Sama Dengan Sepertiga Al Quran

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Qur’an surat Al Ikhlas yang artinya: Katakanlah : Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (1). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (2). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (4). – QS Al-Ikhlash: 1-4). Surat pendek ini menyamai sepertiga Al-Qur’an sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadits shahih. Hal ini tidak aneh jika kita tilik dari kandungannya. Lanjut membaca

Tafsir Surat Al ‘Adiyat

Allah Swt berfirman yang artinya: 1) Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, 2) Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), 3) Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, 4) Maka ia menerbangkan debu, 5) Dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, 6) Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, 7) Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, 8) Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta, 9) Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, 10) Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, 11) Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka. (QS Al-‘Adiyat: 1-11). Lanjut membaca

Membersihkan Jiwa

Al-Qur’an menjelaskan pentingnya kita selalu membersihan jiwa kita (tazkiyatun nafs). Karena hal tersebut adalah salah satu misi diutusnya Nabi Muhammad saw. Sebagaimana firman Allah SWT yang ada dalam Al Qur’an surat Al Jumu’ah ayat 2 yang artinya: “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka,  mensucikan mereka, dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang  Nyata.” Lanjut membaca

Surat Al Anfal

Surah Al-Anfal adalah surah kedelapan dalam urutan surah-surah Al-Qur’an sesuai dengan susunan Mushaf. Adapun berdasarkan urutan turunnya wahyu, surah ini – menurut sebuah pendapat – menempati urutan ke-88 sesudah surah Al-Baqarah. Ayat-ayatnya berjumlah tujuh puluh lima (75) ayat. Dan ia merupakan salah satu surah madaniyah, yakni yang turun di Madinah atau pada periode setelah hijrah ke Madinah. Sedangkan surah-surah atau ayat-ayat yang turun di Mekkah atau pada periode Mekkah sebelum hijrah disebut makkiyah. Lanjut membaca

Surat An Nashr

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran yang artinya: “Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat” (QS An Nashr: 1 – 3). Surah pendek dengan hanya 3 ayat ini nilai dan fadhilahnya menyamai seperempat Al-Qur’an (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu). Lanjut membaca

Surat Al Ikhlas

Surat pendek ini menyamai sepertiga Al-Qur’an sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadits shahih. Hal ini tidak aneh jika kita tilik dari kandungannya. Tema utama surat ini adalah tentang hal yang paling prinsipil dalam Islam, yakni tauhid. Al-Ikhlash sendiri, yang menjadi nama bagi surat yang mulia ini, berarti keikhlasan hati dalam memurnikan tauhid kepada Allah SWT. Sementara tema tauhid merupakan sepertiga kandungan Al-Qur’an, dimana kandungan Al-Qur’an itu secara umum mencakup tiga perkara : tauhid (aqidah), syariah (hukum-hukum), dan akhlaq. Lanjut membaca

Membuka Pintu Rizki

Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, artinya, “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3) . Setiap orang yang bertakwa, yang menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga. Lanjut membaca

Demi Masa

Surat Al-‘Ashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Alam Nasyrah. Dinamai Al-‘Ashr (masa) diambil dari perkataan al-‘ashr yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini menegaskan bahwa semua manusia berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik. Menurut pendapat ulama, makna kata al-‘ashr ada sembilan yaitu : nama semua zaman (masa), siang dan malam, umur manusia, pagi dan sore hari, waktu Ashar, shalat Ashar, dan waktu setelah tergelincir matahari sampai terbenam. Lanjut membaca

Surah Al Balad

Surat Al-Balad terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Qaaf. Dinamai Al Balad, diambil dari perkataan Al Balad yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan kota di sini ialah kota Mekah. Berikut ini kajian surah Al Balad: Tadabbur ayat  1–2 : 1. Aku benar-benar bersumpah dengan kota Ini (Mekah), 2. Dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini.

Dalam ayat 1-2 Allah bersumpah dengan kota Mekah yang di dalamnya terdapat ka’bah yang menjadi kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia dan tempat seorang besar yang diakui oleh lawan dan kawan atas kebesarannya, yaitu Nabi Muhammad saw. dilahirkan dan bertempat tinggal. Beliau adalah utusan Allah yang membawa agama Islam untuk disampaikan kepada seluruh manusia. Lanjut membaca

Surat Ad Dhuha

Surat Adh-Dhuha terdiri atas sebelas ayat, termasuk golongan surat makiyyah dan diturunkan sesudah surat Al-Fajr. Nama Adh-Dhuha diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, artinya: waktu matahari sepenggalahan naik. Pokok-pokok isinya: Allah swt sekali-kali tidak akan meninggalkan Nabi Muhammad saw, isyarat dari Allah swt bahwa kehidupan Nabi Muhammad saw dan dakwahnya akan bertambah baik dan berkembang, larangan menghina anak yatim dan menghardik orang-orang yang minta-minta, dan perintah menyebut-nyebut nikmat yang diberikan Allah sebagai tanda bersyukur. Lanjut membaca