Lintasan Pikiran

Godaan dalam bentuk bisikan hati untuk mengucapkan kalimat kekufuran tidak hanya terjadi pada mukmin yang awam, bahkan semacam ini terjadi pada diri para sahabat. Syaikhul Islam mengatakan: Seringkali muncul dalam diri orang mukmin, salah satu diantara cabang kemunafikan, kemudian dia bertaubat kepada Allah. Terkadang terlintas dalam hati orang mukmin, kalimat kemunafikan, dan Allah menghilangkannya darinya. Orang mukmin diuji dengan was-was setan, bisikan kekufuran yang membuat sempit hatinya. Lanjutkan membaca

Agar Hati Bisa Ikhlas

Berikut ini beberapa panduan menuju amal yang ikhlas: Ucapkan dalam hati keinginan untuk mendapatkan semua bentuk kebaikan dari Allah swt atas amal atau perbuatan baik yang akan atau sedang atau telah dilakukan. Perbanyak ucapan hati ini dalam semua aktifitas keseharian. Itulah kiat terbaik untuk mewujudkan kepribadian ikhlas. Perbanyak amal rahasia. Yaitu amal yang dikerjakan dengan niat yang ikhlas, tidak diketahui oleh orang lain, tidak disampaikan kepada orang lain, dijaga kerahasiaannya sampai kapanpun Lanjutkan membaca

Kematian Itu Semakin Dekat

Saudaraku, Allah subhanahu wata’ala berfirman “Setiap Yang bernyawa akan merasakan mati…” (QS. Ali Imran.185). Kalau kita yakin bahwa kematian sudah sangat dekat, sudah pasti kita tidak akan menyengaja berbuat dosa. Kalau kita yakin bahwa kematian sudah sangat dekat, pasti kita tidak akan sengaja meninggalkan ibadah. Kalau kita yakin bahwa kematian sudah sangat dekat, pastinya kita tidak akan bertengkar dan bermusuhan dengan sesama muslim Lanjutkan membaca

Tahun Baru Lompatan Pembebasan

Hasil musyawarah yang luar biasa, demi tujuan yang luar biasa dan dihasilkan oleh forum orang-orang yang luar biasa pula, dialah penetapan awal tahun Islam; Tahun Hijriyah, dimasa Khalifah Umar bin Khattab ra. Dengan pertimbangan hijrahnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan para sahabat demi terbebasnya dari kedzaliman. Pengorbanan harta, keluarga, tenaga bahkan jiwa menjadi taruhan dalam menuju titik kebebasan dan kemenangan dakwah Islam Lanjutkan membaca

Peristiwa Hijrah

Kata Hijrah sendiri dari sudut bahasa bermakna ‘berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya’. Selama masa kenabian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam., telah terjadi tiga kali hijrah atas perintah Allah Ta’ala. Hijrah yang pertama adalah hijrahnya sebagian sahabat Nabi saw dari Mekkah ke Habasyah dalam rangka untuk mencari tempat yang lebih aman, karena di Mekkah kaum musyrikin terus melakukan tekanan dan intimidasi kepada para pengikut Nabi saw.
Lanjutkan membaca

Iman Mengalahkan Nafsu

Saudaraku, Semua tuntutan syari’at Islam memerlukan power dalam merealisasi dan optimalisasi. Power yang dimaksud adalah derajat ketinggian iman kita pada ajaran Islam. Praktik syariat kita sangat bergantung pada seberapa tangguhnya iman di hati. Jika derajat keimanan kita rendah, maka sulit untuk mengamalkan atau mempraktekkan tuntutan syari’at. Sebaliknya, jika iman sedang kuat, maka kita semakin berdaya dalam mengalahkan hawa nafsu. Lanjutkan membaca

Durhaka Kepada Orangtua

Durhaka kepada kedua orangtua termasuk dosa besar. Kedua orangtua memiliki jasa yang luar biasa kepada anaknya, mulai anak dalam kandungan sampai anak itu dewasa. Allâh Azza wa Jalla memberitakan sebagian jasa tersebut dalam firman-Nya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. (QS. al-Ahqâf:15) Lanjutkan membaca

Cinta Dunia

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: “Akan datang masa di mana kamu diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkuk.” Para sahabat bertanya, “Apakah saat itu jumlah kami sedikit ya Rasulallah?” Rasulullah bersabda, “Tidak, bahkan saat itu jumlahmu sangat banyak, tetapi seperti buih di lautan karena kamu tertimpa penyakit ‘wahn’.” Sahabat bertanya, “Apakah penyakit “wahn” itu ya Rasulallah?” Beliau menjawab, “Penyakit “wahn” itu adalah terlalu cinta dunia dan takut mati.” Lanjutkan membaca

Tabarruj

Kata tabarruj disebutkan dalam al-Quran di surat al-Ahzab ayat ke-33 :”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” Al-Qurthubi menjelaskan makna at-tabarruj secara bahasa, beliau mengatakan,Tabarruj artinya menyingkap dan menampakkan diri sehingga terlihat pandangan mata. Contohnya kata: ’buruj musyayyadah’ (benteng tinggi yang kokoh), atau kata: ’buruj sama’ (bintang langit), artinya tidak penghalang apapun di bawahnya yang menutupinya. (Tafsir al-Qurthubi, 12/309). Lanjutkan membaca