Kekuatan Keikhlasan

Dikisahkan ada seorang laki-laki ahli ibadah di zaman dahulu kala. Ketika ia mengetahui bahwa di desanya atau desa sebelah terdapat sebuah pohon yang dikeramatkan dan disembah oleh warga, iapun bergegas untuk menebang pohon tersebut, dengan niat ikhlas karena Allah. Di terngah jalan menuju pohon tersebut, ia dihadang oleh syetan/jin yang menyamar sebagai seorang laki-laki. Syetan itu berusaha menghalangi si ahli ibadah. Lanjut membaca

Ka’b Bin Malik

Abdullah bin Ka’b bin Malik r.a. berkata, “Aku mendengar Ka’b bin Malik r.a. menceritakan kisahnya ketika tidak mengikuti Perang Tabuk bersama Rasulullah. Ka’b berkata, ‘Aku tidak pernah absen dari peperangan bersama Rasulullah SAW., kecuali pada Perang Tabuk. Aku juga absen dari Perang Badar, namun Rasulullah tidak pernah mencela orang yang tidak mengikutinya, karena saat itu, Rasulullah saw. keluar bersama kaum muslimin untuk menghadang kafilah dagang Quraisy. Lanjut membaca

Terkabulnya Doa

Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Khaththab r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘ada tiga orang dari kaum sebelum kalian berjalan-jalan hingga mereka bermalam di sebuah gua. (Tiba-tiba), sebuah batu besar jatuh dari gunung, dan menutup pintu gua. Mereka berkata, “Tidak akan ada yang mampu menyelamatkan kita dari batu besar ini, kecuali jika kita berdoa kepada Allah dengan amal baik kita.” Lanjut membaca

Seorang Tabib

Imam Hasan Al Basri bercerita: pada suatu hari aku dan seorang pemuda yang ahli ibadah berjalan-jalan keliling kota Basrah, dan memasuki beberapa pasar kota itu. Di satu pasar kami menjumpai seorang Tabib yang sedang duduk diatas kursi dan di depannya ada banyak orang Laki-laki, perempuan dan anak-anak. Mereka semua membawa mangkok berisi air, dan mereka meminta obat untuk penyakitnya masing-masing. Lalu pemuda teman saya tadi menghampiri Tabib itu dan bertanya: “Tuan Tabib, apa anda punya obat yang dapat menghapus dosa-dosa dan menyembuhkan penyakit hati?” Lanjut membaca

Ketabahan Ummu Sulaim

Dikisahkan, anak Abu Thalhah dari Ummu Sulaim meninggal dunia. Lalu, Ummu Sulaim berkata kepada keluarganya, ‘Jangan beri tahu Abu Thalhah tentang kematian anaknya. Biar aku yang memberitahunya. ’Kemudian, Ummu Sulaim menyajikan makan malam kepada Abu Thalhah. Abu Thalhah pun makan. Setelah itu, Ummu Sulaim berdandan dengan sangat cantiknya, sehingga Abu Thalhah ingin bersanggama dengannya. Lanjut membaca

Ketegaran Seorang Pemuda

Shuhaib radliyallahu anhu berkata bahwa, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Dahulu, ada seorang raja dari kalangan bangsa sebelummu (umat Nabi terdahulu). Sang raja mempunyai tukang sihir. Ketika usia si tukang sihir semakin tua, ia berkata kepada raja, ‘Aku telah lanjut usia. Karena itu, kirimkan seorang pemuda yang akan kuajari ilmu sihir.’ Maka, raja itu mengirim seorang pemuda untuk diajari ilmu sihir. Di tengah perjalanan menuju rumah si tukang sihir, pemuda itu bertemu seorang pendeta. Sang pemuda singgah di tempatnya dan mendengarkan ucapannya. Lanjut membaca

Ganti Lebih Baik

Sayyidah Ummu Salamah radliyahu ‘anha adalah salah satu istri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Sebelum menikah dengan Rasulullah saw, beliau adalah seorang istri dari salah satu sahabat Rasulullah saw, yaitu Abu Salamah. Beliau bersama suaminya termasuk orang yang masuk Islam pada periode awal. Ketika suaminya Abu Salamah wafat di Madinah, Ummu Salamah sedih. Namun, seketika beliau tersadar dengan sabda Rasulullah saw, jika seseorang tertimpa musibah, maka ucapkan: Lanjut membaca

Sifat Wara’

Sifat wara’ yang dimiliki oleh Imam Abu Hanifah telah mencapai tingkat yang tinggi. Hal ini sebagaimana yang dikisahkan oleh Yazid bin Harun: “saya belum pernah mendengar ada seseorang yang lebih wara’ dari Imam Abu Hanifah. Pada suatu hari saya pernah melihat beliau sedang duduk di bawah terik matahari di dekat pintu seseorang. Lalu saya bertanya kepadanya, “wahai Abu Hanifah, apa tidak sebaiknya engkau pindah ke tempat yang teduh? Beliau menjawab, “Pemilik rumah ini mempunyai hutang kepadaku beberapa dirham. Maka saya tidak suka duduk di bawah naungan rumahnya”

Mahkota Suraqah

Suraqah adalah seorang musyrik yang tertarik dengan imbalan yang akan diberikan kaum Quraiys bagi siapa saja yang dapat menangkap hidup atau mati Muhammad, dengan imbalan berupa 100 ekor unta. Ketika Rasulullah shalallahu ’alaihi wasallam bersama sahabat Abu Bakar secara sembunyi-sembunyi meninggalkan kota Makkah, ia mendapat informasi dari seorang pedagang bahwa ada beberapa orang yang berjalan ke arah pantai, berasal dari Mekkah. Suraqah berpura-pura dengan mengatakan bahwa mereka itu adalah sifulan dan si fulan yang berjalan menuju suatu tempat. Ia berusaha agar jangan ada yang mendahuluinya menangkap Muhammad SAW. Beberapa saat kemudian, ia menuju kepada tempat yang ditunjuk. Lanjut membaca

Wasiat Abdullah Bin Mas’ud

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang mulia. Di saat beliau sakit dan menjelang wafatnya sahabat Utsman bin Affan membesuk beliau. Sahabat Utsman kemudian bertanya kepada beliau: Hai Aba Abdul Rahman (panggilan beliau), penyakit apa yang kau rasakan? Abdullah bin Mas’ud menjawab: Dosa dosaku. Kemudian Utsman bertanya lagi : Lalu apa yang kau inginkan?,  beliau menjawab: Ampunan Tuhanku.  Kemudian Utsman bertanya dan sambil menawarkan: Bagaimana kalau aku panggilkan dokter untuk mengobatimu?  beliau menjawab: Maaf dokter itu malah membuat aku sakit. Lanjut membaca