Kabar Ikadi

Seminar Ramadhan

Bulan Ramadhan sebentar lagi datang. Umat Islam berlomba-lomba melakukan persiapan untuk menyambutnya dengan mengadakan berbagai kegiatan. Diantara kegiatan itu adalah Seminar Ramadhan Sehat Ibadah Nikmat pada hari Ahad kemarin (21/4). Kegiatan yang diadakan oleh IKADI Probolinggo ini bekerjasama dengan MUI dan LAKPESDAM NU ini menghadirkan dua pembicara dan dihadiri oleh 115 peserta. Pembicara yang pertama adalah KH. Idrus Ali, S.Ag, M.Ag dan pembicara kedua adalah dr. Beny Reyan Suhendra. Dalam penyampaian materinya  KH. Idrus Ali menyampaikan sejarah ibadah puasa dari masa ke masa. Beliau juga menyampaikan hikmah dan manfaat puasa bulan Ramadhan bagi manusia. Sedangkan dr. Beny Reyan Suhendra menyampaikan puasa ditinjau dari segi kesehatan dan tips-tips sehat selama bulan Ramadhan. Semoga kita semua bisa menikmati ibadah Ramadhan nanti dengan perasaan nikmat dan bahagia.


Lainnya:

Mutiara Al-Qur’an

Hidup Untuk Satu Misi

Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Al Ashr: ”1) Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. 2) Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. 3) Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat” Surah pendek dengan hanya 3 ayat ini nilai dan fadhilahnya menyamai seperempat Al-Qur’an. Dan menurut sebagian riwayat, ia merupakan surah yang diturunkan terakhir kali, yakni pada pertengahan hari-hari tasyriq di Mina pada haji wada’. […]

Lainnya:

Mutiara Hadits

Jangan Marah

Dari sahabat Abu Hurairah ra, bahwasanya seseorang pernah datang meminta nasehat kepada Rasulullah sholallahu alaihi wassallam dan berkata, “Berikanlah nasehat kepadaku.” Rasulullah sholallahu alaihi wassalam menjawab : “Janganlah engkau marah.” Orang itu pun mengulang-ulang pertanyaan yang sama dan Nabi sholallahu alaihi wassalam (tetap) menjawabnya, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhori). Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar dan jumpai fenomena orang yang sedang marah. Kemarahan bisa diakibatkan oleh dua faktor: internal maupun eksternal. Tiba-tiba saja seseorang marah-marah lantaran kurang sabar, merasa beban terlalu berat, bosan, merasa gagal, merasa tidak mampu atau sebab-sebab lain yang didominasi oleh emosi dan perasaan ketidakmampuan diri. Padahal sekiranya ia mau bersabar dan lebih bersungguh-sungguh akan dapat mengatasi persoalannya dengan baik. […]

Lainnya:

Konsultasi Agama

Ganti Puasa Masa Lalu

Seseorang bertanya: ustadz, saya sudah berusia 41 tahun lebih. Masa lalu saya dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan banyak tidak sempurna/dengan sengaja saya tidak melakukannya dan jumlahnya pun banyak sekali saya lupa. mohon petunjuk apa yang saya harus lalukan untuk menebus dosa tersebut? sudah 2 minggu ini saya sedang jalani puasa Daud sebagai penganti puasa Ramadhan tersebut, bagaimana pendapat ustadz apa itu dibenarkan? […]

Lainnya:

Kolom Ketua IKADI

Kebersamaan Yang Takkan Berlalu

Saudaraku, pertemuan dan kebersamaan yang sudah lama kita bangun, seharusnya dirayakan dengan amal hati, dzikir dan do’a. Tentu juga diperkuat dengan tasamuh (toleransi), tawaashiy (saling berwasiat) dan tanaashuh (saling nasehat-menasehati). Sejatinya, pertemuan dan kebersamaan tidak boleh terputus walaupun kita berpisah. Karena hati telah tersambung dengan cinta, kasih sayang dan do’a walau jasad tak bersua. Untuk itu amal-amal hati harus diteruskan: saling menyebut kebaikan, saling menghargai, saling berterima kasih, saling memaafkan, saling mengungkap cinta, dan mengingat kasih sayang yang mengikat. Itu semua harus dibiasakan setiap saat. Karena sungguh, ikatan suci persaudaraan menembus perbedaan pendapat dalam urusan duniawi yang fana. Untuk semua yang membaca renungan ini, diucapkan :
“Innie uhibbuka/i fillah…”

Lainnya:

Hikmah

Obat Sejati

Penyakit hati pada dasarnya berpangkal pada dua hal: syubhat dan syahwat. Syubhat berarti lemahnya ilmu dan pemahaman, sedangkan syahwat berarti kuatnya hasrat untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Kini saya akan memberikan satu resep jitu untuk bisa mengatasi dua hal tersebut sekaligus. Resep tersebut adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an bisa menghilangkan syubhat yang ada dalam hati kita karena ia berisi bayyinat (berbagai macam penjelasan yang terang) dan burhan (argumen-argumen yang kuat). Al-Qur’an menjelaskan kepada kita dengan amat jelas dan gamblang segala yang haq dan segala yang bathil. Dengan demikian akan hilanglah berbagai macam syubhat. […]

Lainnya:

Kisah

Sang Pencari Kebenaran

Ketika dia mendengar kabar tentang kerasulan Nabi, dia mengutus saudara laki-lakinya menyelidiki lebih lanjut mengenai Nabi. Setelah puas menyelidiki, saudaranya pun melaporkan kepada Abu Dzar bahwa Nabi Muhammad itu seorang yang sopan, santun, dan baik budi pekertinya. Ayat-ayat yang ia bacakan kepada manusia bukanlah puisi dan bukan pula kata-kata ahli syair. Laporan itu masih belum memuaskan hati Abu Dzar. Akhirnya ia pun berangkat sendiri ke Makkah untuk mencari tahu tentang Muhammad. Pada suatu hari menjelang malam di Kota Makkah, ia dilihat oleh Ali. Oleh karena ia seorang musafir, Ali terpaksa membawanya ke rumahnya dan melayaninya dengan baik sebagai tamu. Ali tidak bertanya apapun dan Abu Dzar tidak pula memberitahu Ali tentang maksud kedatangannya ke Makkah. […]

Lainnya:

Taujih

Amalan Syukur

Aisyah radhiyallahu anha merasa heran dengan qiyamul lail Rasulullah shallallahu Alaihis wa Sallam. Beliau melakukannya hingga kedua kaki beliau bengkak. Dengan nada takjub dan penuh tanda tanya, Aisyah berkata, “Engkau masih berbuat seperti ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa silammu dan dosa-dosamu pada masa mendatang.” Rasulullah shallallahu Alaihis Sallam bersabda, “Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim). Rasulullah shallahu Alaihis wa Salam tidak memahami syukur sebatas pujian dengan lidah. Menurut beliau, syukur ialah upaya seluruh organ tubuh untuk mengerjakan apa saja yang diridhai pemberi nikmat (Allah). […]

Lainnya:

Inspirasi

Hakikat Nikmat Dan Derita

Rasulullah shallallahu alaihis wasallam bersabda,“Pada hari kiamat penghuni neraka, yang dulunya penghuni dunia yang paling enak hidupnya didatangkan, lalu dicelupkan sekali saja ke neraka. apakah engkau pernah merasakan kenikmatan?’ Orang tersebut menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Tuhanku.’ Penghuni surga, yang dulunya penghuni dunia yang paling menderita didatangkan, lalu dicelupkan sekali saja ke surga. Dikatakan kepadanya, ‘hai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kesengsaraan?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak, demi Allah. aku tidak pernah merasakan penderitaan dan melihat kesengsaraan sebelum ini’.” (HR. Muslim). […]

Lainnya: