Kabar Ikadi

Halal Bihalal Dan Mudzakarah Dai IKADI

Meski sudah tidak lagi di bulan Syawal 1439, tapi tidak ada salahnya kalau Pengurus Wilayah IKADI Jawa Timur mengadakan acara Halal Bihalal dan Mudzakarah Dai IKADI. Acara yang digelar pada hari Sabtu tanggal 14 Juli 2018 itu mengambil tema Kuatkan Ukhuwah dan Dakwah untuk Membangun Kejayaan Bangsa. Acara ini dihadiri oleh seluruh utusan dari pengurus daerah baik Kota maupun Kabupaten se Jawa Timur. Menurut ustadz Muhammad Sholeh Drehem, ketua IKADI Jawa Timur, acara ini bertujuan untuk menyatukan langkah para dai agar lebih optimal dalam melayani masyarakat.  Disamping itu juga, acara ini diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan  dan sinergi dalam memaksimalkan peran dai di daerah-daerah.  Disamping acara Halal Bihalal, ada juga sessi diskusi tentang dinamika keummatan saat ini. Diskusi ini diharapkan bisa memberikan panduan kepada dai bagaimana harus menjawab tantangan tuntutan yang ada saat ini.


Lainnya:

Mutiara Al-Qur’an

Ukhuwah Islamiyah

Allah SWT berfirman: Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah kedua saudara kalian,  dan bertakwalah kalian  kepada Allah supaya kalian  mendapatkan rahmat. (QS. Al Hujurat: 10). Ayat ini merupakan kelanjutan sekaligus penegasan perintah dalam ayat sebelumnya yang memerintahkan untuk mendamaikan kaum Mukmin yang bersengketa. Dan Islam juga memberikan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah timbulnya persengketaan, sebagaimana dalam dua ayat berikutnya, dimana Allah melarang beberapa sikap yang dapat memicu pertikaian. Seperti saling mengolok-olok dan mencela orang lain, panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk, banyak berprasangka, mencari-cari kesalahan orang lain, dan menggunjing saudaranya (QS. Al Hujurat: 11-12). […]

Lainnya:

Mutiara Hadits

Selalu Berdzikir

Dari Aisyah radliyallahu anhuma, Beliau berkata, “Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berdzikir kepada Allah dalam semua keadaannya.” (HR. Muslim). Hadits ini menerangkan bahwa Rasulullah saw senantiasa dzikrullah dalam keseharian beliau, dalam semua keadaan. Istilah dzikrullah (berdzikir kepada Allah) memiliki dua makna, yang kedua-duanya diperintahkan untuk kita penuhi, yaitu: dzikrullah dengan arti: mengingat Allah, dan yang kedua: dzikrullah dengan makna: menyebut Allah melalui Nama-Nama dan Shifat-Shifat-Nya, serta bukti-bukti keagungan dan kemuliaan-Nya. […]

Lainnya:

Konsultasi Agama

Bermesraan Saat Ramadhan

Ada seseorang yang bertanya: Ustadz yang saya hormati. Saya adalah seorang pemuda yang baru saja menikah. Saya ingin menanyakan mengenai hukum dari bermesra-mesraan dengan istri di siang hari di bulan ramadhan. Begini ustadz, saya merasa telah menodai kesucian di bulan ramadhan dengan bermesra-mesraan dengan istri, meskipun kami tidak sampai melakukan jimak. Dan kami melakukannya tidak sampai mengeluarkan air mani. Hal ini membuat kami berdua merasa sangat bersalah dan sangat malu. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan hal ini:  Apakah puasa kami batal, meskipun kami tidak sampai mengeluarkan air mani? Dan apakah kami harus membayar denda (kaffarah) karena perbuatan kami ini. […]

Lainnya:

Kolom Ketua IKADI

Cinta Allah Vs Cinta Dunia

Saudaraku, Dihati orang yang beriman ada dua macam cinta, Cinta kepada Allah dan Cinta kepada dunia. Kedua cinta ini senantiasa bertarung dalam hati, semakin tinggi cinta kepada Allah, niscaya semakin rendah cinta kepada dunia. Rasa cinta kepada dunia, akan menjadi persembahan untuk meningkatkan rasa cinta kepada Allah. Jika cinta dunia mengalahkan cinta kepada Allah, niscaya dunia besar dihati, memenuhi semua ruang pemikiran, mendominasi semua aktifitas keseharian. Dunia selalu dimenangkan dalam semua pertimbangan untuk pengambilan keputusan. Cinta dunia berada di balik semua kemalasan beribadah, kemalasan belajar Islam, semua perbuatan dosa, dan semua keburukan akhlak. Dunia harus dicintai secara proporsional, yaitu untuk menjadi persembahan cinta kepada atas segala cinta

Lainnya:

Hikmah

Bahagiakan Hidup Dengan Tahajjud

Nikmatnya sholat Tahajjud hanya bisa dinikmati oleh orang-orang dicintai oleh Allah SWT. Allah SWT menggambarkan  bagaimana tentang orang yang senantiasa shalat malam dalam surah Al-Furqan: 63-64 : ”Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh  menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka menjawab dengan jawaban yang mengandung keselamatan dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri”. Dalam surah Al Muzzammil ayat 6  Allah jelaskan manfaat qiyamullail: “Sungguh bangun malam itu lebih kuat(mengisi jiwa) dan  (bacaan di waktu itu) lebih berkesan”. Seakan-akan Allah menyatakan bahwa bekal hidup berhiaskan Rahmat Allah dengan Qiyamullail. […]

Lainnya:

Kisah

Kewaraan Basyar Al Hafi

Suatu hari, Basyar al-Hafi membeli sepatu baru lalu dipakainya ke masjid. Ia melepas sepatunya di depan pintu masjid lalu masuk untuk mengimami shalat. Ketika keluar, ia tidak mendapati sepatunya lalu menangis! Para jamaah shalat berkata: Tidak sepatutnya orang sepertimu, wahai imam, menangis karena kehilangan sepatu baru. Kami akan membelikan sepatu baru untukmu. Basyar al-Hafi berkata: Demi Allah, saya menangis bukan karena kehilangan sepatu baru. Saya menangis karena saya telah menjadi sebab kemaksiatan salah seorang diantara kaum muslimin. Kalau saya tidak memakai sepatu baru pasti dia tidak mencuri, pasti dia tidak melakukan maksiat dan dosa. Kemudian Basyar al-Hafi bersumpah untuk tidak memakai sepatu sejak hari itu dan menjalani sisa hidupnya dengan telanjang kaki. Karena itu, ia disebut Basyar al-Hafi. Al-Hafi artinya telanjang kaki.

Lainnya:

Taujih

Waktu Yang Menentukan

Sekarang berapa umur kita? Berapa lama lagi kita masih bisa menikmati kehidupan? Tidak banyak manusia di zaman kita ini bisa hidup lebih dari seratus tahun. Ada yang umurnya enam puluh tahun. Ada yang tujuh puluh tahun. Ada pula yang delapan puluh tahun. Yang jelas, umur satu orang bisa berbeda satu sama lain. Semisal kita diberi jatah hidup sampai umur seratus tahun, lalu ditanya,”Apakah hidup Anda cukup lama?” Jika kematian adalah akhir dari segalanya, bisa jadi kita akan menjawab,”Hidup saya cukup lama.” Tetapi sadarkah kita bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya? […]

Lainnya:

Adab

Sabar, Bergantung Kepada Allah

Sabar,  dari segi bahasa berarti menahan dan menghalangi. Selaras dengan itu, dari segi syar’i sabar berarti menahan nafsu dari letupan-letupan emosi yang bisa mengarah ada banyak kesalahan, menghalangi fisik dari hal-hal di luar kontrol, menahan pendapat agar jauh dari penyimpangan–penyimpangan syar’i dan tenang  menghadapi ujian serta merasa cukup pada saat dia fakir dengan terus mencari peluang pekerjaan. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa sabar itu adalah menerima ujian dengan etika dan sikap yang baik. Ada juga yang menerangkan bahwa sabar adalah orang yang menghadapi ujian tanpa mengeluh. Sementara Imam Junaid menjawab ketika ditanya tentang pengertian sabar, ”Sabar ialah ketika seseorang ditimpa kepedihan tetapi tidak cemberut.” […]

Lainnya: