Ramadhan Bulan Bercermin Diri

Ramadhan merupakan salah satu sarana dan momentum istimewa bagi setiap mukmin atau mukminah untuk ber-muhasabah dan bercermin, yang dengannya ia bisa mengetahui tingkat keimanannya, kualitas ketaqwaannya kepada Allah Ta’ala, dan kadar kerinduannya pada kehidupan ukhrawi yang bahagia. Dan melalui cermin Ramadhan, seseorang bisa menguji diri dan hatinya, untuk mengetahui sudah berada di tingkat apakah ia? Lanjut membaca

Buatlah Syetan Kecele

Sebagaimana telah kita ketahui, salah satu keistimewaan khusus bulan suci Ramadhan adalah bahwa, selama Ramadhan, syetan-syetan pengganggu dan penggoda dirantai, dibelenggu dan dinonaktifkan oleh Allah Ta’ala. Ini merupakan salah satu rahmat dan karunia Allah kepada hamba-hamba-Nya, kaum mukminin, yang ingin meraih kemuliaan, kesempurnaan iman dan puncak taqwa yang merupakan salah satu tujuan utama dari ibadah puasa di bulan Ramadhan. Allah swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu (lebih) bertakwa”  (QS Al-Baqarah : 183). Lanjut membaca

Al Qur’an Surat Ath Thariq

Imam Al-Kalbi berkata, ”Surat ini turun kepada Abu Thalib, ketika itu dia datang menemui nabi saw kemudian dihidangkan kepadanya roti dan susu, ketika mereka sedang makan tiba-tiba ada bintang mendekat yang cahayanya menerangi air kemudian berubah menjadi api. Maka Abu Tholib terperanjat dan bertanya kepada nabi, ini ada apa? Kemudian nabi menjawab: ”Ini adalah bintang yang dilemparkan, dia termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah”, maka Abu Thalib terheran-heran, kemudian Allah menurunkan Was-samaai wath thoriq (QS Ath-Thariq) Lanjut membaca

Tadabbur Surat Al Buruuj (2)

Allah subhanahu wata’ala berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan pada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.” (QS. Al Buruuj:10). Imam Hasan al-Basyri berkata, “Perhatikanlah betapa mulia dan murahnya Allah, mereka telah membunuh wali-wali Allah (dalam kisah Ashabul Ukhdud), tetapi Allah tetap memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertaubat.” Lanjut membaca

Taddabbur Surat Al Buruuj (1)

Surat Al Buruuj terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Asy-Syams. Dinamai Al Buruuj (gugusan bintang) diambil dari perkataan Al-Buruuj yang terdapat pada ayat 1 surat ini. Surat Al-Buruuj berbicara tentang sikap dan tindakan-tindakan orang-orang kafir terhadap orang-orang yang mengikuti seruan para rasul; bukti-bukti kekuasaan dan keesaan Allah; isyarat dari Allah bahwa orang-orang kafir Mekah akan ditimpa azab sebagaimana kaum Fir’aun dan Tsamud telah ditimpa azab; dan jaminan Allah terhadap kemurnian Al- Quran. Lanjut membaca

Kemukjizatan Al Quran

Kemukjizatan Al-Qur’an menurut sebagian ulama terletak pada keindahan susunan kalimatnya dalam hal balaghah, fashahah dan keindahan ungkapannya. Namun sebagian ulama juga berpendapat bahwa kemukjizatan Al-Qur’an terletak pada kesesuaian prinsip-prinsip Al-Qur’an untuk seluruh umat manusia. Kalau seandainya prinsip-prinsip ajaran itu dari produk manusia atau produk masyarakat tertentu pasti tidak akan cocok untuk diterapkan sepanjang masa. Lanjut membaca

Mengamalkan Al Qur’an

Al-Qur’an memang luar biasa, penuh dengan keberkahan. Membacanya saja meski tanpa memahami maknanya sudah berpahala, dengan hitungan satu pahala untuk membaca setiap hurufnya, lalu satu pahala tersebut dilipatkan menjadi sepuluh pahala. Membacanya saja begitu besar pahalanya, apalagi mempelajari atau memahami makna ayat-ayatnya. Rasulullah saw bersabda bahwa yang terbaik diantara kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya (HR. Bukhari) Lanjut membaca

Mencintai Al Qur’an

Al-Qur’an kitab yang mulia. Membacanya dan mempelajari arti ayat-ayatnya berpahala dan bisa menghilangkan kegundahan dan keragu-raguan yang ada dalam hati kita. Di dalamnya berisi bayyinat (berbagai macam penjelasan yang terang) dan burhan (argumen-argumen yang kuat) tentang semua sisi dalam kehidupan. Al-Qur’an menjelaskan kepada kita dengan amat jelas dan gamblang segala yang haq dan segala yang bathil. Dengan demikian akan hilanglah berbagai macam syubhat. Lanjut membaca

Tadabbur Surat Al Kautsar

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Qur’an Surat Al Kautsar: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka salatlah kamu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya pembencimu itulah yang akan binasa. (QS Al-Kautsar:1-3). Surat Al-Kautsar terdiri dari tiga ayat. Nama Al-Kautsar diambil dari ayat yang pertama yang berarti karunia Allah yang tiada terhingga yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Kata ini hanya disebut sekali dalam Al-Qur’an, yakni dalam surat ini. Ada juga yang memberi nama surat ini An-Nahr, yang maknanya berkurban. Lanjut membaca

Bersyukurlah Kepada Allah

Bersyukur adalah kebutuhan, karena semua tentu ingin bertambahnya nikmat, dan syarat serta jalan untuk itu adalah bersyukur. Sehingga semakin banyak dan baik seseorang bersyukur, maka pasti akan semakin banyak dan bertambah nikmat Allah atasnya. Dan jika nikmat berkurang bagi seseorang, maka pasti itu karena ia kurang atau tidak bersyukur. Itu kaidahnya! Firman Allah: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, namun jika (sebaliknya) kamu justru kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7). Lanjut membaca