Bilal Bin Rabah

Sesaat setelah Rasulullah saw mengembuskan napas terakhir, waktu shalat tiba. Bilal berdiri untuk mengumandangkan azan, sementara jasad Rasulullah saw masih terbungkus kain kafan dan belum dikebumikan. Saat Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna Muhammadan Rosuulullaah (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”, tiba-tiba suaranya terhenti. Ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Kaum muslimin yang hadir di sana tak kuasa menahan tangis, maka meledaklah suara isak tangis yang membuat suasana semakin mengharu biru. Lanjut membaca

Amal Kita Adalah Anugerah Allah

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah berdoa: “Segala puji bagi Allah, dengan kenikmatan-Nya akan sempurnalah banyak amal-amal sholeh (Alhamdulillah bini’matihi tatimmusholihaati).” Sangatlah tepat jika seseorang menasehati kita; “Janganlah bergembira karena ketaatanmu muncul dari dirimu. Namun bergembiralah karena ketaatan itu datang dari Allah swt sebagai anugerah kepadamu.” Lanjut membaca

Tadabbur Surat Al Ma’un

Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya: Tahukah kamu (ya Muhammad) orang yang mendustakan hari pembalasan/agama? Itulah orang-orang yang menghardik anak yatim dan tidak berjuang untuk memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yaitu mereka yang suka pamrih pada sesama dan enggan memberi pertolongan (QS. Al-Ma’un). Lanjut membaca

Bersyukur

Ketika diperintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam Alaihis Salam, iblis menolak. Akibatnya, ia diusir dari surga, dimasukan ke dalam jajaran makhluk terkutuk, dan diancam masuk neraka. Setan mendengar perintah pengusiran dirinya, ia berjanji akan menyesatkan anak keturunan Adam Alaihis Salam, yang menurutnya menjadi biang keladi pengusirannya dari surga. Setan berkata:“Saya pasti (meghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian saya pasti mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raaf: 16-17). Lanjut membaca

Kendala Ibadah

Ibadah dalam Islam  bertujuan untuk merealisir hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya,  disamping untuk  memperkokoh kepribadiannya dan meningkatkan hubungan horizontal sesama manusia atau alam lingkungannya.  Dengan disyariatkannya ibadah ini, seorang muslim diharapkan menjadi manusia  yang mulia akhlaknya dan lurus prilakunya sebagai cerminan  ketakwaannya. Lanjut membaca

Menjaga Orang Tua

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: sesungguhnya diantara dosa-dosa besar adalah seseorang melaknat kepada kepada kedua orang tuanya. ditanya Rasulullah: Ya Rasulullah SAW bagaimana bisa seseorang melaknat kedua orang tuanya? Rasulullah SAW menjawab: seseorang mencaci maki bapaknya orang lain, kemudian orang lain itu mencaci maki kepada bapaknya. dia mencaci maki ibunya orang lain, kemudian orang lain itu mencaci maki ibunya. (HR. Bukhori, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi) Lanjut membaca

Menggapai Rahmat Allah

Allah swt mempunyai sifat Rahman dan Rahim. Kehidupan seorang muslim selalu diliputi oleh Rahmat Allah swt. Ada beberapa jalan agar seorang muslim selalu mendapatkan rahmat dari Allah swt. Yang pertama, menjaga pernikahan. Ketentaman, kedamaian dan kebahagiaan adalah dambaan semua keluarga. Allah swt sudah menetapkan dan memastikan bahwa keluarga yang dibangun di atas pondasi iman dan ditata dengan mengikuti ajaran Islam, niscaya akan tumbuh dengan subur dalam suasana kedamaian dan kebahagian. Lanjut membaca

Makna Perjalanan Haji

Haji adalah pembiasaan jiwa untuk melakukan berbagai nilai-nilai terpuji, seperti penyerahan diri kepada Yang Maha Menentukan segalanya, tindakan-tindakan berbuah keselamatan, serta mengerahkan semua kemampuan, jerih payah dan harta di jalan yang  paling bergengsi: jalan Allah. Demikian pula tolong-menolong (ta’awun), kenal-mengenal (ta’aruf) serta melaksanakan syi’ar-syi’ar ubudiyah (penghambaan) kepada Allah yang Maha Bijaksana. Semua itu merupakan proses pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs), yang akan memunculkan pribadi istimewa, dan bahkan nantinya akan mampu menghantarkan kita semua menuju harapan yang tak akan membawa kekecewaan sedikitpun juga. Lanjut membaca

Seputar Tahun Baru Hijriyah

Sekarang kita sedang berada di awal tahun baru 1444 Hijriyah. Khalifah Umar bin Al-Khaththab telah menetapkan hijrah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dari Mekkah ke Madinah sebagai tonggak ditetapkannya penanggalan umat Islam, yang karenanya disebut sebagai penanggalan Hijriyah. Jika tahun ini adalah tahun 1444 Hijriyah, itu artinya 1444 tahun telah berlalu semenjak hijrahnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Lanjut membaca

Memaknai Tahun Baru Hijriyah

Allah subhanahu waa’ala berfirman: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr: 18). Ini adalah ayat yang sering dibaca dengan maksud untuk mengajak orang-orang melakukan evaluasi diri (muhasabah), agar menjadi lebih baik pada masa yang akan datang. Lanjut membaca