Website Ikatan Dai Indonesia Jawa Timur

Berita

Tasyakuran Tanah Wakaf untuk Islamic Center

Sebagai langkah awal pembangunan Islamic Center di kawasan Pacet, Jawa Timur, beberapa bulan yang lalu Ikadi Jawa Timur telah melakukan acara tasyakuran bersama warga sekitar tanah wakaf. Pada kesempatan tersebut, jajaran Pengurus Wilayah Ikadi Jatim datang bersama waqif, Bapak Haji Rani Ramelan. Acara tersebut mengundang puluhan warga sekitar, terutama para tetangga dan tokoh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, pihak Pengurus Ikadi Jatim dan juga Bapak Haji Rani Ramelan selaku waqif memberikan penjelasan kepada warga tentang rencana pendirian Islamic Center Ikadi Jatim di atas tanah wakaf tersebut. Pengurus dan waqif berharap agar warga bisa membantu kelancaran pembangunan tersebut. [...]


Lainnya:

Opini

Lagi-lagi Israel!

Berbagai kecaman dan bahkan kutukan ditujukan kepada Israel setelah terjadinya serangan yang dilakukan oleh para serdadu mereka kepada para relawan yang berada diatas kapal kemanusiaan Mavi Marmara. Beberapa relawan bahkan meninggal akibat serangan brutal tersebut. Beberapa yang lainnya terluka.

Sentimen anti Israel pun kembali menguat di berbagai belahan dunia, khususnya dunia Islam. Meski begitu, Israel tetap tak bergeming. Barangkali, Israel berpikir sederhana: “Memang siapa yang bisa menyeret kami ke meja pengadilan?”

Belum lama sebelum ini, tepatnya di akhir tahun 2008, Israel juga telah melakukan sebuah kejahatan kemanusiaan yang sangat besar. Para serdadu mereka telah membantai ratusan rakyat Gaza yang tidak berdosa. Bahkan mereka menggunakan senjata yang dilarang penggunaannya oleh hukum perang internasional, yaitu bom fosfor putih. Tapi hingga sekarang, kita semua tahu tidak ada yang bisa menyeret Israel ke meja pengadilan atas kejahatan kemanusiaan yang biadab itu. [...]

Lainnya:

Taujih

Hati-hati dengan Mata

”Mata adalah panglima hati. Hampir semua perasaan dan perilaku awalnya dipicu oleh pandangan mata. Bila dibiarkan mata memandang yang dibenci dan dilarang, maka pemiliknya berada di tepi jurang bahaya. Meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh ke dalam jurang”. Demikian potongan nasihat Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya Ulumuddin.

Beliau memberi wasiat agar tidak menganggap ringan masalah pandangan. Ia juga mengutip bunyi sebuah sya’ir, “Semua peristiwa besar awalnya adalah mata. Lihatlah api besar yang awalnya berasal dari percikan api.”

Hampir sama dengan bunyi sya’ir tersebut, sebagian salafushalih mengatakan, “Banyak makanan haram yang bisa menghalangi orang melakukan shalat tahajjud di malam hari. Banyak juga pandangan kepada yang haram sampai menghalanginya dari membaca Kitabullah.” [...]

Lainnya:

Hikmah

Islam Anti Korupsi!

Imam Malik dalam Al-Muwattha’ meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengirim ‘Abdullah ibn Rawahah berangkat ke Khaibar (daerah Yahudi yang tunduk pada kekuasaan Islam) untuk memungut kharaj dari hasil tanaman kurma mereka. Rasulullah SAW telah memutuskan hasil bumi Khaibar dibagi menjadi dua; separo untuk kaum Yahudi sendiri yang mengolahnya dan separonya lagi diserahkan kepada kaum Muslimin.

Ketika ‘Abdullah ibn Rawahah menjalankan tugasnya, orang-orang Yahudi mendatangi beliau. Mereka mengumpulkan perhiasan istri-istri mereka dengan niat untuk menyogok. Mereka berkata, ”Ini untukmu dan peringanlah pungutan yang menjadi beban kami. Bagilah kami lebih dari separo.”

‘Abdullah ibn Rawahah kemudian menjawab, ”Hai orang-orang Yahudi, dengarkanlah! Bagiku, kalian adalah makhluk yang dimurkai oleh Allah. Aku tidak akan membawa perhiasan itu dengan harapan aku akan meringankan (pungutan) yang menjadi kewajiban kalian. Suap yang akan kalian berikan ini sesungguhnya merupakan suht (harta haram). Sungguh, kami tidak akan memakannya.” [...]

Lainnya:

Kisah

Kekuatan Sholat

Ada seorang lelaki yang merayu-rayu seorang wanita agar mau melakukan zina dengannya. Segala jurus tipu daya ia lakukan untuk meruntuhkan keteguhan iman sang wanita. Memang, lelaki itu ganteng sekali, ditambah lagi ia sangat kaya di kampungnya.

Wanita tersebut sebetulnya sudah bersuami. Ia adalah seorang istri yang taat kepada suaminya. Suaminya sendiri adalah seorang yang taat pula. Perihal rayuan lelaki itu ia adukan kepada suaminya. Sang suami menanggapi istrinya dengan tenang-tenang saja. ”Katakan kepada laki-laki itu bahwa engkau akan mau menuruti godaannya, yaitu berzina dengannya. Cuma, dia mesti memenuhi satu persyaratan dahulu”. Dengan patuh istrinya kemudian mendengarkan terus apa yang dikatakan oleh suami tercintanya. Setelah itu pergilah ia menemui laki-laki yang sering mengganggunya itu. [...]

Lainnya:

Kajian Umum

Ada Apa dengan Sholat?

Tanggal 27 Rajab adalah hari dimana Rasulullah saw diperjalankan oleh Allah dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Dalam peristiwa yang luar biasa itu, Allah SWT mewajibkan ibadah sholat lima waktu kepada umat Rasulullah saw.

Sudah berabad-abad lamanya peristiwa Isra’ dan Mi’raj meninggalkan kita. Itu berarti sudah berabad-abad pula umat Rasulullah saw – dari generasi ke generasi – menunaikan ibadah sholat dalam keseharian mereka. Pernahkah kita merenungi dimana letak pentingnya sholat?

Sholat adalah satu-satunya ibadah yang harus selalu dilakukan dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Meskipun kita sedang bepergian jauh, sedang sakit, sedang berada dalam suasana yang menakutkan dan mencekam, atau sedang dalam peperangan, kita tetap harus melakukan sholat. Hanya wanita yang sedang haidh dan nifas saja yang tidak wajib melakukan sholat. [...]

Lainnya:

Kajian Al-Qur'an

Tadabbur QS Al-Buruj: 1-9

Surat Al Buruuj terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Asy-Syams. Dinamai Al Buruuj (gugusan bintang) diambil dari perkataan Al-Buruuj yang terdapat pada ayat 1 surat ini. Surat Al-Buruuj berbicara tentang sikap dan tindakan-tindakan orang-orang kafir terhadap orang-orang yang mengikuti seruan para rasul; bukti-bukti kekuasaan dan keesaan Allah; isyarat dari Allah bahwa orang-orang kafir Mekah akan ditimpa azab sebagaimana kaum Fir’aun dan Tsamud telah ditimpa azab; dan jaminan Allah terhadap kemurnian Al- Quran.

Tadabbur ayat 1-3

1. Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, 2. dan hari yang dijanjikan, 3. dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.

Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Allah swt telah bersumpah dengan langit yang memiliki gugusan bintang. Allah juga bersumpah dengan tiga hari penting: al-Yaum al-Mau’ud, Syaahid, dan Masyhuud. Tiga hari yang dimaksud adalah hari kiamat, hari Jumat dan hari Arafah, berdasarkan hadits Nabi saw dari Abu Malik al- Asy’Ary. “Dari Abu hurairah ra berkata: Nabi saw bersabda: al-Yaum al-Mau’ud adalah hari kiamat, Masyhud adalah hari Arafah, dan Syahid adalah hari Jumat (HR. Tirmidzi) [...]

Lainnya:

Kajian Hadits

Takut Miskin? Bersedekahlah!

Salah seorang sahabat bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama? Beliau berkata: “Engkau bersedekah dalam keadaan sehat, bersemangat dan mengharapkan tetap ada (pada dirimu), serta khawatir mengalami kekurangan, dan engkau tidak menunda hingga setelah nyawa telah sampai di tenggorokan engkau mengatakan; untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian. Dan sungguh harta tersebut telah menjadi milik Fulan.” (HR. Abu Dawud)

Dalam Al-Quran, Allah SWT juga berfirman, ”Engkau tak akan mendapatkan kebaikan apa pun hingga kalian menyedekahkan sebagian harta yang paling kalian cintai. Ketahuilah, apa pun yang kalian infakkan, Allah pasti mengetahuinya.” (Ali ‘Imran: 92). [...]

Lainnya:

Adab

Adab Bertamu

1. Masuklah setelah meminta izin kepada tuan rumah. Tidak masuk ke rumah orang lain walaupun pintunya terbuka, kecuali setelah meminta izin. Dari Abu Sa’id Al-Khudri ia berkata, “Abu Musa telah meminta izin tiga kali kepada Umar untuk memasuki rumahnya tetapi tidak ada yang menjawab, lalu ia pergi. Maka sahabat Umar menemuinya dan bertanya, “Mengapa kamu kembali?” Dia menjawab, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, Barangsiapa meminta izin tiga kali lalu tidak diizinkan, maka hendaklah kembali.”

2. Tidak menghadap ke arah pintu masuk. Ketika bertamu, hendaknya kita tidak berdiri menghadap ke arah pintu masuk, namun berdiri di sebelah pintu, baik itu di sebelah kanan maupun kiri. Hal ini dicontohkan Rasulullah saw, dalam hadits yang berbunyi: Dari Absullah bin Bisyer ia berkata, “Adalah Rasulullah saw apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya ke depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan Assalaamu’alaykum…. Assalaamu’alaykum…” [...]

Lainnya:

Tips

Kiat Mengislamkan Suasana Rumah

Rumah bukanlah hanya sebagai tempat berteduh dikala hujan maupun panas. Rumah adalah tempat labuhnya hati setiap anggota keluarga. Suasana dan kesan rumah dapat mempengaruhi kejiwaan empunya. Watak dan kepribadian penghuninya mampu terbentuk secara perlahan-lahan akibat suasana yang terjadi didalamnya.

Itulah sebabnya menciptakan lingkungan rumah yang Islami adalah kebutuhan dan keharuasan bagi setiap rumah tangga muslim. Terlebih lagi dalam era globalisasi informasi yang begitu gencar menyeruak ke setiap sudut-sudut rumah kita yang tentu sangat merugikan aqidah. Lalu, bagaimana caranya? [...]

Lainnya: