Kabar Ikadi

Tangkal Radikalisme, IKADI Gelar Kajian Rutin

IMG-20160424-WA0027Pemahaman radikalisme dan liberalisasi Islam kian hari kian menghawatirkan. Agar generasi muda dan ummat islam tidak terpengaruh oleh gerakan itu, ulama Lamongan terus membentenginya, dari mulai memberikan pemahaman islam.sebenarnya, hingga menggelar kajian islam secara rutin. Pernyataan itu disampaikan oleh Nasihun Amin ketua Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) cabang Lamongan, saat menempati kantor barunya di jalan Raya Banjarmadu –Karanggeneng, Minggu (24/4). […]


Lainnya:

Kajian Al-Qur’an

Surah Al Kautsar

syahrul qur'anAllah subhanahu wata’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka salatlah kamu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya pembencimu itulah yang akan binasa.” (QS Al-Kautsar, 108:1-3). Al Qur’an Surat Al-Kautsar ini terdiri dari tiga ayat. Nama Al-Kautsar diambil dari ayat yang pertama  yang berarti karunia Allah yang tiada terhingga yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Kata ini hanya disebut sekali dalam Al-Qur’an, yakni dalam surat ini. Ada juga yang memberi nama surat ini An-Nahr, yang maknanya adalah berkurban. […]

Lainnya:

Kajian Hadits

Mukmin Yang Kuat

jual sayur MadinahDari Abu Hurairah RA, telah bersabda Rasulullah Shallallaahu `alaihi wasallama: Mu`min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari mu`min yang lemah, akan tetapi semuanya ada kebaikan, berusahalah melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat kepadamu, dan pada masa yang sama minta tolonglah kepada Allah subhaanahu wa ta`aala dan jangan pernah merasa lemah, jika engkau ditimpa sesuatu, maka jangan katakan: kalau aku melakukan begini dan begitu (pasti hasilnya begini dan begitu juga), akan tetapi katakanlah: Allah telah menentukan taqdirnya, dan apa saja yang dikehendaki oleh Allah, pasti terjadi, sesungguhnya perkataan (kalau) akan membuka kerja-kerja syaithan. (HR Muslim) […]

Lainnya:

Kajian Umum

Indahnya Cinta Karena Allah

Nature 080Sesungguhnya dalam Islam, cinta dan keimanan adalah ibarat dua sisi mata uang. Antara yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Cinta tidak dapat digambarkan tanpa iman. Dan iman pun tidak dapat dibayangkan tanpa cinta. Dengan cinta dan keimanan inilah hati setiap mukmin yang satu dengan lainnya terikat kuat. Bila mukmin yang satu sakit, maka mukmin yang lain pun merasakan hal yang sama. Karenanya, tak berlebihan bila seorang ulama Mesir yang telah syahid, Al Ustadz Imam Hasan Al-Banna mengatakan bahwa dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan. Bagaimana tidak, jikalau dengan iman dan cinta, persatuan ummat akan terbentuk dan permasalah pun akan terpecahkan. […]

Lainnya:

Ufuk

Bimbingan Menghafal Al Quran

prestasi-2Rasa takut berbuat salah dan dosa kepada Allah SWT. pada dasarnya, haruslah ada pada diri setiap hamba yang beriman. Hanya saja jangan sampai ketakutan itu, tanpa didasari dengan ilmu. Karena segala bentuk kekhawatiran berbuat salah jika tidak dilandasi dengan ilmu justru malah bisa menjadi bumerang. Seperti contoh adanya alasan orang yang tidak mau menghafalkan al-Qur’an, karena takut nanti salah atau takut dosa kalau nanti lupa. Sehingga dengan alasan ini kemudian mereka malas menghafal Al Qur’an. Bahkan ada sebagian malah menakut-nakuti orang dari membaca dan menghafal al-Qur’an. […]

Lainnya:

Hikmah

Salah Pergaulan

IMG-20160110-WA0060Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits shahih bersabda, ”Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberikan hadiah minyak wangi kepadamu, atau engkau akan membeli minyak wangi darinya, atau setidak-tidaknya engkau akan mendapatkan bau semerbak wangi (dari minyak wangi yang ia jual).  Adapun bersama tukang pandai besi, engkau bisa terbakar karena apinya, atau jika tidak engkau pasti akan mendapati bau angus.” Dalam sabda ini, Nabi menjelaskan manfaat yang akan kita dapatkan jika kita gemar berteman dengan orang yang baik. Sebaliknya, Nabi juga menjelaskan kerugian yang akan kita dapatkan jika kita berteman dengan orang yang buruk perangainya. […]

Lainnya:

Kisah

Abu Ubaidah Bin Jarrah

hijrahAbu Ubaidah bin Jarrah masuk Islam atas ajakan Abu Bakar. Setelah ia sadar dengan ajakan Abu Bakar, berangkatlah ia bersama Abdurrahman bin ‘Auf, Ustman bin Maz’un dan Arqam bin Abi Arqam untuk menemui Rasulullah. Di depan Rasulullah mereka sama-sama mengucapkan kalimat syahadah. Setelah masuk Islam, Abu Ubaidah sadar betul bahwa seluruh yang ia miliki harus sepenuhnya diberikan untuk Islam. Bukan setengah atau pun sebagiannya. Abu Ubaidah adalah seorang pemuda yang gagah berani yang sangat ditakuti oleh musuh-musuhnya dan sulit sekali untuk di kalahkan. Saat terjadinya perang Badar, Abu Ubaidah tampil kedepan, memerangi tentara musyrikin. Tatkala Abu Ubaidah sedang berhadapan dengan musuh, tiba-tiba ia dikejutkan oleh seorang lelaki yang mengasuhnya sejak kecil. Ayah kandungnya yang masih musyrik. Sebelumnya dia sudah berusaha agar tidak bertemu ayahnya di tengah-tengah kancah peperangan. […]

Lainnya:

Taujih

Yang Labil Yang Menentukan

Nature 326Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging; jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, namun jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.” Para ulama mengibaratkan hati seperti panglima perang di tengah-tengah pasukannya. Apapun yang dilakukan oleh seluruh pasukan tergantung pada perintah sang panglima. Demikianlah juga dengan hati manusia. Baik dan buruknya seorang manusia pertama kali ditentukan oleh kondisi hatinya. Jika hatinya baik insyaallah perilakunya juga baik. Sebaliknya, jika hatinya buruk maka perilakunya pun akan menjadi buruk. […]

Lainnya:

Adab

Mencintai Rasulullah

IMG-20160302-01073Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Tidaklah beriman seseorang sehingga ia mencintaiku lebih dari keluarganya, hartanya dan siapapun juga.” Dalam riwayat lain: “lebih dari anaknya, orangtuanya dan siapapun juga”.  Konsistensi terhadap nilai-nilai keimanan dan keislaman dalam kehidupan modern dewasa ini benar-benar mengalami goncangan dan ujian yang sangat berat. Revolusi kebebasan serta eksploitasi kehidupan yang bertumpu pada budaya materialistik telah menambah sesaknya nafas keimanan dan penghayatan terhadap nilai-nilai holistik kehidupan yang diajarkan oleh Islam. […]

Lainnya: