Membaca Ayat Allah

Allah subhanahu wata’ala telah menetapkan bahwa kita tidak akan bisa melihat-Nya di dunia ini, namun Allah telah menampakkan kepada kita ayat-ayat-Nya. Kemudian, Allah telah menganugerahkan kepada kita akal pikiran dan hati agar kita bisa memahami ayat-ayat-Nya. Allah telah menyediakan untuk kita dua jenis ayat. Yang pertama, ayat qauliyah, yaitu ayat-ayat yang Allah firmankan dalam kitab Al-Qur’an. Yang kedua, ayat kauniyah, yaitu ayat-ayat dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa alam semesta dan semua yang ada didalamnya. Ayat-ayat ini meliputi segala macam ciptaan Allah, baik itu yang kecil ataupun yang besar. Bahkan diri kita baik secara fisik maupun psikis juga merupakan ayat kauniyah. Lanjut membaca

Nikmat Yang Banyak

Allah subhanahu wata’ala berfirman: Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini(Ka’bah).Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan. (QS. Quraiys 1-4). Dalam surah Quraisy dijelaskan bahwa Allah melimpahkan ni’mat pada mereka dengan dua perjalanan yang bisa mereka lakukan yaitu perjalanan ke Syam pada musim panas dan ke Yaman pada musim dingin dalam rangka berdagang dan membawa barang-barang kebutuhan mereka. Lanjut membaca

Kehancuran Pasukan Gajah

Allah suhanahu wata’ala berfirman yang artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah dia Telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?  Dan dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, Lalu dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS. Al Fiil: 1 – 5). Surat initermasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Nama Al Fiil diambil dari kata Al Fiil yang terdapat pada ayat pertama surat ini, artinya gajah. Surat Al Fiil mengemukakan cerita pasukan bergajah dari Yaman yang dipimpin oleh Abrahah yang ingin meruntuhkan Ka’bah di Mekah. Peristiwa ini terjadi pada tahun Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan. Lanjut membaca

Keutamaan Sedekah

Keutamaan bagi orang yang bersedekah amat besar sebagai mana terdapat keterangan di dalam al-Quran dan hadits. Jika kita amati ayat al-Quran berikut, kita akan dapat mengira bahwa sekurang-kurangnya setiap harta yang dikeluarkan ke jalan Allah akan dibalas dengan perkiraan melebihi 700 kalinya. Selain itu, mereka dijanjikan dengan kehidupan yang mudah. Allah Ta’ala berfirman: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki . Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui” . (QS. Al Baqarah: 261) Lanjut membaca

Surah Quraisy

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini(Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan” (QS. Quraisy: 1 – 4). Surah Quraisy termasuk salah satu surah Makkiyyah, yaitu surah yang diturunkan pada periode Mekkah dan turun setelah surah At-Tiin. Nama surah ini diambil dari ayat yang pertama “Li Iilaafi Quraisyin’ Lanjut membaca

Penentang Risalah

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergolak (neraka). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).  Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal”.  (QS Al-Lahab: 1-5). Dalam surah ini pula kita mendapatkan contoh yang sangat jelas bahwa, tingkat buruknya balasan bagi setiap pelaku keburukan dan kejahatan adalah sesuai dan setimpal dengan bentuk keburukan dan tingkat kejahatan yang dibuatnya. Dimana kita dapati betapa sempurnanya kebinasaan yang dialami Abu Lahab dan istrinya, baik di dunia maupun khususnya di akhirat. Dan itu adalah karena bentuk keburukan dan tingkat kejahatan mereka selama di dunia memang sudah demikian lengkap dan sempurna pula! Lanjut membaca

Nikmat Yang Banyak

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Maka salatlah kamu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya pembencimu itulah yang akan binasa”. (QS Al-Kautsar, 108:1-3). Surat Al-Kautsar ini terdiri dari tiga ayat. Nama Al-Kautsar diambil dari ayat yang pertama yang berarti karunia Allah yang tiada terhingga yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Kata ini hanya disebut sekali dalam Al-Qur’an, yakni dalam surat ini. Ada juga yang memberi nama surat ini An-Nahr, yang maknanya berkurban. Lanjut membaca

Keutamaan Surat Al Ikhlas

Allah suhanahu wata’Ala berfirman: ”Katakanlah, Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” ( QS Al-Ikhlash: 1-4). Surat pendek ini menyamai sepertiga Al-Qur’an sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadits shahih. Hal ini tidak aneh jika kita tilik dari kandungannya. Tema utama surat ini adalah tentang hal yang paling prinsipil dalam Islam, yakni tauhid. Al-Ikhlash sendiri, yang menjadi nama bagi surat yang mulia ini, berarti keikhlasan hati dalam memurnikan tauhid kepada Allah SWT. Lanjut membaca

Berlindung Dari Kejahatan

Firman Allah SWT: Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (1). Dari kejahatan makhluk-Nya (2). Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita (3). Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (4). Dan dari kejahatan pendengki apabila ia mendengki (5). Surat ini disebut Al-Falaq karena kata tersebut terdapat pada ayat pertama, yang antara lain bermakna waktu shubuh atau makhluq secara keseluruhan. Surat Al-Falaq merupakan salah satu dari al-mu’awwidzaat (surat-surat perlindungan) dimana Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman agar senantiasa memohon penjagaan dan perlindungan kepada-Nya dari segala bentuk dan sumber kejahatan serta keburukan, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi, yang diketahui ataupun yang tidak diketahui, secara umum  ataupun secara khusus. Lanjut membaca

Surat Al Fatihah

Para ulama berbeda pendapat tentang apakah Al-Fatihah makkiyah ataukah madaniyah. Dalam hal ini, terdapat tiga pendapat. Pendapat pertama, sebagaimana yang dianut oleh Ibnu Abbas dan yang lainnya, mengatakan bahwa Al-Fatihah adalah surat makkiyah. Pendapat kedua, sebagaimana yang dianut oleh Abu Hurairah dan yang lainnya, mengatakan bahwa Al-Fatihah adalah surat madaniyah. Sedangkan pendapat ketiga mengatakan bahwa Al-Fatihah diturunkan dua kali, pertama di Mekkah dan selanjutnya di Madinah. Ibnu Katsir lebih menguatkan pendapat pertama, yakni yang mengatakan bahwa Al-Fatihah adalah surat makkiyah, yakni surat yang turun di Makkah sebelum peristiwa hijrah, dan bukan surat madaniyah. Lanjut membaca