Hidayah Dari Allah

  • Sumo

Hidayah atau petunjuk Allah bila telah menyinari hati maka jiwa jadi tenteram dan sejuk. Masalah seberat apapun menumpuk tidak akan sampai menusuk menyakiti dan merusak hati. Petunjuk Allah tidak pernah lapuk walau berganti zaman ke zaman, maka segala bentuk godaan dan tantangan hidup bila dihadapi dengan petunjuk tidak akan membusuk menjadi perusak ketentraman hidup. Petunjuk Allah pasti mendudukkan semua aspek kehidupan menjadi bagian penting dan bermartabat guna mewujudkan kebahagiaan dan kesuksesan sejak di dunia sampai akhirat.

Hidup tanpa petunjuk Allah adalah kepastian bagi masa depan yang gelap. Kekuasaan yang dijalankan tanpa petunjuk Allah, meresahkan dan menghawatirkan siapa saja yang ada di bawah kekuasaan itu apalagi penguasanya. Kekayaan melimpah tanpa petunjuk Allah ketika meraih dan memanfaatkannya tidak akan pernah memberikan keberkahan apalagi kebahagiaan. Allah SWT menjelaskan golongan yang mendapat petunjuk dalam Alquran. Mereka yang mendapat petunjuk sebagai nikmat Allah yang besar, akan selamat, bahagia, dan mendapat ridha-Nya di dunia dan akhirat.

Pertama, para nabi dan rasul Allah. Dengan petunjuk Allah, mereka mampu menepis dan menolak godaan setan yang mengajak kepada perbuatan yang dilarang Allah. Allah SWT berfirman, ”Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak pula seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS Al Hajj: 52).

Kedua, orang-orang yang tiada ragu beriman kepada Allah dan rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar”. (QS Al Hujurat: 15).

Ketiga, mereka yang mati syahid karena menegakkan agama Allah. Mereka mendapat gelar syuhada. Mereka mendapat kedudukan tinggi dan ganjaran yang baik dari Allah, seperti firman-Nya, ”Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (QS Al Imran: 169-171).

Keempat, orang yang melakukan amal saleh karena didorong iman yang mereka miliki. Allah swt berfirman, ”Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh benar-benar akan Kami masukkan ke dalam (golongan) orang-orang yang saleh.” (QS Al Ankabut: 9). Mereka pun menyuruh pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, seperti firman Allah, ”Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebaikan. Mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Al Imran: 114).

Kelima, orang-orang yang menaati petunjuk dan perintah Allah dengan ikhlas serta hati yang takut kepada siksa-Nya. Mereka digelari Allah dengan mukhlisin. Allah swt berfirman, ”Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun), dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS Al Mukminun: 57-61).

Tiada pilihan lain kita harus berupaya keras agar termasuk golongan yang mendapat petunjuk dari Allah, sehingga memperoleh keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.