Zuhudnya Seorang Sahabat

Ditulis oleh • Feb 12th, 2020 • Kategori: Kisah
  • Sumo

Abdullah bin Umar atau biasa disebut Ibnu Umar adalah putra Khalifah Umar bin Khattab. Pada masa mudanya, Ibnu Umar mendapat pendidikan dari lingkungannya yang dipenuhi nuansa islami. Dia dididik oleh ayahnya yang disiplin dan taat kepada agama. Pada Perang Badar dan Uhud, Ibnu Umar belum ikut perang. Pada Perang Khandaq, Ibnu Umar ikut serta. Semenjak inilah Ibnu Umar ikut perang. Usia beliau waktu itu baru lima belas tahun. Ibnu Umar pada suatu malam yang sunyi bermimpi. Dalam mimpinya itu, dia duduk di masjid sedang mengerjakan shalat. Kemudian melihat ada yang turun mendekati dia untuk mengajak pergi ke suatu tempat yang indah pemandangannya.

Lalu, Ibnu Umar menceritakan tentang mimpinya itu kepada saudaranya, yaitu Hafsah, istri Nabi saw. Sewaktu Nabi mendengarkannya, Nabi berkata, “Abdullah (bin Umar) adalah seorang anak yang cakap, sebaiknya ia setiap malam lebih banyak berdoa dan berzikir.” Ibnu Umar dengan perasaan senang dan ikhlas melaksanakan nasihat Nabi, beribadah sepanjang malam, istirahatnya berkurang. Pada waktu salat ia menangis.

Setelah Rasulullah saw. wafat, ia senantiasa ingat apa yang pernah ia alami selama bergaul dengan Nabi saw. Apabila membaca Al-Quran, dia sampai menangis. Demikian rasa takwa dan takutnya kepada Allah SWT. Dengan keakrabannya dengan Nabi saw, Ibnu Umar dapat menghayati ajaran Islam dengan sangat baik. Ibnu Umar pernah menjadi guru. Murid-muridnya datang dari berbagai tempat untuk belajar dan mendapat bimbingannya. Ibnu Umar juga sangat gemar mencontoh perilaku Nabi Muhammad saw. seperti dalam cara berpakaian, makan, minum, dan lain-lain.

Ketika wafatnya Utsman terjadi huru-hara. Para sahabat menginginkan Ibnu Umar menduduki jabatan khalifah, namun Ibnu Umar tidak menerima jabatan itu. Ibnu Umar ingin memperbanyak amal ibadah kepada Allah. Mengerjakan shalat malam tidak pernah lupa. Kain sajadah untuk sujud tetap terbentang dekat tempat tidurnya. Sebelum tidur, beliau salat terlebih dulu. Sejenak tidur, bangun lagi untuk mengambil air wudhu. Kemudian salat beberapa rakaat. Hampir setiap malamnya tidak kurang dari empat atau lima rakaat. Ibnu Umar wafat pada tahun 72 Hijriah, tepat pada usia 84 tahun.

Harap mencantumkan alamat website ini jika Anda menyalin tulisan ini.
Kirim email pada penulis ini | Lihat seluruh tulisan oleh

Beri komentar