Menikmati Beratnya Akhlaq Mulia

Ditulis oleh • Jan 30th, 2019 • Kategori: Kolom Ketua IKADI
  • Sumo

Saudaraku, tidak mudah sikap tawadhu’ di depan orang yang takabbur. Tapi ingat, sikap tawadhu’ itu mulia. Tidak mudah menghindari debat kusir di saat kita diajak berbantahan dalam keadaan kita yang benar. Tapi ingat, sikap itu mulia. Tidak mudah diam ketika kita difitnah, dighibah, disangka dengan sangkaan buruk. Tapi ingat, sikap diam itu mulia. Tidak mudah menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan dengan kita. Tapi ingat, silaturrahim itu mulia. Tidak mudah mendo’akan kebaikan orang yang marah kepada kita. Tapi ingat, mendo’akan kebaikan itu mulia. Tidak mudah mengamalkan akhlak mulia yang sering kita nasehatkan. Tapi ingat, mengamalkan akhlak mulia itulah kemuliaan.

Saudaraku , memang tidak mudah menjadi mulia dan menjaga kemuliaan karena Iman. Tapi ingat, kalau memilih yang mudah, itulah hawa nafsu dan mengikuti langkah syetan.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu mengkaruniakan kita kemulian iman.
Semoga bermanfaat, Barakallahu fiikum.

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar