Rumah Tangga Itu Keadilan

Saudaraku, membangun rumah tangga Islami berarti membangun sikap adil dalam perhatian, pembagian, dan pemberian. Adil terhadap diri sendiri dan pasangan. Adil terhadap pasangan dan anak-anak kita. Adil terhadap semua anak. Adil terhadap orang tua dan mertua. Adil terhadap semua orang yang berada di bawah tanggung jawab kita. Adil terhadap tetangga. Adil terhadap saudara-saudara dan ipar-ipar. Lanjut membaca

Istri Butuh Penghargaan

Saudaraku, hidup  bersuami isteri memerlukan fondasi iman, cinta dan kasih sayang. Hidup bersuami isteri memerlukan ilmu, keterampilan dan seni. Hidup bersuami isteri memerlukan saling simpati, empati dan komunikasi. Hidup bersuami isteri memerlukan kelembutan, keterbukaan dan pengertian. Suami pada umumnya selalu ingin dilayani, diberi, dan diperhatikan. Isteri pada umumnya selalu ingin dipuji, disanjung, dimengerti, dimaklumi, dipahami, disayang, dan dilembuti. Lanjut membaca

Rumah Tangga Itu Komunikasi

Saudaraku, hidup berumah tangga berarti hidup untuk berjuang. Berjuang bersama untuk sebuah cita-cita mulia, yaitu: Rumah tangga Surgawi di dunia dan rumah tangga sempurna di surga firdaus di akhirat nanti, Aamiin. Perjuangan ini memerlukan ilmu, iman, cinta, konsensus, komitmen, dan konsistensi. Semua kata kunci ini bertumpu pada “komunikasi” yang baik. Lanjut membaca

Panggilan Untuk Jiwa

Saudaraku, ada baiknya kita selalu memberi peringatan dan penguatan pada diri sendiri: wahai jiwa yang tidur, bangunlah. Wahai jiwa yang malas, bangkitlah. Wahai jiwa yang kotor, bersihkanlah. Wahai jiwa yang lemah, berlatihlah. Wahai jiwa yang sakit, berobatlah. Wahai jiwa yang lalai, sadarlah. Wahai jiwa yang bodoh, belajarlah. Wahai jiwa yang keras, melunaklah. Wahai jiwa yang pemarah, peramahlah. Wahai jiwa yang takabbur, tawadhu’lah. Wahai jiwa yang pendendam, pemaaflah. Wahai jiwa yang gelisah, tenanglah. Wahai jiwa yang pendosa, bertaubatlah. Lanjut membaca

Adakah Nabi SAW Di Hati Kita

Saudaraku, Nabi Muhammad SAW manusia termulia sepanjang masa. Beliau Utusan Allah, Rahmat bagi semesta. Cinta kita kepadanya, terhujam di hati. Iman kepadanya, itulah syahadat kita. .Kagum kita pada beliau, sungguh luar biasa. Shalawat dan Salam untuk beliau, itulah dzikir utama kita. Sungguh Rindu kita kepada beliau, selalu menggelora di dada. Keislaman dan keimanan kita, berkat jasa beliau. Setiap amal baik kita adalah tambahan amal jariyahnya. Alangkah mulia Nabi kita shallahu alaihi wa sallam. Nama beliau selalu disebut pada setiap kumandang adzan di seluruh pelosok dunia. Nama beliau disebut pada setiap shalat yang ditegakkan oleh setiap muslim-muslimah sepanjang zaman. Nama beliau diabadikan dalam Al-Qur’an yang mulia. Nama beliau disebut pada setiap kali haditsnya dibacakan. Nama beliau disebut oleh setiap khatib dan penceramah. Bahkan Allah mengucap shalawat kepadanya Lanjut membaca

Waspadalah Dan Jangan Tertipu

Saudaraku, ada yang tertipu dengan uang palsu, karena ia tidak teliti. •Ada yang tertipu dengan emas palsu, karena tidak tahu tanda emas asli. Ada yang tertipu dengan jam tangan bermerek palsu, karena ia sangat percaya dengan penjualnya. Yang sangat memprihatinkan adalah manakala seseorang tertipu dengan dunia yang sangat singkat ini, karena ia tidak beriman, tidak tahu hakikat dunia, sehingga tidak waspada menyikapinya. Adapun yang paling celaka, adalah orang mengerti hakekat dunia, tetapi tetap sengaja memilih kebatilan, nekat di jalan syetan, membela musuh agama, mengajak kepada dosa, menikmati kedzoliman dan kedurhakaan, dan menjauhi pertaubatan. Saudaraku, Jaga dan tingkatkan iman. Marilah belajar dan mengaji dengan benar. Ilmu tanpa hidayah tertipu dan menipu.

Yaa Rahman, Kuatkan iman kami dan jauhkan kami dari kehidupan dunia yang menipu

(KH. Muhammad Shaleh Drehem)

Mewaspadai Ujub

Saudaraku, Obsesi duniawi yang tinggi, seringkali berdampak over sibuk. Perilaku over sibuk, berdampak tidak seimbang dalam hidup. Ketidakseimbangan itu mewujud pada: Kemalasan beribadah, Kehilangan rasa khusyu’ dalam ibadah, Malas bersilaturrahim, Lupa memberi perhatian kepada keluarga, Tidak romantis, Sering marah, Abai pada kesehatan. Kesuksesan demi kesuksesan seringkali menumbuhkan rasa bangga atau ‘ujub pada kemampuan diri sendiri, merasa paling benar, paling berpengamalan, paling pandai, paling hebat, paling tepat perhitungannya. Sungguh perasaan seperti ini mengundang bencana. Sejarah dan fakta selalu terulang, memperlihatkan kejatuhan dan kehancuran pada banyak orang sukses, kejatuhan pada banyak orang besar, dan kehancuran pada banyak orang yang terhormat.

Mengatasi Kejenuhan

Saudaraku, dari mana datangnya kejenuhan? Kejenuhan biasanya datang dari rutinitas yang tidak ikhlas. Datang dari cara kerja yang tidak kreatif. Atau dari pola komunikasi yang monoton dan tidak variatif. Atau dari kekosongan pikir, dzikir, dan dari terhalangnya fisik untuk menyambut dan melakukan kebaikan. Sumber-sumber kejenuhan harus diwaspadai, agar terhindar dari kejenuhan beribadah. Diantara cara efektif agar terhindar dari kejenuhan beribadah adalah: Lanjut membaca

Pentingnya Akhlaq Mulia

Saudaraku, Interaksi sosial kita hanya indah dengan akhlak mulia. Kedamaian itu hanya terwujud dengan akhlak mulia. Problem-problem rumah tangga, masyarakat & bangsa, solusinya hanya ada pada akhlak mulia. Tentu Akhlak mulia dimulai dari diri sendiri. Akhlak mulia dimulai dari kesadaran dan kemauan. Setiap hari kesadaran akhlak mesti diniatkan. Setiap saat kemauan menghiasi diri dengan akhlak mulia ini penting digelorakan. Ucapkan selalu: Hari ini saya akan selalu tersenyum secara sadar kepada semua orang. Hari ini saya akan memilih diam dari pada berbicara yang tidak bermanfaat. Hari ini saya akan memaafkan semua orang bersalah kepadaku. Dan membuktikan janji-janji ini adalah perjuangan harian kita semua. Kalau kita mau, pasti bisa. (Muhammad Shaleh Drehem)

Puasa Sunnah Sarana Raih Hidup Berkah

Saudaraku, Puasa sunnah adalah ibadah mulia yang sangat bermanfaat secara jasmani dan rohani. Puasa bisa berfungsi sebagai sarana detoksifikasi tubuh dan pikiran. Puasa bisa melejitkan peningkatan iman, meraih peluang istijabah do’a sepanjang hari. Puasa bisa menjadi sarana kemenangan terhadap nafsu, dan harus diarahkan untuk mengalahkannya. Saat puasa merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan amal sholeh, karena puasa sangat kondusif untuk khusyu’. Puasa bisa menjadi sarana memperindah akhlaq, karena puasa mendidik untuk jujur dan berlemah-lembut & berkasih sayang. Puasa itu meningkatkan kepekaan sosial dan kepedulian pada orang lemah, karena kita merasakan lapar mereka. Lanjut membaca