Bulan Dzulhijjah

Ditulis oleh • Agu 1st, 2019 • Kategori: Hikmah
  • Sumo

Diantara bulan-bulan dalam tahun Hijriyah, bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Ketika kita menyebut bulan Dzulhijjah, pasti orang segera teringat dengan adanya perayaan hari raya Idul Adha, penyembelihan hewan qurban dan pelaksanaan ibadah haji. Merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan qurban dan juga beribadah haji di bulan Dzulhijjah merupakan amal-amal utama bagi yang mampu mengerjakannya. Tetapi bagi yang tidak mampu masih banyak juga amal-amal ibadah yang bisa dikerjakan. Terutama beramal atau beribadah di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Amailyah di bulan Dzulhijjah yang paling utama adalah melaksanakan ibadah Haji. Ibadah haji merupakan amal ibadah yang utama dan sangat istimewa dikarenakan ia merupakan salah satu rukun Islam sebagimana firman Allah dalam surat Al Imran ayat 97 yang artinya: …mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. Kemudian, haji merupakan amalan utama urutan kedua setelah Jihad fi Sabilillah, hal ini sebagamana sabda Rasulullah SAW:“Amal apakah yang paling utama ya Rasulullah? beliau menjawab : iman kepada Allah dan rasul-Nya, setelah itu apa? beliau menjawab : jihad di jalan Allah, kemudian apa? beliau menjawab : Haji mabrur “   ( HR. Bukhari dan Muslim )

Disamping sebagai amal utama yang kedua,  haji juga merupakan amal jihadnya seorang wanita. Hal ini sebagaimana yang disampaikan dalam hadits Rasulullah SAW: “Aisyah berkata: ya Rasulullah, kami mengetahui bahwa jihad adalah amal yang paling utama, tidakkah kami berjihad? Rasulullah saw menjawab: tidak, bagi kalian (kaum wanita) ada jihad yang paling utama, yaitu haji mabrur “ (HR. Bikhari, Nasaai dan Ibnu Majah )

Rasulullah SAW dalam sabdanya mengatakan bahwa haji juga merupakan Sarana penghapus dosa, sebagaimana dalam hadits:“Barang siapa yang berhaji, dan tidak berkata yang kotor, dan tidak berbuat maksiat, maka ia akan kembali dari hajinya, sebagaimana ia dilahirkan oleh ibunya “ (HR.Bukhari dan Muslim). Keutamaan haji berikutnya adalah sebagai sarana pembebas dari api neraka. Sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam: “Tidak ada hari yang pada hari itu Allah lebih banyak membebaskan hambanya dari api neraka  dari pada hari Arofah “(HR  Muslim)

Dan keutamaan ibadah haji lainnya adalah bagi yang mengerjakan ibadah haji, Pahalanya adalah surga, sebagaimana sabda Beliau SAW: “Antara satu umroh ke umroh yang lain, adalah penghapus dosa diantara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan kecuali surga “ (HR Bukhari & Muslim)

Amaliyah di sepuluh hari awal Dzulhijjah

Umat Islam dianjurkan untuk banyak ber-amal shalih di sepuluh hari awal Dzulhijjah. Karena sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik sepanjang tahun, Rasulullah saw bersabda:“Tiada hari yang amal shalih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hariini yaitu 10 awal Dzulhijjah, mereka bertanya: dan tidakkah juga jihad fisabilillah?beliau menjawab : tidak juga jihad, kecuali seorang yang berjihad dengan jiwadan hartanya dan ia tidak kembali “ (HR.Bukhori, Ibnu Majah, Abu Daud danTirmidzi)

Diantara amaliyah yang dianjurkan untuk dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhjjah adalah:

  1. Malaksanakan Puasa ‘Arofah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Tentang keutamaan puasa hari ‘Arafah Rasulullah saw pernah ditanya tentang puasa Arofah, maka jawab beliau :  Puasa Arofah menghapuskan dosa-dosa tahun   lalu dan tahun berikutnya “    ( HR. Muslim dan yang lainnya)
  2. Hari raya ‘Iedul Ad-ha, Rasulullah saw bersabda : “ Sesungguhnya hari yang paling mulya di sisi Allah adalah hari Nahr ( ‘Iedul Ad-ha ) “ ( HR. Abu Daud )
  3. Menyembelih hewan Qurban, Rasulullah saw bersabda :“ Tidak ada amal yang dikerjakan oleh seseorang pada hari Nahr/‘Iedul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari pada menyembelih qurban “ ( HR.Hakim, Ibnu  Majah dan Tirmidzi ). Juga Sabda beliau SAW: ” Barang siapa yang mempunyai kepangan ( harta ) dan tidak ber-qurban, maka jangan mendekati mushalla kami ” ( HR. Ahmad dan Ibnu Majah )

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar