Nikmatnya Mengingat Allah

Orang-orang yang selalu berdzikir mengingat Allah dan beramal shalih dengan ikhlas, mereka akan mendapatkan  ketenangan jiwa. Dan ketenangan jiwa itu sangat erat hubungannya dengan kebahagiaan hidup. Seorang salafushalih yang tinggal sendirian di tengah padang pasir pernah ditanya, “Apakah engkau tidak merasa terancam? Ia mengatakan, “Apakah ada orang yang merasa terancam dan khawatir bersama Allah?” jawabnya. Tak jauh maknanya dengan apa yang diungkapkan oleh Muslim bin Yasar, yang mengatakan, “Tak ada kenikmatan yang melebihi kenikmatan sendiri menghadap Allah dalam sepi (berkhalwat).” Lanjut membaca

Hari Teristimewa Sepanjang Usia

Lelaki itu tidak pernah tahu bahwa, hari saat ia menyingkirkan duri dari jalan orang, ternyata merupakan hari termulia dalam hidupnya. Karena berkat amal itulah Allah mengampunkannya! (Lihat: HR. Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah ra). Begitu pula dengan si wanita pelacur dari Bani Israil itu. Diapun tidak pernah menduga bahwa, hari terbahagia hidupnya, ialah hari ketika ia memberi minum pada anjing yang sengsara gegara dahaga. Sehingga Allah-pun berterima kasih padanya atas tindakannya, dan mengampunkan dosanya karenanya! (Lihat: HR. Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah ra). Lanjut membaca

Dibalik Ketaatan

Ahli Hikmah berkata:”Janganlah bergembira karena ketaatanmu muncul dari dirimu. Namun bergembiralah karena ketaatan itu muncul dari Allah Ta’ala sebagai anugerah kepadamu.”. Ketaatan atau kepatuhan kita kepada Allah merupakan salah satu intisari dari ubudiyah yang dicintai Allah, dan kegembiraan terhadap kepatuhan itu merupakan persoalan yang naluriah. Namun kenapa kita dilarang oleh Ibnu Athaillah untuk merasa bergembira atas ketaatan kita? Yang dilarang adalah manakala, bahwa kita bergembira karena kita merasa semuanya semata-mata dari diri kita sendiri yaitu merasa mampu, merasa bisa dan bahwa taat itu adalah prestasi dan usaha kita. Lanjut membaca

Yang Paling Baik

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Orang paling baik diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al-Bukhari). “Orang-orang paling baik diantara kalian adalah mereka yang paling baik akhlaknya” (HR. Al-Bukhari). “Orang paling baik adalah orang yang paling manfaat untuk orang lain” (HR. Ahmad). “Orang paling baik diantara kalian (para suami) adalah (suami) yang paling baik untuk keluarganya (istrinya)” (HR. Ibnu Hibban). “Orang paling baik adalah orang yang panjang usianya sekaligus baik amalnya. Sedangkan orang paling buruk adalah yang panjang umurnya namun buruk amalnya” (HR. At-Tirmidzi). Lanjut membaca

Memilih Teman

Banyak manfaat yang akan didapatkan jika gemar berteman dengan orang yang baik. Sebaliknya banyak kerugian yang akan didapatkan jika berteman dengan orang yang buruk perangainya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberikan hadiah minyak wangi kepadamu, atau engkau akan membeli minyak wangi darinya, atau setidak-tidaknya engkau akan mendapatkan bau semerbak wangi (dari minyak wangi yang ia jual). Adapun bersama tukang pandai besi, engkau bisa terbakar karena apinya, atau jika tidak engkau pasti akan mendapati bau angus. Lanjut membaca

Mengingat Kematian

Rasulullah sholallahu alaihi wasllam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus segala kesenangan (yakni) maut.” (HR. At-Tirmidzi dan Nasai). Rasulullah SAW yang teramat sayang kepada ummatnya memberikan bimbingan, bukan sekedar mengingat mati, tetapi memperbanyak ingat mati. Ini menunjukkan bukan sekedar penting atau berharga namun sangat penting atau teramat berharganya mengingat kematian itu. Mengapa demikian? Bukankah kematian merupakan saat yang paling menentukan sejauh mana kwalitas seorang manusia itu? Bukankah kematian adalah akhir kehidupan seseorang, tidak peduli model apa kehidupan yang dilakoni sebelumnya? Bukankah kematian merupakan satu-satunya masa depan yang pasti dirasakan oleh setian manusia, siapapun dia? Lanjut membaca

Ziarah Kubur

Sang penasehat ini memberikan nasehatnya dengan diam dan selalu diam, tidak terlontar satu patah katapun, Namun pesan atau suaranya sudah bergema di lubuk hati manusia. Pesan dan suaranya paling keras dan tegas dari suara-suara lain. Ia penasehat yang senantiasa mengagetkan dan seketika menyadarkan manusia. Memang, ia tidak mampu mengucapkan kata-kata, tapi penampilannya sangat mempengaruhi siapapun yang meliahatnya. Penampilannya benar-benar menggambarkan nasehat yang teramat dalam menyentuh dan mengingatkan semua orang. Penampilannya memiliki daya tarik yang khas. Ia menarik hati setiap insan sebelum tubuhnya. Itulah yang dilihat manusia ketika beziarah kubur. Lanjut membaca

Indahnya Tahajjud

Hidup tentram dengan kebeningan hati yang mampu mencerna seluruh peristiwa dan pengalaman hidup dengan penuh makna kebaikan dan keindahan di bawah kesejukan dari naungan Rahmat Allah adalah impian setiap hamba Allah. Karena itulah Allah yang amat sayang kepada hamba-Nya sudah menunjukkan jalan untuk mewujudkannya. Allah menjamin siapa yang meretas jalan ini pasti Allah curahkan RahmatNya sehingga hidupnya jadi penuh makna, kebaikan dan ketentraman jiwa. Shalat malam. Inilah jalannya. Jalan menuju hidup penuh makna, kebaikan dan ketentraman jiwa. Istilah shalat malam disebut juga tahajjud atau qiyamullail. Lanjut membaca

Cinta Kebaikan

Di dalam Al-Qur’an, Allah subhanahu wata’ala menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Namun, kemuliaan manusia ternyata tidak terletak pada keindahan fisiknya. Kalau ukuran kemuliaan manusia disebabkan karena fisiknya atau badannya yang besar, tentu akan lebih mulia binatang ternak seperti sapi, kerbau, unta, gajah dan sebagainya yang memiliki berat badan jauh lebih berat. Karenanya bila manusia hanya mengandalkan kehebatan dan keagungan dirinya pada berat badan, maka dia bisa lebih rendah kedudukannya daripada binatang ternak yang kemuliaannya terletak pada berat badannya. Kemuliaan manusia terletak pada iman dan taqwa serta amal sholehnya atau amal baiknya. Lanjut membaca

Hari Teristimewa Sepanjang Masa

Lelaki itu tidak pernah tahu bahwa, hari saat ia menyingkirkan duri dari jalan orang, ternyata merupakan hari termulia dalam hidupnya. Karena berkat amal itulah Allah mengampunkannya! (Lihat: HR. Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah ra). Begitu pula dengan si wanita pelacur dari Bani Israil itu. Diapun tidak pernah menduga bahwa, hari terbahagia hidupnya, ialah hari ketika ia memberi minum pada anjing yang sengsara gegara dahaga. Sehingga Allah-pun berterima kasih padanya atas tindakannya, dan mengampunkan dosanya karenanya! (Lihat: HR. Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah ra). Lanjut membaca