Kentut Saat Sholat

Pertanyaan: Ustadz belakangan ini saya sering kentut. Tapi saya tidak punya riwayat penyakit khusus. Jadi terkadang saya sudah banyak keluar kentut dari sebelum shalat. Kadang saya tunggu dulu sampai tidak ada keinginan buang angin lagi, namun ada waktu shalat yang singkat. Jadi bagaimana ustadz apa ada keringanan? ini membuat saya tidak khusyuk salat juga dan beberapa kali saya harus mengulang-ulang wudhu? Lanjut membaca

Bayar Fidyah Ke Orangtua

Pertanyaan: Maaf, saya mau tanya. Orangtua saya bekerja sebagai buruh tani, itu pun jarang. Kerja jika ada panggilan. Tidak punya sawah. Beras buat makan setiap hari beli. Sementara saya punya hutang fidyah, bolehkah saya bayar fidyahnya ke orangtua kandung saya? Tapi disini hidup saya masih ditanggung ortu. Otomatis fidyah yang saya berikan ke orangtua, saya ikut menikmati misal itu beras yang nantinya dimasak jadi nasi. Mohon penjelasannya. Lanjut membaca

Penguburan Yang Ditumpuk

Pertanyaan: assalamualaikum Ustadz. Saya Mau bertanya Pertanyaan: Bolehkah menguburkan ibu kami diatas kubur ayah kami yang sudah meninggal sekitar 7 tahun sebelumnya? Dan bolehkah menguburkan keponakan kami diatasnya lagi dari kubur ayah dan ibu kami setelah ibu meninggal sekitar 6 tahun yang lalu? Kalau memang boleh atau tidak boleh, apa ketentuannya berdasarkan hadits atau jumhur ulama? Lanjut membaca

Hukum Menggambar

Pertanyaan: Saya ingin bertanya, menggambar makhluk bernyawa dalam islam kan dilarang. Nah, bagaimana kalau kita ingin menggambar ‘manusia lidi’ dengan emot mata saja, tanpa hidung, mulut dan lain-lain. Contohnya : ><, ^^. Soalnya saya bingung, saat saya searching, gambar emoji itu boleh, karena emoji seperti kepala tanpa badan, sedangkan gambar ‘manusia lidi’ disertai emot mata (untuk menunjukkan ekspresi) itu termasuk makhluk bernyawa atau bukan? Sekian pertanyaan dari saya, semoga dijawab. Lanjut membaca

Bayar Fidyah Ke Orangtua Sendiri

Pertanyaan: Assalamualaikum. Maaf, saya mau tanya..Disini orangtua saya bekerja sebagai buruh tani, itupun jarang, kerja jika ada panggilan, tidak punya sawah sendiri. Beras buat makanpun setiap hari beli. Dan disini saya punya hutang fidyah, bolehkah saya bayar fidyahnya ke orangtua kandung saya? Tapi disini hidup saya masih ditanggung orangtua otomatis fidyah yang saya berikan ke orangtua. saya ikut menikmati misalnya itu beras yang nantinya dimasak jadi nasi.. Mohon penerangannya Lanjut membaca

Bertahan Karena Anak Masih Kecil

Pertanyaan: Mohon izin untuk konsultasi. Umur saya 36 tahun, saya sudah menikah 8 tahun, alhamdulillah dikaruniai 4 anak, dan istri umur 38 tahun. Mohon izin sedikit menumpahkan unek-unek yang sangat bikin dada terasa sesak setiap hari. Sebagai suami saya banyak kurangnya, saya tukang gorden, dengan penghasilan yang tak pasti, sedangkan istri seorang apoteker yang sangat tempramen, dari keluarga yang kaya. Lanjut membaca

Menentukan Arah Kiblat

Pertanyaan: Mohon maaf mau tanya dan minta solusi. Di kampung kami telah dilakukan pengukuran arah kiblat, dan ternyata masjid yang sering kami pakai untuk sholat arah kiblatnya ada kesalahan, setelah dilakukan pengukuran arah kiblat, posisi kiblatnya itu serong 20 derajat. Namun ketika kami memiringkan sejadah sesuai dengan arah kiblat yang telah diukur, ada jemaah yang tidak sepakat dan tidak mau sejadahnya itu dimiringkan, dan maunya sholat seperti biasa tanpa harus di serongkan sesuai arah kiblat. Lanjut membaca

Buang Angin Saat Shalat

Pertanyaan: Saat saya sedang melakukan shalat subuh berjamaah di masjid, saya kentut saat tahiyat akhir. Saya pun keluar dari salat untuk segera wudhu. Namun itu sudah di akhir shalat sehingga tidak mungkin untuk gabung lagi di salat berjamaah itu. Akhirnya saya mengulangi shalat lagi sendiri karena tidak ada orang lain untuk diajak berjamaah. Dibenak saya muncul perasaan kecewa, tidak tenang bahkan marah karena gara-gara kentut itu saya jadi tidak bisa mendapat pahala shalat berjamaah. Lanjut membaca

Hukum Gadai Sementara

Pertanyaan: di daerah saya sudah lazim terjadi transaksi gadai sawah/kebun. Contohnya: si A meminjam uang kepada si B sebesar 50 juta dengan jaminan tanah sawah yang dijanjikan akan dikembalikan setelah 1 tahun. Selama uang 50 juta tersebut belum dikembalikan, seluruh hasil sawah menjadi milik si B dan nilai hasil sawah tersebut tidak menjadi pengurang hutang si A. Jadi setelah 1 tahun, harus tetap dikembalikan 50 juta. Apakah praktik seperti ini diperbolehkan dalam syariah? Lanjut membaca