Bulan Rajab Bulan Haram

Kita sudah memasuki bulan Rajab 1444 Hijriyah. Bulan Rajab terletak antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban. Bulan Rajab sebagaimana bulan Muharram termasuk bulan haram. Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (Qs. At Taubah: 36). Lanjut membaca

Rasa Takut

Salah satu sikap yang harus kita miliki adalah rasa takut kepada Allah Swt. Takut kepada Allah adalah takut kepada murka, siksa dan azab-Nya. Ada banyak ayat yang membicarakan tentang takut kepada Allah dan perintah Allah swt kepada kita untuk memilih sifat tersebut, satu diataranya ayat itu adalah firman Allah swt yang artinya: Orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tidak merasa takut kepada seseorangpun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan (QS. Al Ahzab:39). Lanjut membaca

Tahun Baru

Kita sudah meninggalkan tahun 2022 dan sudah memasuki tahun baru 2023. Momentum pergantian tahun bisa diambil hikmahnya. Pertama: Memanfaatkan fenomena pergantian waktu: siang-malam, hari, pekan, bulan, tahun dan seterusnya, yang merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, untuk melakukan hal-hal yang semakin mendekatkan diri kita kepada Allah swt. seperti dengan banyak ber-tafakkur dan berdzikir mengingat pengawasan Allah swt terhadap segala prilaku kita dalam hidup ini. Lanjut membaca

Menggapai Bahagia

Kebahagiaan hati orang beriman itu bersumber dari kebaikan dan ketaatan yang dilakukannya sebagai bukti keimanan hatinya. Semakin tinggi tingkat dan nilai ketaatannya, maka semakin besar pula kebahagiaan yang dirasakannya. Dan berzakat menempati peringkat yang sangat tinggi dalam skala prioritas amal ketaatan. Karena ia merupakan salah satu ibadah wajib utama yang diposisikan sebagai rukun Islam ketiga, sehingga dengan berzakat berarti seorang mukmin telah turut andil dalam upaya menegakkan tiang dan pilar penyangga utama bangunan Islam. Lanjut membaca

Menghindari Ghiba Dan Namimah

Selagi masih hidup, manusia pasti berkata-kata. Kata-kata adalah sarana manusia untuk berhubungan dengan yang lainnya. Membutuhkan sesuatu, manusia menyampaikannya dengan kata-kata. Sedih dan gembira juga bisa tercermin dari pesan kata-kata yang disampaikannya. Kata-kata bisa membuat orang bahagia, sekaligus bisa juga membuat orang sengsara. Oleh karena begitu pentingnya peran kata-kata dalam kehidupan, agama Islam mengatur agar manusia selalu berhati-hati dalam berkata-kata. Lanjut membaca

Sholat Tahajjud

Shalat malam disebut juga tahajjud atau qiyamullail. Allah menggambarkan  bagaimana tentang orang yang senantiasa shalat malam dalam surah Al-Furqan: 63-64 : ”Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh  menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka menjawab dengan jawaban yang mengandung keselamatan dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri”. Lanjut membaca

Kuatnya Ibadah

Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya; “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepadaku.“ (QS. Adz Dzariat: 56). Misi kehidupan manusia di dunia ini adalah menyembah atau beribadah kepada Allah swt. Menjadikan kehidupan sebagai sarana untuk beribadah akan menjadikan manusia menjadi makhluk yang bertaqwa. dan dengan memiliki yang bertaqwa, manusia akan menjadi hamba Allah yang mulia. Lanjut membaca

Membiasakan Istighfar

Dalam Al Qur’an surat An-Nisa’ ayat 110, Allah subhanahu wata’ala berfirman, ”Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia beristighfar kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Kemudian dalam surat Al-Muzzammil: 20, Allah swt berfirman: “Dan beristighfarlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Lanjut membaca

Memperingati Maulid Nabi

Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan di kota Mekkah, dari keturunan Nabi Ismail, 571 tahun semenjak Nabi Isa dilahirkan. Nabi Muhammad saw kecil adalah anak yatim piatu. Betapa tidak, ia terlahir dalam keadaan yatim. Enam tahun kemudian, ia juga harus kehilangan ibunya. Terpaksalah beliau hidup bersama kakeknya. Tapi itupun hanya berlangsung dua tahun, karena sang kakek pun akhirnya tiada. Pamannya yang bernama Abu Thalib-lah yang kemudian mengasuhnya selama waktu yang cukup panjang. Beliau menikah dengan Siti Khadijah pada usia 25 tahun. Lanjut membaca

Hati Yang Sabar

Sabar termasuk akhlak yang paling utama sehingga banyak mendapat perhatian Al-Qur’an Sabar adalah akhlak yang paling banyak diulang penyebutannya dalam al-Qur’an. Ini berarti sabar bukanlah masalah sekunder atau pelengkap, tetapi merupakan masalah primer yang sangat dibutuhkan oleh manusia, untuk meningkatkan  kualitas material dan moralnya demi menggapai kebahagiaan. Tidak akan pernah tercapai kebahagiaan dan kemenangan  di dunia dan akhirat kecuali dengan kesabaran. Lanjut membaca