Menghilangkan Was-Was

Ditulis oleh • Jul 3rd, 2019 • Kategori: Konsultasi Agama
  • Sumo

Pertanyaan: Akhir akhir ini saya ditimpa was-was telah murtad (naudzubillah). Entah kenapa dihati selalu berbisik missal, saya telah keluar agama islam atau kalimat-kalimat yang mengandung tentang kekufuran. Dan saya juga selalu was-was apabila saya telah mengucapkannya dengan lisan. Apabila ada lintasan hati seperti itu saya selalu terfikir saya tadi mengucapkan apa ya? Apa saya tadi mengucapkan dengan lisan kalimat kekufuran? Bagaimana kalau saya telah mengucapkannya? Dan saya selalu bersyahadat entah itu bangun tidur atau dimanapun karena saya takut telah kufur (semoga Allah melindungi iman Islam saya). Saya harus bagaimana ustadz? Apakah sholat dan ibadah lainnya sah? Dan bagaimana dengan keislaman saya?

Jawaban: Saudaraku yang dirahmati Allah SWT. Semoga Anda selalu dijaga Allah Yang Maha Perkasa. Saudaraku, yang Anda alami ini adalah  bisian setan (was was) syetan. Yakinlah dengan firman Allah SWT dalam surah An Naas:Kemudian perkuat diri anda dengan memenuhi dan lakukan dengan sungguh-sungguh beberapa hal ini untuk menghilangkan pengaruh was-was yaitu:

 1, Tidak peduli

Obat yang paling mujarab untuk menghilangkan was-was adalah sikap tidak peduli. Tidak mengambil pusing setiap keraguan dari bisikan-bisikan yang muncul.

 2,  Bersikap kebalikannya

Bentuk tidak mempedulikan perasaan was-was dalam hati adalah dengan mengambil sikap kebalikannya.

Ini sebagaimana yang disarankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadis dari Abbad bin Tamim, dari pamannya, bahwa ada seseorang yang pernah mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang penyakit was-was yang dia alami. Dia dibayangi seolah-olah mengeluarkan kentut ketika shalat. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah dia membatalkan shalatnya, sampai dia mendengar suara kentut atau mencium baunya.” (HR. Bukhari 137 dan Muslim 361).

  1. Terus hadapi dengan shabar

Untuk bisa menghilangkan penyakit was-was ini, tidak mungkin hanya dilakukan sekali. Perlu banyak latihan dan bersabar untuk selalu cuek dengan keraguan yang muncul. Sampai gangguan itu betul-betul hilang.

Al-Iz bin Abdus Salam dan ulama lainnya juga menjelaskan sebagaimana yang telah aku sebutkan. Mereka menyatakan, “Obat penyakit was-was: hendaknya dia meyakini bahwa hal itu adalah godaan setan, dan dia yakin bahwa yang mendatangkan itu adalah iblis, dan dia sedang melawan iblis. Sehingga dia mendapatkan pahala orang yang berjihad. Karena dia sedang memerangi musuh Allah. Jika dia merasa ada keraguan, dia akan segera menghindarinya..”

Anda yang mengidap was-was sedang berada dalam ujian. Jika perjuangan melawan godaan ini disertai perasaan ikhlas karena Allah dan mencontoh sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti hadis di atas maka insyaaAllah nilainya pahala.

  1. Banyak berlindung dari godaan setan

Karena godaan ini bersumber dari setan, obat yang tidak kalah penting, banyak berlindung dari godaan setan. Dari sahabat Utsman bin Abul Ash, bahwa beliau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengadukan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalangi aku dengan shalatku (tidak bisa khusyu), dan bacaan shalatnya sampai keliru-keliru.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itulah setan, namanya Khanzab. Jika engkau merasa sedang digoda setan maka mintalah perlilndungan kepada Allah darinya, dan meludahlah ke arah kiri 3 kali.” (HR. Muslim 2203). Utsman mengatakan, ‘Aku pun melakukan saran beliau dan Allah menghilangkan gangguan itu dariku.’

Salah satu diantara usaha melindungi diri dari setan adalah merutinkan ibadah, membaca Al Quran dan dzikir pagi dan sore. Karena salah satu keutamaan merutinkan dzikir ini adalah perlindungan dari semua godaan setan.  Yakinlah segala cobaan bisa dilalui, segala rintangan mampu dilewati. Badai pasti berlalu. Semoga Anda selalu mendapat perlindungan Allah SWT. Wallahua’lam bishshowaab (Selamet Junaidi)

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar