Ayo Semakin Kuat

Saudaraku, Hidup ini perjuangan. Perjuangan adalah pertarungan. Dalam pertarungan ini ada kalah dan ada menang. Untuk menang, butuh kekuatan. Untuk kuat, butuh latihan, butuh kemauan keras, butuh pemaksaan diri, butuh fokus, butuh kerjasama, butuh optimisme dan konsistensi. karena itu, kita harus banyak berdoa, agar memperoleh bantuan kekuatan dari Allah, petunjuk Allah, bimbingan Allah, dan taufiq Allah. Jangan berhenti belajar dan merasa sudah cukup benar, karena waktu terus berjalan dan keadaan tidak selalu sama. Lebih dari itu, kita sangat butuh tuntunan ulama yang shaleh, cerdas dan bijaksana, serta sahabat setia, juga isteri atau suami yang selalu menguatkan

Seimbang Dunia Dan Akhirat

Banyak orang harus dimotivasi untuk lebih rajin dan lebih kreatif dalam mencari nafkah.Tapi ternyata banyak juga yang harus dimotivasi untuk mengurangi semangat mereka mengejar dunia. Mereka adalah orang yang mengabaikan ibadah, tidak sempat bercengkrama dengan isteri atau suami dan putri-putra mereka, tidak sempat bertafakkur, tidak sempat membaca Al Qur’an dan berdzikir. Mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan, hingga tidak seimbang dalam menjalani hidup. Ada yang beralasan ini tuntutan atasan. Ada yang mengatakan Ini karena beban hutang. Ada yang berdalih Ini juga Ibadah. Itu akan dianggap benar, jika dalam melakukannya tetap seimbang untuk kepentingan dunia dan akhirat.

Mujahadah Itu Nikmat Luar Biasa

Saudara-saudari sekalian, Mujahadah (optimalisasi ibadah dan pensucian hati) adalah rahasia kebahagiaan dan kemuliaan yang berbasis iman. Banyak orang beribadah tapi tidak optimal, makanya tidak bahagia dan tidak mulia. Banyak orang beribadah tapi tidak mensucikan hatinya, makanya tidak bahagia dan tidak mulia. Mujahadah sepatutnya menjiwai setiap ibadah kita. Di sana ada kesungguhan. Di sana ada totalitas dalam ikhlas dan khusyu’. Di sana ada pemaksaan diri. Di sana ada kemenangan terhadap syetan. Di sana ada kecerdasan mengisi waktu semaksimal mungkin untuk semua kebaikan. Mari kita tebus semua kekhilafan kita kemarin. Mari lipat gandakan kesungguhan beribadah dan mensucikan hati. Hari ini harus lebih baik. Siapa tahu inilah hari-hari kita yang terakhir. Semoga Allah SWT senantiasa & selalu memberikan yang terbaik  kepada kita semua

Gerakkan Hati Untuk Selalu Ikhlas

Saudara-saudari sekalian, Ramadhan sudah meninggalkan kita, semoga Allah SWT menerima seluruh ibadah & amal sholeh. Nilai setiap amal itu sangat tergantung pada niat kita. Niat itu adalah kerja hati. Niat yang menjadi syarat diterimanya setiap amal ialah “Niat Ikhlas”., Yaitu keinginan untuk mendapatkan Ridha Allah. Karena itu, hati kita mesti bicara sebelum melakukan setiap pekerjaan, bahwa kita akan melakukan pekerjaan itu karena mengharapkan Ridha Allah. Tanpa ucapan hati seperti itu, amal kita sia-sia. Na’udzubillah. Ini memerlukan kesadaran, latihan dan pembiasaan secara berkesinambungan, walau sebenarnya kita sudah terlatih selama Ramadhan kemarin. Selamat berjuang untuk ikhlas selalu. Semoga Allah menerima semua ibadah & amal shaleh kita

Akhlaq Mulia

Saudara-saudari sekalian, Akhlak mulia refleksi iman. Akhlak mulia hasil ibadah. Akhlak mulia tanda hati suci. Akhlak mulia selalu memuliakan. Akhlak mulia memasukkan ke surga. Akhlak mulia ketinggian tanpa puncak. Orang mulia selalu mendaki ke akhlak mulia yang lebih tinggi. Orang mulia selalu berjuang mengurangi akhlak buruknya. Orang mulia selalu meluangkan waktu menasehati dirinya. Orang mulia tetap mulia pada saat menghadapi problem, penderitaan, kebencian, makian, penghinaan, fitnah, dan keburukan lainnya. Orang mulia dinilai dari ketenangannya, kelembutannya, sopan santunnya, penghargaannya, kedermawanannya, rendah hatinya, sifat pedulinya, sifat pemaafnya, sikap bijaknya, sifat wara’nya, sifat pemalunya, sifat beraninya, rasa tanggung jawabnya, sifat adilnya, tutup auratnya (bagi kaum perempuan). Orang mulia berpikir sebelum berbicara

Kendalikan Lisan Dan Tangan

Saudara saudari sekalian, Ramadhan sudah kita lewati beberapa hari. Hati-hati dengan segala yang merusak puasa kita. Jaga pembicaraan. Tidak boleh berbicara tanpa ilmu. Tidak baik berkomentar pada semua masalah. Tidak berakhlaq mulia kalau berpendapat pada setiap kejadian dan pada semua pembicaraan. Tidak semua status perlu dikomentari. Bahkan tidak semua pertanyaan perlu dijawab. Menghindari berbantahan, itu mulia. Tidak melayani ajakan berdebat, seringkali itu terpuji. Menjelaskan kebenaran juga mesti beradab. Menyebarkan kebaikan itu ada batasannya. Mencegah kemungkaran itu juga ada fiqih nya. Kita hanya mengajak, bukan memvonis dan tidak menghakimi

Mewaspadai Dunia

Saudara-saudari sekalian, Dunia dengan segala isinya, hanya berguna kalau menjadi jalan keselamatan kita di akhirat. Harus disadari bahwa hidup didunia tidak kekal dan tidak selamanya. Masa produktif sangatlah singkat, karena setelahnya kita akan kembali bagai anak kecil yang bisa jadi akan merepotkan bagi kerabat. Kekayaan, jabatan, popularitas, kebanggaan akan orangtua, pasangan, anak, saudara dan keluarga, pengikut yang banyak, apalagi pada harta kekayaan dan kekuasaan itu hanya bermanfaat kalau bisa mengantar kita ke surga atau pada ridlo dan kasih sayang Allah semata. Oleh karena itu, kewaspadaan yang berlandaskan iman sangat penting agar kita mampu melihat segala sesuatu dalam hidup, sebagai peluang mencapai surga atau ancaman yang menjerumuskan pada neraka. Sungguh sangat tidak bijak orang yang hanya mengutamakan kesenangan sesaat yang akan berujung pada kesengsaraan selamanya. Ingat saudaraku, kematian bisa datang tiba-tiba.

Berlatih Sabar

Saudara-saudari sekalian, Sabar itu butuh latihan; Berlatih mengurangi rasa marah. Berlatih mengurangi keluhan. Berlatih menerima keterbatasan. Berlatih mengurangi berkata tak berguna. Berlatih mengurangi kata yang memancing amarah Berlatih untuk lebih dermawan dan perduli. Berlatih untuk lebih giat bekerja untuk menafkahi keluarga. Berlatih untuk lebih romantis dengan pasangan. Berlatih lebih rajin saling membantu dirumah. Lanjut membaca

Yatim Sebelum Yatim

Saudara-saudari sekalian, Banyak ibu dan ayah yang super sibuk dengan rutinitasnya di luar rumah. Anak-anak menjalani kehidupan kesehariannya tanpa ekspresi cinta dan bukti perhatian yang cukup dari orang tua. Putera-Puteri itu hidup dalam dunianya sendiri, tanpa didampingi orang tuanya. Putera-Puteri itu memilih sendiri sahabat-sahabatnya tanpa arahan orang tua mereka. Putera-puteri itu tidak punya kesempatan untuk “berbicara” kepada orang tuanya. Lanjut membaca