Mengapa Harus Ikhlas

Keihklasan sangat penting dan menentukan dalam ibadah. Kata ikhlas menurut bahasa artinya murni, tidak bercampur dengan yang lainnya. Adapun menurut peristilahan, ikhlas artinya melakukan amalan dengan memurnikan maksud kita hanya untuk Allah Ta’ala, bukan dengan maksud agar mendapatkan pujian atau balasan dari manusia. Terkait keikhlasan ini, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Lanjut membaca

Zuhud Terhadap Dunia

Abu Abbas Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi ra, berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah tunjukkan kepadaku suatu amalan yang apabila kulakukan, aku akan dicintai Allah dan dicintai manusia.’ Rasulullah saw bersabda, ‘Zuhudlah terhadap dunia pasti Allah mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia, pasti manusiapun mencintaimu’.” ( HR. Ibnu Majah dan yang lain. Hadits ini hasan) Lanjut membaca

Memilih Teman

Berbagai manfaat atau akibat yang akan kita dapatkan saat kita berteman. Beliau saw menjelaskan: ”Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberikan hadiah minyak wangi kepadamu, atau engkau akan membeli minyak wangi darinya, atau setidak-tidaknya engkau akan mendapatkan bau semerbak wangi (dari minyak wangi yang ia jual). Adapun bersama tukang pandai besi, engkau bisa terbakar karena apinya, atau jika tidak engkau pasti akan mendapati bau angus.” (HR. Bukhari dan Muslim) Lanjut membaca

Pentingnya Akhlaq Dalam Islam

Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah swt dan hari akhir, hendaknya ia berkata-kata yang baik atau diam. Barangsiapa beriman kepada Allah swt dan hari akhir hendaknya ia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah swt dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya.”  (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Hadits ini menegaskan tentang pentingnya akhlaq dalam Islam. Rasulullah saw juga bersabda: “Tiada sesuatu pun yang lebih memberatkan timbangan seorang hamba mukmin pada hari kiamat dari akhlaq  yang mulia.” (HR. At-Timidzi) Lanjut membaca

Manfaat Berdzikir

Semua orang menginginkan ketenangan jiwa, ketentraman dan kesejahteraan hidup. Dalam Islam diajarkan cara untuk meraih ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan hidup adalah dengan beriman Kepada Allah swt. Kemudian rasa iman itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan dan ucapan. Dan wujud dari iman melalui ucapan adalah dengan selalu berdzikir kepada Allah, mengingatNya di setiap saat dan tempat. Demikian orang-orang beriman memperoleh ketenangan dan ketentraman. Lanjut membaca

Yakin Dikabulkannya Doa

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. At-Tirmidzi). Dari Abdullah bin ‘Amru bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hati adalah ibarat bejana, dan sebagiannya lebih banyak menampung daripada sebagian yang lain. Wahai manusia, jika kalian memohon kepada Allah ‘azza wajalla, maka mohonlah kepada-Nya dengan keyakinan bahwa permohonan itu bakal dikabulkan. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mengabulkan do’a seorang hamba yang memanjatkannya dari hati yang lalai.” (HR. Ahmad). Lanjut membaca

Dibalik Musibah

Dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Shuhaib berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Perkara orang mukmin itu sungguh mengagumkan. Sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin. Bila beroleh kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.” (HR. Muslim). Lanjut membaca

Ikhlas Dalam Beramal

Dari Umar bin Khattab dia berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “(Nilai) amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang akan memperoleh (balasan amal) berdasarkan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka berarti hijrahnya (bernilai sebagai hijrah)  karena Allah  dan Rasul-Nya. Tetapi barangsiapa hijrahnya karena kepentingan duniawi yang hendak ia raih, atau wanita yang hendak ia nikahi, maka nilai hijrahnyaya  hanya sesuai dengan niat hijrahnya itu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Lanjut membaca

Sifat Lembut Dan Halus

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha (yang artinya): “Hendaklah kamu bersikap lemah lembut, karena sikap lemah lembut itu tidak ada pada sesuatu, kecuali akan membuatnya indah, dan tidak hilang dari sesuatu, kecuali akan membuatnya jelek” (HR. Muslim). Sifat lemah lembut dan halus adalah salah satu sifat dan akhlaq yang sangat menonjol pada diri pribadi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Banyak sekali contoh dan teladan puncak tentang sifat dan akhlaq mulia ini di dalam sirah beliau. Lanjut membaca

Menggapai Derajat Kekasih Allah

Dari Abu Hurairah ra, berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah Swt telah berfirman, “Barangsiapa memusuhi orang yang setia kepada-Ku (kekasih-Ku), sungguh Aku telah menyatakan perang terhadapnya, dan tidaklah seseorang bertaqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai daripada hal-hal yang telah Aku fardhukan. Dan tidaklah seseorang hamba terus menerus bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku telah mencintainya, jadilah Aku pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar dan penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat dan tangannya yang ia gunakan untuk berjuang dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta kepada-Ku pasti Aku akan memberinya, dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Aku memberinya perlindungan.” (HR. Imam Bukhari) Lanjut membaca