Kabar Ikadi

Khataman Tahfidz

Alhamdulillah telah lahir hafidz baru. Meskipun baru saja didirikan  Program Tahfidz Bersanad Griya Salam IKADI Pacet Mojokerto telah berhasil melahirkan penghafal Al Quran. Program ini telah  mengantarkan salah satu pesertanya yaitu Faturahman Maulana  hafal Al Quran 30 juz. Dengan berbekal hafalan yang dimiliki sebelumnya, Faturrahman berhasil menghatamkan hafalannya setelah mengikuti program ini selama delapan bulan. Program utama dalam program tahfizh ini adalah  adalah tilawah, ziyadah dan muraja’ah. Dalam semester satu dan dua ketiga aktivitas ini dikategorikan kedalam aktivitas Wajib Ngaji. Semoga dengan lahirnya hafidz baru ini semakin banyak keberkahan untuk umat


Lainnya:

Mutiara Al-Qur’an

Tingkatan Rezeki

Semua makhluk di muka bumi ini sudah dijamin rezekinya. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Hud (11) ayat 6 yang artinya: “Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.”(QS. 11: 6). Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar atau tingkat pertama. yang terendah. Inilah rezeki tingkat pertama. […]

Lainnya:

Mutiara Hadits

Islam Itu Mudah

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam  bersabda: “Sesungguhnya agama itu mudah. Tidaklah seseorang mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agama melainkan ia akan dikalahkan. Oleh karena itu kerjakanlah dengan semestinya, atau mendekati semestinya dan bergembiralah (dengan pahala Allah) dan mohonlah pertolongan di waktu pagi, petang dan sebagian malam” (HR. Bukhari). Inilah karakter agama Islam sebagai agama yang telah diridhai Allah dan diturunkan dalam kesempurnaan kepada umat yang terakhir.  Ada pendapat yang mengatakan Islam dikatakan mudah karena ia berbeda dengan agama-agama sebelumnya, di mana Allah telah menghilangkan kesulitan-kesulitan yang dibebankan kepada umat terdahulu. […]

Lainnya:

Konsultasi Agama

Utang Puasa Ketika Hamil

Assalamualaikum wr. wb. ustadz, saya mau tanya terkait utang puasa. saya seorang ibu, masih memiliki hutang puasa sebanyak 9 hari. saat itu batal puasa ramadhan karena haid dan sedang menyusui anak saya yang ketiga yang usia 6 bulan. setelah lebaran saya ikut suami pindah dinas dari banten ke sumatera utara. karena pindah domisili, masih belum bisa mengagendakan membayar hutang puasa karena masih proses adaptasi lingkungan bagi saya dan keluarga. pada bulan oktober saya hamil lagi, sampai sekarang usia kandungan 7 bulan. hutang puasanya masih ada 9 hari lagi. sekitar 1 bulan lagi akan masuk bulan ramadhan. mohon arahannya untuk penyelesaian utang puasa saya harus bagaimana ya ustadz? kalau untuk puasa qadha dengan kondisi sekarang saya tidak mampu. Syukron. Jazakumullohu khoiron katsiron. […]

Lainnya:

Kolom Ketua IKADI

Bahagia Dalam Derita

Saudaraku, Hidup ini ujian, ujian ini berat. Ujian ini selalu sesuai dengan tingkat keimanan kita. Iman yang lebih tinggi mendapatkan ujian yang lebih berat. Ujian ini terdiri dari dua bentuk : Nikmat dan Musibah. Banyak orang lulus dalam ujian musibah, tapi gagal dari ujian nikmat. Ada pula yang lulus pada ujian nikmat, tapi gagal dalam ujian musibah. Dalam kedua ujian ini kita mesti bahagia. Karena iman yang efektif membahagiakan. Kesusahan itu disebabkan oleh iman yang kurang efektif. Secara umum bahagia dalam nikmat, lebih mudah dibanding bahagia dalam musibah. Tapi iman yang efektif selalu sanggup membahagiakan kita dalam semua keadaan. Iman yang efektif melepaskan semua ketergantungan kita kepada apapun dan siapapun selain Allah SWT. Jika jiwa ini hanya tergantung kepada Allah semata, itulah puncak bahagia. Mari efektifkan iman kita. Yaa Rahman Kuatkan iman kami, kokohkan langkah kami

Lainnya:

Hikmah

Madrasah Ramadhan

Setiap bulan Ramadhan tiba, kita menyaksikan suasana relijius terlihat dimana-mana, dengan meningkatnya kesadaran setiap muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan tumbuh suburnya perilaku keagamaan dimana-mana. Fenomena tersebut bisa kita sadari dan kita maklumi, karena bulan Ramadhan bagi ummat Islam adalah bulan yang sangat istimewa, yang diantara keistimewaannya Allah menjadikannya sebagai bulan rohmah, bulan ampunan dan bulan pembebasan dari api neraka selama satu bulan penuh. Agar kita bisa meraih kebaikan-kebaikan tersebut,  Allah SWT kemudian memformat satu rangkaian ibadah, yang jika kita benar dalam melaksanakannya, maka Allah menjanjikan pahala besar dengan teraihnya kebaikan-kebaikan itu semua, bahkan akan bisa mengantarkan kita untuk meraih derajat tertinggi disisi-Nya yaitu taqwa. […]

Lainnya:

Kisah

Istananya Sang Pemaaf

Pada suatu hari, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Di tengah perbincangan dengan para sahabat. Tiba-tiba Rasulullah SAW  tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya. Umar bin Khattab r.a. yang berada di situ, bertanya: “Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab: “Aku diberitahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah SWT. Salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata:  ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku.” Allah SWT berfirman: “Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun?” […]

Lainnya:

Taujih

Jadikan Ramadhan Kali Ini Beda

Alhamdulillah, Ramadhan datang lagi. Sudah berapa kali kita menjumpai Ramadhan? Setiap kali ketemu Ramadhan, kita selalu merasa senang. Tidak hanya karena berbagai keutamaan bulan Ramadhan, kita juga senang dengan Ramadhan karena suasananya yang khas dan berbeda. Memori indah kita tentang Ramadhan yang lalu membuat kita selalu rindu untuk kembali bertemu Ramadhan. Sekarang, kita sudah bersua kembali dengan Ramadhan yang kita rindukan itu.Saya yakin ini bukanlah Ramadhan pertama kita. Oleh karena itu, yang menjadi penting untuk kita pertanyakan pada diri kita masing-masing adalah: apa yang istimewa dengan Ramadhan kita kali ini. Prestasi apa yang akan kita ukir pada Ramadhan kali ini? […]

Lainnya:

Adab

Ketika Bercanda

Ada kalanya kita mengalami kelesuan dan ketegangan setelah menjalani kesibukan. Atau muncul rasa jenuh dengan berbagai rutinitas dan kesibukan sehari-hari. Dalam kondisi seperti ini, kita membutuhkan penyegaran dengan pergi ke suatu tempat atau juga menyelinginya atau mengambil sebagian waktu untuk bercanda. Kadang kala kita bercanda dengan keluarga atau dengan sahabat. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat manusiawi dan dibolehkan. Begitu pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah melakukannya. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan al-Hasan bin Ali Radhiyallahu ‘anhu. Ia pun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.” […]

Lainnya: