Jangan Bangga

Saudaraku, Saat kita bisa melakukan kebaikan, pada hakekatnya bukan disebabkan karena kita yang hebat, tetapi karena Allah-lah yang telah berkenan memberikan kemudahan dan taufiq-Nya kepada kita. Karenanya, janganlah berbangga diri dengan kebaikan yang telah kita lakukan apalagi sombong,  ber-mohonlah agar Allah senantiasa memberikan kemudahan dan taufiq-Nya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  bersabda: Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah mempekerjakannya. Para sahabat bertanya: ”Bagaimana Allah akan mempekerjakannya?” Rasulullah menjawab: Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal. (HR Imam Ahmad, Tirmidzi dan al Hakim) Lanjut membaca

Puasa Asyuro

Ibnu Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’aad, berdasarkan riwayat-riwayat yang ada, menjelaskan terkait dengan puasa sunnah Asyuro: Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11). Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits. Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja. Puasa sebanyak tiga hari (9,10 dan 11) dikuatkan para para ulama dengan dua alasan: Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat, maka puasa tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa Tasu’a (tanggal 9) dan Asyuro (tanggal 10). Dan ini bisa dimasukkan dalam puasa tiga hari pertengahan bulan (Ayyamul bidh).
Lanjut membaca

Waspadalah Terhadap Pujian

Saudaraku, Jauhkanlah diri dari mencampurkan ketaatan kepada ALLAH dengan rasa senang terhadap pujian orang lain, karena hal itu akan berpotensi  menghilangkan pahala amal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman : ’Aku tidaklah butuh adanya tandingan-tandingan. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal dalam keadaan menyekutukan Aku dengan selain Aku, maka Aku akan meninggalkan dia dan sekutunya itu.’” (HR. Muslim) Lanjut membaca

Manakah Bekal Kita

Saudaraku, sungguh hidup di dunia ini tidak lama..Rasulullah shallallahu alaihi wasallam- menggambarkan bahwa umur umatnya berkisar antara 60 tahun hingga 70 tahun. Dan sedikit orang yang bisa melampui umur tersebut. Dan ternyata dalam waktu yang sebentar itu, kita memerlukan bekal yang banyak. Bahkan kadang kita harus BANTING TULANG demi mencari bekal untuk kehidupan ini yang hanya sebentar tersebut.

Saudaraku, jika untuk waktu kurang lebih 70 tahun saja kita harus BANTING TULANG untuk mencari bekalnya, lalu sudahkah kita juga telah banting tulang untuk menghimpun bekal kehidupan di alam barzakh yang bisa jadi sampai RIBUAN TAHUN lamanya dan untuk kehidupan di akhirat yang abadi, yang satu harinya sama dengan seribu tahun kehidupan dunia? sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan: “Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”  (QS. 22:47). Lanjut membaca

Jalan Mencari Ilmu

Dalam mencari ilmu, seseorang harus mengikhlaskan niat semata-mata karena Allah. “Janganlah mempelajari ilmu untuk berbangga-bangga dihadapan para ulama, atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, atau untuk memilih majelis yang terbaik (demi mendapat pujian orang). Siapa melakukan hal itu maka nerakalah tempatnya (HR Ibnu Hibban).” “Siapa yang mempelajari satu ilmu yang sepatutnya dilakukan karena mencari ridha Allah, namun dia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan keuntungan duniawi, maka dia tidak akan mencium bau syurga pada Hari Kiamat (HR Ibnu Hibban).” Lanjut membaca

Adab Berpakaian

Adab berpakaian dalam Islam. Menutup aurat. Untuk wanita, menutup seluruh bagian tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Sedangkan untuk laki-laki, paling tidak menutup bagian antara pusat dan lutut. Menjaga kebersihan pakaian, karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Berpakaian bagus tanpa diiringi rasa sombong. Seorang sahabat pernah berkata kepada Nabi saw,”Sesungguhnya Fulan suka berpakaian bagus dan bersandal bagus.” Maka Nabi saw bersabda,”Sesungguhnya Allah itu indah, dan Dia menyukai keindahan. Adapun sombong itu adalah menolak kebenaran dan menganggap rendah orang lain.” (HR Muslim). Lanjut membaca

Ketika Menguap

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, ”Bersin itu dari Allah dan menguap itu dari syaitan. Jika salah seorang kalian menguap, maka tutuplah mulutnya dengan tangannya dan jika ia mengatakan `aaah…’, maka syaitan tertawa di dalam perutnya. Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap.” (HR. At-Tirmidzi dan ia menshahihkanya, al-Hakim dan ia menshahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah dari Abu Hurairah. Hadits ini terdapat dalam kitab Shahiihul Jaami’) Lanjut membaca

Taqwa Hingga Akhir Hayat

Saudaraku, Kunci dari kesuksesan seseorang yang hakiki itu ada pada istiqamah. Diriwayatkan bahwa dahulu, ada seorang wanita yang setiap hari menenun benang  menjadi kain. Namun setiap usai benang yang ditenunnya menjadi kain yang indah, ia bongkar lagi kain indah itu, dia lepas-lepaskan lagi benang-benangnya semuanya. Lalu dia tenun lagi, lalu dia bongkar lagi, lalu dia tenun lagi, lalu dia lepas-lepaskan lagi. Demikianlah ia lakukan secara terus menerus. Allah menjadikan perbuatan wanita tersebut menjadi perumpamaan dalam Al Quran. Lanjut membaca

Amal Yang Menentukan

Saudaraku, penentu dari setiap amal itu ada di penghujungnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya (HR. Bukhari dan yang lainnya). Karena itu Saudaraku, perjuangan besar itu, mestinya kita lakukan sekarang, saat kita semua saat memasuki 10 akhir bulan Ramadhan. Sayyidah ‘Aisyah berkata : “Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam m, tatkala sudah masuk sepuluh hari (akhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari). Lanjut membaca

I’tikaf

Para ulama bersepakat, bahwa i’tikaf adalah salah satu bentuk ketaatan dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah yang sangat dianjurkan khususnya di bulan Ramadhan. Mengenai hukum i’tikaf, para ulama membaginya menjadi dua macam yaitu wajib dan sunnah. I’tikaf wajib yaitu i’tikaf nadzar, hal ini disebabkan karena menepati nadzar itu adalah wajib. Sedangkan I’tikaf sunnah ialah i’tikaf yang dilakukan oleh seorang muslim secara sukarela dalam rangka bertaqarrub kepada Allah dan dalam rangka mencontoh perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lanjut membaca