Memberi Maaf Itu Surga

Saudaraku, memaafkan kesalahan orang lain, itu adalah sifat orang bertaqwa. Memaafkan kesalahan orang lain adalah bukti adanya kesucian hati & kekuatan jiwa. Memaafkan kesalahan orang lain, sebuah ikhtiar untuk mendapatkan ampunan Allah. Memaafkan kesalahan orang lain adalah jihadun-nafs untuk meraih sorga abadi. Memaafkan kesalahan orang lain sungguh membahagiakan dan menyehatkan. Memaafkan kesalahan orang lain bukan berarti itu sikap rela untuk dihina, dimaki, difitnah, disakiti, ditipu dan didzolimi. Lanjut membaca

Ayo Kita Peduli

Saudara-saudaraku, Iman itu menggerakkan untuk peduli kepada sesama. Semakin kuat iman, semakin kuat pula daya dorong untuk peduli kepada sesama. Karena salah satu substansi iman ialah cinta kepada sesama muslim. Sabda Rasulullah SAW : “Tidaklah beriman salah seorang kamu sampai ia mencintai saudaranya (sesama muslim) seperti ia mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari-Muslim). Cinta di hati mendorong untuk peduli. Kemudian rasa peduli itulah yang mendorong untuk berbagi. Kepedulian ini bukan hanya peduli karena kemiskinan dan penderitaan orang lain, tapi juga dan terutama karena: rendahnya iman mereka, lemahnya ibadah mereka, jauhnya akhlaq dan pemahaman keislaman mereka. Lanjut membaca

Kuatkan Iman Dan Kesabaran

Saudaraku, cukup banyak musibah dan ujian yang Allah izinkan menimpa kita. Tidak ada cara paling jitu menghadapinya selain kita memperkuat iman dan kesabaran. Menguatkan iman berarti menambah ilmu Islam, meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, memperbanyak amal, dan menjauhi dosa. Menguatkan iman berarti menguatkan jiwa. Menguatkan iman bukan hanya berfungsi untuk meraih kebahagiaan saat ini, tapi juga berfungsi sebagai persiapan untuk menghadapi kenyataan hidup yang mungkin akan lebih banyak diwarnai kesulitan fisik dan penderitaan duniawi. Lanjut membaca

Berbagilah

Saudaraku, Islam adalah agama damai. Kedamaian tercipta karena kepedulian. Peduli berarti empati. Empati berarti merasakan penderitaan orang lain. Peduli diwujudkan dengan “berbagi”. Ya, berbagi kebaikan, berbagi senyum, berbagi salam, berbagi ilmu, berbagi fikiran, berbagi tenaga, berbagi rezeki, berbagi setia, berbagi jujur, berbagi akhlak mulia, berbagi solusi, berbagi motivasi, dan berbagi do’a. Sungguh indah hidup ini bila dijalani dengan berbagi. Krisis hidup bisa terjadi akibat tidak saling berbagi. Kekerasan bisa terjadi karena tidak berbagi. Kita bisa berdosa karena kita belum berbagi. Kemiskinan dan kebodohan bisa tetjadi karena kita juga belum bisa berbagi. Lanjut membaca

Sedih Karena Iman, Itulah Bahagia Sejati

Saudaraku, hal yang menyedihkan dalam hidup ini adalah banyaknya derita dan musibah. Derita dan musibah ada yang berwujud atau sifatnya imaniyah dan ada pula yang bersifat duniawiyah. Contoh derita atau musibah imaniyah adalah sedih karena terlambat shalat subuh. Sedih karena tidak membaca Al-Qur’an dalam sehari. Termasuk juga sedih ketika melihat anak anak yang malas mengerjakan shalat. Semakin tinggi sedih karena iman, niscaya semakin rendah sedih karena dunia. Tetapi jika sedih karena dunia tinggi, maka indikasi sedih karena iman adalah rendah. Sedih imaniyah itu membahagiakan, karena menguatkan jiwa dari semua kesedihan duniawiyah. Sedih imaniyah itu membahagiakan karena menggerakkan jiwa untuk meningkatkan iman, dalam menebus semua dosa dan kelalaian. Sedih imaniyah itu membahagiakan karena air mata iman mencuci hati, sehingga hati selalu suci cemerlang.

Ada Rindu Ramadhan Di Hati

Saudaraku, waktu terus bergulir, kehidupan berjalan, usiapun berkurang. Bulan mulia Ramadhan semakin dekat. Ada harap cemas menjelang bulan surga itu datang disela-sela kerinduan kepadanya. Ada do’a agar kita diperkenankan untuk menikmatinya. Ada persiapan untuk mengoptimalkan detik-detiknya. Ada usaha untuk menghadirkan suasananya pada saat ini. Sepertinya kita mulai lalai hadirkan suasana puasa, tahajjudnya. i’tikafnya, tilawah Qur’annya, dan khusyu’nya. Bila tak ada kerinduan kepada Ramadhan, itu indikasi hati yang sakit. Bila tidak ada upaya menghadirkan nuansa Ramadhan di hati, itu tanda hati yang kotor. Oleh karenanya perlu pembersihan, perlu terapi, perlu mujahadah. Karena randa dari iman efektif adalah cinta Ramadhan. Lanjut membaca

Hidup Ini Sangat Singkat

Saudaraku, merenungi peristiwa kematian yang terjadi setiap hari, terutama wafatnya orang-orang yang kita cintai, menyadarkan kita tentang betapa singkat hidup ini. Mereka yang telah mendahului kita, pernah muda, cerdas, gagah, cantik, ada yang pernah kaya, ada yang pernah menjadi pejabat, ada yang pernah bersama kita di masjid, ada yang pernah bersama kita di sekolah/di kampus/dan di tempat kerja. Mereka semua telah mendahului kita. Kita pun pasti akan menyusul. Mereka kembali kepada Allah melalui penyakit yang menahun, ada yang kembali secara mendadak, ada yang melalui kecelakaan, ada yang tenggelam, ada yang terbakar, ada yang dibunuh, dan berbagai penyebab lainnya. Lanjut membaca

Curhatlah Kepada Allah

Saudaraku, Allah pencipta dan penguasa hidup ini, senantiasa menguji iman untuk mendidik kita. Allah Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan do’a. Allah senang kalau kita mengadu kepada NYA. Allah cinta hambaNYA yang rajin meminta kepadaNYA. Mengadulah kepada Allah dengan penuh rasa harap. Memintalah kepadaNYA dengan bahasa apa saja. Rajinlah meminta kapan saja, sempurnakan cara meminta, sungguh-sungguhlah mengadu, rasakan kedekatan denganNYA, mintalah kebaikan selalu, perbanyak kepedulian kepada sesama, dan yakini ijabahNYA. Yaa Rahman, lindungi kami dari berbagai musibah yg menimpa kepada kami, karuniai kami kesabaran.

Menebar Benih Kebaikan

Saudaraku, Setiap detik dari kehidupan ini adalah peluang untuk beramal kebaikan. Setiap amal adalah benih yang seharusnya ditebar dengan baik, ia juga bibit yang ditanam dengan cara yang benar, lalu disiram, dipupuk, dipagari, dilindungi dari hama dan semua perusak tanaman. Amal-amal kita juga semestinya beragam. Ada amal ibadah mahdhah (ibadah wajib), ada amal nawafil (amal-amal sunnah), ada ibadah sosial, ada ibadah pendidikan, ada ibadah da’wah, ada ibadah seni, ada ibadah politik, ada ibadah ekonomi, ada ibadah rumah tangga, ada ibadah lingkungan, ada ibadah olah raga, ada ibadah kesehatan, ada ibadah hati, ada ibadah panca indera, ada ibadah akal, dan lain sebagainya. Lanjut membaca

Saatnya Merawat Jiwa

Saudaraku, sepertinya bercermin menjadi kebutuhan kita sehari-hari. Bercermin kita butuhkan untuk melihat secara seksama apa yang perlu kita bersihkan di wajah, apa yang perlu kita rapikan di pakaian. Sadarilah, Bercermin jiwa sungguh jauh lebih penting. Memperhatikan dengan teliti apa yang perlu dibersihkan dari jiwa, apa yang perlu dirapikan dalam jiwa, bahkan apa yang perlu diterapi dalam jiwa. Rasa sakit di fisik cepat terasa dan cepat diobati. Tapi gangguan penyakit di jiwa, kelemahan-kelemahan jiwa, kotoran-kotoran jiwa, tidak cepat diobati, bahkan tidak terasa. Inilah indikasi kelemahan iman. Lanjut membaca