Jangan Melaknati

Dan beberapa hadits Nabi yang melarang hal tersebut di antaranya: Hadits Abu Dawud Tsabit bin ad-Dhahak berbunyi : ”Melaknat seorang mukmin adalah seperti membunuhnya.” (Mutafaqun ‘alaihi)  Hadits dari Abu Hurairah berbunyi : “Tidak pantas bagi seorang shiddiq (orang yang mengikuti kebenaran) menjadi tukang laknat.” (HR Muslim). Dan Hadits dari Abu Darda’ berbunyi : “Tukang-tukang laknat tidak akan menjadi pemberi syafaat dan pemberi kesaksian pada hari kiamat.” (HR Muslim). Hadits Abdullah bin Mas’ud berbunyi : “Seorang mukmin bukanlah tukang cela dan tukang laknat dan bukanlah orang yang suka berkata keji lagi kotor.” (HR Tirmidzi). Lanjut membaca

Agar Doa Terkabul

Ketika seorang anak menghadap orangtuanya dengan penampilan kurang serius, suaranya keras. Pantaskah? Jika sorang karyawan dipanggil menghadap atasannya, dipenuhi panngilan itu dengan lamban dan tidak antusias, dengan penampilan agak tinggi hati bahkan kurang perhatian terhadap pembicaraan atasannya. Pantaskah? Bagaimana dengan seorang hamba ketika berdoa kepada Allah, semaunya? Tanpa etika? Pantas?  Bukankah Allah Pencipta alama semesta, Pengatur dan Pemberi segala kenikmatan dunia ini?  Maka sesuai dengan keagunganNya, suatu keharusan bila  hendak berdoa  kepada Allah dengan etika yang terbaik pula. Jangan-jangan sisi ini yang dilalaikan dalam berdoa sehingga doa-doa tidak dikabulkan. Lanjut membaca

Bersholawat Kepada Nabi

Setiap kali kita mengucapkan sholawat untuk Nabi saw, kita pasti ingat kepada beliau. Dengan mengingat beliau, pasti timbul rasa cinta yang bertambah kepada beliau. Ketika itulah, akan tumbuh pula dalam hati kita semangat untuk menghidupkan sunnah beliau dalam kehidupan. Itulah barangkali rahasia dibalik perintah Allah kepada kita, orang-orang yang beriman, agar kita bersholawat kepada Nabi. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, sampaikanlah sholawat dan salam kepadanya.” Dalam ayat ini, Allah sendiri yang mencontohkan mengucap sholawat sebelum memerintahkan hal serupa kepada kita, hamba-hamba-Nya yang beriman. Apakah pantas kita tidak bersholawat kepada Nabi sementara malaikat dan bahkan Allah sendiri melakukannya? Lanjut membaca

Suudzan Dan Dampaknya

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang (tajassus) dan janganlah pula saling menggunjingkan (ghibah) satu sama lain..” (QS. Al-Hujuraat [49]: 12). Dan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Jauhkanlah diri kalian dari prasangka (pada org lain), karena prasangka (buruk) adalah kata-kata terdusta” (HR. Muslim). Lanjut membaca

Bulan Muharram

Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah, termasuk diantara bulan-bulan yang dimuliakan (al Asy- hurul Hurum). Sebagaimana firman Allah Ta’ala : “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram.” (Q.S. at Taubah :36). Dalam hadis yang dari shahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lanjut membaca

Kalender Hijriyah Dan Identitas Umat

Tanggal 1 Muharram penanda pergantian tahun Hijriyah biasa disambut dan diperingati dengan beragam cara dan acara. Sebagai sebuah semangat, hal itu positif dan baik-baik saja. Tentu asalkan tidak berlebihan dan lebih-lebih tidak sampai melanggar. Tapi yang lebih penting dan lebih mendasar terkait tahun Hijriyah, sebenarnya bukanlah peringatan dan perayaannya. Melainkan justru bagaimana umat ini tersadarkan agar tetap dan senantiasa bangga dengan kalender Islaminyah tersebut. Karena apa arti semua gegap gempita peringatan dan perayaan, bila setelahnya bahkan banyak yang tidak tahu apa nama bulan selepas Muharram ini misalnya? Lanjut membaca

Jaga Makanan Kita

Berbagai cara pun kita lakukan untuk bisa menjaga dan merawat tubuh. Hanya saja, tanpa sadar kita seringkali lalai untuk memperhatikan perawatan tubuh kita dari sisi yang lain. Kita pasti sangat memperhatikan zat-zat gizi apa saja yang terkandung dalam makanan yang kita makan setiap saat. Kita sadar bahwa zat-zat gizi tersebut amat penting bagi tubuh kita. Jika gizi tercukupi, tubuh pun jadi sehat dan tidak cepat mengalami penuaan. Disamping kandungan kecukupan gizi, mestinya kita juga harus memperhatikan kehalalan dari makanan yang kita nikmati. Lanjut membaca

Meraih Khusyu’ Dalam Sholat

Sholat bukanlah sekadar sekumpulan gerakan fisik, akan tetapi adalah aktivitas fisik dan batin sekaligus. Sholat yang benar adalah sholat yang dipenuhi adab-adabnya. Adab fisik dalam sholat tidak lain adalah menunaikan gerakan-gerakan sholat dengan sempurna dan tumakninah. Adapun adab batin dalam sholat adalah menunaikannya dengan khusyuk. Kekhusyukan dalam sholat sangatlah penting. Allah SWT berfirman, “Dan tegakkanlah sholat untuk mengingat-Ku.” (QS Thaha: 14) Maksud ayat ini, mengingat Allah adalah kewajiban yang harus kita lakukan dalam sholat. Jika seseorang tidak khusyuk alias lalai dalam sholatnya, bagaimana ia mengingat Allah? Lanjut membaca

Kiat Mencintai Nabi SAW

Setiap orang beriman pasti ingin mencintai dan meneladani sang panutan yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Karena demikian itu adalah bagian dari keimanannya. Hal ini berdasarkan Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda dalam satu hadits: “Tidak sempurna keimanan setiap kalian sampai aku lebih kalian cintai daripada orang tua kalian, daripada anak kalian, dan daripada seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim). Untuk bisa benar-benar mencintai Nabi Muhammad SAW, bisa dilakukan hal-hal berikut ini: Lanjut membaca

Pandangan Mata

Mata adalah panglima hati. Hampir semua perasaan dan perilaku awalnya dipicu oleh pandangan mata. Bila dibiarkan mata memandang yang dibenci dan dilarang, maka pemiliknya berada di tepi jurang bahaya. Meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh ke dalam jurang. Demikian potongan nasihat Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya Ulumuddin. Beliau memberi wasiat agar tidak menganggap ringan masalah pandangan. Ia juga mengutip bunyi sebuah sya’ir, Semua peristiwa besar awalnya adalah mata. Lihatlah api besar yang awalnya berasal dari percikan api. Lanjut membaca