Kabar Ikadi

Daurah Ulum Syar’i Tahfidz Griya Salam

Kurang lebih sudah empat bulan program Tahfidz Griya Salam IKADI berjalan. Program yang targetnya berlangsung 2 tahun ini sejauh ini diikuti oleh 11 peserta. Alhamdulillah  hingga saat ini capaian rata-rata hafalan peserta  sudah mencapai  5 juz. Bahkan ada salah seorang  peserta yang hafalannya sudah mencapai 8 juz.  Mereka kedepan nanti setelah hafal 30 juz, diharapkan akan bisa menjadi guru Al Quran di lembaga-lembaga pendidikan baik yang formal maupun yang informal. Untuk memberikan mereka dengan bekalan ilmu dan pemahaman terkait masalah-masalah keislaman , IKADI mengadakan Daurah atau Pelatihan selama 2 hari pada hari Jum’at dan Sabtu kemarin untuk mereka (17-18/11). Disamping materi-materi  ulum syar’i yang disampaikan, ada juga materi latihan olah raga dan beladiri. Diharapkan setelah mengikuti acara ini mereka semakin semangat dan  fokus untuk terus menambah hafalan. Sehingga  program tahfidz Griya Salam bisa menghasilkan para huffadz yang menjadi harapan banyak lembaga-lembaga pendidikan.


Lainnya:

Mutiara Al-Qur’an

Merayu Diri Mencintai Al Quran

Allah SWT berfirman: “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku” (QS Al-Fajr [89]:27-30). Ungkapan lembut tersebut adalah rayuan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang juga disertai ajakan yang provokatif. Bagaimana mungkin kita tidak tergiur dengan rayuan semacam itu? Kita bisa bekerja dengan keras saat jiwa kita sedang asyik dengan Al-Qur’an. Tetapi di saat yang lain, kita mungkin mengalami kondisi keengganan yang besar, jangankan disuruh menghafal, sekedar melihat mushaf pun sangat tidak siap. Untuk kondisi seperti itu, kita perlu merayu diri sendiri, merenungi kehidupan diri kita sendiri sambil mencari bahasa apa yang dapat membangkitkan energi kita untuk kembali bekerja: meraih cita-cita hidup bersama Al-Qur’an. […]

Lainnya:

Mutiara Hadits

Allah Maha Pengampun

Dari Anas bin Malik, dia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai Anak Adam (manusia)! Sesungguhnya apa yang kamu minta dan harapkan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni dosa-dosamu dan Aku tidak peduli. Wahai Anak Adam! Andaikata dosa-dosamu mencapai awan di langit (sejauh mata memandang ke langit), kemudian kamu meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu. Wahai Anak Adam! Sesungguhnya andaikata kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa (kecil) sepenuh isi bumi, kemudian kamu bertemu dengan-Ku (mati dengan memohon ampun dan tanpa berbuat syirik), tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku akan mendatangkan ampunan kepadamu sepenuh isinya pula.” (HR At-Turmudzi). […]

Lainnya:

Konsultasi Agama

Apa Sudah Terjadi Thalaq

Ada sesorang pria yang sudah berumah tangga bertanya kepada ustadz: Assalamu’alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. Ustadz yang dirahmati Allah, perkenankan saya mengajukan konsultasi. Beberapa jam yang lalu, saya mengucapkan kalimat, “Biarin! Aku masih punya tanah kok!” Dalam suara pelan yang saya yakin hanya dapat didengar oleh saya. Waktu itu saya sedang mengendarai sepeda motor dan di belakang saya ada teman saya sebagai penumpang. Saya mengucapkan kalimat itu ketika (tiba-tiba) teringat konflik dengan istri saya beberapa jam sebelumnya, dan waktu mengucapkan kalimat tersebut saya kondisi menyetir agak melamun karena sedikit mengantuk dan lelah. […]

Lainnya:

Kolom Ketua IKADI

Setiap Hari Semangat Baru

Saudaraku, Spiritual muslim ialah iman yang senantiasa menggelora dalam jiwanya. Iman ini senantiasa berfluktuasi setiap saat. Pergerakan fluktuatif ini sangat penting kita sadari dan kita cermati dengan seksama. Agar senantiasa berjuang untuk peningkatan iman setiap saat. Agar kita bahagia dengan naiknya iman dan bersedih dengan turunnya iman. Agar kita merasakan lezatnya ibadah, dan sakitnya dosa. Agar kita senantiasa optimis dengan masa depan, dan tidak terbebani dengan masa lalu. Agar kita selalu merasa disayang Allah, dan selalu waspada pada serangan syetan. Karena itu maka kita punya planning harian, target-target harian. Kita cerdas dalam mengisi hidup ini dengan kebaikan yang komperehensif dan seimbang.   Kita paham betul aspek-aspek kekuatan dan kelemahan kepribadian kita, kelebihan dan kekurangan kita. Kelebihan-kelebihan itu kita tingkatkan, kekurangan-kekurangan kita kurangi. Karena itu maka kita selalu belajar, berlatih, paksa diri, kontrol diri, sadar diri.  Itulah siklus manajemen diri dalam bingkai planning harian. […]

Lainnya:

Hikmah

Oleh-Oleh Umrah

Suatu ketika Ustadz Muhammad Shaleh Drehem Ketua IKADI Jawa Timur baru saja kembali dari tanah suci, yaitu usai menjalankan ibadah umroh. Dan tentu saja beliau pasti membawa oleh-oleh. Dan oleh-oleh yang sangat berharga bagi kita berupa pengalaman rohani beliau selama menjalankan ibadah umroh. Dengan berat hati beliau berbagi pengalaman umroh dengan harapan semoga pengalaman ini bisa dipetik hikmahnya. Inilah penuturan beliau tentang umrohnya; “Umroh dan haji satu-satunya ibadah yang menguji kualitas ibadah kita secara keseluruhan. Disitu kita dilatih keikhlasan, kesabaran , pengorbanan, kecerdasan emosional dan ketahanan fisik seorang muslim. Wajar kalau kemudian Allah ketika berbicara haji dan umrah  diawali dan kata-kata Lillahi ’hanya bagi Allah’. Ini bemakna totalitas dalam ibadah.” […]

Lainnya:

Kisah

Kerinduan Sahabat Bilal

Kecintaan Sahabat Bilal radhiyallahu anhu kepada Rasulullah sholallahu alaihi wassalam sangat luar biasa. Hingga tidak ada lagi sisa dalam hatinya untuk mencintai yang lainnya. Ketika Rasulullah SAW wafat, hatinya sangat sedih dan merasa sangat kehilangan yang luar biasa. Saking sedihnya berpisah dengan Rasulullah SAW, beliau tidak bisa lagi mengumandangkan adzan sebagaimana yang ia lakukan bersama Rasulullah SAW. Bahkan sahabat Bilal tidak tahan lagi untuk tinggal di kota Madinah. Beliau meminta izin kepada khalifah Abu Bakar ra. untuk meninggalkan Madinah dan memilih tinggal di negeri Syam.  Beliau menetap dan menikah disana. Hingga pada suatu hari beliau terjaga dari tidurnya dan menangis sejadi-jadinya yang membuat terkejut istrinya. Sebuah tangisan yang tidak biasa dari sahabat Bilal ra. […]

Lainnya:

Taujih

Keutamaan Bersholawat

Apa yang Anda rasakan ketika Anda sedang mengucapkan sholawat? Setiap kali kita mengucapkan sholawat untuk Nabi saw, kita pasti ingat kepada beliau. Dengan mengingat beliau, pasti timbul rasa cinta yang bertambah kepada beliau. Ketika itulah, akan tumbuh pula dalam hati kita semangat untuk menghidupkan sunnah beliau dalam kehidupan. Itulah barangkali rahasia dibalik perintah Allah kepada kita, orang-orang yang beriman, agar kita bersholawat kepada Nabi. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, sampaikanlah sholawat dan salam kepadanya.” Dalam ayat ini, Allah sendiri yang mencontohkan mengucap sholawat sebelum memerintahkan hal serupa kepada kita, hamba-hamba-Nya yang beriman. Apakah pantas kita tidak bersholawat kepada Nabi sementara malaikat dan bahkan Allah sendiri melakukannya? […]

Lainnya:

Adab

Indahnya Bermasyarakat

Manusia itu termasuk mahluq sosial. Dia tak bisa hidup seorang diri atau mengasingkan diri dari kehidupan bermasyarakat. Manusia itu selalu membutuhkan orang lain. Dan agar kehidupannya semakin mudah, maka manusia harus saling bantu membantu atau saling tolong-menolong. Tentu saja tolong menolong dalam kebaikan. Untuk bisa tolong menolong dalam kebaikan, berarti kita selalu membutuhkan orang lain untuk saling mengingatkan. Allah SWT mengingatkan bahwa adanya saling mengingatkan itu sangat penting. Allah SWT berfirman. “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (Adz Dzariyat: 55). Bahkan Allah SWT menjadikan orang-orang yang selalu ta’awun dalam kebenaran dan kesabaran dalam kelompok orang yang tidak merugi hidupnya. (QS: Al Ashr: 1-3). […]

Lainnya: