Hakekat Syukur Dan Sabar

Ungkapan rasa syukur yang dilakukan baginda Rasululah shalallahu ‘alaihi wasallam seperti yang diceritakan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘Anha yang merasa heran dengan qiyamul lail Beliau. Beliau melakukannya hingga kedua kaki beliau bengkak. Dengan nada takjub dan penuh tanda tanya, Aisyah berkata, “Engkau masih berbuat seperti ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa silammu dan dosa-dosamu pada masa mendatang.” Rasulullah SAW bersabda, “Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?” (HR Bukhari dan Muslim). Lanjut membaca

Bijak Menghadapi Orang Hasad

Saudaraku, Dimarahi atau dibentak tentu menyakitkan. Dimaki dan dihina pasti lebih menyakitkan. Ditipu, tentu menyakitkan. Digosip dan difitnah tentu lebih menyakitkan. Tetapi yang lebih menyakitkan dari semua itu adalah saat diiri atau dihasadi oleh orang dekat. Banyak orang bingung menghadapi orang yang iri hati sebab: Orang hasad kadang tiba-tiba tawar hati atau menunjukkan kekecewan, Orang hasad terkadang tiba-tiba marah besar karena hal-hal sepele. Tidak pernah menghargai apa yang kita lakukan, dan tidak juga berterima kasih atas kebaikan kita. Terkadang kebaikan kita dibalas dengan kejelekan. Bahkan terkadang ia menuduh kitalah yang hasad. Menghadapi orang hasad membutuhkan kekuatan jiwa dan sikap bijak

Yakin Dikabulkannya Doa

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. At-Tirmidzi). Dari Abdullah bin ‘Amru bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hati adalah ibarat bejana, dan sebagiannya lebih banyak menampung daripada sebagian yang lain. Wahai manusia, jika kalian memohon kepada Allah ‘azza wajalla, maka mohonlah kepada-Nya dengan keyakinan bahwa permohonan itu bakal dikabulkan. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mengabulkan do’a seorang hamba yang memanjatkannya dari hati yang lalai.” (HR. Ahmad). Lanjut membaca

Niat Bertaubat

Pada jaman dahulu ada seorang laki-laki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Kemudian orang tersebut mencari orang alim yang paling banyak ilmunya di muka bumi. Namun ia ditunjukan kepada seorang rahib (ahli ibadah yang tidak berilmu), dan ia pun langsung mendatanginya. Kepada rahib tersebut ia berterus terang bahwasanya ia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang dan apakah taubatnya itu akan diterima? Ternyata rahib itu malahan menjawab; ‘Tidak. Taubatmu tidak akan diterima. Lanjut membaca

Apakah Taubat Seseorang Yang Menghina Allah Akan Diterima?

Apakah taubat saya yang telah menghina Allah akan diterima? sebab saya setiap saat selalu berpikiran negatif tentang Allah, saya pun menyesali perbuatan saya dan saya memutuskan untuk sholat taubat. Saya menangis dan ketika berdo’a saya juga menangis. Saya banyak membaca artikel tentang dosa menghina Allah. tetapi itu membuat saya semakim takut. terkadang saya juga sering sekali berfikir “apakah aku sudah gila? kenapa aku menghina Allah?” dan saya benar-benar takut dengan azab dan siksaan Allah. saya takut akan hal yang saya perbuat di dunia akan sia-sia. hamba menangis. benar benar menangis. saya setiap malam juga membaca Al-Qur’an. tetapi setelah saya setiap saat selalu menghina Allah. saya menjadi takut. Bagaimana ya? saya sudah sholat taubat. Apakah akan diterima? Lanjut membaca

Memperbanyak Dzikrullah

Istilah Dzikrullah (berdzikir kepada Allah) memiliki dua makna, yang kedua-duanya diperintahkan untuk kita penuhi, yaitu: dzikrullah dengan arti: mengingat Allah, dan yang kedua: dzikrullah dengan makna: menyebut Allah melalui Nama-Nama dan Shifat-Shifat-Nya, serta bukti-bukti keagungan dan kemuliaan-Nya. Allah swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang” (QS. Al-Ahzaab: 41-42). Lanjut membaca

Mengenal Nabi Muhammad saw

Nabi Muhammad saw diutus sebagai penutup para nabi dan rasul. Risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw. mempunyai ciri-ciri yang khusus dibandingkan dengan para rasul sebelumnya. Ciri-ciri khusus itu adalah sebagai nabi penutup, penghapus risalah sebelumnya, membenarkan nabi sebelumnya, menyempurnakan risalah nabi sebelumnya, diperuntukkan untuk seluruh manusia, dan sebagai rahmat bagi semesta alam. Ciri-ciri ini dimiliki oleh Nabi Muhammad saw. dan tidak dimiliki oleh para rasul sebelumnya. Lanjut membaca

Nabi SAW Mencintai Kita Semua

Saudaraku, Nabi Muhammad SAW manusia termulia sepanjang sejarah, hingga dunia kiamat. Nabi Muhammad SAW memiliki semua kesempurnaan manusiawi yang ditetapkan oleh Allah sebagai teladan terbaik. Tak ada hati sesuci hati beliau. Tak ada akhlak seindah akhlak beliau. Tak ada pemimpin sebijak, seadil, dan sesempurna beliau. Beliau selalu menginginkan kebaikan untuk kita. Beliau sangat mencintai dan menyayangi kita. Beliau menyebut dan membanggakan kita yang beriman tanpa melihat beliau, sebagai saudara beliau. Beliau benar-benar menuntun hidup kita secara sangat rinci, setiap hari, mulai membuka mata, sampai menutup mata kembali. Beliau sangat ingin kita Bahagia, Mulia, Selamat di dunia & di akhirat.

Dibalik Musibah

Dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Shuhaib berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Perkara orang mukmin itu sungguh mengagumkan. Sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin. Bila beroleh kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.” (HR. Muslim). Lanjut membaca

Mengendalikan Hawa Nafsu

Berusaha agar tidak dikendalikan hawa nafsu membutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh. Perjuangan sungguh-sungguh itu disebut dengan mujahadah. Mengapa harus sungguh-sungguh mengendalikan hawa nafsu ini. Karena apabila dilakukan dengan semata untuk mencari ridho Allah, maka Allah telah berjanji akan menunjukkan jalan kebaikan baginya, Allah berfirman: “Dan orang-orang yang bermujahadah untuk (mencari keridhaan) Kami, benart-benar akan Kami tumjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Ankabut: 69) Lanjut membaca