Beranda | Hubungi Kami | RSS | Facebook |

Website Ikadi Jawa Timur

Salurkan wakaf tunai Anda untuk pembangunan Pusdiklat Ikadi Jawa Timur

Kabar Ikadi

Pelatihan Khotib Se Kabupaten Jember

Untuk meningkatkan kualitas para Khotib di kabupaten Jember Jawa Timur, Pengurus Daerah (PD) Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Jember melakukan pelatihan terhadap 40 peserta utusan dari masjid se-kabupaten Jember. Tujuannya adalah untuk dibina menjadi khotib yang berkualitas. Acara yang digelar di Aula Ma’had Tahfizh Qur’an Ibnu Katsir  Jalan Mangga 18 Jember ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari para peserta. Sejak pagi, mereka sudah hadir di aula untuk mendapatkan tambahan ilmu dari para ustadz yang berkompeten di bidangnya. [...]


Lainnya:

Kajian Al-Qur’an

Surat Al ‘Ashr

Allah SWT berfirman yang artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Surat ini termasuk dalam golongan surat Makkiyah, dan surat ini terdiri dari 3 ayat. Di dalamnya terdapat sumpah bahwa manusia berada dalam kerugian dan kesesatan. Kecuali orang yang dipelihara Allah, mereka adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. [...]

Lainnya:

Kajian Hadits

Adab Kepada Orang Tua

Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. berkata: Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya diantara dosa-dosa besar adalah seseorang melaknat kepada kepada kedua orang tuanya. ditanya Rasulullah: Ya Rasulullah SAW bagaimana bisa seseorang melaknat kedua orang tuanya? Rasulullah SAW menjawab: seseorang mencaci maki bapaknya orang lain, kemudian orang lain itu mencaci maki kepada bapaknya. dia mencaci maki ibunya orang lain, kemudian orang lain itu mencaci maki ibunya. (HR. Bukhori, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

Rasulullah SAW ketika ditanya: wahai Rasulullah SAW bagaimana seseorang melaknat kedua orang tuanya? Yang bertanya mengatakan tidak mungkin seorang anak mencaci kedua orang tuanya, karena sesungguhnya tab’iat yang lurus menolaknya, maka menjawab Rasulullah SAW dengan menjelaskan bahwasannya sekalipun ia tidak melakukan caciannya itu sendiri, terkadang terjadi pada seseorang menjadi sebab timbulnya caci maki kepada kedua orang tuanya, dan timbulnya sebab sesuatu yang mungkin sering terjadi. Rasulullah SAW bersabda: seseorang mencaci bapaknya orang lain kemudian orang lain mencaci maki bapaknya, dan mencaci ibunya orang lain kemudian orang lain akan mencaci ibunya.

  [...]

Lainnya:

Kajian Umum

Berlomba-Lomba Dalam Kebaikan

Di dalam Al-Qur’an, baik atau kebaikan menggunakan kata ihsan, birr, dan ishlah. Kata ihsan (ahsan dan muhsin) bisa dilihat pada firman Allah: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS 4: 125)

Bila dikaitkan dengan definisi ihsan dalam hadits kedatangan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW, maka ihsan adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang karena merasakan kehadiran Allah dalam dirinya atau dia merasa diawasi oleh Allah SWT yang membuatnya tidak berani menyimpang dari segala ketentuan-Nya. [...]

Lainnya:

Ufuk

Kubu Islam Menangkan Referendum Mesir

Moursi-IM-Salafy-dan koalisi kekuatan Islam bisa “sedikit bernafas lega” atas hasil referendum yang mengatakan 56,53 % rakyat menerima “Amandemen Konstitusi” dan 43,47 % menolak. Sebaliknya kaum Liberal-Sekuler yang didukung minoritas Koptic dan Muslim ambigu, semakin “kebingungan” dan memikirkan langkah strategis agar kemenangan kaum Islamiyun bisa dijegal di fase kedua referendum, juga pada pemilihan anggota DPR dua bulan yang akan datang.

Selain menunjukkan kokohnya koalisi kekuatan Islam, suksesnya referendum yang diraih kaum Islamiyun menjadi pertanda nyata semakin kuatnya elektabilitas dan ketokohan Dr. Muhammad Moursi, terutama di provinsi-provinsi yang pada Pilpres pertengahan tahun 2012 tidak memilih Moursi.
[...]
Lainnya:

Hikmah

Menghilangkan Kesulitan

Imam Ar-Rabi’ bin Shubaih bercerita: Seorang lelaki pernah mengadukan musibah musim paceklik kepada Imam Al-Hasan Al-Bashri, maka beliau berkata kepadanya: Beristighfarlah kepada Allah! Sedangkan lelaki lain mengeluhkan kefakiran kepada beliau, dan beliaupun menasehatinya: Bersitighfarlah kepada Allah! Lalu orang ketiga datang kepada beliau seraya berkata: Tolong doakan saya agar Allah mengkaruniakan anak kepada saya. Dan beliaupun tetap menganjurkannya dengan berkata: Beristighfarlah kepada Allah! Sampai kepada orang keempat yang mengadukan kekeringan kebunnya, beliau tetap tidak berubah dengan nasehatnya: Beristighfarlah kepada Allah! [...]

Lainnya:

Kisah

Meneladani Generasi Tabi’in

 Pasca generasi sahabat, datanglah generasi tabi’in. mereka (generasi tabi’in) meniru generasi sebelum mereka dan menjalani hidupnya berdasar sabda Rasulullah Shallallahu Alaihis wa Sallam dan perkataan generasi sahabat. Keteladanan Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dan para sahabat tersebut seakan telah menjadi pelita yang menyinari jalan kehidupan mereka. Sehingga mereka tidak salah dalam menempuh jalan kehidupannya. Ia juga menjadi panduan abadi yang mengatur semua urusan mereka. Sehingga mereka mendapati hidupnya diliputi kebahagiaan dan keberkahan. [...]

Lainnya:

Taujih

Kemenangan Itu Sangat Dekat

Firman Allah SWT yang artinya: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS Al-Baqarah: 214)

Ayat ini dan ayat-ayat yang senada dengannya dapat ditemukan pada tiga tempat dalam Al-Qur’an, yaitu surah Ali Imran: 142 yang berbunyi, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjuang diantara kamu dan orang-orang yang bersabar”, dan surah Al-Ankabut: 2-3, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, sehingga Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. [...]

Lainnya:

Adab

Al-’Iffah (Kehormatan Diri)

 ‘Iffah ialah: menjaga kehormatan, kemuliaan, martabat dan harga diri dari segala sesuatu yang bisa merusaknya, melecehkannya, merendahkannya, menghinakannya, atau menjatuhkannya, baik di mata diri sendiri, dalam pandangan manusia, maupun khususnya dalam timbangan syariah agama.

Bentuk-Bentuk ‘Iffah

Pertama: Meninggalkan, menjauhkan dan menghindarkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan di dalam syariah agama. Karena kaidahnya adalah bahwa, setiap yang dilarang dan diharamkan di dalam syariah Islam adalah kehinaan. Maka melakukan yang diharamkan adalah tindakan menghinakan dan menjatuhkan kehormatan diri, khususnya di mata Allah lalu di mata diri sendiri dan dalam pandangan orang lain. [...]

Lainnya: