Cinta Kita

  • Sumo

Cinta bisa tumbuh karena mengagumi kelebihan atau kehebatan. Cinta bisa merekah karena ada sejuta harapan yang disandarkan. Cinta bisa bertahan lama karena adanya kasih sayang dan saling ketergantungan yang dirasakan. Demikianlah jalinan cinta yang terjadi diantara sesama manusia. Anugerah cinta memang sungguh luar biasa indahnya. Kalau sudah cinta akan sulit untuk melupakannya. Setiap waktu selalu ingin bersamanya dan tidak ingin berpisah walau sejenak lamanya.

Cinta kepada Allah, bagi orang beriman, mestinya lebih hebat dari cintanya kepada manusia. Karena yang demikian itulah gambaran yang ada dalam Al Quran dan yang disabdakan Nabi saw sang junjungan. Dan bagi orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnya, maka ia akan mendapatkan manisnya Iman (halawatul iman).

Bersyukurlah bagi yang sudah merasakan nikmat dan manisnya iman. Hatinya pasti akan selalu merasakan kebahagiaan dan ketenteraman bersama yang dicintainya. Karena yang dicintainya adalah yang maha segala-galanya. Dialah yang maha menguasai dan menentukan semuanya. Dialah yang maha pengasih dan maha penyayang. Dialah yang setiap detik memberi apa saja yang dibutuhkan dengan penuh kasih sayang. Meski yang diberi kadang tidak menyadari dan tidak mengucapkan terima kasih. Yang diberi juga kadang tidak menyadari bahwa yang diberi itu adalah sesuatu yang bernilai tinggi. Tapi meski yang diberi tidak berterimakasih, Allah terus memberi dan selalu memberi.

Alangkah Maha Rahman dan Rahimnya Allah subhanahu wata’ala. Betapa indah cinta dan kasih sayangnya Allah kepada manusia. Tapi mengapa manusia kadang tidak menyadarinya. Mengapa manusia kadang lupa akan pemberian-pemberian-Nya. Padahal Allah tidak melupakan manusia walau sedetikpun. Nikmat-Nya selalu mengucur deras setiap saat. Dialah yang menggerakkan jantung setiap detiknya. Dialah yang mebuat mata bisa melihat dan menikmati keindahan. Dialah yang menyiapkan udara, sehingga manusia bisa bernafas bebas. Dialah yang membuat air, sehingga manusia tidak pernah kehausan. Dialah yang menumbuhkan semua tumbuhan untuk kebutuhan makan. Dan Dialah yang menyediakan semua kebutuhan manusia selama menjalani kehidupan. Maka kalau ada manusia yang ingin menghitung nikmat Allah, maka ia tidak akan sanggup menghitungnya.

Kalau Allah swt tidak pernah melupakan kita sesaatpun, bagaimana dengan kita? Apakah kita termasuk orang yang tidak melupakan mengingat Allah. Maka bersyukurlah bagi yang sudah diberikan hati yang tidak lupa kepada Alllah dan sudah merasakan bisa manisnya iman. Sehingga bisa merasakan nikmat yang luar biasa saat sujud dan bersimpuh di hadapan-NYA. Bisa duduk berlama-lama menikmati tilawah Kalam-Kalam Ilahi. Dan merasakan kedamaian saat melantunkan ratusan dan ribuan dzikir kalimat-kalimat thayyibah serta sholawat kepada Nabi yang mulia. Hati yang selalu bisa selalu bersyukur dan bersabar dalam setiap keadaan. (SH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.