Bergantinya Waktu

Ditulis oleh • Sep 10th, 2018 • Kategori: Hikmah
  • Sumo

Kita akan memasuki pergantian tahun Islam hijriyah yaitu dari tahun 1439 hijriyah memasuki tahun 1440 hijriyah. Pergantian tahun merupakan hal yang lumrah. Karena selagi belum kiamat waktu akan terus bergulir sesuai dengan pergilirannya. Waktu siang akan berganti malam dan malampun akan berganti siang. Dan selanjutnya hari akan berganti hari, bulan akan berganti bulan. Demikian juga tahun akan berganti ke tahun berikutnya. Semuanya seolah berjalan biasa seperti yang sudah-sudah. Tidak ada yang berubah sejak dulu hingga sekarang. Yang membedakan terletak pada penyikapan. Pergantian waktu tersebut akan menjadi luar biasa ketika disikapi dengan instropeksi atau muhasabah. Dengan muhasabah kejadian pergantian waktu menjadi  sesuatu yang menjadi sangat berharga. Karena dengan bergantinya waktu berarti bertambahnya kesempatan untuk berbuat kebaikan.

Allah swt sebagai pencipta waktu dan alam semesta telah memperingatkan tentang waktu ini dengan Firman-firmannya yang ada di dalam Al Quran. Allah SWT di beberapa ayat bersumpah demi waktu. Dia bersumpah demi waktu Ashar, demi waktu Fajar, demi waktu dluha dan seterusnya. Menurut para ahli tafsir terkait Allah swt bersumpah terkait waktu-waktu ini adalah agar manusia memperhatikan waktu-waktu tersebut. Waktu itu merupakan sesuatu yang istimewa. Berapa banyak manusia yang menginginkan untuk memiliki waktu lebih lama untuk hidup di dunia ini. Berapa banyak yang rela membayar dengan harga mahal agar beroleh kesempatan untuk hidup sekian lama lagi. Itulah berharganya waktu. Karena manusia hidup itu hakekatnya adalah menjalani rangkaian waktu demi waktu. Oleh karenanya amat merugilah manakala waktu-waktu itu berlalu sia-sia.

Manusia tidak ada yang diberitahu berapa lama waktu yang diberikan Allah SWT untuk hidup di dunia. Usia manusia adalah rahasia Allah swt.  Tetapi yang jelas ketika Allah SWT menghadirkan manusia di dunia ini manusia mendapat amanah untuk beribadah kepada-Nya. Maka beruntunglah manusia yang melewati masa-masa hidupnya diisi dengan ibadah. Semakin bertambah usia semakin bertambah pulang amal kebaikannya. Momen pergantian tahun disamping digunakan untuk muhasabah juga digunakan untuk merencanakan proyek-proyek amal kebaikan yang  akan dikerjakan. Sehingga ketika habis waktunya untuk hidup di dunia ini, sekian banyak kebaikan akan menjadi bekalnya ketika menghadap Tuhannya.

 

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar