Menjauhi Dosa

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :  “Jauhilah kalian tujuh dosa besar; syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan cara yang benar, memakan harta anak yatim, memakan harta riba, lari dari medan perang, menuduh berzina terhadap wanita yang suci” (HR. Muttafaqun alaih). Hadits ini mengisyaratkan kepada kita wasiat Rasulullah saw dan taujihnya dalam mensikapi kehidupan yang serba komplek dengan membentuknya menjadi sebuah kehidupan yang indah dan bahagia; baik kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat. Lanjut membaca

Bersikap Kejujuran

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya sifat jujur itu membimbing kepada kebajikan, dan kebajikan itu membimbing ke Surga. Sungguh seseorang yang selalu jujur akan dicatat disisi Allah sebagai ahli jujur (shiddiq). Dan sesungguhnya sifat dusta itu membawa kepada kejahatan, dan kejahatan itu membawa ke Neraka. Sungguh seseorang yang senantiasa berdusta itu akan dicatat disisi Allah sebagai ahli dusta (kadzdzab)” (HR. Muttafaq ‘alaih). Lanjut membaca

Sebab Dikabulkannya Doa

Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman yang artinya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mukmin: 60). Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad: Dari Abu Hurairoh ra, Rosulullah SAW bersabda: “ Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah akan marah kepadanya. (HR. Ahmad) Pentingnya untuk berdoa karena ia sebut juga sebagai ibadah. Dari Nu’man din Basyir ra. Rosulullah bersabda: “Sesungguhnya doa adalah ibadah”. Lalu nabi membaca firman Allah: “Dan Berkatalah Tuhan kalian: ”Berdoalah kepadaku, Aku akan kabulkan doa kalian. ( seperti dalam Al Quran surat Al Mukmin :60). Lanjut membaca

Kejujuran

Dari Abi Khalid Hakim bin Khizam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: ” Dua orang yang sedang melakukan transaksi jual beli itu boleh memilih iya atau tidak dalam jual belinya selama belum berpisah, jika keduanya sama sama jujur dan sama sama berterus terang,  maka keduanya akan mendapatkan berkah dalam jual belinya,  akan tetapi jika keduanya saling menyembunyikan dan sama sama berbohong maka akan dihapus keberkahan jual belinya “ (HR. Muttafaqun ‘alaihi) Lanjut membaca

Pemutus Kesenangan Dunia

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus segala kesenangan (yakni) maut.”  (HR. At-Tirmidzi dan Nasai). Rasulullah saw. yang teramat sayang kepada ummatnya memberikan bimbingan, bukan sekedar mengingat mati, tetapi memperbanyak ingat mati. Ini menunjukkan bukan sekedar penting atau berharga namun sangat penting atau teramat berharganya mengingat  kematian itu.  Mengapa demikian? Bukankah kematian merupakan saat yang paling menentukan sejauh mana kwalitas manusia itu? Lanjut membaca

Pentingnya Nasehat

Pada dasarnya manusia senantiasa membutuhkan nasehat serta arahan agar hidupnya lebih baik dari waktu ke waktu. Apalagi, manusia memiliki sifat lemah dan suka lupa. Pepatah arab mengatakan: ”Manusia disebut demikian (insan) karena ia berpotensi lupa (nisyan)”. Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui akan kelemahan dan kelebihan yang ada pada diri hamba-Nya. Oleh karenanya Allah menurunkan Islam sebagai nasehat bagi siapapun yang menginginkan kebahagiaan yang hakiki. Siapapun yang meyakini, memahami, menjalankan dan berkomitmen pada nilai, ajaran dan nasehat Islam, ia pasti akan menggapai kebahagiaan itu. Lanjut membaca

Jangan Suka Menunda

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah Saw pernah memegang bahuku sambil bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia seolah-olah orang asing atau pengembara’. Ibnu Umar berkata, ‘Kalau datang waktu sore jangan menanti waktu pagi. Kalau tiba waktu pagi jangan menanti waktu sore. Gunakan sebaik-baiknya sehatmu untuk waktu sakitmu dan masa hidupmu untuk waktu matimu. (HR. Bukhari).

Imam Nawawi menyebutkan hadits ini dalam rangkaian hadits Arba’in, karena menyimpan makna dan pesan yang sangat penting, utamanya bagi seorang muslim. Pesan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam kepada Ibnu Umar ra ini bukanlah termasuk nasihat khusus, tetapi merupakan pesan umum yang berlaku bagi siapapun dan  seyogyanya kita pahami sebagai arahan dan petunjuk yang akan meningkatkan kualitas dan produktivitas hidup kita. Lanjut membaca

Akhlaq Mulia

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Mukmin yang paling baik imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, dan Darimi). Hadits ini menegaskan tentang pentingnya akhlaq dalam Islam. Selaras dengan hadits ini, Rasulullah saw bersabda: “Tiada sesuatu pun yang lebih memberatkan timbangan seorang hamba mukmin pada hari kiamat dari akhlaq yang mulia.” (HR. At-Timidzi). Adapun akhlaq dalam Islam sangat luas cakupannya, mencakup akhlaq terhadap orang lain dan akhlaq terhadap lingkungan binatang, tumbuh-tumbuhan, dan alam pada umumnya. Lanjut membaca

Doa Buruk

Dari Jabir bin Abdillah ra, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Janganlah kalian berdoa buruk untuk diri kalian. Janganlah kalian berdoa buruk untuk anak-anak kalian. Dan janganlah kalian berdoa buruk untuk harta kalian. Jangan sampai (saat berdoa buruk itu) kalian justru menepati suatu saat (mustajab) dimana begitu Allah diminta padanya dengan satu permintaan, Dia langsung mengabulkannya untuk kalian” (HR. Muslim). Dan menurut riwayat lain dalam Sunan Abu Dawud, ada tambahan: “Dan janganlah kalian berdoa buruk untuk pembantu-pembantu kalian”. Lanjut membaca

Puasa Di Bulan Syawal

Mengapa kita baru saja selesai puasa di bulan Ramadhan selama tigapuluh hari penuh di bulan Ramadhan, kemudian dianjurkan untuk berpuasa lagi selama enam hari di bulan Syawal.  Karena prinsip ibadah itu bersifat kontinyu sepanjang kehidupan. Sehingga sudah selayaknya  untuk menyempurnakan dan melengkapi ibadah wajib maka dibarengi dengan ibadah yang sunnah sunnah. Itu salah satu makna yang terkandung di dalam firman Allah SWT: “Ketika kamu telah selesai (hai Muhammad) berbuat yang wajib,  maka kuatkanlah olehmu dengan amal amal yang sunnah,  dan hanya kepada Tuhanku maka bersenanglah untuk menggapai pahala dan ridhoNya (QS. Al insyirah: 7-8) Lanjut membaca