Kabar Ikadi

Halal Bihalal Nasional

Dalam rangka memperkuat silaturahim bakda Idul Fitri 1442 H, telah diadakan acara Halal Bihalal Nasional IKADI pada tanggal 30 Syawal 1442 atau 11 juni 2021. Acara yang melibatkan semua pengurus IKADI dari tingkat pusat, provinsi dan daerah ini dilaksanakan secara virtual atau online. Acara yang diikuti lebih dari 300 peserta dari seluruh Indonesia ini, mengambil tema Refleksi Persatuan Umat Dalam Prespektif Dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin. Berkaitan dengan tema tersebut, bertindak sebagai pembicara adalah ustadz Dr. KH. Tulus Mustofa selaku Ketua Dewan Syuro IKADI. Kemudian Prof. Dr. KH. Achmad Satori Ismail selaku Ketua Umum Pengurus Pusat, dan oleh Dr. HM. Hidayat Nurwahid selaku Ketua Dewan Penasehat IKADI pusat.

Lainnya:

Mutiara Al-Qur’an

Peristiwa Yang Dahsyat

Al Quran surat Al Ghosyiyah terdiri atas 26 ayat, termasuk surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Adz Dzaariat. Nama Ghaasyiyah diambil dari kata Al-Ghaasyiyah yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya peristiwa yang dahsyat, tetapi yang dimaksud adalah Hari Kiamat. Nu’man bin Basyir ra berkata, “Rasulullah saw membaca surat Al-A’laa dan Al-Ghasiyah pada sholat  Jum’at dan sholat ‘Id (‘Idul Fithri dan Adha).” (HR. Muslim) […]

Lainnya:

Mutiara Hadits

Agama Adalah Nasehat

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Dari radhiyallhu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Agama adalah nasehat.” Kami (para sahabat) bertanya,”Bagi siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin serta segenap umat Islam.” (HR. Muslim). Pada dasarnya manusia senantiasa membutuhkan nasehat serta arahan agar hidupnya lebih baik dari waktu ke waktu. Apalagi, manusia memiliki sifat lemah dan suka lupa. Pepatah arab mengatakan: ”Manusia disebut demikian (insan) karena ia berpotensi lupa (nisyan)”. […]

Lainnya:

Konsultasi Agama

Ibu Tidak Suka Dengan Istri

Ada pertanyaan: assalamualaikum wr wb. Saya duda anak 1 nikah dengan janda anak 1, dikenalkan oleh bapak. Waktu perkenalan dengan calon istri, ada dua kejadian yang bikin ibu kecewa, tapi saya terus melangkah hingga direstui untuk menikah. Setelah pernikahan, ibu berharap kekecewaan tadi akan hilang, namun malah sebaliknya, makin menjadi-jadi, banyak usaha kami untuk mengambil hati ibu, tapi malah ditanggapi dengan persangkaan negatif, hingga saya sebagai suami untuk ketemu, waktu bersama istri aja terasa sulit, karena ketika saya ketemu istri di kontrakan, ibu saya bergejolak tidak tenang. Saya kasihan dengan Ibu, maka saya tinggal dengan ortu, tidak ketemu dengan istri, padahal jarak rumah dekat. Saya jadi bersalah, suami kurang tanggung jawab, karena waktu saya lebih banyak di rumah ortu, demi ibu tenang. Terkadang ketika ibu bergejolak, menantang saya untuk pilih istri atau ibu. Saya harus bagaimana ya ustadz? untuk memahamkan ibu mengenai masalah ini, dari pakdhe, budhe, semua tidak diterima. […]

Lainnya:

Kolom Ketua IKADI

Ayo Semakin Kuat

Saudaraku, Hidup ini perjuangan. Perjuangan adalah pertarungan. Dalam pertarungan ini ada kalah dan ada menang. Untuk menang, butuh kekuatan. Untuk kuat, butuh latihan, butuh kemauan keras, butuh pemaksaan diri, butuh fokus, butuh kerjasama, butuh optimisme dan konsistensi. karena itu, kita harus banyak berdoa, agar memperoleh bantuan kekuatan dari Allah, petunjuk Allah, bimbingan Allah, dan taufiq Allah. Jangan berhenti belajar dan merasa sudah cukup benar, karena waktu terus berjalan dan keadaan tidak selalu sama. Lebih dari itu, kita sangat butuh tuntunan ulama yang shaleh, cerdas dan bijaksana, serta sahabat setia, juga isteri atau suami yang selalu menguatkan

Lainnya:

Hikmah

Esensi Ibadah Qurban

Tanpa banyak disadari, ternyata selama ini telah terjadi pergeseran persepsi, pemahaman dan penyikapan dari banyak pihak umat Islam terhadap esensi syariah qurban, sehingga hampir menjadi sekadar momen berbagi dan sebatas sarana bersedekah daging. Meskipun dalam qurban terdapat aspek dan dimensi sosial dengan berbagi dan bersedekah, namun itu sama sekali bukanlah esensi dan substansinya. Esensi dan hakekat qurban pada setiap hari raya Idul Adha, justru terletak pada prosesi penyembelihan salah satu dari tiga jenis hewan ternak, sebagai sebuah ibadah ritual persembahan spesial, wujud penghambaan, wasilah (sarana) taqarrub (pendekatan diri) dan syiar deklarasi tauhid hanya kepada Allah Ta’ala. […]

Lainnya:

Kisah

Kekuatan Keikhlasan

Dikisahkan ada seorang laki-laki ahli ibadah di zaman dahulu kala. Ketika ia mengetahui bahwa di desanya atau desa sebelah terdapat sebuah pohon yang dikeramatkan dan disembah oleh warga, iapun bergegas untuk menebang pohon tersebut, dengan niat ikhlas karena Allah. Di terngah jalan menuju pohon tersebut, ia dihadang oleh syetan/jin yang menyamar sebagai seorang laki-laki. Syetan itu berusaha menghalangi si ahli ibadah. […]

Lainnya:

Taujih

Introspeksi

Introspeksi atau evaluasi diri adalah karakter dan tabiat seorang mukmin. Nabi saw bersabda, “Mukmin itu kayyis dan cerdas”. Cerdas sudah kita pahami maknanya: cerdas intelektual, cerdas sosial dan cerdas emosional. Sementara kayyis adalah orang yang suka mengevaluasi dirinya, apakah amalnya perbuatannya berorientasi akhirat. Muhasabah secara lugas dijelaskan dalam Al-Qur’an dalam surah Al-Hasyr ayat 18: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. Firman Allah ini membuktikan betapa muhasabah sesuatu yang sangat penting bagi setiap mukmin. […]

Lainnya:

Inspirasi

Menjaga Adab Makan

Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Ibnu Majah dan Al Baihaqi meriwayatkan dari Anas r.a. bahwa ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Barang siapa menginginginkan agar Allah memperbanyak kebaikan rumahnya, maka hendaklah ia berwudhu ketika santapannya datang dan diangkat.” kemudian Membaca basmalah sebelum makan dan hamdalah sesudahnya. Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan dari Aisyah r.a. Ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala (basmalah). Dan apabila ia lupa menyebut nama Allah Ta’ala pada awalnya, maka hendaklah ia mengucapkan, ‘Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu (Dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan akhirnya).” […]

Lainnya: