Suudzan Dan Dampaknya

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang (tajassus) dan janganlah pula saling menggunjingkan (ghibah) satu sama lain..” (QS. Al-Hujuraat [49]: 12). Dan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Jauhkanlah diri kalian dari prasangka (pada org lain), karena prasangka (buruk) adalah kata-kata terdusta” (HR. Muslim). Lanjut membaca

Bulan Muharram

Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah, termasuk diantara bulan-bulan yang dimuliakan (al Asy- hurul Hurum). Sebagaimana firman Allah Ta’ala : “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram.” (Q.S. at Taubah :36). Dalam hadis yang dari shahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lanjut membaca

Kalender Hijriyah Dan Identitas Umat

Tanggal 1 Muharram penanda pergantian tahun Hijriyah biasa disambut dan diperingati dengan beragam cara dan acara. Sebagai sebuah semangat, hal itu positif dan baik-baik saja. Tentu asalkan tidak berlebihan dan lebih-lebih tidak sampai melanggar. Tapi yang lebih penting dan lebih mendasar terkait tahun Hijriyah, sebenarnya bukanlah peringatan dan perayaannya. Melainkan justru bagaimana umat ini tersadarkan agar tetap dan senantiasa bangga dengan kalender Islaminyah tersebut. Karena apa arti semua gegap gempita peringatan dan perayaan, bila setelahnya bahkan banyak yang tidak tahu apa nama bulan selepas Muharram ini misalnya? Lanjut membaca

Jaga Makanan Kita

Berbagai cara pun kita lakukan untuk bisa menjaga dan merawat tubuh. Hanya saja, tanpa sadar kita seringkali lalai untuk memperhatikan perawatan tubuh kita dari sisi yang lain. Kita pasti sangat memperhatikan zat-zat gizi apa saja yang terkandung dalam makanan yang kita makan setiap saat. Kita sadar bahwa zat-zat gizi tersebut amat penting bagi tubuh kita. Jika gizi tercukupi, tubuh pun jadi sehat dan tidak cepat mengalami penuaan. Disamping kandungan kecukupan gizi, mestinya kita juga harus memperhatikan kehalalan dari makanan yang kita nikmati. Lanjut membaca

Meraih Khusyu’ Dalam Sholat

Sholat bukanlah sekadar sekumpulan gerakan fisik, akan tetapi adalah aktivitas fisik dan batin sekaligus. Sholat yang benar adalah sholat yang dipenuhi adab-adabnya. Adab fisik dalam sholat tidak lain adalah menunaikan gerakan-gerakan sholat dengan sempurna dan tumakninah. Adapun adab batin dalam sholat adalah menunaikannya dengan khusyuk. Kekhusyukan dalam sholat sangatlah penting. Allah SWT berfirman, “Dan tegakkanlah sholat untuk mengingat-Ku.” (QS Thaha: 14) Maksud ayat ini, mengingat Allah adalah kewajiban yang harus kita lakukan dalam sholat. Jika seseorang tidak khusyuk alias lalai dalam sholatnya, bagaimana ia mengingat Allah? Lanjut membaca

Kiat Mencintai Nabi SAW

Setiap orang beriman pasti ingin mencintai dan meneladani sang panutan yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Karena demikian itu adalah bagian dari keimanannya. Hal ini berdasarkan Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda dalam satu hadits: “Tidak sempurna keimanan setiap kalian sampai aku lebih kalian cintai daripada orang tua kalian, daripada anak kalian, dan daripada seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim). Untuk bisa benar-benar mencintai Nabi Muhammad SAW, bisa dilakukan hal-hal berikut ini: Lanjut membaca

Pandangan Mata

Mata adalah panglima hati. Hampir semua perasaan dan perilaku awalnya dipicu oleh pandangan mata. Bila dibiarkan mata memandang yang dibenci dan dilarang, maka pemiliknya berada di tepi jurang bahaya. Meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh ke dalam jurang. Demikian potongan nasihat Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya Ulumuddin. Beliau memberi wasiat agar tidak menganggap ringan masalah pandangan. Ia juga mengutip bunyi sebuah sya’ir, Semua peristiwa besar awalnya adalah mata. Lihatlah api besar yang awalnya berasal dari percikan api. Lanjut membaca

Indikasi Sukses Ramadhan

Ramadhan merupakan salah satu momentum paling istimewa dan paling kondusif bagi kaum muslimin, secara individual maupun komunal, untuk melakukan upaya-upaya penempaan, perbaikan dan perubahan diri serta kehidupan dalam rangka mencapai  tingkat keimanan, ketaqwaan dan keshalehan yang lebih tinggi, dan untuk menggapai derajat kepribadian mukmin-mukminah sejati yang diidam-idamkan. Maka beruntung dan berbahagialah orang yang sukses, alhamdulillah dan semoga kita termasuk didalamnya, karena telah mampu dan mau mengoptimalkan pemanfaatan momentum  teristimewa yang baru saja berakhir. Lanjut membaca

Lailatul Qadar

Terkait Lailatul Qadar, langsung saja terlebih dahulu mari kita cermati dan tadabburi terjemah kutipan aya-ayat dan hadits-hadits berikut ini: Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Haa miim. Demi kitab (Al-Qur’an) yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi (lailatul qadar). dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul. (QS. Ad-Dukhan: 1 – 5). Lanjut membaca

Ramadhan Bulan Perubahan

Ramadhan adalah bulan istimewa bahkan paling istimewa dan paling utama, karena Allah Ta’ala dan Rasulullah saw telah mengkhususkannya dengan beragam keistimewaan dan bermacam-macam keutamaan serta kelebihan yang tidak terdapat di bulan-bulan yang lain. Dan karenanya, Ramadhan merupakan salah satu momentum paling istimewa dan paling utama, serta paling kondusif bagi kaum muslimin, secara individual maupun komunal, untuk melakukan upaya-upaya penempaan, perbaikan dan perubahan diri serta kehidupan dalam rangka mencapai  tingkat keimanan, ketaqwaan dan keshalehan yang lebih tinggi, dan untuk menggapai derajat kepribadian mukmin-mukmin sejati yang diidam-idamkan. Lanjut membaca