Akhir Ramadhan Awal Ketaatan

  • Sumo

Saudaraku, Ramadhan saat ini berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, karena Ramadhan kali ini ditandai dengan terjadinya peperangan antara Iran, Israel dan Amerika Serikat yang hingga kini belum berakhir. Beruntung bagi kaum muslimin, dimana saat peperangan ini terjadi semuanya  sedang dikuatkan Allah secara maknawiyah dan maddiyah dengan ketaatan untuk berpuasa selama sebulan penuh, rutin  bertarawih, semangat tilawah dan rajin bersedekah.

InsyaAllah, kaum muslimin bisa melalui semua kesulitan dengan limpahan pertolongan dari Allah dan barokah Ramadhan yang pasti tetap bisa memfungsikan dirinya sebagai pencapai ketaqwaan, ditandai dengan semakin dekatnya hamba yang berpuasa pada Allah, semakin sehat dan semakin cerdas serta penuh kebijaksanaan. Perlu difahami dan disyukuri, bahwa ketaqwaan yang dipetik dari ritual Ramadhan, prosesnya terjalankan melalui :

  1. Atas nama iman pada Allah, terjadi optimalisasi kontrol diri (Self Control) sehingga tidak melakukan pembatalan puasa, dengan gampang berbuat dosa, selalu hati hati dalam bersikap, dan selalu jujur.
  2. Membuat obsesi pada kehidupan akhirat lebih dominan dari obsesi pada duniawiyah
  3. Kepekaan sosial memuncak yang salah satu sebabnya adalah munculnya semangat sholat dan tarawih di masjid, hingga rutinitas tersebut membuat sesama jamaah masjid  mudah saling peduli dan berinteraksi  dengan sangat erat.

Semoga ibadah Ramadhan  kita disukai dan diterima Allah, dengan indikasi bahwa kita tetap diberi kemampuan bahkan kemudahan melanjutkan rutinitas ibadah Ramadhan di luar bulan Ramadhan, seolah setiap bulan adalah selalu Ramadhan. Ya Rahman.., Perbaikilah akhir dari segela urusan kami, dan lindungi kami dari kehinaan di dunia dan siksaan akhirat.  (@msdrehem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses