Surat At Tiin

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, Dan demi bukit Sinai, Dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?” [QS At-Tiin: 1-8] Lanjut membaca

Sabar Dalam Al Quran

Sabar adalah salah satu terapi penyakit hati. Kata sabar sangat mudah diucapkan namun aplikasinya dalam kehidupan membutuhkan usaha dan kesungguhan. Sabar termasuk akhlak yang paling utama sehingga banyak mendapat perhatian Al-Qur’an, baik dalam surat-suratnya yang makkiyah ataupun yang madaniyah. Sabar adalah akhlak yang paling banyak diulang penyebutannya dalam al-Qur’an. Ini berarti sabar bukanlah urusan pelengkap, tetapi merupakan urusan utama yang sangat dibutuhkan oleh manusia, untuk menggapai kebahagiaan. Tidak akan pernah tercapai kebahagiaan di dunia dan akhirat kecuali dengan melaluikesabaran. Lanjut membaca

Keistimewaan Lalitul Qadar

Di bulan Ramadhan Allah SWT membuat satu malam yang dinamakan Lailatul Qadar. Keutamaan malam Lailatul Qadar melebihi seluruh hari bahkan seluruh bulan. Malam Lailatul Qadar mengandung cahaya kemuliaan yang suci dan berbagai karunia Rabb Seluruh Alam yang dilimpahkan kepada hamba-Nya yang mukmin. Semua yang terjadi itu semata-mata bukti kemuliaan turunnya Al-Qur’an. Demikian pula turunnya para malaikat yang suka kebaikan itu hingga terbit fajar. Subhanallah! Apa saja yang terdapat pada malam yang agung itu lebih baik di sisi Allah dari seribu bulan. Lanjut membaca

Sikap Terhadap Rasul

Surat Al-Bayyinah terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ath-Thalaq. Dinamai Al-Bayyinah (bukti yang nyata) diambil dari perkataan Al-Bayyinah yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dan jika diperhatikan, isi­nya memang banyak menyebut keadaan ahlul kitab, yang memang saat itu banyak menjadi penduduk Madinah Ayat pertama sampai empat menjelaskan tentang pernyataan ahli kitab dan orang-orang musyrik bahwa mereka akan tetap dalam agamanya masing-masing sampai datang nabi yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Lanjut membaca

Hakekat Penyucian Jiwa

Dalam Al Quran Surat Asy Syam termasuk golongan surat makiyah, terdiri dari 15 ayat. Dinamakan Asy-Syams diambil dari ayat pertama yaitu “Wasy-Syams” yang artinya “Demi matahari”. Pada bagian pertama ayat ini (1-7) Allah bersumpah atas nama makhluknya sebanyak sepuluh kali,  dan bagian kedua (ayat 8-10) Allah mejelaskan tentang sifat alami (thobi’iyah) yang telah Ia (Allah) anugrahkan kepada setiap manusia yaitu pengetahuan tentang baik dan buruk (taqwa dan fujur), dan bagian yang ketiga (ayat 11-15) dijelaskan tentang kenabian Shalih ‘alaihis salam dan mukjizat yang diberikan kepadanya serta sikap kaumnya. Lanjut membaca

Nikmat Allah

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Bukankah kami Telah melapangkan untukmu dadamu? Dan kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. Yang memberatkan punggungmu? Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS Alam Nasyrah: 1 – 8). Isi dari Surat ini adalah Penegasan tentang nikmat-nikmat Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, dan pernyataan Allah bahwa disamping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan amal-amal sholeh dan bertawakkal kepada-Nya. Tafsir ayat-ayat: Lanjut membaca

Kelebihan Manusia

Manusia adalah makhluk yang diberikan kelebihan-kelebihan. Apa sajakah kelebihan-kelebihan manusia yang membuatnya berbeda dari yang lainnya? Yang pertama, manusia adalah makhluk Allah yang dimuliakan. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS Al-Isra’: 70). Hal yang lain adalah peniupan ruh pada diri manusia. Allah SWT berfirman, “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruh-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS As-Sajdah: 9) Lanjut membaca

Para Pengumpat Dan Pencela

Allah suhanahu wata’ala berfirman: “Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak ! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?. (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan. (Yang) membakar sampai ke hati. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka. (Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang” (QS Al-Humazah: 1-9). Surah ini termasuk golongan surah-surah Makkiyyah. Surah ini menyoroti orang-orang yang merusak kehormatan sesamanya, dengan cara mencela dan menghina mereka hanya karena sudut pandang harta yang diyakini mampu mengekalkan hidup mereka. Lanjut membaca

Bacalah

Dalam hadits dikisahkan bahwa Nabi shalalallahu alaihi wassalam datang ke gua Hira’ yang terletak diatas sebuah bukit di pinggir kota Mekah untuk berkhalwat beberapa malam. Kemudian sekembali beliau pulang mengambil bekal dari rumah isteri beliau, Khadijah, datanglah Jibril kepada beliau dan menyuruhnya membaca. Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Jibril merangkulnya sehingga Nabi merasa sesak nafas. Jibril melepaskannya; sambil berkata lagi, “Bacalah.” Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca”. Lalu dirangkulnya lagi dan dilepaskannya sambil berkata: “Bacalah.” Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca” sehingga Nabi merasa payah, maka Jibril membacakan ayat 1 sampai ayat 5 dari Al Quran Surat Al-‘Alaq. Lanjut membaca

Yang Beruntung

Allah subhanahu wata’ala berfirman: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [QS Al ‘Ashr]. Surat Al-‘Ashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Alam Nasyrah. Dinamai Al-‘Ashr (masa) diambil dari perkataan al-‘ashr yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini menegaskan bahwa semua manusia berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik. Lanjut membaca