Manfaat Keikhlasan

Ikhlas adalah amalan hati, sehingga ikhlas tidaknya seseorang terletak dalam hatinya itu sendiri. Karena, hanya Allah dan dia sendiri yang bisa mengetahuinya. Keikhlasan adalah salah satu syarat diterimanya amal ibadah. Sebagaimana telah diketahui, bahwa amal ibadah seorang muslim akan diterima, apabila amal tersebut benar (sesuai tuntunan Rasulullah shalallahu ’alaihi wasallam), dan dikerjakan dengan niat untuk mencari ridha Allah (ikhlas). Allah berfirman yang artinya: ”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS Al Bayyinah: 5) Lanjut membaca

Mengenal Allah

Fitrah setiap manusia pasti merasakan keberadaan Allah. Indera dan akal juga mendukung fitrah tersebut. Bagaimana mungkin alam yang terbentang luas ini ada dengan sendirinya? Bagaimana mungkin alam semesta dengan segenap bagian-bagiannya sampai yang paling kecil sekalipun bisa eksis dalam keteraturan yang mencengangkan? Tidak bisa tidak, Allah pasti ada. Dan lebih dari sekadar ada, Allah pastilah Dzat yang Satu dan Maha Sempurna. Lanjut membaca

Esensi Hijrah

Momentum pergantian tahun hijriyah dari tahun 1442 ke tahun 1443, selalu mengingatkan kita ummat Islam pada peristiwa hijrah Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat muhajirin radhiyallahu ‘anhum dari kota Mekkan ke kota Madinah sekitar lima belas abad yang lalu. Peristiwa maha penting dalam sejarah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itulah yang menjadi dasar pijakan dibalik pemilihan nama kalender Islam tersebut Lanjut membaca

Bulan Muharram

Tahun baru Hijriyah diawali dengan bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), yang merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram.  firman Allah Ta’ala: ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. 9 : 36) Lanjut membaca

Perjalanan Haji

Perjalanan haji benar-benar perjalanan orang-orang terpuji. Mengapa demikian? Bekal yang mereka bawa sudah disterilkan dari barang-barang haram karena hati tidak akan sepakat jika menuju Rumah Allah dengan bekal dari hasil haram. Sangat tidak pantas tentu saja menghadap Allah dengan bekal dana korupsi, penipuan, atau perzinahan. Hal semacam ini tentu tidak akan dilakukan oleh seorang hamba yang tunduk merendah pada Allah Yang Maha Suci. Apakah keinginan meraih Surga dengan haji mabrur akan kita capai dengan dana hasil haram? Tentu tidak pantas dan juga tidak akan bisa! Lanjut membaca

Esensi Ibadah Qurban

Tanpa banyak disadari, ternyata selama ini telah terjadi pergeseran persepsi, pemahaman dan penyikapan dari banyak pihak umat Islam terhadap esensi syariah qurban, sehingga hampir menjadi sekadar momen berbagi dan sebatas sarana bersedekah daging. Meskipun dalam qurban terdapat aspek dan dimensi sosial dengan berbagi dan bersedekah, namun itu sama sekali bukanlah esensi dan substansinya. Esensi dan hakekat qurban pada setiap hari raya Idul Adha, justru terletak pada prosesi penyembelihan salah satu dari tiga jenis hewan ternak, sebagai sebuah ibadah ritual persembahan spesial, wujud penghambaan, wasilah (sarana) taqarrub (pendekatan diri) dan syiar deklarasi tauhid hanya kepada Allah Ta’ala. Lanjut membaca

Budaya Malu

Ketika Abu Qilabah keluar untuk sholat berjamaah, bertemu dengan Umar bin Abd Al Aziz yang juga sedang menuju masjid untuk jama’ah sholat ashar. Beliau kelihatan membawa secarik kertas, maka Abu Qilabah bertanya: Wahai Amirul mukminin, gerangan kertas apakah ini? Beliau menjawab ini adalah secarik kertas berisi sebuah hadits yang aku riwayatkan dari Aun bin Abdillah. Aku tertarik sekali dengan hadits ini maka aku tulis dalam secarik kertas ini dan sering aku bawa. Abu Qulabah berkata; ternyata di dalamnya tertera sebuah hadits sebagai berikut. Lanjut membaca

Bahayanya Hasad

Hasad atau dengki adalah perasaan tidak suka dengan nikmat yang telah Allah swt berikan kepada orang lain. Bukanlah definisi yang tepat untuk hasad adalah mengharapkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain, bahkan semata-mata merasa tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain itu juga sudah terhitung hasad, baik diiringi harapan agar nikmat tersebut hilang ataupun sekedar merasa tidak suka dengan keadaan tersebut. Lanjut membaca

Keutamaan Sholat Malam

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Qur’an yang artinya: “Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari“. (QS. Al-Insan: 26). Ayat ini merupakan ayat terakhir yang berbicara tentang perintah sholat malam, yang dikorelasikan oleh Imam Ibnu Katsir dengan surat Al-Isra’: 79, dan surat Al-Muzzammil: 1-4.  Perbedaanya ada pada redaksi sholat malam yang digunakan oleh ketiga ayat tersebut. Di surat Al- Isra’: 79 digunakan istilah ‘tahajjud’. Di surat Al-Muzzammil digunakan istilah qiyamul layl. Dan di surat Al-Insan: 26 diperintahkan dengan bahasa ‘Sujudlah’, yang dipahami oleh Imam As-Sa’di dengan makna sholat malam. Lanjut membaca

Idul Fitri

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Laa ilaha illallah. Wallahu akbar. Allahu akbar. Wa lillahil hamd. Allahu Akbar adalah syi’ar kaum muslimin. Saat  memulai shalat lima waktunya, dalam setiap harinya, kita bertakbir minimal 5 kali. Saat  memanggil muslimin lainnya untuk menunaikan shalat lima waktu, dalam adzannya, sang mu’adzdzin juga mengumandangkan kalimat ini, kalimat Allahu Akbar, juga lima kali dalam sehari semalam. Saat shalat hendak ditegakkan, dalam iqamatnya, sang muqim juga mengumandangkan kalimat ini, juga 5 kali dalam sehari semalam. Dan saat kaum muslimin hendak menyembelih binatang sembelihan, diapun mengucapkan kalimat: bismillah wallahu akbar. Lanjut membaca