Amal Yang Indah

Ditulis oleh • Jan 3rd, 2020 • Kategori: Kisah
  • Sumo

Pemilik kisah (perempuan) bercerita: Sekitar tiga tahun lalu, aku mengunjungi seorang teman diantara teman-temanku yang paling spesial, tak lama sesudah pernikahannya, di tempat tinggalnya yang sangat sederhana: flat kecil di sebuah apartemen, yang tak jauh dari rumah keluarga suaminya. Lalu hubungan saling kunjungpun terputus antara aku dan dia. Digantikan dengan komunikasi via telepon yang berlanjut secara kontinyu. Dimana aku biasa bercerita kepadanya tentang kabarku. Begitu pula dengan dia. Sehingga aku tahu bahwa, kondisi ekonomi mereka sudah semakin membaik, dan bahwa suaminya telah memulai dengan beberapa usaha bisnis.

Sampai tiba saat aku berkesempatan mengunjunginya lagi. Namun kali ini di rumah barunya di salah satu kompleks hunian paling elit. Jujur sejak pertama kali menginjakkan kaki di rumahnya, mulutku tak henti berucap: Masyaallah wa tabarakallah. Masyaallah wa tabarakallah (sebuah dzikir yang sunnah diucapkan saat kagum akan sesuatu atau seseorang, sebagai penangkal potensi terjadinya pengaruh ‘ain. Yang artinya: (Semua) sesuai kehendak Allah, dan Maha Suci-lah Allah, pent). Terus terang aku sangat kaget melihat sebuah rumah megah dan mewah (miliknya) yang tidak mungkin mampu dibeli kecuali oleh orang-orang dari kalangan konglomerat saja!! Tapi aku tidak mengatakan ini untuk meremehkan sahabatku dan suaminya. Melainkan murni dilatar belakangi oleh rasa kaget berlatar pengetahuan lamaku tentang kemampuan finansial mereka.

Sesudah duduk di dalam rumahnya dan bertukar kabar tentang beberapa hal, rasa penasaranpun tak mampu kutahan, seraya tak lupa mendoakan keberkahan untuknya. Akhirnya akupun bertanya kepadanya tentang rahasia perubahan kondisi ekonomi yang sangat besar ini! Dia berkata kepadaku: Demi Allah sebenarnya akupun sudah berniat hendak membuka perbincangan tentang tema ini denganmu. Siapa tahu kamu bisa mengambil manfaat dari pengalaman kami. Sebagaimana mungkin kamupun ingin berbagi manfaat dengan yang lain pula.

Kisah singkatnya bermula saat aku dan suamiku mendengar di radio sabda Nabi SAW (yang artinya): “Tiada satu haripun, saat para hamba menyambut pagi, kecuali selalu ada dua malaikat yang turun (ke bumi), dan salah satu dari keduanya berdoa: Ya Allah berikanlah pengganti/balasan (terbaik) kepada setiap orang yang berinfak (hari ini). Sementara yang lain berucap: Ya Allah timpakanlah kerugian/kepunahan (harta) pada setiap orang yang enggan berinfak (hari ini) (HR. Muttafaq alaih).

Maka kamipun beriman dan yakin dengan keyakinan yang tanpa ada keraguan sedikitpun di dalamnya tentang besarnya fadhilah bersedekah. Dan bahwa, siapa yang berinfak, secara ikhlas karena Allah, sedikit atau banyak, maka dia akan mendapatkan pengganti materi duniawi disamping pahala ukhrawi (akherat). Disamping Allah-pun pasti akan memudahkan urusan-urusannya, dan membukakan baginya pintu-pintu karunia dan rahmat-Nya..

Maka kami putuskan sejak lebih dari dua tahun lalu – betapapun sulitnya kondisi finansial kami saat itu – untuk meletakkan sebuah celengan uang khusus di rumah. Dimana pada setiap pagi hari, kami selalu memasukkan kedalamnya uang berapapun nilainya: (misal) seribu rupiah .. lima ribu rupiah .. sepuluh ribu rupiah .. lima puluh ribu rupiah .. seratus ribu rupiah ..

Ya, berapapun .. yang penting kami harus meletakkan (di dalam celengan) senilai uang tertentu tiap hari. Agar kami bisa memperoleh pahala yang besar dari sedekah plus imbalan pengganti dan keberkahan dalam hidup kami untuk hari itu..

Kemudian setiap pekan, sejak saat itu, suamiku selalu membuka celengan dan memindahkan seluruh isinya ke dalam sakunya tanpa tahu jumlahnya!! Lalu dia mensedekahkannya kepada sebagian fakir miskin atau menginfakkannya di bidang kebajikan apapun lainnya..

Temanku berkata: Demi Allah sejak hari pertama menerapkan tips amal diatas, sungguh kami langsung melihat karunia-karunia Allah, yang berupa materi atau non materi, terlimpahkan secara terus menerus pada kami.

Dimana pintu-pintu rezeki benar-benar terbuka lebar bagi suamiku. Sebagaimana kondisi kami dari aspek keimanan, kejiwaan dan kesehatan fisikpun semakin membaik. Begitu pula dengan kondisi anak-anak kami, semuanya menjadi lebih baik secara mencolok.

Dan ini semua – subhanallah – adalah bagian dari bentuk-bentuk keberkahan sedekah dan dampak-dampak positifnya di dalam kehidupan dunia ini. Sementara balasan yang tersedia di sisi Allah di akherat kelak, tentu akan lebih besar dan lebih agung lagi..

Dan Maha Benarlah Allah saat berfirman (yang artinya): “Barangsiapa meminjami Allah suatu pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan ganti/pembayaran kepadanya dengan pelipat gandaan yang banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya-lah kalian akan dikembalikan” (QS. Al-Baqarah: 245).

Nah semua yang kamu lihat ini, demi Allah, merupakan sebagian dari kenikmatan-kenikmatan lahiriah yang dihasilkan oleh amal sedekah, yang semula aku sendiri tidak pernah memimpikan ataupun mengkhayalkannya. Ya, sekadar mengkhayalkanpun tidak. Namun aku yakin bahwa, jika Allah melihat pada seorang hamba-Nya kebaikan niat dalam bersedekah, maka Dia-pun akan memberinya dan membuatnya sampai tak percaya. Karena memang tidak ada batas untuk kemurahan dan karunia-Nya… Walhamdulillah atas segala kenikmatan dari-Nya, baik yang lahir maupun yang batin… Tamat.

****

Oleh karena itu, marilah kita segera bersedekah langsung mulai besuk pagi insyaallah. Dan jangan tunda lagi karena masih menunggu celengan yang cocok misalnya.

Namun mari langsung memulai dengan sarana apapun yang ada untuk mengumpulkan sedekah. Meskipun hanya sebuah kaleng plastik atau kayu, bahkan juga sekadar sebuah kantung plastik sekalipun..!!

Seraya mari selalu mengingat sabda Rasulullah SAW: “Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling kontinyu meskipun hanya sedikit” (HR. Al-Bukhari)

Alih bahasa: Ahmad Mudzoffar Jufri

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar