Hikmah Zakat

Secara bahasa zakat berarti tumbuh, bersih, berkembang dan berkah; sedangkan secara istilah berarti menyerahkan kadar harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang tertentu untuk diberikan kepada yang berhak sesuai dengan ketentuan Islam. Di dalam al-Qur’an terkadang disebut juga dengan istilah shodaqoh dan infaq. Zakat sebagai sarana pembersih jiwa, sebagaimana dalam firman Allah SWT yang artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. At Taubah; 103). Lanjut membaca

Sebab Dikabulkannya Doa

Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman yang artinya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mukmin: 60). Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad: Dari Abu Hurairoh ra, Rosulullah SAW bersabda: “ Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah akan marah kepadanya. (HR. Ahmad) Pentingnya untuk berdoa karena ia sebut juga sebagai ibadah. Dari Nu’man din Basyir ra. Rosulullah bersabda: “Sesungguhnya doa adalah ibadah”. Lalu nabi membaca firman Allah: “Dan Berkatalah Tuhan kalian: ”Berdoalah kepadaku, Aku akan kabulkan doa kalian. ( seperti dalam Al Quran surat Al Mukmin :60). Lanjut membaca

Evaluasi Diri (Muhasabah)

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, “ Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt.” (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’) Hadits ini  menggambarkan akan urgensi muhasabah (evaluasi diri) dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Bahkan dengan sangat jelas, Rasulullah saw mengaitkan evaluasi dengan kecerdikan dan kesuksesan Lanjut membaca

Sifat Wara’

Sifat wara’ yang dimiliki oleh Imam Abu Hanifah telah mencapai tingkat yang tinggi. Hal ini sebagaimana yang dikisahkan oleh Yazid bin Harun: “saya belum pernah mendengar ada seseorang yang lebih wara’ dari Imam Abu Hanifah. Pada suatu hari saya pernah melihat beliau sedang duduk di bawah terik matahari di dekat pintu seseorang. Lalu saya bertanya kepadanya, “wahai Abu Hanifah, apa tidak sebaiknya engkau pindah ke tempat yang teduh? Beliau menjawab, “Pemilik rumah ini mempunyai hutang kepadaku beberapa dirham. Maka saya tidak suka duduk di bawah naungan rumahnya”

Yang Merusak Hati

Seorang Ulama besar dari seorang Tabi’in, Imam Hasan Al Bashri rahimahullah berkata bahwa rusaknya hati itu muncul disebabkan karena enam perkara. Yang pertama, manusia yang terus berbuat dosa, tetapi mereka berharap untuk bertaubat kepada Allah SWT. Yang kedua yaitu mereka yang mempelajari Ilmu, tetapi mereka enggan mengamalkan ilmunya. Yang ketiga mereka yang beramal, tapi mereka tidak ikhlas dalam amalnya. Lanjut membaca

Yang Meresahkan Hati

Hidup ini penuh dengan liku-liku dan cobaan. Antara lain kesedihan dan keresahan karena memikirkan sesuatu yang  belum tercapai, dan itu namanya  “Al Ham”  atau al Humuum “. Atau karena memikirkan sesuatu yang sudah terluput dari diri kita, dan itu namanya “Al Huzn”  atau “Al Ahzaan” .  Dalam hidup ini juga ada sesuatu yang membuat kita lemah dan tidak berdaya. Karena memang kita tidak punya sesuatu yang menjadikan diri kita kuat, antara lain adalah “Al ‘ajzu wal kasal” (Lemah dan bermalas-malasan) dengan alasan dan sebab apapun. Lanjut membaca

Pentingnya Shalat

Kedudukan Shalat itu sangat penting dan sangat tinggi nilainya setelah kalimat tauhid yaitu ‘Laa ilaha Ilallah. Dialah satu satunya ibadah yang disyariatkan kepada Nabi Muhammad saw di langit secara langsung dan tanpa perantara malaikat Jjbril,  Jibril as hanya menemani sampai di Sidratul muntaha ketika peristiwa isro’ dan mi’roj. Sholat adalah ibadah yang sangat diperhatikan oleh Nabi Ibrahim as untuk anak anaknya sampai beliau berdoa kepada Allah untuk anak keturunannya agar menjadi orang orang yang rajin melaksanakan shalat. Lanjut membaca

Surat An Nashr

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran yang artinya: “Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat” (QS An Nashr: 1 – 3). Surah pendek dengan hanya 3 ayat ini nilai dan fadhilahnya menyamai seperempat Al-Qur’an (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu). Lanjut membaca

Manfaat Membaca Hamdalah

Membaca Hamdalah tidak kalah pentingnya dengan kalimat Tauhid atau kalimat Takbir. Seluruh kalimat tersebut, tujuan utamanya adalah menyanjung Allah SWT, mengagungkan dan memujinya serta menyandarkan kemuliaan dan tauhid kepada-NYA. Oleh karena itu, diantara keutamaan membaca Hamdalah diantaranya adalah sebagai berikut: Membaca Hamdalah adalah suatu ungkapan yang dapat melapangkan dada dan menghilangkan semua kotoran dan keburukan yang ada di dalam hati. Lanjut membaca

Kejujuran

Dari Abi Khalid Hakim bin Khizam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: ” Dua orang yang sedang melakukan transaksi jual beli itu boleh memilih iya atau tidak dalam jual belinya selama belum berpisah, jika keduanya sama sama jujur dan sama sama berterus terang,  maka keduanya akan mendapatkan berkah dalam jual belinya,  akan tetapi jika keduanya saling menyembunyikan dan sama sama berbohong maka akan dihapus keberkahan jual belinya “ (HR. Muttafaqun ‘alaihi) Lanjut membaca