Beranda | Hubungi Kami | RSS | Facebook |

Website Ikadi Jawa Timur

Kabar Ikadi

Rakorwil Ikadi 2015

Sebagai  ormas nasional, Ikadi telah mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Dengan tagline menebar Islam Rahmatan lil Alamiin, ormas Ikadi  semakin dirasakan kehadirannya di masyarakat. Berbagai  program telah berjalan dan dilaksanakan sedemikian rupa, sehingga masyarakat merasakan manfaatnya. Hadirnya kegiatan Pengajian Ahad Pagi Ikadi seolah menjadi jawaban akan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pencerahan akan ilmu agama dan pemikiran Islam. Antusiasnya masyarakat untuk hadir di acara Kajian Ahad Pagi menunjukkan bahwa Ikadi mampu memenuhi kebutuhan akan ilmu. [...]


Lainnya:

Kajian Al-Qur’an

Keutamaan Salam

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah-rumah yang bukan rumah kalian sebelum kalian meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27) Allah Ta’ala juga berfirman: “Salam yang ditetapkan dari sisi Allah yang berberkah.” (QS. An-Nur: 61)

Dari Abdullah bin Amr -radhiallahu anhu- dia berkata: Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Islam apakah yang paling baik?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”. (HR. Bukhari Muslim) [...]

Lainnya:

Kajian Hadits

Puasa Sunnah

Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda: “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim.” (HR. Bukhari dan Muslim). Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- juga bersabda: “Allah Ta’ala telah berfirman: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali shaum, sesungguhnya shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya. Dan shaum itu adalah benteng (dari api neraka), maka apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan shaum, maka janganlah dia berkata rafats dan bertengkar sambil berteriak. Jika ada orang lain yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia mengatakan ‘Aku orang yang sedang shaum’. Dan demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta’ala dari pada harumnya minyak misik. Dan untuk orang yang shaum akan mendapatkan dua kegembiraan yang dia akan bergembira dengan keduanya: Apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan Rabnya dia bergembira disebabkan ibadah shaumnya itu”.(HR. Bukhari dan Muslim) [...]

Lainnya:

Kajian Umum

Pengganggu Totalitas

Baginda Rasuullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): Ketika seorang nabi diantara nabi-nabi terdahulu shalawatullahi wa salamuhu ‘alaihim berangkat ke medan perang, beliau bersabda kepada kaumnya: Janganlah ikut denganku (dalam jihad ini) seorang laki-laki yang baru menikahi seorang perempuan, dimana ia ingin bermalam dengan istrinya itu, namun belum sempat melakukannya. Dan (jangan ikut denganku) seorang laki-laki yang sedang membangun rumah, tapi belum sempat memasang atapnya. Begitu pula (jangan ikut berangkat jihad) seorang laki-laki yang tengah menunggui kambing atau unta buntingnya yang akan melahirkan… (Al-hadits – HR. Muttafaq ‘alaih). [...]

Lainnya:

Ufuk

Palestina Dan Kita

Masjid Al-Aqsha adalah kiblat pertama Ummat Islam, sekaligus masjid termulia ketiga sesudah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dimana shalat sekali di dalamnya dinilai lebih baik, lebih afdhal dan lebih besar pahalanya daripada 500 kali shalat di masjid lain. Sedangkan Palestina adalah tanah kelahiran para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): Tidak boleh dilakukan perjalanan (dengan niat dan motivasi ibadah ritual khusus) kecuali ke 3 masjid saja: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi di Medinah) dan Masjidil Aqsha (HR. Al-Bukhari dan Muslim). [...]

Lainnya:

Hikmah

Dimenangkan Berkat Kaum Duafa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Apakah kalian (layak) ditolong (dimenangkan) dan diberi rezeki, kecuali berkat orang-orang lemah diantara kalian?” (HR. Al-Bukhari). Dan di dalam riwayat lain dengan redaksi: “Sungguh kalian  dimenangkan (ditolong) dan diberi rezeki, adalah berkat orang-orang lemah dari kalian” (HR. Ahmad). Lalu dalam riwayat lain lagi, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Sungguh Allah menolong (memenangkan) ummat ini, adalah karena orang-orang lemahnya, berkat doa mereka, shalat mereka, dan keikhlasan mereka” (HR. An-Nasai). [...]

Lainnya:

Kisah

Dunia Penjaranya Orang Mukmin

Alkisah, pada suatu hari seorang imam besar penulis kitab monumental Fathul Bari syarah Shahih Al-Bukhari yang saat itu menjabat sebagai hakim agung di Mesir, yang tak lain adalah Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalani rahimahullah, sedang melintas di sebuah pasar rakyat, dalam iring-iringan yang megah lengkap dengan kendaraan kereta cukup mewah yang ditarik oleh bagal (baghal), dikelilingi oleh kerumunan orang banyak. Tiba-tiba datanglah seorang lelaki yahudi penjual minyak panas dengan pakaian yang penuh minyak dan tampilan yang sangat lusuh serta kotor sekali. Si yahudi merangsek masuk ke tengah-tengah rombongan pengiring dan menembus kerumunan khalayak serta berusaha mendekati kereta bagal yang dinaiki oleh sang Imam. [...]

Lainnya:

Taujih

Hakekat Syukur

Karena menolak bersujud kepada Nabi Adam Alaihis Salam, setan diusir dari surga dan dimasukan ke dalam jajaran makhluk terkutuk serta diancam masuk neraka. Setan tidak tidak terima atas perintah pengusiran dirinya. Sehingga, dengan sikap pongah ia berjanji akan menyesatkan anak keturunan Adam AS, yang menurutnya menjadi biang keladi pengusirannya. Hal ini digambarkan dalam Al Qur’an dimana setan berkata,“Saya pasti (meghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian saya pasti mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (Al-A’raaf: 16-17). [...]

Lainnya:

Adab

Al-’Iffah (Kehormatan Diri)

 ‘Iffah ialah: menjaga kehormatan, kemuliaan, martabat dan harga diri dari segala sesuatu yang bisa merusaknya, melecehkannya, merendahkannya, menghinakannya, atau menjatuhkannya, baik di mata diri sendiri, dalam pandangan manusia, maupun khususnya dalam timbangan syariah agama.

Bentuk-Bentuk ‘Iffah

Pertama: Meninggalkan, menjauhkan dan menghindarkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan di dalam syariah agama. Karena kaidahnya adalah bahwa, setiap yang dilarang dan diharamkan di dalam syariah Islam adalah kehinaan. Maka melakukan yang diharamkan adalah tindakan menghinakan dan menjatuhkan kehormatan diri, khususnya di mata Allah lalu di mata diri sendiri dan dalam pandangan orang lain. [...]

Lainnya: