Muliakan Diri Dengan Birrul Walidain

Ditulis oleh • Mar 9th, 2018 • Kategori: Kolom Ketua IKADI
  • SumoMe

Saudaraku, Ibu telah mengandung kita 9 bulan lebih. Ibu telah menyusui kita berbulan/bertahun. Ibu yg telah merawat kita sepenuh hati selama bertahun-tahun. Sementara Ayah telah bersusah payah mencari nafkah untuk kita. Ayah telah membiayai pendidikan kita selama bertahun-tahun. Ibu dan Ayah telah mencintai kita sepenuh jiwa raga mereka. Ibu dan Ayah selalu mendo’akan kebaikan untuk kita. Ibu dan Ayah selalu membalas kesalahan kita dengan kebaikan. Setelah kita dewasa dan mandiri, betapa sering kita melupakan Mereka berdua. Setelah kita berkeluarga, betapa sering kita mendahulukan keluarga daripada berbakti pada mereka berdua. Alangkah bodohnya kita. Alangkah takabburnya kita. Alangkah durhakanya kita. 

Ingat, Jika Ibu dan Ayah tidak memaafkan kita, sungguh tak ada keselamatan bagi kita. Jika Ibu dan Ayah tidak ridha pada kita, maka kebahagiaan apa yang kita harapkan? Boleh jadi banyak diantara kita rajin beribadah. Tapi semua ibadah ini sia-sia dimata Allah jika Ibu dan Ayah tidak senang pada kita. Kita sering dipuji sikap & akhlak kita oleh orang, tapi akhlak kita pd ibu dan ayah sangat jelek, Allah sangat murka karena hal tersebut. Saatnya kita datang bersimpuh di pangkuan Ibu dan Ayah, kita cium tangan dan kening mereka, kita juga memohon maaf atas segala salah dan khilaf. Saatnya pula kita memohon ridha mereka, agar kita bisa berbahagia dan sukses di dunia juga di akhirat.

Jika Ibu dan Ayah telah di alam baqa’, maka do’a kita untuk mereka berdua tiada boleh terputus. Silaturrahim pada keluarga dan sahabat mereka harus selalu dijaga keberlangsungannya. Laksanakan Ibadah Haji dan berwaqaf atas nama mereka berdua.  Seharusnya kita sadar bahwa dosa kita padanya adalah dosa kedua terbesar setelah Syirik Oleh karenanya bahagiakan mereka, rebut ridhonya, akui semua lelalaian dan salah selama ini, dan tebus semua itu dengan segala bakti sekuat kemampuan kita. Haqqul Yaqien Allah pasti meridhoi kita semua

Yaa Rahman Ampuni mereka berdua. Rahmati mereka berdua. Lapangkan alam kubur nya. Masukkan ke sorgaMU yaa Rabb..

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar