Puasa Sunnah Sarana Raih Hidup Berkah

Saudaraku, Puasa sunnah adalah ibadah mulia yang sangat bermanfaat secara jasmani dan rohani. Puasa bisa berfungsi sebagai sarana detoksifikasi tubuh dan pikiran. Puasa bisa melejitkan peningkatan iman, meraih peluang istijabah do’a sepanjang hari. Puasa bisa menjadi sarana kemenangan terhadap nafsu, dan harus diarahkan untuk mengalahkannya. Saat puasa merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan amal sholeh, karena puasa sangat kondusif untuk khusyu’. Puasa bisa menjadi sarana memperindah akhlaq, karena puasa mendidik untuk jujur dan berlemah-lembut & berkasih sayang. Puasa itu meningkatkan kepekaan sosial dan kepedulian pada orang lemah, karena kita merasakan lapar mereka. Lanjut membaca

Menyesali Diri Sendiri

Saudaraku, banyak kelalaian yang kadang kita lakukan. Banyak waktu yang kadang kita sia-siakan. Banyak kesalahan yang kadang kita perbuat. Banyak dosa yang kadang kita anggap biasa. Banyak marah yang kadang tidak sepantasnya. Banyak makian yang kadang sungguh memalukan. Banyak gosip & ghibah yang kadang tidak terasa dilakukan. Banyak kedzhaliman yang kadang tidak disadari. Banyak kebodohan yang kadang tidak diakui. Banyak keangkuhan yang kadang diingkari. Banyak penyimpangan yang kadang dianggap benar. Banyak kehinaan yang kadang diyakini sebagai kemuliaan. Mari kita bercermin yang benar. Bercermin pada hati yang bening. Bercermin pada orang yang sholeh. Bercermin pada Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Sejarah salafus-sholeh. Lanjut membaca

Ada Problem, Istighfarlah

Saudaraku, Hidup & kehidupan ini tak pernah lepas dari problem. Semua orang pasti menghadapi problem. Karena problem itu adalah peluang penguatan jiwa. Problem itu ujian iman. Problem itu peluang menghapus dosa. Problem itu peluang amal yang berpahala, dan motivasi kreatifitas. Problem hidup & kehidupan ini adalah nasehat Allah agar hambaNya kembali ke JalanNya, dan meningkatkan pendekatan kepadaNya.

Disinilah substansi istighfar.Segera ucapkan :
أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم و أتوب إليه.

”Aku memohon ampunan Allah Yang Tiada Tuhan Selain Dia Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhlukNya, dan aku bertaubat kepadaNya”.

Istighfar ini sangat dianjurkan untuk kita jadikan sebagai wirid harian. Istighfar melapangkan dada dan juga melancarkan rezeki. Yaa Rahman, Karuniai kami ilham untuk selalu beristighfar kepadaMU.

(@msdrehem)

Masihkah Ada Takabur Di Hati

Saudaraku, Memandang rendah orang yang lebih miskin, itu Takabbur. Memandang rendah orang yang lebih bodoh, itu Takabbur. Memandang rendah bawahan, pembantu, murid, anak sendiri, itu Takabbur. Memandang rendah ahli dosa, itu Takabbur. Memandang diri sudah banyak beramal, itu Takabbur. Memandang diri suci dari dosa, itu Takabbur. Memandang diri tidak butuh nasihat, itu Takabbur. Memandang diri hebat, itu Takabbur.

Kita tidak tahu siapa yang lebih mulia di antara kita. Kita tidak tahu, kita ahli Syurga (Aamiiin), atau kita ahli Neraka (Na’udzubillah). Kita tidak tahu, mungkin orang yang biasa-biasa saja justru lebih mulia, dari pada kita. Kasihan orang berbangga dengan hartanya. Kasihan orang berbangga dengan keturunannya. Kasihan orang berbangga dengan jabatannya. Kasihan orang berbangga dengan ilmunya. Kasihan orang berbangga dengan ibadahnya.

Takabbur itu penyakit yang bisa mematikan iman. Takabbur sumber kebiasaan memaki, menghina orang lain. Takabbur sumber sifat dendam dan balas dendam. Takabbur sumber kemalasan beribadah dan beramal sholeh. Lanjut membaca

Waspada Dan Terus Berdoa

Saudaraku, kita semua tahu, bahaya ada dimana-mana. Musibah bisa datang secara tiba-tiba. Dosa-dosa selalu menghadang, menjaring dan siap menjerat. Musuh-musuh dan orang yang membebani setiap saat digoda syaitan untuk menyerang kita. Ketenangan, kedamaian, keamanan, keselamatan, kesejahteraan, kesehatan, bahkan kehidupan, setiap detik dapat berubah secara mendadak, menjadi sebaliknya. Hasbunallah wa ni’mal-wakiel. Lanjut membaca

Dekati Allah Saat Suka Dan Duka

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mendekatlah kepada Allah saat lapang, niscaya Allah membantu engkau saat sulit”. HR. At-Tirmidzi. Saat bahagia, senang, tertawa, adalah saat yang sewajibnya kita sempurnakan dengan dzikir dan doa yang panjang. Itulah wujud syukur. Itulah mujahadah taqarrub yang disenangi oleh Allah. Itulah bentuk kesetiaan kepada Allah. Banyak orang yang menjadikan doa hanya sebagai obat yang digunakan ketika sakit. Rajin berdoa ketika mengalami kesulitan dan penderitaan. Lalu pada saat senang dan bahagia, lupa berdzikir dan berdo’a. Memperbanyak pendekatan kepada Allah pada saat senang, akan menambah keyakinan dan optimisme dalam berdo’a saat dalam kesulitan, dan bahkan mempercepat ijabah insyaallah.

Syawal Yang Begitu Cepat

Saudaraku, hari-hari terakhir bulan Syawal adalah saat tepat untuk merenungi diri, menatap ulang planning bulan ini, menakar kesuksesan dan kegagalan. Tidak terasa, hampir satu bulan Ramadhan meninggalkan kita, Adakah semangat beribadah, ketaatan dan hobby beramal sholeh masih menyertai diri. Adakah sebagian kita larut dengan dosa maksiat, lalai dan malas beribadah serta beramal kebajikan? Lanjut membaca

Bahayanya Jiwa Yang Lemah

Saudaraku, Jiwa yang lemah sungguh sangat berbaya. Jiwa yang lemah biasanya malas beribadah. Jiwa yang lemah biasanya tidak merasakan nikmatnya dzikir & taat. Jiwa yang lemah biasanya berat & susah melaksanakan amal kebajikan. Jiwa yang lemah biasanya berprasangka buruk. Jiwa yang lemah biasanya mudah menghacurkan hubungan yang baik. Jiwa yang lemah biasanya pendendam. Jiwa yang lemah biasanya takabbur/sombong. Jiwa yang lemah biasanya cepat marah. Jiwa yang lemah biasanya bakhil/kikir. Jiwa yang lemah biasanya mudah berkhianat. Jiwa yang lemah biasanya penghibah. Lanjut membaca

Memberi Maaf Itu Surga

Saudaraku, memaafkan kesalahan orang lain, itu adalah sifat orang bertaqwa. Memaafkan kesalahan orang lain adalah bukti adanya kesucian hati & kekuatan jiwa. Memaafkan kesalahan orang lain, sebuah ikhtiar untuk mendapatkan ampunan Allah. Memaafkan kesalahan orang lain adalah jihadun-nafs untuk meraih sorga abadi. Memaafkan kesalahan orang lain sungguh membahagiakan dan menyehatkan. Memaafkan kesalahan orang lain bukan berarti itu sikap rela untuk dihina, dimaki, difitnah, disakiti, ditipu dan didzolimi. Lanjut membaca

Ayo Kita Peduli

Saudara-saudaraku, Iman itu menggerakkan untuk peduli kepada sesama. Semakin kuat iman, semakin kuat pula daya dorong untuk peduli kepada sesama. Karena salah satu substansi iman ialah cinta kepada sesama muslim. Sabda Rasulullah SAW : “Tidaklah beriman salah seorang kamu sampai ia mencintai saudaranya (sesama muslim) seperti ia mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari-Muslim). Cinta di hati mendorong untuk peduli. Kemudian rasa peduli itulah yang mendorong untuk berbagi. Kepedulian ini bukan hanya peduli karena kemiskinan dan penderitaan orang lain, tapi juga dan terutama karena: rendahnya iman mereka, lemahnya ibadah mereka, jauhnya akhlaq dan pemahaman keislaman mereka. Lanjut membaca