Rahasia Shalat

Ada seorang lelaki kaya dan tanpan yang merayu seorang wanita yang sudah bersuami agar mau melakukan berzina dengannya. Segala tipu daya ia lakukan untuk meruntuhkan keteguhan iman sang wanita.. Ia adalah seorang istri yang taat kepada suaminya. Suaminya sendiri adalah seorang yang taat pula. Perihal rayuan lelaki itu ia adukan kepada suaminya. Sang suami menanggapi istrinya dengan tenang-tenang saja. Sang suami berkata kepada istrinya: ”Katakan kepada laki-laki itu bahwa engkau akan mau menuruti godaannya, yaitu berzina dengannya. Cuma, dia mesti memenuhi satu persyaratan dahulu”. Lanjut membaca

Cinta Nabi Kepada Umatnya

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maaf, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap  puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Lanjut membaca

Canda Ala Rasulullah SAW

Suatu hari ada seorang perempuan datang kepada Rasulullah shalallhu alaihi wasallam lalu berkata, “Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta”, katanya. “Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta”, kata Rasulullah saw. Kemudian perempuan itu menjawab “Ia tidak akan mampu menanggung berat tubuhku”,. “Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta”, kata Rasulullah lagi. “Ia tidak akan mampu”, tegas perempuan itu lagi. Para sahabat yang berada di situ berkata, “Bukankah unta itu juga anak unta?”. Perempuan itu tersenyum mendengarnya. Lanjut membaca

Bulan Al Qur’an

Begitu spesialnya bulan Ramadhan bagi generasi teladan kita, sehingga diriwayatkan bahwa, mereka telah menunggu-nunggu kedatangannya seraya berdoa semoga Allah mempertemukan mereka dengannya selama enam bulan sebelumnya. Lalu sejak Ramadhan sampai enam bulan berikutnya mereka berdoa lagi, semoga Allah berkenan menerima amal ibadah mereka selama Ramadhan. Imam Abdul Aziz bin Abu Dawud berkata: Aku mendapati mereka (para ulama salaf) bermujahadah sekuat-kuatnya dalam beramal saleh. Lalu setelah amal itu mereka tunaikan dengan sempurna, kegelisahanpun menyeruak di hati mereka: Adakah amal saleh mereka itu diterima oleh Allah ataukah tidak? Lanjut membaca

Ibunda Abu Hurairah

Ketika Abu Hurairah sudah masuk Islam, Ibunya masih belum masuk Islam. Tentu saja hal tersebut membuat sedih hatinya sehingga dia berusaha membujuk ibunya untuk masuk Islam. Tapi usaha Abu Hurairah belum menemui hasil. Berkali-kali Dia mengajak ibunya, tapi ibunya belum bersedia masuk Islam. Malah Dia menerima kata-kata yang tidak pantas yang keluar dari mulut ibu Abunya. Merasa usahanya sudah maksimal, Abu Hurairah mendatangi dan mengadu kepada Rasulullah SAW. Dia meninta agar Beliau berkenan mendoakan ibunya agar diberikan hidayah masuk Islam. Maka Rasulullah SAW kemudian berdoa: Wahai Allah, berilah hidayah kepada ibu Abu Hurairah. Lanjut membaca

Memberi Teladan

Pada suatu masa ketika perbudakan masih ada di masyarakat Islam, ada beberapa budak yang mendatangi seorang ulama. Mereka berkata dan menyampaikan permintaan, wahai Imam kami ini para budak ingin merdeka (bebas), tetapi kami belum mampu memerdekakan diri kami sendiri. Maka buatlah fatwa tentang keutamaan memerdekakan budak, agar orang-orang tergerak beramal untuk membebaskan kami. Maka sang Imam menjanjikan akan berfatwa kepada para budak tersebut. Gembiralah hati para budak tersebut mendengar jawaban sang imam yang dijadikan panutan di kota itu. Lanjut membaca

Lelaki Penghuni Surga

Sahabat Anas bin Malik ra. bercerita, suatu saat kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW kemudian Beliau bersabda: “akan berlalu seorang penghuni surga”. Saat itu juga muncul seorang sahabat Anshar. Keesokan hari Rasulullah SAW mengatakan hal yang sama, dan muncul juga orang yang sama. Dan di hari ketiga Rasulullah SAW juga mengatakan hal sama dan muncul juga orang yang sama.  Ketika Rasulullah SAW berlalu, sahabat Abdullah bin Umar ra. membututi orang itu dan berkata; “Bolehkan aku tinggal bersamamu selama tiga hari?” Sahabat Anshar tadi berkata: “SilahkanLanjut membaca

Yakin Kepada Allah

Seorang lelaki pernah bertanya kepada Sahabat Ibnu Abbas ra: Siapakah yang akan meng-hisab (mengadili) manusia pada hari Kiamat? Beliau menjawab: Allah. Lalu si lelakipun langsung berujar: Kalau begitu berarti kita selamat, demi Tuhan Pemilik Ka’bah! Kemudian di sebuah kesempatan dikatakan kepada seorang a’rabi (Arab badui): Kamu akan mati. Dia bertanya: lalu kemana (setelah mati)? Dijawab: ya kembali kepada Allah. Maka diapun berkata: Jika (selama ini) kita tidak mendapatkan kebaikan kecuali dari Allah Ta’ala. Lalu mengapa kita harus takut berjumpa dengan-Nya? Saat seorang pemuda sedang mendekati kematian, ibunya menangis. Maka diapun berkata: Ibu, seandainya proses hisabku (pengadilanku) ada di tangan Ibu, apakah gerangan yang hendak Ibu lakukan? Ibunya menjawab: Ya tentu saja aku akan mengasihimu. Maka si pemudapun langsung menimpali: Kalau begitu, tenanglah Ibu.. Karena Allah lebih mengasihiku daripada Ibu!

Lanjut membaca

Bersyukur

Nabi Musa alaihi salam memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa alaihi salam. Ia begitu miskinnya, pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin itu kemudian berkata kepada Nabi Musa, “Wahai Nabi Allah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini, agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya. Nabi Musa alaihi salam tersenyum dan berkata kepada orang itu, “Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah SWT. Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, “Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja”! Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Lanjut membaca

Zuhudnya Seorang Sahabat

Abdullah bin Umar atau biasa disebut Ibnu Umar adalah putra Khalifah Umar bin Khattab. Pada masa mudanya, Ibnu Umar mendapat pendidikan dari lingkungannya yang dipenuhi nuansa islami. Dia dididik oleh ayahnya yang disiplin dan taat kepada agama. Pada Perang Badar dan Uhud, Ibnu Umar belum ikut perang. Pada Perang Khandaq, Ibnu Umar ikut serta. Semenjak inilah Ibnu Umar ikut perang. Usia beliau waktu itu baru lima belas tahun. Ibnu Umar pada suatu malam yang sunyi bermimpi. Dalam mimpinya itu, dia duduk di masjid sedang mengerjakan shalat. Kemudian melihat ada yang turun mendekati dia untuk mengajak pergi ke suatu tempat yang indah pemandangannya. Lanjut membaca