Mensucikan Hati

Syaqiq al Balakhi meriwayatkan bahwa tatkala Ibrahim bin Adham Ra sedang berjalan-jalan di negeri al Bashrah, dia ditanya oleh penduduk negeri itu. Mereka bertanya, “Ya Ibrahim, mengapa do’a–do’a kita tidak dindahkan lagi oleh Allah, padahal bukankah Allah Ta’ala telah berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku …”. (QS. Al Baqarah, 2:186) Lanjut membaca

Sholat Dan Berkurbanlah

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka salatlah kamu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya pembencimu itulah yang akan binasa.” (QS Al-Kautsar, 108:1-3). Surat Al-Kautsar terdiri dari tiga ayat. Nama Al-Kautsar diambil dari ayat yang pertama  yang berarti karunia Allah yang tiada terhingga yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Kata ini hanya disebut sekali dalam Al-Qur’an, yakni dalam surat ini. Ada juga yang memberi nama surat ini An-Nahr, yang maknanya berkurban. Lanjut membaca

Peristiwa Yang Dahsyat

Al Quran surat Al Ghosyiyah terdiri atas 26 ayat, termasuk surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Adz Dzaariat. Nama Ghaasyiyah diambil dari kata Al-Ghaasyiyah yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya peristiwa yang dahsyat, tetapi yang dimaksud adalah Hari Kiamat. Nu’man bin Basyir ra berkata, “Rasulullah saw membaca surat Al-A’laa dan Al-Ghasiyah pada sholat  Jum’at dan sholat ‘Id (‘Idul Fithri dan Adha).” (HR. Muslim) Lanjut membaca

Al Bayyinah (Bukti)

Allah subhanahu wata’alah berfirman dalam Al Qur’an di surat Al Bayyinah, yang artinya: (1)  Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (2)  (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran), (3) Di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus. (4) Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. Lanjut membaca

Sama Dengan Sepertiga Al Quran

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Qur’an surat Al Ikhlas yang artinya: Katakanlah : Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (1). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (2). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (4). – QS Al-Ikhlash: 1-4). Surat pendek ini menyamai sepertiga Al-Qur’an sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadits shahih. Hal ini tidak aneh jika kita tilik dari kandungannya. Lanjut membaca

Tafsir Surat Al ‘Adiyat

Allah Swt berfirman yang artinya: 1) Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, 2) Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), 3) Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, 4) Maka ia menerbangkan debu, 5) Dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, 6) Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, 7) Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, 8) Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta, 9) Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, 10) Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, 11) Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka. (QS Al-‘Adiyat: 1-11). Lanjut membaca

Membersihkan Jiwa

Al-Qur’an menjelaskan pentingnya kita selalu membersihan jiwa kita (tazkiyatun nafs). Karena hal tersebut adalah salah satu misi diutusnya Nabi Muhammad saw. Sebagaimana firman Allah SWT yang ada dalam Al Qur’an surat Al Jumu’ah ayat 2 yang artinya: “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka,  mensucikan mereka, dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang  Nyata.” Lanjut membaca

Surat Al Anfal

Surah Al-Anfal adalah surah kedelapan dalam urutan surah-surah Al-Qur’an sesuai dengan susunan Mushaf. Adapun berdasarkan urutan turunnya wahyu, surah ini – menurut sebuah pendapat – menempati urutan ke-88 sesudah surah Al-Baqarah. Ayat-ayatnya berjumlah tujuh puluh lima (75) ayat. Dan ia merupakan salah satu surah madaniyah, yakni yang turun di Madinah atau pada periode setelah hijrah ke Madinah. Sedangkan surah-surah atau ayat-ayat yang turun di Mekkah atau pada periode Mekkah sebelum hijrah disebut makkiyah. Lanjut membaca

Surat An Nashr

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran yang artinya: “Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat” (QS An Nashr: 1 – 3). Surah pendek dengan hanya 3 ayat ini nilai dan fadhilahnya menyamai seperempat Al-Qur’an (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu). Lanjut membaca

Surat Al Ikhlas

Surat pendek ini menyamai sepertiga Al-Qur’an sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadits shahih. Hal ini tidak aneh jika kita tilik dari kandungannya. Tema utama surat ini adalah tentang hal yang paling prinsipil dalam Islam, yakni tauhid. Al-Ikhlash sendiri, yang menjadi nama bagi surat yang mulia ini, berarti keikhlasan hati dalam memurnikan tauhid kepada Allah SWT. Sementara tema tauhid merupakan sepertiga kandungan Al-Qur’an, dimana kandungan Al-Qur’an itu secara umum mencakup tiga perkara : tauhid (aqidah), syariah (hukum-hukum), dan akhlaq. Lanjut membaca