Berdoalah

Ditulis oleh • Nov 25th, 2019 • Kategori: Taujih
  • Sumo

Kenapa kita perlu berdoa? Kita memang sangat perlu berdoa karena kita butuh Allah. Dan Allah SWT akan mengabulkan doa-doa kita, sebagaimana firman Allah yang artinya: ”Dan Tuhanmu berfirman berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghaafir: 60). Maha Suci Allah! Yang dengan Kemuliaan-Nya tanpa henti menjamin hidup manusia, dengan pemberian-Nya yang tak putus-putus dan memberikan semua permintaan dari berbagai kebutuhan hamba-Nya karena itu merupakan jaminan dari doa yang termasuk ibadah kepada-Nya .

Namun kebalikannya bagi yang tidak meminta dan enggan berdoa kepada Allah. Allah anggap ia sombong dan tidak butuh kepada-Nya. Allah murka dan mengancamnya dengan neraka jahannam. Nabi saw. juga mengingatkan: “Barangsiapa tidak memohon pada Allah , Allah murka padanya”. (HR. At-Tirmidzi). Cermati pula firman Allah yang lain: ”Dan bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat”. (QS. An-Naml: 62)

”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tantang aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah-Ku) dan beriman kepada-Ku , agar memperoleh kebenaran”. (QS.Al-Baqarah: 186).

Dari firman Allah ini jelas sekali, kerugian besar bagi orang yang kesehariannya enggan menengadahkan kedua tangannya untuk memohon kepada Allah. Pada saat yang sama bisa kita saksikan banyak orang ketika ada masalah justru mengeluh pada sesama manusia. Sikap seperti ini bisa ada dua kemungkinan. Pertama, tidak tepat sasaran, akhirnya orang lain itu justru mencemooh dia. Akibatnya masalah yang dihadapi semakin berat. Kedua, tepat sasaaran tetapi tidak menyelesaikan masalah karena orang lain itu juga punya masalah.

Orang yang senantiasa ingin mensucikan dirinya, tiada hari kecuali ia selalu berdoa dan mengingat kepada Yang Maha Suci. Ia terus memohon hidayah agar Allah mengampuni kesalahannya. Ia sangat yakin Allah senantiasa memanggil hamba-Nya Yang terus menjauh dari-Nya, apalagi hamba yang selalu mendekat kepada-Nya. Bagaimana mungkin Dia menolak yang mendekat pada-Nya. Simaklah hadits dari Salaman Al Farisi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi: ”Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Mulia. Allah malu ketika seseorang mengangkat tangannya untuk berdoa kemudia akan ditolak permintaannya”.

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar