Bulan Al Qur’an

Ditulis oleh • Mei 3rd, 2020 • Kategori: Kisah
  • Sumo

Begitu spesialnya bulan Ramadhan bagi generasi teladan kita, sehingga diriwayatkan bahwa, mereka telah menunggu-nunggu kedatangannya seraya berdoa semoga Allah mempertemukan mereka dengannya selama enam bulan sebelumnya. Lalu sejak Ramadhan sampai enam bulan berikutnya mereka berdoa lagi, semoga Allah berkenan menerima amal ibadah mereka selama Ramadhan. Imam Abdul Aziz bin Abu Dawud berkata: Aku mendapati mereka (para ulama salaf) bermujahadah sekuat-kuatnya dalam beramal saleh. Lalu setelah amal itu mereka tunaikan dengan sempurna, kegelisahanpun menyeruak di hati mereka: Adakah amal saleh mereka itu diterima oleh Allah ataukah tidak?

Nah salah satu amal ibadah yang paling dispesialkan oleh para ulama salaf selama Ramadhan itu, adalah tilawatul Qur’an. Sehingga banyak sekali dari praktik mereka dalam hal ini, sesuai riwayat-riwayat, mungkin akan tampak jauh dari logika jaman ini. Diriwayatkan bahwa, bila bulan Ramadhan datang, maka Imam Malik bin Anas (seolah) lari meninggalkan taklim hadits dan majelis-majelis ilmu bersama para ulama, agar bisa total membaca Al-Qur’an melalui mushaf. Begitu pula dengan Imam Sufyan Ats-Tsauri, jika Ramadhan telah tiba, maka beliau langsung meninggalkan interaksi dengan orang banyak, dan fokus dengan tilawah Al-Qur’an.

Selanjutnya disebutkan bahwa, Imam Al-Aswad bin Yazid dulu mengkhatamkan tilawah Al-Qur’an selama Ramadhan tiap dua malam sekali. Sementara di luar Ramadhan, biasanya beliau khatam setiap enam malam sekali. Imam Said bin Jubair juga sama, disebutkan biasa mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an sekali tiap dua malam. Sedangkan Imam Qatadah As-Sadusi, dikatakan, beliau mengkhatamkan tilawah dalam satu pekan, dan saat Ramadhan dalam tiga malam, serta khatam tiap malam sekali khusus pada sepuluh malam terakhir.

Sementara itu Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Sang Amirul Mukminin di bidang hadits, dikatakan selama Ramadhan beliau bisa khatam sekali tiap hari khusus di waktu siang saja. Lalu pada malam harinya, beliau melakukan qiyamullail setelah taraweh sehingga bisa khatam lagi setiap tiga malam sekali. Berikutnya bagaimana dengan Imam agung kita, Imam Asy-Syafi’i? Murid beliau, Imam Ar-Rabi’ bin Sulaiman bercerita bahwa, sepanjang bulan Ramadhan Imam Asy-Syafi’i bisa khatam sampai enam puluh kali. Sedangkan di luarnya, biasanya beliau khatam tilawah tiga puluh kali setiap bulan.

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar