Bentuk-Bentuk Cinta Kebenaran

Beriman yang benar kepada Allah sebagai Rabbul ‘alamin, dan bertauhid secara murni. Ini merupakan puncak tertinggi dari seluruh bentuk cinta kebenaran dan kebaikan. Karena Allah adalah Sumber dan Asal setiap kebenaran dan kebaikan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (QS. Al-Baqarah [2]: 147; dan lihat juga QS. Ali ‘Imran [3]: 60). Lanjut membaca

Obati Hati Dengan Dzikrullah

Salah satu cara untuk mengobati hati yang sakit adalah dengan selalu ingat kepada Allah (dzikrullah). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menggambarkan dzikir bagi manusia seperti air bagi ikan. Apakah yang akan terjadi bila seekor ikan dikeluarkan dan dipisahkan dari air? Tentu ia akan menggelepar dan akhirnya mati. Demikian pula dzikir merupakan kebutuhan yang niscaya bagi setiap manusia. Tanpa dzikir, hati manusia akan menjadi keras dan akhirnya mati. Lanjut membaca

Kalender Hijriyah

Pergantian tahun Hijriah 1442 ke tahun 1443 baru saja berlalu. Yang lebih penting dan mendasar terkait pergantian tahun Hijriah, sebenarnya bukanlah peringatan dan perayaannya, melainkan justru bagaimana umat ini tersadarkan agar tetap dan senantiasa bangga dengan penggalan atau kalender Islam. Kalender Hijriah adalah soal identitas Umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang abai dan tak peduli terhadapnya bisa saja berarti telah abai dan tidak peduli terhadap identitas agamanya. Padahal banyak sekali faktor penegas betapa kuat kaitan kalender Hijriah ini dengan aqidah, ibadah dan hukum syariah Islam, serta sejarah umatnya. Lanjut membaca

Memperhatikan Waktu

Waktu adalah kehidupan. Siapa yang menghargai waktu berarti menghargai kehidupannya. Siapa tidak menghargai waktu pasti ia sedang menjadi mayat berjalan. Waktu adalah saat-saat yang menentukan. Siapa tidak menentukan hal-hal penting setiap saat maka dia dalam kondisi genting. Kalau ada yang mengatakan bahwa waktu itu mahal harganya, itu benar. Jika anda pernah mendengar seseorang mengatakan bahwa waktu itu adalah emas, nyatanya demikian. Waktu semakin menanjak nilai jualnya karena waktu setiap anak manusia semakin sedikit. Dan ini yang terlewatkan. Padahal setiap manusia sangat memahami hal yang prinsip ini. Lanjut membaca

Takbiran, Amalan Yang Terlupakan

Banyak orang yang berpuasa sunnah di hari-hari mulia, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini, bersedekah dan amal shalih lain. Tentu ini bagus dan mulia. Tapi, ada satu amalan yang sering dilupakan banyak orang di hari-hari ini, yaitu takbiran. Padahal disunnahkan di hari-hari yang mulia ini untuk memperbanyak tahlil, takbir dan tahmid, sebagaimana sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam: Lanjut membaca

Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah merupakan salah bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Ketika kita menyebut bulan Dzulhijjah, pasti orang sering mengkaitkannya dengan adanya perayaan hari raya Idul Adha atau pelaksanaan ibadah haji. Padahal di bulan Dzulhijjah masih banyak amal-amal ibadah yang utama yang lain yang mestinya dilakukan oleh umat Islam. Amailyah di bulan Dzulhijjah yang paling utama adalah melaksanakan ibadah Haji. Lanjut membaca

Menikmati Qiyamullail

Hidup tentram dengan kebeningan hati yang mampu mencerna seluruh peristiwa dan pengalaman hidup dengan penuh makna kebaikan dan keindahan di bawah kesejukan dari naungan Rahmat Allah adalah impian setiap hamba Allah. Karena itulah Allah yang amat sayang kepada hamba-Nya memberikan dan menunjukkan jalan untuk mewujudkannya. Allah swt menjamin siapa yang menapaki jalan ini, pasti Allah akan curahkan RahmatNya sehingga hidupnya jadi penuh makna, kebaikan dan ketentraman jiwa. Lanjut membaca

Introspeksi

Introspeksi atau evaluasi diri adalah karakter dan tabiat seorang mukmin. Nabi saw bersabda, “Mukmin itu kayyis dan cerdas”. Cerdas sudah kita pahami maknanya: cerdas intelektual, cerdas sosial dan cerdas emosional. Sementara kayyis adalah orang yang suka mengevaluasi dirinya, apakah amalnya perbuatannya berorientasi akhirat. Muhasabah secara lugas dijelaskan dalam Al-Qur’an dalam surah Al-Hasyr ayat 18: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. Firman Allah ini membuktikan betapa muhasabah sesuatu yang sangat penting bagi setiap mukmin. Lanjut membaca

Menghidupkan Rasa Untuk Al Quran

Ketertarikan hati seseorang untuk menghafal al-Qur’an merupakan nikmat Allah swt yang tak terhingga besarnya yang harus disyukuri dan dijaga. Bahkan anugerah Allah swt seperti ini, merupakan jenis nikmat yang dapat dijadikan sebagai cermin bukti kuat hidupnya hati seseorang. Hanya hati yang hiduplah satu-satunya yang dapat mendatangkan rasa nikmatnya kebaikan dan pahitnya keburukan. Sebagaimana diriwayatkan dalam Sunan al-Turmudzi dari Ibnu Umar bahwa Umar bin al-Khattab ra. berkata: Barang siapa yang dapat merasakan nikmatnya kebaikan dan pahitnya keburukan, maka itulah (tanda dan ciri) orang yang beriman.
Lanjut membaca

Silaturrahim

Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, maka sambunglah silaturrahim. Demikian pesan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dalam hadits yang diriwiyatkan oleh Imam Bukhari. Dengan demikian orang yang senang bersilaturrahim mempunyai peluang yang banyak untuk dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya. Agar silaturrahim kita lebih bermakna dan barokah. Berikut ini disampaikan Adab-Adab dalam bersilaturrahim. Yang pertama adalah Niat ikhlas, Seseorang yang melakukan silaturahim hendaknya diniatkan untuk mencari Ridho Allah SWT semata. Karena hanya dengan keikhlasan tersebut, amal baik kita akan diterima. Lanjut membaca