Tahun Baru Untuk Pembaruan Iman

Ditulis oleh • Sep 10th, 2018 • Kategori: Taujih
  • Sumo

Kita semua  akan segera memasuki tahun baru Hijriyah 1440. Mari kita memanfaatkan fenomena pergantian waktu: siang-malam, hari, pekan, bulan, tahun dan seterusnya, yang merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, untuk melakukan hal-hal yang semakin mendekatkan diri kita kepada Allah, seperti dengan banyak ber-tafakkur dan berdzikir mengingat muraqabatullah (pengawasan Allah) terhadap segala prilaku kita dalam hidup ini. Firman Allah SWT:  “ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran/kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal “ (QS. Ali Imran [3] : 190).

Pergantian tahun juga bisa dijadikan momen penting merenungkan apa-apa yang telah berlalu dalam hidup kita selama setahun ini. Tunjuannya minimal tiga: disatu sisi untuk kita syukuri, disisi lain untuk kita istighfari, dan disisi yang lainnya lagi untuk kita ambil ibrah dan pelajaran darinya bagi masa depan kita yang lebih baik. Ya, terhadap segala hal baik, positif dan konstruktif, serta beragam kenikmatan tak terhingga yang telah kita terima dan reguk dalam hidup selama setahun berlalu ini, semua itu wajib kita sykuri. Disertai harapan semoga Allah Ta’ala mempertahankannya dan bahkan menambah serta meningkatkannya bagi kita.

Sedangkan untuk segala hal buruk, negatif, destruktif, dosa dan kemaksiatan yang juga tak terhitung dalam kurun usia setahun yang lalu ini, maka kita wajib bertobat darinya dengan taubatan nashuha dan beristighfar atasnya dengan istighfar yang sejujur-jujurnya dan setulus-tulusnya. Disertai harapan semoga Allah Ta’ala menutup tahun ini bagi kita semua dengan penerimaan yang baik terhadap tobat dan istighfar kita, serta membuka lembaran tahun baru dengan taufiq perubahan dan perbaikan diri. Aamiin!

Adapun terhadap semua kondisi yang kita terima, hadapi dan alami, selama setahun berlalu ini, dan juga sebelumnya, yang merupakan dinamika hidup berupa: sukses dan gagal, untung dan rugi, sehat dan sakit, naik dan turun, diatas dan dibawah, bangun dan jatuh, dan seterusnya, maka mari kita bijak dan tepat dalam mengambil ibrah dan pelajaran sebanyak-banyaknya dari semuanya, untuk kepentingan dan kemaslahatan hidup kita di masa mendatang yang lebih baik, lebih positif, lebih konstruktif dan lebih gemilang!

Dengan berakhirnya tahun 1439 dan hadirnya tahun baru 1440, berarti telah bertambah satu tahun lagi dalam usia masing-masing kita. Dan sebagai kaum beriman, itu harus kita pahami dan sikapi sebagai bertambah banyaknya nikmat umur dalam hidup yang yang akan kita pertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah di akherat. Rasulullah SAW bersabda: “ Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba dari pengadilan Allah dihari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya, dihabiskan untuk apa, tentang ilmu pengetahuannya, apa yang telah diamalkan darinya, tentang hartanya dari mana  didapat dan untuk apa dibelanjakan, serta tentang raganya, untuk apa digunakan “ (HR. At-Tirmidzi).

Disisi lain bertambahnya umur juga berarti berkurangnya waktu dan kesempatan kita untuk beramal dan berkarya di dunia ini, sebagai investasi dan bekal bagi kehidupan akherat nanti, dan juga berarti waktu kita menjemput kematian yang pasti datang dan kembali ke haribaan Allah, telah semakin pendek dan dekat. Dan perenungan serta muhasabahnya disini adalah: Sudahkan kita benar-benar siap untuk menghadapinya?

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr [59]: 18).

Akhirnya, mari berazam bersama – dengan izin dan taufiq Allah – untuk menjadikan tahun baru 1440 Hijriyah, sebagai tahun pembaruan iman, ilmu, amal, moral dan mentalitas yang lebih syar’i dan islami. Juga mari bertekad bersama – dengan izin dan taufiq Allah – untuk menjadikan tahun baru ini, sebagai tahun perubahan positif dan konstruktif bagi diri masing-masing kita secara khusus, bagi keluarga kita, bagi masyarakat kita, bagi bangsa kita, dan lebih luas lagi bagi ummat kita dimanapun berada. Sehingga dengannya insya-allah bangsa kita akan tampil lebih terhormat dan bermartabat, serta ummat kita akan lebih eksis sebagai ummat yang berjaya! Semoga! Aamiin! (Ust. Ahmad Mudzoffar Jufri, MA)

Di-tag sebagai:

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar