Berbahayanya Menuduh

Agama sangat menganjurkan untuk berbaik sangka kepada siapapun, dan mengajarkan untuk tidak berburuk sangka kepada orang lain. Berburuk sangka kepada sesama muslim dalam islam adalah perbuatan yang sangat tercela yang semestinya harus kita hindari. Apalagi sampai menuduhnya dengan sifat-sifat kafir, munafiq dan semisalnya. Banyak hadits hadits shahih yang melarang kita ummat Islam untuk menuduh orang lain dengan kekufuran, diantaranya: Lanjut membaca

Menikah Adalah Ibadah

Menikah adalah ibadah yang mulia, sebisa mungkin harus disegerakan manakala kesempatan itu telah ada. Rasulullah saw bersabda:  ‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).‘” (HR. Bukhari). Lanjut membaca

Ketika Kematian Datang

Bila kematian telah datang, maka tertutuplah segala pintu-pintu kebaikan. Jika kematian telah datang saatnya maka kesempatan untuk melakukan kebaikan telah hilang tanpa sisa. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah mengingatkan: “Ada tiga perkara yang mengiringi mayit (ketika dikuburkan): keluarganya, hartanya, dan amalannya. Dua hal kembali(tidak menyertainya), satu hal yang tetap bersamanya kembali keluarga dan hartanya dan tetap menyertainya amalannya.” (HR.Bukhari dan Muslim). Lanjut membaca

Jangan Acuh Pada Kemungkaran

Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu berkata,”Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,’Barangsiapa diantara kalian melihat kemunkaran hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; bila ia tidak mampu maka dengan lisannya; dan bila masih tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.” (HR Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasaa-i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban) Lanjut membaca

Bagaimana Mencintai Rasulullah

Kajian hadits kali ini mengingatkan kita akan pentingnya meluruskan keimanan agar kita memiliki daya tahan yang memadai dalam menghadapi gelombang besar arus kehidupan dan juga dalam mendakwahkan agama Islam di dunia ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Tidaklah beriman seseorang sehingga ia mencintaiku lebih dari keluarganya, hartanya dan siapapun juga.” Dalam riwayat lain: “lebih dari anaknya, orangtuanya dan siapapun juga”. (HR. Muslim) Lanjut membaca

Kemukjizatan Al Qur’an

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Dan tiadalah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah (Al Quran) dan mempelajarinya, kecuali akan dikelilingi Malaikat, dianugrahi ketenangan, diliputi rahmat dan disebut-sebut Allah dihadapan mahluk yang dekat kepada-Nya (HR. Muslim, Ashabus Sunan, Ibnu Hibban dan Al Hakim). Lanjut membaca

Bukti-Bukti Keimanan

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah swt dan hari akhir, hendaknya ia berkata-kata yang baik atau diam. Barangsiapa beriman kepada Allah swt dan hari akhir hendaknya ia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah swt dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya.”  (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Lanjut membaca

Agar Dicintai Allah

Abu Abbas Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi ra, berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shalallahu alaihi wassallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah tunjukkan kepadaku suatu amalan yang apabila kulakukan, aku akan dicintai Allah dan dicintai manusia.’ Rasulullah saw bersabda, ‘Zuhudlah terhadap dunia pasti Allah mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia, pasti manusiapun mencintaimu’.” ( HR. Ibnu Majah dan yang lain. Hadits ini hasan) Lanjut membaca

Jauhi Ghibah

Ghibah atau nenggunjing keburukan orang lain adalah perbuatan dosa yang diharamkan dan berisiko mendapat siksa yang berat. Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan tentang hal tersebut ketika ditanya oleh seseorang sahabat. “Ghibah itu lebih berat dari pada zina, bagaimana bisa?”, tanya sahabat. Rasulullah menjelaskan, “Seseorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung terima tobatnya. Namun pelaku ghibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang ghibahnya” (HR At Thabrani). Lanjut membaca