Saudaraku, Mengapa kita harus selalu dan terus berdoa? Doa adalah ibadah yang bermakna permohonan pertolongan seorang hamba kepada Allah. Doa bukan sekadar rangkaian kata, tetapi juga merupakan bukti kenyamanan interaksi, kedekatan, kerendahan hati serta ketergantungan manusia terhadap keagungan Allah. Doa adalah cara berkomunikasi langsung dengan Allah untuk minta ampun, mengucap syukur, memperkuat iman, membersihkan hati, dan sebuah ikhtiar manusia yang berdampak luar biasa karena bisa merubah takdir-NYA. Lanjutkan membaca
Membumikan Al Qur’an
Al-Qur’an memang luar biasa, penuh dengan keberkahan. Membacanya saja meski tanpa memahami maknanya sudah berpahala, dengan hitungan satu pahala untuk setiap hurufnya, lalu satu pahala tersebut dilipatkan menjadi sepuluh. Namun itu tidak berarti bahwa membacanya saja sudah cukup. Lebih dari sekadar membaca, kita juga harus berinteraksi secara lebih baik lagi dengan Al-Qur’an. Lanjutkan membaca
Akrab dengan Al Qur’an
Penyakit hati pada dasarnya berpangkal pada dua hal: syubhat dan syahwat. Syubhat berarti lemahnya ilmu dan pemahaman, sedangkan syahwat berarti kuatnya hasrat untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Dan resep jitu untuk bisa mengatasi dua hal tersebut sekaligus. Resep tersebut adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an bisa menghilangkan syubhat yang ada dalam hati kita karena ia berisi bayyinat (berbagai macam penjelasan yang terang) dan burhan (argumen-argumen yang kuat). Lanjutkan membaca
Isra’ Mi’raj Ujian Keimanan
Peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa monumental dan spektakuler yang menjadi mukjizat akhir zaman yang penuh dengan pelajaran keagamaan yang mendalam. Momen penting ini diabadikan Allah SWT di dua tempat di dalam Al Qur’an. Pertama firman Allah SWT: ”Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS Al Israa’:1). Lanjutkan membaca
Melembutkan Hati
Saudaraku, Ketika mendengar kalimat-kalimat kasar berupa makian dan penghinaan, melihat tindak kekerasan atau kedzoliman, maka sesungguhnya “telinga hati” sedang mendengar ketakaburan, “mata hati” juga sedang menyaksikan ketakaburan. Hasilnya, “telinga hati” kesakitan, dan “mata hati” pun menangis. Bila terlalu sering telinga hati dan mata hati disakiti tanpa diobati, ia akan rusak dan sulit terbuka, mengakomodasi dan beradaptasi terhadap kebenaran. Lanjutkan membaca
Makhluq Bernama Manusia
Kita, manusia, adalah makhluq Allah yang unik dan istimewa. Kita tercipta dari dua unsur yang sungguh berbeda satu sama lain: tanah yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari langit. Terciptanya kita dari tanah menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘bumi’ seperti makan, minum, dan kebutuhan biologis. Sedangkan unsur ruh yang ada dalam diri kita menjadikan kita sebagai makhluq yang membutuhkan hal-hal yang bersifat ‘langit’ seperti iman, ilmu, dan semacamnya. Lanjutkan membaca
Memperhatikan Jiwa
Saudaraku, Bercermin beberapa kali sehari sepertinya itu menjadi kebutuhan kita semua. Tentu kita bercermin untuk melihat secara seksama apa yang perlu kita bersihkan di wajah, dan apa yang perlu kita rapikan di pakaian. Bercermin untuk jiwa sungguh jauh lebih penting. Memperhatikan dengan teliti apa yang perlu dibersihkan dari jiwa, apa yang perlu dirapikan dalam jiwa, bahkan apa yang perlu diterapi dalam jiwa. Rata-rata disaat kita sakit di fisik cepat terasa dan cepat diobati. Gangguan penyakit di jiwa, kelemahan-kelemahan jiwa, kotoran-kotoran jiwa, sulit cepat diobati, karena tidak terasa. Lanjutkan membaca
Bahaya Virus Hasad
Kita perlu menyadari adanya virus spiritual yang sangat berbahaya dan mematikan, baik bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Virus itu adalah al-hasad – iri dan dengki. Jika wabah fisik seperti Covid-19 bisa membawa pahala bagi yang sabar, maka hasad hanya akan membawa keburukan dan kehancuran tanpa meninggalkan sedikitpun kebaikan. Rasulullah ﷺ telah mengingatkan kita tentang bahaya mematikan dari penyakit hasad ini dalam sabdanya: “Hati-hatilah kalian dari hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud No. 4903) Lanjutkan membaca
Memilih Taat
Saudaraku, ”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati“. Waktu hidup manusia di dunia telah terjatah dan semuanya (yang kaya berkuasa dan yang papa tak disapa), lelah dengan perjalanan hidupnya masing masing. Dengan berjalannya hari-hari, berlalunya bulan demi bulan, dan bergantinya tahun, maka semua itu hanyalah mendekatkan manusia pada ajalnya. Jika usianya tak tumbang karena musibah musibah hidup, maka manusia akan menemui musibah tua renta, yang menghancurkan ketangkasan fisik, kecermatan berfikir dan kesempurnaan mental. Lanjutkan membaca
Menjaga Keluarga
Di era banjir informasi seperti sekarang, media sosial bagai pisau bermata dua. Di satu sisi, ia menghadirkan kemudahan, kecepatan, dan peluang kebaikan yang tak terbatas. Di sisi lain, ia menjadi medium penyebaran fitnah, hoaks, dan konten negatif yang dapat merusak individu, keluarga, dan bahkan tatanan sosial. Sebagai muslim, kita tidak boleh terjebak dalam arus tanpa kendali. Sudah menjadi kewajiban kita untuk membentengi diri dan keluarga dari segala bentuk fitnah, termasuk fitnah media sosial. Ini adalah perintah Allah yang tegas dan menjadi barometer keimanan seorang muslim. Lanjutkan membaca