Yang Paling Baik

Ditulis oleh • Jan 9th, 2020 • Kategori: Hikmah
  • Sumo

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Orang paling baik diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al-Bukhari). “Orang-orang paling baik diantara kalian adalah mereka yang paling baik akhlaknya” (HR. Al-Bukhari). “Orang paling baik adalah orang yang paling manfaat untuk orang lain” (HR. Ahmad). “Orang paling baik diantara kalian (para suami) adalah (suami) yang paling baik untuk keluarganya (istrinya)” (HR. Ibnu Hibban). “Orang paling baik adalah orang yang panjang usianya sekaligus baik amalnya. Sedangkan orang paling buruk adalah yang panjang umurnya namun buruk amalnya” (HR. At-Tirmidzi).

“Orang paling baik diantara kalian adalah orang yang bisa diharap kebaikannya dan dirasa aman dari keburukannya. Sedangkan orang paling buruk diantara kalian adalah orang yang tidak bisa diharap kebaikannya dan tidak dirasa aman dari keburukannya” (HR. At-Tirmidzi). “Sahabat yang paling baik disisi Allah adalah orang yang paling baik untuk sahabatnya. Dan tetangga yang paling baik disisi Allah dialah orang yang paling baik untuk tetangganya” (HR. Al-Bukhari di dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad). “Orang paling baik diantara kalian adalah orang yang memberi/berbagi makanan dan membalas salam” (HR. Ahmad). “Orang paling baik diantara kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar hutang” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

“Orang paling baik adalah pemilik hati yang tersapu bersih (makhmum) dan lesan yang jujur”. Para sahabat bertanya: Tentang lesan yang jujur, sudah kami tahu. Tapi apakah hati yang tersapu bersih (makhmum) itu? Beliau menjawab: “Yaitu hati yang bersih, bertaqwa, tiada dosa, kedzaliman, kebencian dan kedengkian disana” (HR. Ibnu Majah). “Orang-orang paling baik diantara kalian adalah mereka yang paling lentur pundaknya di dalam shalat” (HR. Abu Dawud). Maksudnya: yang memberi celah bagi jamaah lain agar mudah dan nyaman masuk ke dalam shaf. Dan lain-lain.

Semoga Allah memberi taufiq kepada kita sehingga bisa menjadi bagian dari mereka. Atau minimal termasuk dalam golongan orang yang mencintai mereka dengan harapan bisa bersama mereka, sesuai janji Sang Baginda Nabi SAW bahwa, seseorang itu akan bersama siapa yang dicintainya. Sahabat Anas bin Malik ra (perawi) berkata: Tidaklah kami para sahabat bergembira, sesudah kegembiraan karena hidayah Islam, melebihi kegembiraan kami atas sabda Nabi SAW waktu itu: “Engkau akan bersama siapa yang engkau cintai”. Dan aku (Anas) mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta Abu Bakar dan Umar. Dimana aku berharap bisa bersama mereka berkat cintaku terhadap mereka, meskipun aku tidak bisa beramal seperti amal mereka. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

(Ahmad Mudzoffar Jufri)

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar