Kesenangan Dunia

Ditulis oleh • Jan 8th, 2020 • Kategori: Taujih
  • Sumo

Kenalilah hakekat dunia lebih dekat maka yang demikian itu akan mengarahkanmu pada sikap yang lebih bijak terhadap segala kenikmatan hidup. Memahami hakikat dunia melahirkan sikap tepat agar tidak tertipu oleh kehidupan dunia. Mengetahui posisi dunia akan mempermudah menguasainya dan terhindar dari perbudakannya. Manusia akan keliru bila dunia begitu didambakan sementara akhirat dilupakan. Sehingga akan selalu mengukur harga diri dengan tumpukan materi. Padahal kenikmatan itu tidak selalu mengiringi ketinggian nikmat dunia yang diraih. Karena kebahagiaan itu tidak ditentukan oleh melimpahnya harta benda.

Berhati-hatilah terhadap dunia! Sang Pencipta dunia yang meminta manusia mewaspadai tipu dayanya: “Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya”. (Ali ‘Imran: 185). Qatadah memberi komentar terhadap ayat tersebut: “Kesenangan dunia semestinya dijauhi karena ia tidak memberikan ketenteraman. Ia akan lenyap dari pemilknya. Oleh karena itu ambillah kesenangan dunia ini semata-mata karena ketaatan kepada Allah semampu kalian. Tiada sesembahan selain Allah dan tiada kekuatan kecuali dari-Nya”.

Kesenangan dunia akan menjadi tipuan bagi orang-orang yang menggantungkan harapan padanya sehingga ia terpedaya dan memuja-mujanya. Bahkan ia meyakini tiada kehidupan selain kehidupan dunia ini. Padahal kenikmatan dunia ini tak berharga, kecil, dan hina bila dibandingkan dengan kenikmatan akhirat. Seluruh kenikmatan dunia nilainya terkalahkan hanya oleh tempat cemeti di Surga. Subhanallah! Seperti yang djelaskan Rasulullah saw. “Dan sungguh! Barang seukuran busur salah seorang dari antara kalian atau tempatnya, yakni cambuknya, di Surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kuasailah dunia, jangan dikuasai dunia! Aturlah dunia, jangan diatur dunia! Dunia, jadikanlah alat untuk meraih kejayaan di sisi Allah, bukan malah kita diperalat oleh dunia sehingga semakin jauh dari tujuan akhirat. Karena itulah Rasulullah saw. membimbing kita supaya bersikap zuhud terhadap dunia!

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar