Demi Masa

Surat Al-‘Ashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Alam Nasyrah. Dinamai Al-‘Ashr (masa) diambil dari perkataan al-‘ashr yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini menegaskan bahwa semua manusia berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik. Menurut pendapat ulama, makna kata al-‘ashr ada sembilan yaitu : nama semua zaman (masa), siang dan malam, umur manusia, pagi dan sore hari, waktu Ashar, shalat Ashar, dan waktu setelah tergelincir matahari sampai terbenam. Lanjut membaca

Suudzan Dan Dampaknya

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang (tajassus) dan janganlah pula saling menggunjingkan (ghibah) satu sama lain..” (QS. Al-Hujuraat [49]: 12). Dan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Jauhkanlah diri kalian dari prasangka (pada org lain), karena prasangka (buruk) adalah kata-kata terdusta” (HR. Muslim). Lanjut membaca

Yang Dicintai Allah

Jika Allah mencintai hambanya maka ada beberapa ciri-ciri yang menunjukkan cinta Allah kepadanya. Berikut beberapa ciri hamba yang dicinta Allah: Hamba itu dicintai dan diterima keberadaanya oleh banyak orang dengan tulus. Cinta mereka kepadanya bukan karena adanya kepentingan duniawi . Rasulullah bersabda: “Bila Allah mencintai seorang hamba maka Dia menyeru Jibril: Sesungguhnya Allah mencintai fulan maka cintailah ia, maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril menyeru penduduk langit: Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah ia, maka merekapun mencintainya, lalu ditentukan baginya sikap menerima (dan cinta dari penduduk) dibumi”. (HR Bukhari) Lanjut membaca

Pentingnya Sehat Wal Afiat

Kita semua sering mendengarkan doa agar kita diberikan sehat wal ‘afiat. Al ‘aafiyah itu tidak sekedar sehat jasmani dan rohani,  tetapi juga terhindar dari stres dan hal hal yang menyusahkan hati dan fikiran kita. Bahkan juga terhindar dari semua penyakit yang tidak bisa di obati oleh para dokter di antaranya penyakit wabah yang belum di temukan vaksinnya. Dengan demikian setiap orang yang mendapatkan ‘al ‘aafiyah pasti dia sehat secara fisik, tapi tidak setiap orang yang sehat fisik belum tentu mendapatkan al’ aafiyah. Meskipun dalam bahasa pada umumnya di sebut semoga selalu Sehat wal ‘aafiyat. Lanjut membaca

Wasiat Abdullah Bin Mas’ud

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang mulia. Di saat beliau sakit dan menjelang wafatnya sahabat Utsman bin Affan membesuk beliau. Sahabat Utsman kemudian bertanya kepada beliau: Hai Aba Abdul Rahman (panggilan beliau), penyakit apa yang kau rasakan? Abdullah bin Mas’ud menjawab: Dosa dosaku. Kemudian Utsman bertanya lagi : Lalu apa yang kau inginkan?,  beliau menjawab: Ampunan Tuhanku.  Kemudian Utsman bertanya dan sambil menawarkan: Bagaimana kalau aku panggilkan dokter untuk mengobatimu?  beliau menjawab: Maaf dokter itu malah membuat aku sakit. Lanjut membaca

Meraih Beribu Kebaikan Dengan Dzikir

Perihal keutamaan Dzikir, Allah Subhanahu wa Ta’ala ber-firman yang artinya:  Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir ( menyebut nama Allah), Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS. 33 :35). Diantara dzikir yang menjadi kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dzikir pagi dan sore. Karena pentingnya dzikir ini, Allah perintahkan agar orang-orang beriman merutinkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, perbanyaklah berdzikir kepada Allah. Dan bertasbihlah untuknya di waktu pagi dan sore.” (QS. 33:41-42).
Imam Nawawi rahimahullah berkata : “Barang siapa yang diberi taufiq untuk bisa mengerjakan dzikir-dzikir pagi dan sore, maka itu adalah nikmat dan karunia dari Allah Ta’ala, berbahagialah dia. Dan barang siapa yang tidak mampu dari melakukan semuanya, hendaklah dia mencukupkan dengan yang ringkas-ringkas atas apa yang dia kehendaki walau hanya satu dzikir saja.” (Al-Adzkar : 76).

Lanjut membaca

Jangan Bangga

Saudaraku, Saat kita bisa melakukan kebaikan, pada hakekatnya bukan disebabkan karena kita yang hebat, tetapi karena Allah-lah yang telah berkenan memberikan kemudahan dan taufiq-Nya kepada kita. Karenanya, janganlah berbangga diri dengan kebaikan yang telah kita lakukan apalagi sombong,  ber-mohonlah agar Allah senantiasa memberikan kemudahan dan taufiq-Nya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  bersabda: Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah mempekerjakannya. Para sahabat bertanya: ”Bagaimana Allah akan mempekerjakannya?” Rasulullah menjawab: Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal. (HR Imam Ahmad, Tirmidzi dan al Hakim) Lanjut membaca

Puasa Asyuro

Ibnu Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’aad, berdasarkan riwayat-riwayat yang ada, menjelaskan terkait dengan puasa sunnah Asyuro: Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11). Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits. Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja. Puasa sebanyak tiga hari (9,10 dan 11) dikuatkan para para ulama dengan dua alasan: Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat, maka puasa tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa Tasu’a (tanggal 9) dan Asyuro (tanggal 10). Dan ini bisa dimasukkan dalam puasa tiga hari pertengahan bulan (Ayyamul bidh).
Lanjut membaca

Bulan Muharram

Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah, termasuk diantara bulan-bulan yang dimuliakan (al Asy- hurul Hurum). Sebagaimana firman Allah Ta’ala : “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram.” (Q.S. at Taubah :36). Dalam hadis yang dari shahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lanjut membaca

Tahun Baru Hijriyah

Kita telah memasuki bulan Muharram tahun 1442 Hijriah. Seakan tidak terasa, waktu berjalan dengan cepat, hari berganti hari, pekan, bulan, dan tahun berlalu silih berganti seiring dengan bergantinya siang dan malam. Bagi kita, barangkali tahun baru ini tidak seberapa berkesan karena negara kita tidak menggunakan kalender Hijriah. Akan tetapi sebagai seorang muslim kita perlu untuk sejenak menghayati beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini. Beberapa hal yang seyogyanya kita jadikan renungan: Lanjut membaca