Cara Manasik Haji

Kita sudah berada di bulan Dzulqa’dah. Umat Islam Indonesia yang telah terdaftar sebagai calon jamaah haji tahun ini, mulai diberangkatkan menuju tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Mereka secara bergelombang meninggalkan kampong halamannya di tanah air untuk memenuhi panggilan Ilahi melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima. Mereka menempuh perjalanan yang jauh untuk mendapatkan ridlo Ilahi dan haji mabrur. Lanjutkan membaca

Belajar Dari Ibadah Haji

Setiap ibadah yang Allah wajibkan senantiasa mengandung maslahat, hikmah dan pelajaran bagi kita ummat Islam, Hikmah dan maslahat terpenting yang diharapkan dari pelaksanaan ibadah-ibadah tersebut ialah lahirnya dan  terbentuknya akhlaq mulia dalam diri pelakunya yang kemudian diharapkan akan mengantarkannya untuk menjadi manusia bertaqwa, Allah swt berfirman: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa “ (QS. Al Baqarah: 21). Lanjutkan membaca

Bersegera Bertaubat

Menurut pengertian bahasa, kata At-taubah berarti ar-rujuu’ yang artinya kembali. Sedangkan menurut istilah kata taubat adalah kembali dari kondisi jauh dari Allah subhanahu wata’ala menuju kedekatan kepada Allah swt. Atau pengakuan atas dosa, penyesalan, berhenti, dan tekad untuk tidak mengulanginya kembali di waktu yang akan datang. Lanjutkan membaca

Menyambut Panggilan Haji

Sebentar lagi calon jamaah haji akan meningggalkan tanah air untuk melkasanakan ibadah di tanah suci Makkah dan sekitarnya. Kita bergembira dan bersyukur atas besarnya semangat dan antusiasme masyarakat muslim dalam menunaikan ibadah haji. Kita berdoa dan berharap semoga seluruh jamaah diberi kemudahan dan kelancaran untuk memperoleh haji mabrur, yang berbalas Surga. Tentu saja banyak sekali hikmah, ibrah dan pelajaran yang bisa kita petik dari perjalanan ibadah haji ini. Lanjutkan membaca

Menutup Aurat

Allah subhnahu wata’ala berfirman: “Hai anak Adam, kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu, dan untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang terbaik bagi kamu.” (Al-A’raf: 26). Agama Islam secara tegas telah menetapkan batas-batas penutupan aurat bagi laki-laki dan perempuan. Islam mewajibkan kaum lelaki menutup auratnya dengan pakaian yang sopan, diutamakan dari pusar hingga lutut, sedangkan bagi wanita, diwajibkan menutup seluruh anggota badannya, secuali wajah dan telapak tangannya. Lanjutkan membaca

Cinta Kebenaran Dan Kebaikan

Bertuk-bentuk cinta kebenaran adalah beriman yang benar kepada Allah sebagai Rabbul ‘alamin. Ini merupakan puncak tertinggi dari seluruh bentuk cinta kebenaran dan kebaikan. Karena Allah adalah Sumber dan Asal setiap kebenaran dan kebaikan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (QS. Al-Baqarah [2]: 147; dan lihat juga QS. Ali ‘Imran [3]: 60). Lanjutkan membaca

Penyebab Malas Ibadah

Dengan ibadah seorang muslim diharapkan menjadi manusia  yang mulia akhlaknya dan lurus prilakunya sebagai cerminan  ketakwaannya. Ibadah merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan Allah lewat pengontrolan diri dan rasa tunduk kepada-Nya, sehingga dia tetap ingat akan kedudukan dirinya sebagai hamba yang akan kembali kepada-Nya dan membutuhkan pertolongan-Nya. Firman Allah swt: Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan . (Al Fatihah 5). Lanjutkan membaca

Menghargai Waktu

Para salafus shalih dahulu berusaha mempergunakan waktunya semaksimal mungkin, dan berusaha untuk meningkatkan dari satu situasi ke siatuasi yang lebih baik.  Hari ni harus lebih baik dari kemarin. Dalam hal ini ada sebagian mereka yang mengatakan: “Barangsiapa yang hari ini seperti (sama)  kemarin  maka ia benar-benar tertipu,  Barangsiapa yang hari ini lebih jelek dari kemarirn berarti ia terlaknat.” Lanjutkan membaca

Mudah Tidak Mempersulit

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda “Sebaik-baik agama adalah adalah al-haniifiyyah as-samhah (kefitrahan/agama fitrah yang mudah dan memudahkan)” (lihat HR. Al-Bukhari dan Ahmad). Di Hadits lain belau bersabda: “Tidaklah sekali-kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diminta untuk memilih di antara dua perkara, melainkan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memilih yang lebih mudah di antara keduanya, selama hal itu bukan dosa” (lihat HR. Muttafaq ‘alaih). Lanjutkan membaca