Ibuku

Saudaraku, Ibu adalah sosok paling berjasa dan paling mencintai kita. Kehilangan ibu adalah kehilangan cinta itu sendiri. Ibu itu termulia yang wajib dimuliakan. Ibu, rela mendekati kesulitan bahkan kematian sekalipun demi kita. Cintanya tulus tak pernah terputus. Ibu adalah pemilik do’a yang terkabul bagi putra putrinya. Yang dirasakan baik oleh ibu terhadap anaknya, akan menjadi doa dan barokah. Sebaliknya, yang dirasakan tidak baik oleh seorang ibu pada anaknya, akan menjadi musibah dan petaka. Jangan lupakan dan jangan abaikan keberkahan ridlo ibu. Lanjut membaca

Sadar Diri & Terarah Setiap Saat

Saudaraku, Iman itu seharusnya membangun kesadaran. Kesadarn akan hakekat diri. Kesadaran akan perjalanan yang sangat singkat ini, menuju pengadilan dahsyat di akhirat nanti. Bila iman tidak digelorakan, ia lemah tak berdaya. Kelemahan inilah yang membuat banyak orang kadang lupa Allah swt, lupa Sorga , lupa Neraka, bahkan lupa keluarga dan lupa diri. Menggerakkan iman tentu dengan memberdayakan keyakinan dan cinta, mengoptimalkan dzikir dan pikir, memaksimalkan zakat infaq & shodaqh dan da’wah, mengefektifkan tazkiyah dan akhlak, meningkatkan muraqabah dan mujahadah semaksimal kemampuan. Inilah perjuangan harian kita.Kita harus sadar, obsesi duniawi tidak boleh melebihi kerinduan kita kepada surga setiap saat

Esensi Bersyukur

Saudaraku, bisa bersyukur itu jika kita terbiasa tidak banyak mengeluh. Bersyukur itu jika kita selalu mengakui bahwa semua nikmat adalah karunia dari Allah SWT. Bersyukur itu jika ada lintasan dalam hati untuk selalu ingin taat kepada setiap perintah dan dan menjauhi setiap larangan Allah SWT. Bersyukur itu membuat lisan dan mulut selalu basah dengan dzikirullah. Bersyukur itu, kita selalu berempati pada yang lebih menderita, lebih  miskin, dan lebih sakit, kemudian berfikir untuk memberikan bantuan terbaik. Lanjut membaca

Berbahagia Dengan Menata Hati

Saudaraku, jika kita memandang hidup ini indah, maka yang terjadi adalah keindahan hidup. Jika kita memandang hidup ini buruk, maka hidup inipun akan menjadi buruk.  Bahkan, jika kita berpikir bahwa musibah itu nikmat, maka musibah itu akan benar benar membawa kenikmatan. Jika kita berpikir bahwa nikmat yang didapat tidaklah cukup, maka nikmat itu akan benar-benar tidak cukup dan sulit untuk bersyukur. Lanjut membaca

Abadikan Kenangan Kebaikanmu

Saudaraku, Setiap saat kita pasti punya kesempatan untuk membuat kenangan indah tentang diri kita pada semua orang di sekitar kita. Kita punya pilihan untuk dikenang sebagai peramah, atau sebagai sabar dan pemarah? Mau dikenang sebagai penasehat yang baik atau pengghibah? Mau dikenang sebagai orang shaleh/shalehah, atau sebagai ahli dosa? Mau dikenang sebagai pemaaf, atau atau sebagai pendendam? Mau dikenang sebagai dermawan, atau sebagai orang yang bakhil? Mau dikenang sebagai orang cerdas berilmu atau sebagai orang yang lemah, berkubang serta menikmati kesalahan kesalahan. Mau dikenang sebagai orang yang logis atau emosional dan mudah diombang ambing oleh asumsi? Mau dikenang sebagai orang egois individualis, ingin senang sendiri atau suka mengalah dan mementingkan orang lain? Semua terpulang pada pilihan kita.

Terus Waspada Dan Berdoa

Saudaraku, dalam kondisi darurat kesehatan, kita semua melihat, bahwa musibah kematian ada dimana-mana. Terpapar covid bisa datang secara tiba-tiba. Virus bagai dosa-dosa yang selalu menghadang, menjaring dan siap menjerat. Informasi kesehatan yang saling berlawanan dan kabar bohong dari orang yang berkepentingan membebani  dan menyerang kita setiap saat. Ketenangan, kedamaian, keamanan, keselamatan, kesejahteraan, kesehatan, bahkan kehidupan, setiap detik dapat berubah secara mendadak, menjadi sebaliknya. Hasbunallah wa ni’mal-wakiel. Lanjut membaca

Ikhlas Yang Efektif

Saudaraku, seluruh ibadah dan kebaikan, hanya di terima Allah jika berniat ikhlas. Niat ikhlas adalah ibadah hati, dimana hati kita berbicara: Saya melakukan kebaikan ini untuk mendapatkan ridha Allah swt. Niat ikhlas mendidik diri untuk mewujudkan cinta pada Allah.  Niat ikhlas mendidik kita untuk mengurangi memuji diri. Niat ikhlas mendidik kita untuk tidak mengharap pujian dari sesama. Niat ikhlas membuat kebaikan menjadi sangat membahagiakan. Niat ikhlas membuat diri menjadi sangat pemaaf. Niat ikhlas adalah rahasia istiqamah di jalan kebaikan. Niat ikhlas nantinya selalu menghadirkan rasa syukur, sabar dan tawakkal. Sungguh niat ikhlas itu memerlukan kesadaran, kehadiran hati, pembiasaan dan optimalisasi pendidikan diri.

Ayo Semakin Kuat

Saudaraku, Hidup ini perjuangan. Perjuangan adalah pertarungan. Dalam pertarungan ini ada kalah dan ada menang. Untuk menang, butuh kekuatan. Untuk kuat, butuh latihan, butuh kemauan keras, butuh pemaksaan diri, butuh fokus, butuh kerjasama, butuh optimisme dan konsistensi. karena itu, kita harus banyak berdoa, agar memperoleh bantuan kekuatan dari Allah, petunjuk Allah, bimbingan Allah, dan taufiq Allah. Jangan berhenti belajar dan merasa sudah cukup benar, karena waktu terus berjalan dan keadaan tidak selalu sama. Lebih dari itu, kita sangat butuh tuntunan ulama yang shaleh, cerdas dan bijaksana, serta sahabat setia, juga isteri atau suami yang selalu menguatkan

Seimbang Dunia Dan Akhirat

Banyak orang harus dimotivasi untuk lebih rajin dan lebih kreatif dalam mencari nafkah.Tapi ternyata banyak juga yang harus dimotivasi untuk mengurangi semangat mereka mengejar dunia. Mereka adalah orang yang mengabaikan ibadah, tidak sempat bercengkrama dengan isteri atau suami dan putri-putra mereka, tidak sempat bertafakkur, tidak sempat membaca Al Qur’an dan berdzikir. Mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan, hingga tidak seimbang dalam menjalani hidup. Ada yang beralasan ini tuntutan atasan. Ada yang mengatakan Ini karena beban hutang. Ada yang berdalih Ini juga Ibadah. Itu akan dianggap benar, jika dalam melakukannya tetap seimbang untuk kepentingan dunia dan akhirat.

Mujahadah Itu Nikmat Luar Biasa

Saudara-saudari sekalian, Mujahadah (optimalisasi ibadah dan pensucian hati) adalah rahasia kebahagiaan dan kemuliaan yang berbasis iman. Banyak orang beribadah tapi tidak optimal, makanya tidak bahagia dan tidak mulia. Banyak orang beribadah tapi tidak mensucikan hatinya, makanya tidak bahagia dan tidak mulia. Mujahadah sepatutnya menjiwai setiap ibadah kita. Di sana ada kesungguhan. Di sana ada totalitas dalam ikhlas dan khusyu’. Di sana ada pemaksaan diri. Di sana ada kemenangan terhadap syetan. Di sana ada kecerdasan mengisi waktu semaksimal mungkin untuk semua kebaikan. Mari kita tebus semua kekhilafan kita kemarin. Mari lipat gandakan kesungguhan beribadah dan mensucikan hati. Hari ini harus lebih baik. Siapa tahu inilah hari-hari kita yang terakhir. Semoga Allah SWT senantiasa & selalu memberikan yang terbaik  kepada kita semua