Pentingnya Membaca Al Qur’an

Al-Qur’an adalah kitabullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Al Qur’an adalah sumber petunjuk, cahaya dan rahmat bagi manusia-manusia yang bertaqwa. Bagi orang yang beriman, membaca Al Qur’an adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. Banyak sekali keutamaan-keutamaan yang didapatkan bagi orang-orang yang membaca Al Qur’an. Lanjut membaca

Berinteraksi Dengan Al Qur’an

Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk, cahaya dan rahmat bagi kaum muttaqin, merupakan salah satu kunci utama yang paling efektif untuk membuka pintu-pintu perubahan dan perbaikan dalam diri pribadi dan kehidupan ummat serta masyarakat beriman. Dan hal itu hanya bisa terwujud melalui adanya pola interaksi dan hubungan yang baik dan harmonis dengan Kitabullah ini. Semakin dekat dan harmonis hubungan seseorang atau suatu masyarakat dengan Al-Qur’an, maka akan semakin terbukalah pintu-pintu perubahan dan perbaikan dalam kehidupan orang dan masyarakat tersebut. Lanjut membaca

Hikmah Dan Bijaksana

Al-Hikmah (bijak/bijaksana) ialah benar dan tepat dalam perkataan dan perbuatan, serta menempatkan sesuatu pada tempatnya yang tepat. Atau sikap menempatkan segala sesuatu pada tempatnya secara tepat. Dan dasarnya adalah berlaku adil dan bersikap benar. Dan makna kata hikmah secara keseluruhan tidak keluar dari dua macamnya tersebut, yang tersimpulkan berupa ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh. Lanjut membaca

Bentuk-Bentuk Cinta Kebenaran

Beriman yang benar kepada Allah sebagai Rabbul ‘alamin, dan bertauhid secara murni. Ini merupakan puncak tertinggi dari seluruh bentuk cinta kebenaran dan kebaikan. Karena Allah adalah Sumber dan Asal setiap kebenaran dan kebaikan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (QS. Al-Baqarah [2]: 147; dan lihat juga QS. Ali ‘Imran [3]: 60). Lanjut membaca

Manfaat Keikhlasan

Ikhlas adalah amalan hati, sehingga ikhlas tidaknya seseorang terletak dalam hatinya itu sendiri. Karena, hanya Allah dan dia sendiri yang bisa mengetahuinya. Keikhlasan adalah salah satu syarat diterimanya amal ibadah. Sebagaimana telah diketahui, bahwa amal ibadah seorang muslim akan diterima, apabila amal tersebut benar (sesuai tuntunan Rasulullah shalallahu ’alaihi wasallam), dan dikerjakan dengan niat untuk mencari ridha Allah (ikhlas). Allah berfirman yang artinya: ”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS Al Bayyinah: 5) Lanjut membaca

Sifat Lembut Dan Halus

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha (yang artinya): “Hendaklah kamu bersikap lemah lembut, karena sikap lemah lembut itu tidak ada pada sesuatu, kecuali akan membuatnya indah, dan tidak hilang dari sesuatu, kecuali akan membuatnya jelek” (HR. Muslim). Sifat lemah lembut dan halus adalah salah satu sifat dan akhlaq yang sangat menonjol pada diri pribadi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Banyak sekali contoh dan teladan puncak tentang sifat dan akhlaq mulia ini di dalam sirah beliau. Lanjut membaca

Surat Perlindungan

Di dalam Al Quran Allah subhanahu wata’ala berfirman: Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (1). Dari kejahatan makhluk-Nya (2). Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita (3). Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (4). Dan dari kejahatan pendengki apabila ia mendengki (5). (QS Al-Falaq: 1-5) Lanjut membaca

Obati Hati Dengan Dzikrullah

Salah satu cara untuk mengobati hati yang sakit adalah dengan selalu ingat kepada Allah (dzikrullah). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menggambarkan dzikir bagi manusia seperti air bagi ikan. Apakah yang akan terjadi bila seekor ikan dikeluarkan dan dipisahkan dari air? Tentu ia akan menggelepar dan akhirnya mati. Demikian pula dzikir merupakan kebutuhan yang niscaya bagi setiap manusia. Tanpa dzikir, hati manusia akan menjadi keras dan akhirnya mati. Lanjut membaca

Cinta Nabi Pada Umatnya

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maaf, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lanjut membaca