Tinggalkan Keraguan

Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra, cucu dan kesayangan Rasulullah saw, ia berkata,” Aku menghafal pesan Rasulullah saw yang berbunyi ‘Tinggalkan perkara yang meragukanmu dan ambillah perkara yang tidak meragukanmu” (HR Nasai dan Tirmidzi. Imam Tirmidzi berkata,”Hadits hasan shahih.”). Hadits ini termasuk dalam apa yang disebut para ulama sebagai ‘jawami’ul kalim’ yaitu hadits-hadits yang lafadz-nya pendek namum memiliki arti dam makna yang sangat dalam dan luas sehingga menjadi landasan nilai dan moral dalam menyikapi berbagai persoalan. Lanjut membaca

Gerakkan Hati Untuk Selalu Ikhlas

Saudara-saudari sekalian, Ramadhan sudah meninggalkan kita, semoga Allah SWT menerima seluruh ibadah & amal sholeh. Nilai setiap amal itu sangat tergantung pada niat kita. Niat itu adalah kerja hati. Niat yang menjadi syarat diterimanya setiap amal ialah “Niat Ikhlas”., Yaitu keinginan untuk mendapatkan Ridha Allah. Karena itu, hati kita mesti bicara sebelum melakukan setiap pekerjaan, bahwa kita akan melakukan pekerjaan itu karena mengharapkan Ridha Allah. Tanpa ucapan hati seperti itu, amal kita sia-sia. Na’udzubillah. Ini memerlukan kesadaran, latihan dan pembiasaan secara berkesinambungan, walau sebenarnya kita sudah terlatih selama Ramadhan kemarin. Selamat berjuang untuk ikhlas selalu. Semoga Allah menerima semua ibadah & amal shaleh kita

Silaturrahim

Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, maka sambunglah silaturrahim. Demikian pesan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dalam hadits yang diriwiyatkan oleh Imam Bukhari. Dengan demikian orang yang senang bersilaturrahim mempunyai peluang yang banyak untuk dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya. Agar silaturrahim kita lebih bermakna dan barokah. Berikut ini disampaikan Adab-Adab dalam bersilaturrahim. Yang pertama adalah Niat ikhlas, Seseorang yang melakukan silaturahim hendaknya diniatkan untuk mencari Ridho Allah SWT semata. Karena hanya dengan keikhlasan tersebut, amal baik kita akan diterima. Lanjut membaca

Idul Fitri

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Laa ilaha illallah. Wallahu akbar. Allahu akbar. Wa lillahil hamd. Allahu Akbar adalah syi’ar kaum muslimin. Saat  memulai shalat lima waktunya, dalam setiap harinya, kita bertakbir minimal 5 kali. Saat  memanggil muslimin lainnya untuk menunaikan shalat lima waktu, dalam adzannya, sang mu’adzdzin juga mengumandangkan kalimat ini, kalimat Allahu Akbar, juga lima kali dalam sehari semalam. Saat shalat hendak ditegakkan, dalam iqamatnya, sang muqim juga mengumandangkan kalimat ini, juga 5 kali dalam sehari semalam. Dan saat kaum muslimin hendak menyembelih binatang sembelihan, diapun mengucapkan kalimat: bismillah wallahu akbar. Lanjut membaca

Sama Dengan Sepertiga Al Quran

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Qur’an surat Al Ikhlas yang artinya: Katakanlah : Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (1). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (2). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (4). – QS Al-Ikhlash: 1-4). Surat pendek ini menyamai sepertiga Al-Qur’an sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadits shahih. Hal ini tidak aneh jika kita tilik dari kandungannya. Lanjut membaca

Ramadhankan Dirimu

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Ramadhan. Sebentar lagi kita akan segera berpisah dengan Ramadhan. Selama sebulan penuh kita dilatih bagaimana mengekang hawa nafsu. Selama sebulan itu pula kita didorong untuk banyak melakukan berbagai ibadah dan ketaatan. Puasa setiap hari. Tarawih setiap malam. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Bersedekah dengan penuh semangat. Semuanya hanya untuk satu tujuan. Agar kita meraih kesempurnaan takwa. Lanjut membaca

Akhlaq Mulia

Saudara-saudari sekalian, Akhlak mulia refleksi iman. Akhlak mulia hasil ibadah. Akhlak mulia tanda hati suci. Akhlak mulia selalu memuliakan. Akhlak mulia memasukkan ke surga. Akhlak mulia ketinggian tanpa puncak. Orang mulia selalu mendaki ke akhlak mulia yang lebih tinggi. Orang mulia selalu berjuang mengurangi akhlak buruknya. Orang mulia selalu meluangkan waktu menasehati dirinya. Orang mulia tetap mulia pada saat menghadapi problem, penderitaan, kebencian, makian, penghinaan, fitnah, dan keburukan lainnya. Orang mulia dinilai dari ketenangannya, kelembutannya, sopan santunnya, penghargaannya, kedermawanannya, rendah hatinya, sifat pedulinya, sifat pemaafnya, sikap bijaknya, sifat wara’nya, sifat pemalunya, sifat beraninya, rasa tanggung jawabnya, sifat adilnya, tutup auratnya (bagi kaum perempuan). Orang mulia berpikir sebelum berbicara

Salon Ramadhan

Rasulullah saw bersabda; Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Seluruh perbuatan anak Adam menjadi haknya, kecuali puasa  adalah hak-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Karena itu apabila pada hari itu salah seorang diantara kamu berpuasa, maka janganlah dia beromong kotor dan jangan pula berbuat keributan. Kemudian jika dia dicaci oleh seseorang atau diganggu, maka katakanlah kepadanya: ’Sungguh aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim) Lanjut membaca

Tips Meraih Lailatul Qadar

Kita sudah akan memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan. Ini adalah malam-malam terbaik sepanjang tahun. Karenanya, pastikan kita telah siap untuk meningkatkan semangat ibadah kita, semoga Allah berkenan untuk memberikan kepada kita semua kemudahan dan taufiq-Nya mendapatkan LAILATUL QADR. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam mengoptimalkan ibadah: Lanjut membaca

Memaksimalkan Ibadah Di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Kita sudah memasuki di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Banyak yang menyebutkan bahwa sepuluh hari terakhir merupakan hari-hari dan malam-malam istimewa sepanjang tahun. Karena di siang hari kita berpuasa, dan di malam harinya ada satu malam yang disebut malam Lailatul Qadar. Beribadah di malam saat turunnya lailatul qadar sama pahalanya dengan pahala beribadah dalam seribu bulan.Sepuluh hari terakhir juga merupakan penentu dari amal-amal kita sebelumnya. Karena penentu dari setiap amal itu ada di penghujungnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya. (HR. Bukhari) Lanjut membaca