Rahmat Allah Mengucur Deras

Allah subhanahu wata’ala adalah Dzat Ar-Rahman Ar-Rahim. Rahmat Allah yang diberikan dan dicurahkan kepada manusia dalam beragam bentuknya tidak terbatas dan tak terhingga banyaknya. Ibarat hujan, Rahmat Allah akan selalu turun deras, tercurah lebat dan “nggrojok” hebat, setiap saat tanpa pernah putus sedetikpun, dan tiada kenal henti sekejappun. Dan curahan serta “grojokan” hujan rahmat-Nya itupun, juga seperti hujan air-Nya, siap “mengguyur” siapapun diantara seluruh hamba-Nya di muka bumi ciptaan-Nya ini. Lanjut membaca

Evaluasi Diri (Muhasabah)

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, “ Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt.” (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’) Hadits ini  menggambarkan akan urgensi muhasabah (evaluasi diri) dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Bahkan dengan sangat jelas, Rasulullah saw mengaitkan evaluasi dengan kecerdikan dan kesuksesan Lanjut membaca

Pentingnya Shalat

Kedudukan Shalat itu sangat penting dan sangat tinggi nilainya setelah kalimat tauhid yaitu ‘Laa ilaha Ilallah. Dialah satu satunya ibadah yang disyariatkan kepada Nabi Muhammad saw di langit secara langsung dan tanpa perantara malaikat Jjbril,  Jibril as hanya menemani sampai di Sidratul muntaha ketika peristiwa isro’ dan mi’roj. Sholat adalah ibadah yang sangat diperhatikan oleh Nabi Ibrahim as untuk anak anaknya sampai beliau berdoa kepada Allah untuk anak keturunannya agar menjadi orang orang yang rajin melaksanakan shalat. Lanjut membaca

Jangan Melaknati

Dan beberapa hadits Nabi yang melarang hal tersebut di antaranya: Hadits Abu Dawud Tsabit bin ad-Dhahak berbunyi : ”Melaknat seorang mukmin adalah seperti membunuhnya.” (Mutafaqun ‘alaihi)  Hadits dari Abu Hurairah berbunyi : “Tidak pantas bagi seorang shiddiq (orang yang mengikuti kebenaran) menjadi tukang laknat.” (HR Muslim). Dan Hadits dari Abu Darda’ berbunyi : “Tukang-tukang laknat tidak akan menjadi pemberi syafaat dan pemberi kesaksian pada hari kiamat.” (HR Muslim). Hadits Abdullah bin Mas’ud berbunyi : “Seorang mukmin bukanlah tukang cela dan tukang laknat dan bukanlah orang yang suka berkata keji lagi kotor.” (HR Tirmidzi). Lanjut membaca

Agar Doa Terkabul

Ketika seorang anak menghadap orangtuanya dengan penampilan kurang serius, suaranya keras. Pantaskah? Jika sorang karyawan dipanggil menghadap atasannya, dipenuhi panngilan itu dengan lamban dan tidak antusias, dengan penampilan agak tinggi hati bahkan kurang perhatian terhadap pembicaraan atasannya. Pantaskah? Bagaimana dengan seorang hamba ketika berdoa kepada Allah, semaunya? Tanpa etika? Pantas?  Bukankah Allah Pencipta alama semesta, Pengatur dan Pemberi segala kenikmatan dunia ini?  Maka sesuai dengan keagunganNya, suatu keharusan bila  hendak berdoa  kepada Allah dengan etika yang terbaik pula. Jangan-jangan sisi ini yang dilalaikan dalam berdoa sehingga doa-doa tidak dikabulkan. Lanjut membaca

Bersholawat Kepada Nabi

Setiap kali kita mengucapkan sholawat untuk Nabi saw, kita pasti ingat kepada beliau. Dengan mengingat beliau, pasti timbul rasa cinta yang bertambah kepada beliau. Ketika itulah, akan tumbuh pula dalam hati kita semangat untuk menghidupkan sunnah beliau dalam kehidupan. Itulah barangkali rahasia dibalik perintah Allah kepada kita, orang-orang yang beriman, agar kita bersholawat kepada Nabi. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, sampaikanlah sholawat dan salam kepadanya.” Dalam ayat ini, Allah sendiri yang mencontohkan mengucap sholawat sebelum memerintahkan hal serupa kepada kita, hamba-hamba-Nya yang beriman. Apakah pantas kita tidak bersholawat kepada Nabi sementara malaikat dan bahkan Allah sendiri melakukannya? Lanjut membaca

Suudzan Dan Dampaknya

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang (tajassus) dan janganlah pula saling menggunjingkan (ghibah) satu sama lain..” (QS. Al-Hujuraat [49]: 12). Dan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Jauhkanlah diri kalian dari prasangka (pada org lain), karena prasangka (buruk) adalah kata-kata terdusta” (HR. Muslim). Lanjut membaca

Bulan Muharram

Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah, termasuk diantara bulan-bulan yang dimuliakan (al Asy- hurul Hurum). Sebagaimana firman Allah Ta’ala : “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram.” (Q.S. at Taubah :36). Dalam hadis yang dari shahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lanjut membaca

Kalender Hijriyah Dan Identitas Umat

Tanggal 1 Muharram penanda pergantian tahun Hijriyah biasa disambut dan diperingati dengan beragam cara dan acara. Sebagai sebuah semangat, hal itu positif dan baik-baik saja. Tentu asalkan tidak berlebihan dan lebih-lebih tidak sampai melanggar. Tapi yang lebih penting dan lebih mendasar terkait tahun Hijriyah, sebenarnya bukanlah peringatan dan perayaannya. Melainkan justru bagaimana umat ini tersadarkan agar tetap dan senantiasa bangga dengan kalender Islaminyah tersebut. Karena apa arti semua gegap gempita peringatan dan perayaan, bila setelahnya bahkan banyak yang tidak tahu apa nama bulan selepas Muharram ini misalnya? Lanjut membaca

Jaga Makanan Kita

Berbagai cara pun kita lakukan untuk bisa menjaga dan merawat tubuh. Hanya saja, tanpa sadar kita seringkali lalai untuk memperhatikan perawatan tubuh kita dari sisi yang lain. Kita pasti sangat memperhatikan zat-zat gizi apa saja yang terkandung dalam makanan yang kita makan setiap saat. Kita sadar bahwa zat-zat gizi tersebut amat penting bagi tubuh kita. Jika gizi tercukupi, tubuh pun jadi sehat dan tidak cepat mengalami penuaan. Disamping kandungan kecukupan gizi, mestinya kita juga harus memperhatikan kehalalan dari makanan yang kita nikmati. Lanjut membaca