Muhammad Bin Sirin

Saat-saat bertabur bahagia meliputi diri Sirin di Kota Nabi, ketika ia melangsungkan pernikahan dengan Shafiyah. Delapan belas orang sahabat yang pernah ikut Perang Badar hadir dalam pernikahannya. Kebahagiaan pasangan suami istri ini semakin bertambah ketika kelak Allah menganugerahkan seorang anak kepada mereka. Anak itu mereka namai Muhammad. Muhammad bin Sirin. Lanjut membaca

Ka’ab Bin Malik

Abdullah bin Ka’ab bin Malik r.a. berkata, “Aku mendengar Ka’ab bin Malik r.a. menceritakan kisahnya ketika tidak mengikuti Perang Tabuk bersama Rasulullah. Ka’ab berkata, ‘Aku tidak pernah absen dari peperangan bersama Rasulullah SAW., kecuali pada Perang Tabuk. Aku juga absen dari Perang Badar, namun Rasulullah tidak pernah mencela orang yang tidak mengikutinya, karena saat itu, Rasulullah saw. keluar bersama kaum muslimin untuk menghadang kafilah dagang Quraisy. Lanjut membaca

Memberikan Pinjaman

Suatu ketika Rasulullah saw. membacakan sebuah ayat Al-Qur’an kepada para sahabat: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS Al Baqarah: 245) Lanjut membaca

Niat Bertaubat

Pada jaman dahulu ada seorang laki-laki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Kemudian orang tersebut mencari orang alim yang paling banyak ilmunya di muka bumi. Namun ia ditunjukan kepada seorang rahib (ahli ibadah yang tidak berilmu), dan ia pun langsung mendatanginya. Kepada rahib tersebut ia berterus terang bahwasanya ia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang dan apakah taubatnya itu akan diterima? Ternyata rahib itu malahan menjawab; ‘Tidak. Taubatmu tidak akan diterima. Lanjut membaca

Didoakan Memiliki Ingatan Kuat

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dilahirkan 19 tahun sebelum Hijrah. Nama kecil beliau sebelum memeluk agama Islam tidak diketahui dengan jelas, tetapi pendapat yang mashyur adalah Abd Syams. Nama Islamnya adalah Abdur Rahman. Beliau berasal dari kabilah Ad-Dusi di Yaman. Abu Hurairah memeluk Islam pada tahun 7 hijriyah ketika Rasulullah saw berangkat menuju ke Khaibar.  Ketika itu ibunya masih belum menerima Islam bahkan menghina Nabi. Lanjut membaca

Cinta Nabi Pada Umatnya

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maaf, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lanjut membaca

Kecintaan Yang Mendalam

Sesaat setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalla wafa, waktu shalat tiba. Bilal berdiri untuk mengumandangkan azan, sementara jasad Rasulullah saw masih terbungkus kain kafan dan belum dikebumikan. Saat Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna Muhammadan Rosuulullaah (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”, tiba-tiba suaranya terhenti. Ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Kaum muslimin yang hadir di sana tak kuasa menahan tangis, maka meledaklah suara isak tangis yang membuat suasana semakin mengharu biru. Lanjut membaca

Ketika Hati Terpaut Islam

Ketika dia mendengar kabar tentang kerasulan Nabi, dia mengutus saudara laki-lakinya menyelidiki lebih lanjut mengenai Nabi. Setelah puas menyelidiki, saudaranya pun melaporkan kepada Abu Dzar bahwa Nabi Muhammad itu seorang yang sopan, santun, dan baik budi pekertinya. Ayat-ayat yang ia bacakan kepada manusia bukanlah puisi dan bukan pula kata-kata ahli syair. Laporan itu masih belum memuaskan hati Abu Dzar. Akhirnya ia pun berangkat sendiri ke Makkah untuk mencari tahu tentang Muhammad. Lanjut membaca

Kekuatan Keikhlasan

Dikisahkan ada seorang laki-laki ahli ibadah di zaman dahulu kala. Ketika ia mengetahui bahwa di desanya atau desa sebelah terdapat sebuah pohon yang dikeramatkan dan disembah oleh warga, iapun bergegas untuk menebang pohon tersebut, dengan niat ikhlas karena Allah. Di terngah jalan menuju pohon tersebut, ia dihadang oleh syetan/jin yang menyamar sebagai seorang laki-laki. Syetan itu berusaha menghalangi si ahli ibadah. Lanjut membaca

Ka’b Bin Malik

Abdullah bin Ka’b bin Malik r.a. berkata, “Aku mendengar Ka’b bin Malik r.a. menceritakan kisahnya ketika tidak mengikuti Perang Tabuk bersama Rasulullah. Ka’b berkata, ‘Aku tidak pernah absen dari peperangan bersama Rasulullah SAW., kecuali pada Perang Tabuk. Aku juga absen dari Perang Badar, namun Rasulullah tidak pernah mencela orang yang tidak mengikutinya, karena saat itu, Rasulullah saw. keluar bersama kaum muslimin untuk menghadang kafilah dagang Quraisy. Lanjut membaca