Ibu Menyusui Mengganti Puasa Dengan Qadla Atau Fidyah?

Ditulis oleh • Mei 29th, 2019 • Kategori: Konsultasi Agama
  • Sumo

Assalamu’alaikum wr. wb. Saya seorang ibu menyusui. Kebetulan Ramadhan tahun lalu saya full tidak berpuasa dengan alasan izin suami yang mengkhawatirkan anaknya kekurangan nutrisi. Padahal usia anak saya pada Ramadhan tahun lalu sudah satu tahunan. Yang ingin saya tanyakan adalah Penggantian puasa yang harus saya lakukan sebaiknya dengan qadha atau fidyah mengingat puasa tinggal 2 hari lagi? Kalau dengan qadha bolehkah bayar qadha selepas puasa ramadhan tahun ini mengingat dari ramadhan kemarin ke ramadhan ini suami belum membolehkan diri untuk berpuasa.Atau kalau bayar fidyah masih bisakah? Atau bayar qadha juga tetap bayar fidyah juga di lakukan? 

Wa’alaikumussalaam wrwb.

Berkaitan dengan konskwensi seorang ibu yang sedang menyusui anaknya ketika tidak berpuasa Ramadhan dengan alasan khawatir dirinya dan anak yang disusuinya, ada perbedaan pendapat antara Ulama’ yaitu :

1. Imam Abu Hanifah, wajib untuk meng-qadha’/mengganti puasa yang ditinggalkannya, disaat tidak lagi menyusui, karena ibu tersebut disamakan dengan seorang sakit yang diharapkan akan sembuh, suatu saat tidak menyusui lagi dan tidak sakit lagi

2. Shahabat Ibnu Abbas dan Ibnu Umar: cukup dengan membayar fidyah saja, satu hari puasa ditinggalkan diganti dengan satu fidyah berupa makanan kepada seorang miskin

3. Mayoritas Ulama’ ( Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad ) wajib meng-qadha’ dan fidyah sekaligus

Dan dalam mensikapi perbedaan pendapat tersebut, maka anda bisa memilih salah satu pendapat dengan menyesuaikan dengan kondisi anda

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a’lam bishshawaab

Wassalaamu ‘aalaikum wrwb.

Agung Cahyadi, MA

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar