Memiliki Rasa Malu

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika engkau tidak punya rasa malu, berbuatlah sesukamu” (HR. Bukhari). Rasulullah saw ingin mengajarkan bahwa malu merupakan salah satu prasyarat untuk ketakwaan, dalam artian ketika ingin melakukan suatu kesalahan atau maksiat dan perasaan malu ada dalam hati maka keinginan untuk melakukannya menjadi hilang. Lanjut membaca

Amal Kita Adalah Anugerah Allah

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah berdoa: “Segala puji bagi Allah, dengan kenikmatan-Nya akan sempurnalah banyak amal-amal sholeh (Alhamdulillah bini’matihi tatimmusholihaati).” Sangatlah tepat jika seseorang menasehati kita; “Janganlah bergembira karena ketaatanmu muncul dari dirimu. Namun bergembiralah karena ketaatan itu datang dari Allah swt sebagai anugerah kepadamu.” Lanjut membaca

Menjaga Orang Tua

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: sesungguhnya diantara dosa-dosa besar adalah seseorang melaknat kepada kepada kedua orang tuanya. ditanya Rasulullah: Ya Rasulullah SAW bagaimana bisa seseorang melaknat kedua orang tuanya? Rasulullah SAW menjawab: seseorang mencaci maki bapaknya orang lain, kemudian orang lain itu mencaci maki kepada bapaknya. dia mencaci maki ibunya orang lain, kemudian orang lain itu mencaci maki ibunya. (HR. Bukhori, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi) Lanjut membaca

Seputar Tahun Baru Hijriyah

Sekarang kita sedang berada di awal tahun baru 1444 Hijriyah. Khalifah Umar bin Al-Khaththab telah menetapkan hijrah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dari Mekkah ke Madinah sebagai tonggak ditetapkannya penanggalan umat Islam, yang karenanya disebut sebagai penanggalan Hijriyah. Jika tahun ini adalah tahun 1444 Hijriyah, itu artinya 1444 tahun telah berlalu semenjak hijrahnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Lanjut membaca

Pentingnya Berilmu

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dan barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya”. (HR. Muslim). Hadits ini menunjukkan keutamaan menuntut ilmu. Karena itulah, Allah swt mengajarkan agar kita banyak berdoa untuk ditambahkan ilmu. “Dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaha: 114). Lanjut membaca

Keutamaan Ibadah Haji

Pengertian Haji secara bahasa berarti menyengaja, dan menurut istilah syar’i berarti menyengaja mendatangi Baitullah untuk melakukan beberapa amal ibadah dengan tata cara tertentu dan dilaksanakan pada waktu tertentu dengan syarat-syarat tertentu. Haji merupakan salah satu dari rukun Islam. Rasulullah saw bersabda: “Islam itu dibangun diatas lima pilar: Kesaksian bahwa tiada Dzat yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Medirikan sholat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan berpuasa Ramadhan “(HR. Bukhori dan Muslim) Lanjut membaca

Nasihat Kematian

Kematian adalah akhir dari segala yang dinikmati dan diderita oleh setiap orang di dunia ini. Begitu seseorang didatangi oleh kematian, ia akan segera berpindah pada sebuah kehidupan baru, yaitu kehidupan alam kubur. Alam kubur inilah persinggahan sebelum memasuki kehidupan akhirat. Diceritakan dalam beberapa hadits keadaan seseorang ketika dijemput oleh kematian: Lanjut membaca

Menggapai Bahagia Dengan Berzakat

Kebahagiaan adalah idaman setiap orang. Namun betapa banyak orang yang salah dan bahkan tersesat dalam upaya mencari dan mendapatkan kebahagiaan. Sehingga tidak sedikit yang – setelah berbagai upaya yang sangat melelahkan – ternyata hanya memperoleh kebahagiaan semu belaka. Bagi orang mukmin, kebahagiaan yang dicari adalah kebahagiaan hakiki, kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan itu hanya bisa didapat melalui bermacam ragam ketaatan yang salah satunya adalah dengan menunaikan kewajiban zakat. Lanjut membaca

Bercermin Pada Ramadhan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Apabila bulan Ramadhan telah tiba, pintu-pintu surga akan dibuka selebar-lebarnya, pintu-pintu neraka akan ditutup serapat-rapatnya, dan syetan-syetan akan dibelenggu seerat-eratnya.” Hadits ini adalah hadits muttafaq ‘alaih yang merupakan hadits yang sangat kuat dan sangat bisa dipercaya. Penggal terakhir dari hadits diatas menyatakan dengan jelas bahwa selama bulan Ramadhan, syetan-syetan akan dibelenggu. Lanjut membaca