Menjaga Adab Makan

Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Ibnu Majah dan Al Baihaqi meriwayatkan dari Anas r.a. bahwa ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Barang siapa menginginginkan agar Allah memperbanyak kebaikan rumahnya, maka hendaklah ia berwudhu ketika santapannya datang dan diangkat.” kemudian Membaca basmalah sebelum makan dan hamdalah sesudahnya. Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan dari Aisyah r.a. Ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala (basmalah). Dan apabila ia lupa menyebut nama Allah Ta’ala pada awalnya, maka hendaklah ia mengucapkan, ‘Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu (Dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan akhirnya).” Lanjut membaca

Menahan Marah

Dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah” (H.R. Malik). Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, yang membuat kita marah tapi kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat. Lanjut membaca

Tune Up Tahunan

Apakah Anda punya mobil atau sepeda motor? Jika punya, Anda pasti biasa membawanya ke bengkel secara rutin. Mungkin setiap bulan, setiap tiga bulan, atau setiap enam bulan, sesuai dengan kebutuhan. Di bengkel, kendaraan Anda diperiksa komponen-komponennya dan juga kinerjanya. Komponen yang rusak akan diganti. Mesin yang sudah tidak enak akan diperbaiki. Pekerjaan seperti ini biasa disebut oleh para montir bengkel sebagai tune-up. Lanjut membaca

Jalani Hidup Sewajarnya

Allah SWT berfirman : Sesungguhnya telah kami ciptakan segala sesuatu dengan takdir. (Q.S. Al Qamar: 49). Khalifah Umar bin Abdul Aziz radhiyallahu anhu  berkata: Allah akan memberi rahmat dan pertolongan kepada seseorang yang tahu akan ukuran kemampuan dirinya. Ini memberi nasihat agar kita bersifat tawadhu’, meskipun harus tetap berusaha untuk meningkatkan kemampuan kita masing masing untuk berbuat baik dan lebih baik lagi. Secara Sunnatullah Kemampuan setiap orang dan potensi yang dimiliki itu berbeda beda. Selain juga sudah di tentukan oleh Allah SWT, kita juga di perintahkan untuk memilih dan berusaha untuk mencapai kompetensi yang kuat dan lebih baik dalam berbagai hal yang kita mampu. Lanjut membaca

Sholat Khusyu’

Mempersiapkan kondisi batin (ruhiyah). Menghadirkan hati dalam shalat sejak mulai hingga akhir shalat. Berusaha memahami dan menghayati ayat dan do’a yang dibacanya. Merasakan haibah (keagungan) Allah ketika berada di hadapan-Nya, terutama saat sujud. Rasulullah bersabda, Dari Abu Huirairah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sedekat-dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia bersujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim) Lanjut membaca

Ujian, Musibah dan Adzab

Ujian atau bala’ adalah kenikmatan atau kesusahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya untuk mengujinya, apakah dia bersyukur atas ujian nikmat yang diberikan, atau dia bersabar atas kesusahan yang menimpanya. Dan dengan itu Allah akan angkat derajatnya. Ujian atau bala’ berat dan ringannya tergantung kwalitas pribadinya. Karena itu ujian yang paling berat diberikan kepada para nabi. Seorang Sahabat Nabi saw berkata, “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi) Lanjut membaca

Yang Merusak Hati

Seorang Ulama besar dari seorang Tabi’in, Imam Hasan Al Bashri rahimahullah berkata bahwa rusaknya hati itu muncul disebabkan karena enam perkara. Yang pertama, manusia yang terus berbuat dosa, tetapi mereka berharap untuk bertaubat kepada Allah SWT. Yang kedua yaitu mereka yang mempelajari Ilmu, tetapi mereka enggan mengamalkan ilmunya. Yang ketiga mereka yang beramal, tapi mereka tidak ikhlas dalam amalnya. Lanjut membaca

Infaq Dan Iman

Infaq adalah bagian yang tidak terpisahkan dari iman. Artinya bahwa salah satu bukti benarnya iman seseorang itu adalah meng-ifaqkan sebagian hartanya. Untuk itulah ketika Allah menjelaskan tentang orang-orang yang benar imannya salah satu buktinya adalah berjuang dengan hartanya. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar”. (QS. Al Hujurat: 15) Lanjut membaca

Menguatkan Persaudaraan

Ada beberapa cara agar rasa ukhuwah atau persaudaraan kita tetap kuat diantara sesama muslim. Diantaranya adalah: Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia, ya Rasullah.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.” Lanjut membaca

Mengatasi Marah

Renungkan dan camkanlah firman Allah dan beberapa pesan Rasul kita Muhammad saw berikut, barangkali bermanfaat bagi anda. Dalam Al Qur’an surat Ali Imron (3) ayat ke 134, disebutkan kareakter orang bertaqwa penghuni surga, yang diantaranya ialah ” … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain, Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan ” Rasulullah bersabda saw yang artinya “Bukanlah orang yang kuat itu yang menang dalam berkelai, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah” Rasulullah saw bersabda yang artinya “Janganlah marah, maka bagimu surga” Lanjut membaca