Menyikapi Musibah Dan Wabah Virus Corona

Saat ini keadaan masyarakat dunia sedang dihebohkan oleh musibah wabah Covid-19 atau Virus Corona yang penyebarannya sangat cepat, luas dan menjangkau hampir seluruh dunia. Sikap seorang muslim dalam menghadapi musibah, termasuk wabah virus corona, sesungguhnya telah diajarkan oleh Islam, baik itu dalam Al-Qur’an maupun Sunnah Rasulullah SAW, diantaranya adalah: Lanjut membaca

Menghidarkan Bencana

Manusia diciptakan tujuannya adalah untuk ibadah. Dan Allah menciptakan segalanya yang di dunia ini untuk manusia, agar digunakan untuk memudahkannya dalam beribadah. Tapi terkadang manusia lalai atas tujuan hidupnya. Manusia kemudian hidup menuruti hawa nafsunya dan kadang hidupnya jauh dari ibadah kepada Allah SWT. Sampai kemudian Allah memberikan teguran berupa musibah atau bencana agar manusia tersadar kembali akan tujuan hidupnya. Hampir semua manusia ingin hidup nyaman dan tenang serta jauh dari musibah dan bencana. Untuk menghndarkan dari musibah dan bencana berikut ini ikhtiar dan cara-caranya.   Lanjut membaca

Selalu Berhati-Hati

Lengah menjaga dan memperkuat iman berarti memudahkan syetan menguasai diri kita. Lengah mengingat Allah berarti melemahkan pertahanan diri dari serangan syetan. Lengah memadati waktu-demi waktu dengan amal shaleh berarti memudahkan diri terjerumus dalam tindakan salah atau sia-sia. Lengah mengendalikan diri dari penguasaan malas berbuat kebaikan berarti kemungkinan besar menyeret diri pada situasi yang berbuah penyesalan. Lengah membiarkan iman menurun drastis tanpa kesadaran dan perlawanan, adalah ancaman serius akan terjerumus pada su’ul khatimah! Lanjut membaca

Jangan Berdoa Yang Buruk

Dari Jabir bin Abdillah ra, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Janganlah kalian berdoa buruk untuk diri kalian. Janganlah kalian berdoa buruk untuk anak-anak kalian. Dan janganlah kalian berdoa buruk untuk harta kalian. Jangan sampai (saat berdoa buruk itu) kalian justru menepati suatu saat (mustajab) dimana begitu Allah diminta padanya dengan satu permintaan, Dia langsung mengabulkannya untuk kalian” (HR. Muslim). Dan menurut riwayat lain dalam Sunan Abu Dawud, ada tambahan: “Dan janganlah kalian berdoa buruk untuk pembantu-pembantu kalian”. Dari Ummu Salamah ra, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Janganlah pernah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali dengan doa yang baik saja. Karena malaikat itu mengaminkan doa (apapun) yang kalian panjatkan” (HR. Muslim). Lanjut membaca

Cara Bersyukur

Aisyah radhiyallahu ‘Anha merasa heran dengan qiyamul lail Rasulullah shallallahu ‘alaihis wasallam. Beliau melakukannya hingga kedua kaki beliau bengkak. Dengan nada takjub dan penuh tanda tanya, Aisyah berkata, “Engkau masih berbuat seperti ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa silammu dan dosa-dosamu pada masa mendatang.” Rasulullah SAW bersabda, “Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?” (HR Bukhari dan Muslim). Rasulullah SAW memahami syukur dengan ibadahnya yang luar biasa. Menurut beliau, syukur ialah upaya seluruh organ tubuh untuk mengerjakan apa saja yang diridhai oleh Sang pemberi nikmat yaitu Allah SWT. Lanjut membaca

Nasehat Ulama

Ada nasehat indah yang layak ditulis dengan tinta emas, dan menjadi renungan kita bersama. Al-Fudhail bin Iyadh pernah berkata kepada dirinya: “Wahai, kasihannya engkau. Engkau berbuat buruk, tetapi engkau merasa berbuat baik. Engkau tidak tahu, tetapi merasa tahu seperti ulama’. Engkau kikir, tetapi engkau merasa dermawan. Engkau pandir, tetapi merasa berakal (cerdas). Ajalmu pendek, namun angan-anganmu panjang. Beliaupun pernah berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 55 tahun, 60 tahun dan 70 tahun: Berarti  kamu sekarang  sedang berjalan menuju Rabbmu dan akan segera sampai. Karenanya, lakukan amal yang terbaik pada sisa usia senjamu, maka akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tetapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti akan dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus. Lanjut membaca

Kesenangan Dunia

Kenalilah hakekat dunia lebih dekat maka yang demikian itu akan mengarahkanmu pada sikap yang lebih bijak terhadap segala kenikmatan hidup. Memahami hakikat dunia melahirkan sikap tepat agar tidak tertipu oleh kehidupan dunia. Mengetahui posisi dunia akan mempermudah menguasainya dan terhindar dari perbudakannya. Manusia akan keliru bila dunia begitu didambakan sementara akhirat dilupakan. Sehingga akan selalu mengukur harga diri dengan tumpukan materi. Padahal kenikmatan itu tidak selalu mengiringi ketinggian nikmat dunia yang diraih. Karena kebahagiaan itu tidak ditentukan oleh melimpahnya harta benda. Lanjut membaca

Bersholawat Kepada Nabi

Mungkin ada yang bertanya, “Apa hubungan sholawat dengan penyucian hati?” “Apakah bisa sholawat menjadi obat dan penyejuk bagi hati manusia?” Terhadap pertanyaan semacam ini, saya ingin balik bertanya, “Apa yang Anda rasakan ketika Anda sedang mengucapkan sholawat?” Setiap kali kita mengucapkan sholawat untuk Nabi SAW, kita pasti ingat kepada beliau. Dengan mengingat beliau, pasti timbul rasa cinta yang bertambah kepada beliau. Ketika itulah, akan tumbuh pula dalam hati kita semangat untuk menghidupkan sunnah beliau dalam kehidupan. Lanjut membaca

Berdoalah

Kenapa kita perlu berdoa? Kita memang sangat perlu berdoa karena kita butuh Allah. Dan Allah SWT akan mengabulkan doa-doa kita, sebagaimana firman Allah yang artinya: ”Dan Tuhanmu berfirman berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghaafir: 60). Maha Suci Allah! Yang dengan Kemuliaan-Nya tanpa henti menjamin hidup manusia, dengan pemberian-Nya yang tak putus-putus dan memberikan semua permintaan dari berbagai kebutuhan hamba-Nya karena itu merupakan jaminan dari doa yang termasuk ibadah kepada-Nya . Lanjut membaca

Di Keheningan Malam

Tatkala malam menghitam kelam. Mereka bermunajat mengadu pada Ilahi. Sampai malam hilang menjelang. Sementara orang-orang tidur mendengkur, rasa takutnya kepada Allah menerbangkan tidur mereka. Maka bangkitlah mereka. Sementara, orang-orang yang merasa aman di dunia  Lenyap dalam mimpi-mimpinya” Demikian senandung jiwa Abdullah bin Mubarak. Malam nan hening, beningkan hati ketika kemesraan bersama-Nya. Kala dekat berdua, segala beban menjadi ringan. Segala kalut yang membalut hati jadi terbukalah. Segala harap dan asa yang terbendung, maka tak lagi tersandung. Duhai terasa segar dalam raga ada sinar memantapkan jiwa. Sayang, kenapa masih banyak hamba Allah yang melewatkan saat-saat indah ini? Lanjut membaca