Kabar Ikadi

Ketua Umum IKADI Jatim: Dai Harus Tingkatkan Kapasitas Diri

Hidayatullah.com– Penting bagi para dai untuk selalu meningkatkan kapasitas diri. Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia Jawa Timur (IKADI Jatim), Muhammad Shaleh Drehem, dalam acara “Pelatihan Leadership dan Managemen Organisasi”. “Dai sebagai ujung tombak umat, harus senantiasa meningkatkan kapasitas diri dari waktu ke waktu. Jangan sampai umat bosan karena materi yang disampaikan tidak up to date (disesuaikan kondisi terkini. Red),” ujarnya dalam acara di Graha IKADI Jatim, Surabaya, Sabtu (18/03/2017) itu. […]


Lainnya:

Kajian Al-Qur’an

Keadaan Orang-Orang Berbakti

Screenshot_2017-03-07-12-45-36Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam ‘Illiyyin. Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu? (yaitu) Kitab yang bertulis,  Yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).  Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga), Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.  Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), Laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah. (QS, Al Muthaffifiin: 18-28) […]

Lainnya:

Kajian Hadits

Su’ul Khatima

tahun baruRasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda di hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu,: “Seseorang dari kalian mengerjakan amal perbuatan penghuni serga. Ketika jarak antara dia dengan surga tinggal sehasta, tiba-tiba keputusan (takdir) lebih dulu mengenai dirinya. Lalu, ia mengerjakan perbuatan penghuni neraka dan akhirnya ia masuk neraka. Seseorang mengerjakan amal perbuatan penghuni neraka. Ketika jarak antara dia dengan neraka tinggal tersisa sehasta, tiba-tiba keputusan (takdir) lebih dulu mengenai dirinya, lalu ia mengerjakan amalan penghuni surga dan masuk surga.” […]

Lainnya:

Kajian Umum

Pengaruh Lemahnya Iman

anak frustasiRasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang melihat kemunkaran maka ubahlah kemunkaran itu dengan tanganmu.  Apabila tidak mampu maka dengan lisannya.  Apabila tidak mampu juga maka dengan hatinya.  Dan itu adalah selemah-lemah iman.” (H.R. Muslim, An-Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad).  Sabda Rasulullah SAW tersebut jelas memberikan salah satu ciri tentang kekuatan iman kaum muslimin, baik sebagai individu maupun sebagai umat. Yakni pada keinginan dan kemampuannya untuk melakukan sebuah perubahan. Seorang Muslim yang perasaannya tidak senang melihat kemunkaran tetapi hanya mampu menonton kemunkaran tersebut tanpa melakukan langkah apa pun, maka ia dijuluki orang yang selemah-lemah iman. […]

Lainnya:

Kolom Ustadz

Kuatkan Ketergantungan Kepada Allah

ustadz1Saudaraku, Kalau Allah menolong kita, tidak ada kekuatan yang sanggup mengalahkan kita. Tidak ada siapapun dan apapun yang dapat menghalangi pertolongan Allah.  Sebaliknya, kalau Allah tidak menolong kita, tidak ada kekuatan apapun yang mampu memenangkan kita.Tak ada siapapun dan apapun yang bisa menolong kita.  Hanya DIA lah Allah Satu-SatuNya Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ingat dan sadarlah bahwa Allah lah yang mewujudkan yang tidak ada. Allah yang memudahkan yang sulit. Allah yang mengembalikan yang hilang. Allah yang menguatkan yang lemah.  Allah yang membahagiakan yang susah, sedih, galau, cemas, pesimis, dan yang bingung. […]

Lainnya:

Hikmah

Menjadi Orang Pilihan

lorong-masjid-bir-aliSiapapun pasti menginginkan mempunyai teman, tetangga dan lingkungan masyarakat  yang baik. Karena semua orang mengimpikan bisa menjalin kemitraan dengan siapa saja dan juga memiliki basis sosial yang baik. Karena semua orang juga berfikir bahwa kemitraan dan basis social yang baik akan menjadikan hubungan antar personal di masyarakat akan menjadi baik pula. Antar sesama tidak lagi ada perasaan saling curiga mencurigai, terjalinnya suasana kerjasama dan saling menolong diantara satu dan lainnya serta berlomba-lomba untuk saling memberi manfaat kepada sesamanya. Dan alangkah indahnya kehidupan yang ditata diatas pondasi akhlaq yang demikian. […]

Lainnya:

Kisah

Al Imam Asy Syafi’i

kisah-para-tabiinDi kampung miskin di kota Ghazzah (orang Barat menyebutnya Gaza ) di bumi Palestina, pada th. 150 H (bertepatan dengan th. 694 M) lahirlah seorang bayi lelaki dari pasangan suami istri yang berbahagia, Idris bin Abbas Asy-Syafi`ie dengan seorang wanita dari suku Azad. Bayi lelaki keturunan Quraisy ini akhirnya dinamai Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie. Demikian nama lengkapnya sang bayi itu. Namun kebahagiaan keluarga miskin ini dengan kelahiran bayi tersebut tidaklah berlangsung lama. Karena beberapa saat setelah kelahiran itu, terjadilah peristiwa menyedihkan, yaitu ayah sang bayi meninggal dunia dalam usia yang masih muda. Bayi lelaki yang rupawan itu pun akhirnya hidup sebagai anak yatim. […]

Lainnya:

Taujih

Pertolongan Al Quran Dalam Kubur

syahrul qur'anDari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda: “Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya). Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang- orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan. […]

Lainnya:

Adab

Etika Bertetangga

paginPara ulama berbeda pendapat mengenai definisi tetangga. Ada pendapat ulama’ mengatakan bahwa tetangga itu adalah 40 rumah di sekitar kita. Tetapi ini akan sulit terpenuhi kalau berada di desa yang jarak rumahnya berjauhan, maka definisi tersebut kurang tepat. Ada yang berpendapat, yang namanya tetangga itu rumah yang berada di depan, kiri, kanan dan belakang rumah kita hingga 10 rumah. Rasulullah SAW tidak pernah memberi batasan tetangga. Ketika Aisyah r.a suatu saat ingin memberikan makanan kepada salah satu dari dua tetangganya yang membutuhkan, “Kepada siapa makanan ini saya berikan, sebab hanya ada satu sementara ada dua tetangga yang membutuhkan?”. Rasulullah lantas menjawab, “Berikan kepada tetangga yang rumahnya paling dekat,” […]

Lainnya: