Meraih Khusyu’ Dalam Sholat

Sholat bukanlah sekadar sekumpulan gerakan fisik, akan tetapi adalah aktivitas fisik dan batin sekaligus. Sholat yang benar adalah sholat yang dipenuhi adab-adabnya. Adab fisik dalam sholat tidak lain adalah menunaikan gerakan-gerakan sholat dengan sempurna dan tumakninah. Adapun adab batin dalam sholat adalah menunaikannya dengan khusyuk. Kekhusyukan dalam sholat sangatlah penting. Allah SWT berfirman, “Dan tegakkanlah sholat untuk mengingat-Ku.” (QS Thaha: 14) Maksud ayat ini, mengingat Allah adalah kewajiban yang harus kita lakukan dalam sholat. Jika seseorang tidak khusyuk alias lalai dalam sholatnya, bagaimana ia mengingat Allah? Lanjut membaca

Kiat Mencintai Nabi SAW

Setiap orang beriman pasti ingin mencintai dan meneladani sang panutan yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Karena demikian itu adalah bagian dari keimanannya. Hal ini berdasarkan Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda dalam satu hadits: “Tidak sempurna keimanan setiap kalian sampai aku lebih kalian cintai daripada orang tua kalian, daripada anak kalian, dan daripada seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim). Untuk bisa benar-benar mencintai Nabi Muhammad SAW, bisa dilakukan hal-hal berikut ini: Lanjut membaca

Pandangan Mata

Mata adalah panglima hati. Hampir semua perasaan dan perilaku awalnya dipicu oleh pandangan mata. Bila dibiarkan mata memandang yang dibenci dan dilarang, maka pemiliknya berada di tepi jurang bahaya. Meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh ke dalam jurang. Demikian potongan nasihat Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya Ulumuddin. Beliau memberi wasiat agar tidak menganggap ringan masalah pandangan. Ia juga mengutip bunyi sebuah sya’ir, Semua peristiwa besar awalnya adalah mata. Lihatlah api besar yang awalnya berasal dari percikan api. Lanjut membaca

Indikasi Sukses Ramadhan

Ramadhan merupakan salah satu momentum paling istimewa dan paling kondusif bagi kaum muslimin, secara individual maupun komunal, untuk melakukan upaya-upaya penempaan, perbaikan dan perubahan diri serta kehidupan dalam rangka mencapai  tingkat keimanan, ketaqwaan dan keshalehan yang lebih tinggi, dan untuk menggapai derajat kepribadian mukmin-mukminah sejati yang diidam-idamkan. Maka beruntung dan berbahagialah orang yang sukses, alhamdulillah dan semoga kita termasuk didalamnya, karena telah mampu dan mau mengoptimalkan pemanfaatan momentum  teristimewa yang baru saja berakhir. Lanjut membaca

Lailatul Qadar

Terkait Lailatul Qadar, langsung saja terlebih dahulu mari kita cermati dan tadabburi terjemah kutipan aya-ayat dan hadits-hadits berikut ini: Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Haa miim. Demi kitab (Al-Qur’an) yang menjelaskan. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi (lailatul qadar). dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul. (QS. Ad-Dukhan: 1 – 5). Lanjut membaca

Ramadhan Bulan Perubahan

Ramadhan adalah bulan istimewa bahkan paling istimewa dan paling utama, karena Allah Ta’ala dan Rasulullah saw telah mengkhususkannya dengan beragam keistimewaan dan bermacam-macam keutamaan serta kelebihan yang tidak terdapat di bulan-bulan yang lain. Dan karenanya, Ramadhan merupakan salah satu momentum paling istimewa dan paling utama, serta paling kondusif bagi kaum muslimin, secara individual maupun komunal, untuk melakukan upaya-upaya penempaan, perbaikan dan perubahan diri serta kehidupan dalam rangka mencapai  tingkat keimanan, ketaqwaan dan keshalehan yang lebih tinggi, dan untuk menggapai derajat kepribadian mukmin-mukmin sejati yang diidam-idamkan. Lanjut membaca

Dengan Amal Apa Kita Raih Keberkahan Ramadhan

Setiap hamba yang dipertemukan oleh Allah Ta’ala dengan bulan termulia Ramadhan, berarti telah diberi peluang istimewa untuk bisa meraih derajat kemuliaan istimewa pula. Tinggal apakah ia mau dengan sungguh-sungguh memanfaatkannya ataukah tidak. Dan semua kita, meskipun kondisi berbeda-beda, dengan kejujuran iman dan mujahadah (usaha sungguh-sungguh) masing-masing, sesungguhnya berpeluang sama secara umum untuk bisa menggapai kemuliaan Ramadhan dengan semulia-mulianya dan seistimewa-istimewanya. Lanjut membaca

Persiapan Ramadhan

Bulan suci Ramadhan akan kembali datang untuk menyapa dan menyambut orang-orang beriman. Semoga Allah berkenan untuk mempertemukan kita semua dengan bulan yang istimewa tersebut. Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa dan bahkan  paling istemewa,  karena Allah dengan sengaja memberikan berbagai keistimewaan dan beragam keutamaan di bulan tersebut yang tidak Allah berikan di bulan-bulan yang lain. Oleh karenanya, Ramadhan merupakan momentum yang sangat istimewa bagi orang-orang beriman dalam upaya perbaikan dan perubahan diri untuk mencapai tingkat keimanan dan ketaqwaan yang lebih tinggi. Lanjut membaca

Ramadhan Tergantung Niat

Baginda Sayyiduna Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”إنّمَا الأعْمالُ بِالنّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى” “Amal itu tergantung niat (motivasi). Dan setiap orang akan mendapatkan hasil (dari amalnya) sesuai apa yang ia niatkan (bentuk dan motivasi yang mendasari amalnya itu)” (HR. Muttafaq ‘alaih). Maka apa yang akan kita dapatkan dari Ramadhan seperti kali ini misalnya, adalah sangat ditentukan dan tergantung pada kadar niat, level keikhlasan dan bentuk motivasi yang melandasi penyambutan kita terhadapnya. Ramadhan adalah bulan pendakian tangga iman dan taqwa. Lanjut membaca

Berinteraksi Dengan Al Quran

Saat kita banyak berada di rumah karena terjadinya wabah. Maka banyak-banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an adalah jalan untuk menemukan ketentraman jiwa. Karena Al Quran adalah sumber hidayah dan petunjuk, Al Quran sebagai cahaya dan rahmat bagi orang-orang beriman. Al Quran juga merupakan  kunci pembuka kebahagiaan dan ketentraman bagi orang-orang yang berinteraksi dengannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah meninggikan dengan Al-Qur’an ini derajat kaum-kaum tertentu (karena berinteraksi dengannya secara baik), dan merendahkan dengannya pula derajat kaum-kaum yang lain lagi (karena mengabaikan, menjauhi dan meninggalkannya)” Lanjut membaca