menjadi rahmat bagi alam semesta”. Semoga manfaat dan barokah bagi rakyat Myanmar, sambungnya. […]


Lainnya:

Mutiara Al-Qur’an

Keberkahan Membaca Al Quran

Membaca Al-Quran adalah kebutuhan asasi seorang muslim. Sebagai seorang muslim kita menyakini bahwa Al-Quranul Karim adalah kitab petunjuk yang membawa kita ke jalan yang lurus. Oleh sebab itu tiada hari bagi seorang muslim kecuali dia selalu berdekatan dengan Al-Quranul Karim. Satu-satuya kitab yang membacanya saja sebelum memahaminya mendapatkan pahala adalah Al-Quranul Karim. Sehingga hadis yang shohih menjelaskan, “Bacalah Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada orang-orang yang mempunyainya”. Artinya orang yang membacanya, kemudian orang yang mentadaburinya atau memahaminya berusaha menangkap pesan-pesan yang ada dalam Al-Quranul Karim kemudian orang yang melakukan tuntutan dan diperintah oleh Al-Quranul Karim, kemudian juga orang yang mendakwahkan Al-Quranul Karim. […]

Lainnya:

Mutiara Hadits

Ikhlas Dalam Beramal

Dari Umar bin Khattab dia berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “(Nilai) amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang akan memperoleh (balasan amal) berdasarkan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka berarti hijrahnya (bernilai sebagai hijrah)  karena Allah  dan Rasul-Nya. Tetapi barangsiapa hijrahnya karena kepentingan duniawi yang hendak ia raih, atau wanita yang hendak ia nikahi, maka nilai hijrahnyaya  hanya sesuai dengan niat hijrahnya itu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Kata ikhlas menurut bahasa artinya murni, tidak bercampur dengan yang lainnya. Adapun menurut peristilahan, ikhlas artinya melakukan amalan dengan memurnikan maksud kita hanya untuk Allah Ta’ala, bukan dengan maksud agar mendapatkan pujian atau balasan dari manusia. […]

Lainnya:

Konsultasi Agama

Shalat di Awal Waktu Sendirian

Assalamuallaikum, Saya adalah pekerja kantoran yang jam istirahatnya adalah pukul 12 siang. Sedangkan dzuhur di tempat saya biasanya sudah masuk sekitar pukul 11.30, sehingga saya pun mengambil shalat segera setelah adzan dikumandangkan. Akan tetapi ketika saya mengajak teman-teman lain yang muslim, mereka memilih untuk shalat ketika sudah masuk istirahat. Dengan alasan patuh aturan, menyelesaikan pekerjaan dan ada yang takut dengan atasan. Begitupun ketika masuk ashar, teman kantor lebih memilih menyelesaikan pekerjaan dan melakukan shalat menjelang pulang kantor sekitar pukul 16.30-17.00 WIB. Ketika saya ajak untuk shalat awal waktu mereka berdalih untuk menyelesaikan pekerjaan dulu dan shalat berjamaah dengan teman-teman lain yang shalatnya juga diakhirkan. tempat kerja saya tidak ada mushala atau masjid, tetapi disediakan tempat atau ruangan kecil untuk shalat. […]

Lainnya:

Kolom Ketua IKADI

Meraih Kemuliaan Di Hari Jumat

Saudaraku, Sungguh Allah SWT telah memuliakan orang orang Islam, melebihi semua manusia yang bukan muslim. Kemudian Allah memuliakan orang orang beriman, melebihi semua muslim lainnya. Kemudian Allah memuliakan orang orang bertaqwa melebihi kemuliaan orang orang beriman. Kemudian Allah memuliakan para ulama yang bertaqwa, melebihi mereka yang belum bertaqwa. Kemudian Allah memuliakan para Nabi dan Rasul AS melebihi semua orang bertaqwa. Kemudian Allah memuliakan Ulul ‘Azmi dari para Rasul, melebihi kemuliaan para Nabi dan Rasul. Kemudian Allah memuliakan Nabi Muhammad SAW melebihi kemuliaan Ulul ‘Azmi selain beliau. […]

Lainnya:

Hikmah

Waktu Adalah Kehidupan

Waktu adalah kehidupan. Siapa yang menghargai waktu berarti menghargai kehidupannya. Siapa tidak menghargai waktu pasti ia sedang menjadi mayat berjalan. Waktu adalah saat-saat yang menentukan. Siapa tidak menentukan hal-hal penting setiap saat maka dia dalam kondisi genting. Kalau ada yang mengatakan bahwa waktu itu mahal harganya, itu benar. Jika anda pernah mendengar seseorang mengatakan bahwa waktu itu adalah emas, nyatanya demikian. Waktu semakin menanjak nilai jualnya karena waktu setiap anak manusia semakin sedikit. Dan ini yang terlewatkan. Padahal setiap manusia sangat memahami hal yang prinsip ini. Keteledoran ini berarti melepaskan peluang mas dan sesuatu yang amat mahal. Pantas jika Rasulullah saw. mengingatkan ummatnya: “Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu ketika menjalaninya, yakni kesehatan dan kesempatan”. Tidaklah berlebihan bila ada seseorang mengatakan: ”Satu-satunya yang saya perlukan ialah waktu. Alangkah hebatnya jika saya dapat membeli waktu-waktu yang terluang”. […]

Lainnya:

Kisah

Shalahuddin Al Ayyubi

Namanya sangat di kenal baik di dunia Timur maupun Barat. Di Timur, Salahuddin dikenal sebagai pemimpin kaum muslim yang merebut dan membebaskan Al-Quds (Jerusalem) dari penguasaan Pasukan Salib. Di Barat, ia dikenal sebagai panglima perang yang gagah, pemberani, namun berjiwa kesatria dan pemaaf. “Siapapun yang menguasai Palestina, dia akan menguasai dunia.” Kata-kata yang sangat terkenal ini keluar dari mulutnya. Tidak hanya sekadar kata, dia pun berhasil mewujudkan kata-katanya itu. Lewat perjuangan panjang dan melelahkan, Salahuddin dan pasukannya mampu merebut kembali tanah Palestina yang ketika itu selama delapan puluh tiga tahun lepas dari genggaman. […]

Lainnya:

Taujih

Nasehat Tanpa Kata-Kata

Barisan pusara berjajar diatas tanah yang tandus. Sebagian diantaranya masih tertancap dengan kokoh, sementara yang lainnya sudah rapuh dan hampir-hampir tertelan oleh tanah. Pada salah satu dari ratusan pusara itu tertulis: ‘Abdullah. Wafat Hari Senin Tanggal 9 Maret 1980’. Itu berarti dibawah gundukan tanah berpusara itu Almarhum Abdullah telah terbaring selama hampir tiga puluh tahun.Tidak hanya Abdullah. Dibawah ratusan pusara itu pasti terbaring pula jasad-jasad manusia selama kurun waktu yang berbeda-beda. Semuanya diam tanpa sepatah katapun terucap. Semuanya membisu, dibawah gundukan-gundukan tanah yang mengering. Namun dibalik kebisuan itu ada nasihat yang begitu jelas: kematian. […]

Lainnya:

Adab

Mensikapi Ihktilaf Dalam Fiqih

Fenomena perbedaan pendapat dalam fiqih atau yang disebut ikhtilaf  telah lama terjadi dalam sejarah perjalanan umat Islam. Oleh karenanya umat Islam tidak boleh berpecah belah karena gara-gara adanya perbedaan dalam masalah fiqih. Di kalangan ulama dan ahli fiqih fenomena perbedaan pendapat dalam fiqh Islam adalah fenomena yang wajar dan sudah jamak terjadi. Hal tersebut terjadi karena dua hal: Yang pertama karena tabiat dari teks-teks syar’i  yang menjadi landasan dalam menentukan hukum itu dengan berbagai ragam kesimpulan dan penafsirannya. Yang kedua adalah tabiat akal manusia yang berbeda-beda dalam menyimpulkan teks-teks syar’i. Oleh karenanya fenomena perbedaan pendapat dalam fiqh Islam adalah fenomena klasik dan merupakan fenomena yang diakui keberadaannya sepanjang sejarah. […]

Lainnya: