Diam Yang Salah

  • Sumo

Saudara sekalian, diam tak selamanya tanda iman. Diam tak selalu berpahala. Diam tak semuanya tanda kebijaksanaan. Diam tak mesti sebuah kekuatan dan ketabahan. Adakah para Nabi yang diam atas kesalahan dan derita umat? Justru para Nabi yang menjelaskan dengan suara terang mana yang benar dan yang salah. Adakah pemimpin bijak yang diam tanpa meneriakkan arahan bahkan menyoraki derita kemanusiaan? Justru merekalah yang berani dipenjara akibat menyalahkan yang salah.

Adakah pahlawan yang diam? Justru merekalah yang terus menerus menyuarakan kebenaran dan hanya diam saat syahidnya. Adakah pejuang yang diam dan tega membiarkan manusia tertindas tanpa pertolongan karena menganggap musibah yang menimpa akibat kebodohannya sendiri? Adakah khatib yang diam tanpa mengingatkan rupa maksiyat dengan bahasa tegas dan lantang?

Jika diammu sebagai pembiaran terhadap kesalahan, maka itu adalah lebih salah dari kesalahan, sebab diam tersebut adalah wujud dari setan yang dibisukan (Syaithon Akhros). Jika diammu untuk menunjukkan bahwa dirimu adalah orang yang benar, itu juga keliru sebab bangsa Israel dikutuk Allah karena mereka diam pada para pelanggar tapi nyinyir pada para pengingat. Jika diam dalam kesalahan tanpa koreksi dan perbaikan, dengan berfikir bahwa pelanggaran adalah ranah pribadi, maka itu adalah ketakabburan. Jika diammu karena takut, kecewa dan membenci, maka itu penyakit hati. Maka Bersuaralah Dengan Penuh Hikmah Dan Kecerdasan. Ya Rahman, Ridhoi & berkahi pembicaraan dan diam kami. (@msdrehem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.