Kelebihan Manusia

Manusia adalah makhluk yang diberikan kelebihan-kelebihan. Apa sajakah kelebihan-kelebihan manusia yang membuatnya berbeda dari yang lainnya? Yang pertama, manusia adalah makhluk Allah yang dimuliakan. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS Al-Isra’: 70). Hal yang lain adalah peniupan ruh pada diri manusia. Allah SWT berfirman, “Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya ruh-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS As-Sajdah: 9) Lanjut membaca

Para Pengumpat Dan Pencela

Allah suhanahu wata’ala berfirman: “Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak ! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?. (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan. (Yang) membakar sampai ke hati. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka. (Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang” (QS Al-Humazah: 1-9). Surah ini termasuk golongan surah-surah Makkiyyah. Surah ini menyoroti orang-orang yang merusak kehormatan sesamanya, dengan cara mencela dan menghina mereka hanya karena sudut pandang harta yang diyakini mampu mengekalkan hidup mereka. Lanjut membaca

Bacalah

Dalam hadits dikisahkan bahwa Nabi shalalallahu alaihi wassalam datang ke gua Hira’ yang terletak diatas sebuah bukit di pinggir kota Mekah untuk berkhalwat beberapa malam. Kemudian sekembali beliau pulang mengambil bekal dari rumah isteri beliau, Khadijah, datanglah Jibril kepada beliau dan menyuruhnya membaca. Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Jibril merangkulnya sehingga Nabi merasa sesak nafas. Jibril melepaskannya; sambil berkata lagi, “Bacalah.” Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca”. Lalu dirangkulnya lagi dan dilepaskannya sambil berkata: “Bacalah.” Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca” sehingga Nabi merasa payah, maka Jibril membacakan ayat 1 sampai ayat 5 dari Al Quran Surat Al-‘Alaq. Lanjut membaca

Yang Beruntung

Allah subhanahu wata’ala berfirman: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [QS Al ‘Ashr]. Surat Al-‘Ashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Alam Nasyrah. Dinamai Al-‘Ashr (masa) diambil dari perkataan al-‘ashr yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini menegaskan bahwa semua manusia berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik. Lanjut membaca

Membaca Ayat Allah

Allah subhanahu wata’ala telah menetapkan bahwa kita tidak akan bisa melihat-Nya di dunia ini, namun Allah telah menampakkan kepada kita ayat-ayat-Nya. Kemudian, Allah telah menganugerahkan kepada kita akal pikiran dan hati agar kita bisa memahami ayat-ayat-Nya. Allah telah menyediakan untuk kita dua jenis ayat. Yang pertama, ayat qauliyah, yaitu ayat-ayat yang Allah firmankan dalam kitab Al-Qur’an. Yang kedua, ayat kauniyah, yaitu ayat-ayat dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa alam semesta dan semua yang ada didalamnya. Ayat-ayat ini meliputi segala macam ciptaan Allah, baik itu yang kecil ataupun yang besar. Bahkan diri kita baik secara fisik maupun psikis juga merupakan ayat kauniyah. Lanjut membaca

Nikmat Yang Banyak

Allah subhanahu wata’ala berfirman: Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini(Ka’bah).Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. (QS. Quraiys 1-4). Dalam surah Quraisy dijelaskan bahwa Allah melimpahkan ni’mat pada mereka dengan dua perjalanan yang bisa mereka lakukan yaitu perjalanan ke Syam pada musim panas dan ke Yaman pada musim dingin dalam rangka berdagang dan membawa barang-barang kebutuhan mereka. Lanjut membaca

Kehancuran Pasukan Gajah

Allah suhanahu wata’ala berfirman yang artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah dia Telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?  Dan dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, Lalu dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS. Al Fiil: 1 – 5). Surat initermasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Nama Al Fiil diambil dari kata Al Fiil yang terdapat pada ayat pertama surat ini, artinya gajah. Surat Al Fiil mengemukakan cerita pasukan bergajah dari Yaman yang dipimpin oleh Abrahah yang ingin meruntuhkan Ka’bah di Mekah. Peristiwa ini terjadi pada tahun Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan. Lanjut membaca

Keutamaan Sedekah

Keutamaan bagi orang yang bersedekah amat besar sebagai mana terdapat keterangan di dalam al-Quran dan hadits. Jika kita amati ayat al-Quran berikut, kita akan dapat mengira bahwa sekurang-kurangnya setiap harta yang dikeluarkan ke jalan Allah akan dibalas dengan perkiraan melebihi 700 kalinya. Selain itu, mereka dijanjikan dengan kehidupan yang mudah. Allah Ta’ala berfirman: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki . Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui” . (QS. Al Baqarah: 261) Lanjut membaca

Surah Quraisy

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini(Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan” (QS. Quraisy: 1 – 4). Surah Quraisy termasuk salah satu surah Makkiyyah, yaitu surah yang diturunkan pada periode Mekkah dan turun setelah surah At-Tiin. Nama surah ini diambil dari ayat yang pertama “Li Iilaafi Quraisyin’ Lanjut membaca

Penentang Risalah

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergolak (neraka). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).  Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal”.  (QS Al-Lahab: 1-5). Dalam surah ini pula kita mendapatkan contoh yang sangat jelas bahwa, tingkat buruknya balasan bagi setiap pelaku keburukan dan kejahatan adalah sesuai dan setimpal dengan bentuk keburukan dan tingkat kejahatan yang dibuatnya. Dimana kita dapati betapa sempurnanya kebinasaan yang dialami Abu Lahab dan istrinya, baik di dunia maupun khususnya di akhirat. Dan itu adalah karena bentuk keburukan dan tingkat kejahatan mereka selama di dunia memang sudah demikian lengkap dan sempurna pula! Lanjut membaca