Cinta Kebenaran Dan Kebaikan

Bertuk-bentuk cinta kebenaran adalah beriman yang benar kepada Allah sebagai Rabbul ‘alamin. Ini merupakan puncak tertinggi dari seluruh bentuk cinta kebenaran dan kebaikan. Karena Allah adalah Sumber dan Asal setiap kebenaran dan kebaikan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (QS. Al-Baqarah [2]: 147; dan lihat juga QS. Ali ‘Imran [3]: 60). Lanjutkan membaca

Sholat Tahajjud

Selain sholat wajib yang dilaksanakan dalam lima waktu itu, ada banyak sholat sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassallam. Salah satunya adalah sholat Tahajjud atau sholat malam. Sholat Tahajjud adalah salah satu karakter dari hamba Allah yang bertaqwa. Allah swt berfirman: “Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk   Tuhan mereka.“ (QS. Al Furqan: 64). Lanjutkan membaca

Meraih Malam Lailatul Qadar

Meskipun hanya semalam saja, namun lailatul qadar merupakan malam yang sangat diberkahi (QS. Ad-Dukhan: 3) dengan kelipatan yang lebih dari 30.000 kali = 1.000 bulan (QS. Al-Qadr: 3). Bahkan ada ulama yang berpendapat bahwa, bilangan 1.000 itu bukan berarti pembatasan. Melainkan boleh jadi bermakna lebih banyak lagi. Berarti jika seseorang bisa memperoleh 2% saja misalnya dari keberkahannya, maka biidznillah itu sudah lebih dari cukup untuk membuat hidupnya berlimpah keberkahan selama minimal 11 bulan ke depan, sampai tiba waktu lailatul qadar berikutnya. Lanjutkan membaca

Mencapai Ketinggian Taqwa

Ramadhan bagi ummat Islam adalah momentum yang paling istimewa untuk perbaikan dan perubahan diri dalam rangka untuk mencapai tingkat keimanan dan ketaqwaan yang lebih tinggi.  Untuk mencapainya perlu dilakukan dengan cara mencurahkan segala kemampuan untuk melepaskan diri dari segala hal yang menghambat pendekatan dirinya terhadap Allah swt. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya dalam perbaikan dan perubahan diri; Lanjutkan membaca

Ramadhan Bulan Istimewa

Faktor pertama dan utama yang menjadikan Ramadhan sebagai bulan paling istimewa adalah, dipilihnya bulan tersebut bagi pelaksanaan fardhu puasa yang merupakan salah satu rukun asasi dalam Islam. Dan puasa, sebagaimana penegasan Allah, adalah salah satu sarana teristimewa untuk menggapai derajat ketaqwaan yang lebih tinggi. Allah swt berfirman yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS.Al-Baqarah: 183). Lanjutkan membaca

Ramadhan Bulan Al Qur’an

Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an yang artinya: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah: 185). Di ayat lainnya Allah swt berfirman yang artinya : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS. Al –Baqarah : 185) Lanjutkan membaca

Tafsir Ibnu Katsir

Kitab Tafsir Ibnu Kasir banyak digunakan sebagai rujukan karena terkenal sebagai kitab tafsir yang dikelompokkan ke dalam tafsir bil ma’sur atau tafsir bir-riwayah (penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan riwayat hadits-hadits Nabi SAW dan atsar-atsar ulama salaf), disamping juga menggabungkan dan memadukannya dengan metode tafsir bil-ma’qul atau tafsir bid-dirayah (penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan pemahaman akal penalaran logika ahli tafsir sendiri). Lanjutkan membaca

Surat Al Fatihah

Surat Al Fatihah terdiri dari 7 (tujuh) ayat, termasuk kategori surat Makkiyah, yakni surat yang turun di Makkah sebelum peristiwa hijrah. Al Fatihah adalah surat yang wajib dibaca pada setiap rakaat sholat. Sebagaimana  disebutkan dalam sebuah Hadits Muttafaq ‘alaih (riwayat Bukhori dan Muslim), sholat yang tidak dibaca Al Fatihah didalamnya adalah tidak sah. Lanjutkan membaca

Bahayanya Ghibah

Lisan merupakan bagian tubuh yang paling banyak digunakan dalam keseharian kita. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga lisan. Islam mengajarkan agar selalu menjaga lisan dan melarang perbuatan ghibah. Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya.” (QS. Al-Hujurat: 12) Lanjutkan membaca

Tadabbur Surat Al-‘Ashr

Surat Al-‘Ashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Alam Nasyrah. Dinamai Al-‘Ashr (masa) diambil dari perkataan al-‘ashr yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini menegaskan bahwa semua manusia berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik. Lanjutkan membaca