Meniru Puasa Rasulullah SAW

Ditulis oleh • Mei 17th, 2018 • Kategori: Taujih
  • SumoMe

Alhamdulillah, kita sekarang sudah memasuki hari kedua bulan Ramadhan. Kemarin kita, terutama yang tidak pernah berpuasa sunnah, barangkali masih kaget karena seharian penuh tidak boleh makan atau minum. Badan pun akhirnya menjadi lemas dan walhasil kerja pun tidak semangat. Namun memasuki hari yang kedua ini, insyaallah badan kita sudah mampu beradaptasi sehingga tetap fit meski seharian tidak makan dan tidak minum. Bicara soal puasa, kita semua tentunya ingin agar puasa kita bisa istimewa dan benar-benar bermakna. Tidak sekadar tidak makan dan tidak minum. Lalu, bagaimana puasa yang istimewa itu? Rasanya, tidak ada contoh paling baik dan paling ideal untuk masalah ini kecuali Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sendiri. Bagaimana puasa beliau?

Puasa Rasulullah SAW adalah puasa yang bersifat total. Puasa beliau adalah puasa atas seluruh anggota tubuh tanpa kecuali. Jadi tidak hanya puasa perut (tidak makan, tidak minum) dan puasa kemaluan (tidak berhubungan suami isteri). Lebih dari itu, puasa beliau adalah puasa atas akal pikiran, perasaan, perut, kemaluan, mata, telinga, mulut, tangan, kaki dan segenap anggota tubuh yang lainnya. Oleh karena itu, tidaklah sempurna puasa orang yang masih suka menggunjing, mengumpat, berbohong, memfitnah, dan menyakiti orang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Barangsiapa berpuasa tetapi tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji, maka sekali-kali Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”

Memang benar yang membatalkan sahnya puasa itu hanyalah beberapa hal seperti makan, minum dan berhubungan suami isteri. Namun, siapa yang menjamin bahwa jika puasa kita sudah sah maka pahalanya juga akan sempurna? Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi pahala yang ia peroleh tidaklah sempurna, bahkan ia tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekadar rasa lapar dan rasa haus. Oleh karena itu, jika kita ingin mendapatkan kesempurnaan pahala puasa, marilah kita mempuasakan seluruh anggota tubuh kita. Marilah kita mempuasakan akal pikiran kita. Janganlah sekali-kali kita menggunakan akal pikiran kita untuk mengkreasi berbagai tipu muslihat, kelicikan dan kecurangan. Sebaliknya, marilah kita mempergunakannya untuk menciptakan berbagai kreasi cerdas yang bermanfaat bagi umat.

Demikian pula mata dan telinga kita yang merupakan jendela ilmu pengetahuan bagi kita. Marilah kita memanfaatkan keduanya hanya untuk yang baik-baik saja. Bagus sekali jika Ramadhan seperti ini adalah saat yang tepat untuk menebarkan nuansa islami dalam setiap sudut kehidupan kita. Kita bersyukur sekali datangnya Ramadhan seperti ini telah memberikan celupan suasana islami pada media-media massa yang kita tonton dan kita dengarkan. Media-media elektronik diramaikan dengan tayangan-tayangan islami. Demikian pula media-media cetak diramaikan dengan rubrik-rubrik yang membahas masalah-masalah keislaman dan berbagai hal seputar puasa. Semoga yang seperti ini bisa berlanjut, tidak hanya di bulan Ramadhan.

Pun demikian dengan mulut kita. Anggota tubuh kita yang satu ini meskipun mungil akan tetapi luar biasa. Kebaikan yang sangat banyak bisa tercipta dari mulut kita. Demikian pula, kerusakan yang sangat besar dan dahsyat juga bisa tercipta dari mulut kita. Karena itu, tidaklah mengherankan jika Rasulullah pernah bertanya kepada Mu’adz bin Jabal,”Maukah engkau kuberitahu kunci dari semua kebaikan?” Mu’adz menjawab,”Tentu saja, wahai Rasulullah.” Maka Rasulullah menunjuk lidahnya seraya bersabda,”Kendalikan ini!” Pada kesempatan yang lain Rasulullah pernah bersabda,”Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya ia berkata yang baik atau (jika tidak) hendaknya ia diam.”

Akhirnya kita semua berharap, dengan puasa total ala Rasulullah kita semua akan mendapati apa yang disabdakan oleh Rasulullah: “Barangsiapa berpuasa lalu ia tidak berkata-kata keji dan tidak mengumpat-umpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya sebagaimana seorang bayi keluar dari rahim ibunya.” Amin.

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar