Menunggu Datangnya Ramadhan

  • Sumo

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, menurut riwayat, sudah menunggu-nunggu dan bersiap-siap akan datangnya Ramadhan sejak enam bulan sebelum Ramadhan benar-benar tiba. Dan ketika sampai pada dua bulan menjelang Ramadhan, yakni ketika memasuki bulan Rajab, beliau berdoa,”Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban. Dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.” Begitulah Rasulullah, panutan kita, menyikapi bulan Ramadhan dengan penuh harap.

Mengapa bulan Ramadhan sangat ditunggu kehairannya? Apa yang istimewa dengan bulan tersebut? Setidaknya ada beberapa jawaban bagi pertanyaan tersebut. Pertama, Ramadhan adalah bulan yang benar-benar istimewa karena bulan tersebut adalah bulan khusus untuk puasa (syahrush shiyam). Dari dua belas bulan yang ada dalam penanggalan qamariyah (penanggalan hijriyah), Ramadhan adalah satu-satunya bulan yang khusus untuk puasa. Ibadah puasa pada bulan Ramadhan dimaksudkan sebagai sarana pembinaan (tarbiyah) bagi pribadi-pribadi mukmin agar menjadi orang-orang yang bertaqwa. Pembinaan ini meliputi segenap aspek kehidupan kita: fisik, intelektual, emosional, spiritual, moral, dan sosial. Dengan berpuasa tubuh kita insyaallah akan menjadi lebih sehat, sebagaimana hal ini telah diakui oleh para pakar kesehatan dan kedokteran. Selama bulan Ramadhan kita sangat dianjurkan untuk banyak-banyak membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Demikian pula kita bisa mengikuti berbagai pengajian keislaman di masjid-masjid bahkan di media-media massa. Ini akan menjadi menjadi pencerahan intelektual bagi kita semua.

Ketika berpuasa, kita diharuskan untuk pandai mengendalikan diri, tidak mudah mengumpat orang, marah-marah, apalagi menyakiti orang. Ini adalah pembinaan emosi bagi diri kita. Berbagai bentuk peribadatan (‘ubudiyah) banyak kita lakukan di bulan Ramadhan, seperti puasa itu sendiri, shalat malam, dzikir dan sebagainya. Ini akan mengasah kecerdasan spiritual kita. Demikian pula, moral kita akan terbina dengan ibadah puasa ini, karena selama puasa kita diharuskan berlaku jujur dan tidak berbohong. Tidak lupa, ibadah puasa Ramadhan juga akan mengasah kepekaan dan kepedulian sosial kita. Sebab, di bulan Ramadhan kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfaq dan bersedekah. Dan di akhir bulan Ramadhan, kita diwajibkan membayar zakat fitrah untuk kemudian diberikan kepada para fakir miskin yang membutuhkan.

Kedua, Ramadhan benar-benar istimewa karena pada bulan itulah Al-Qur’an diturunkan. Diriwayatkan bahwa Al-Qur’an telah diturunkan dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada bulan Ramadhan. Dan pertama kali Al-Qur’an diwahyukan kepada Rasulullah saw juga pada bulan Ramadhan. Bahkan pada setiap bulan Ramadhan, Rasulullah saw melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril. Tidaklah berlebihan jika kemudian Ramadhan dikatakan sebagai Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an).

Ketiga, Ramadhan sangat istimewa karena di bulan ini setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Sebetulnya tidak hanya di bulan Ramadhan Allah swt melipatgandakan pahala kebaikan. Setiap saat Allah swt senantiasa melipatgandakan pahala kebaikan. Hanya saja, di bulan Ramadhan Allah swt melipatgandakan pahala kebaikan menjadi berlipat-lipat lagi, lebih dari waktu-waktu diluar Ramadhan.

Keempat,  Ramadhan adalah bulan yang istimewa dengan infaq dan sedekahnya. Di bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk semakin memperbanyak infak dan sedekah kita, memberikan sebagian rizki kita kepada mereka yang membutuhkan. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa kedermawanan Rasulullah pada bulan Ramadhan melebihi hembusan angin yang sedang bertiup. Subhanallah! Selamat datang, Ramadhan. Marhaban ya Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.