Saudaraku, Sudah menjadi sunnatullah bahwa, Allah subhanahu wata’ala, menciptakan manusia dalam keadaan yang tak seragam agar roda kehidupan tetap berputar dengan stabil. Ada yang kaya terhormat dan ada yang miskin melarat, Ada yang kuat sehat dan ada yang sakit hingga sekarat, Ada yang menjadi raja atau bangsawan bermartabat dan ada rakyat selalu hidup hemat, Ada yang sedang bahagia penuh semangat dan ada yang menderita penuh ratap.
Hidup, layaknya roda yang berputar tanpa henti. Maka jangan terlalu bangga atau sombong saat di atas, dan jangan pula putus asa saat sedang di bawah. Jangan sepelekan yang tampak lemah, sebab rumput yang setiap hari terinjak injak, tak pernah bisa mati, bahkan semakin subur dan memberi manfaat bagi kehidupan. Jangan memandang rendah pada dhu’afa, karena tanpa mereka, orang-orang kaya tidak akan bisa menikmati kekayaannya.
إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ مِمَّنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ
Artinya: Jika salah seorang dari kalian melihat orang yang lebih unggul dalam harta dan tubuh maka hendaknya ia melihat kepada orang yang di bawahnya, yakni orang yang ia ungguli. (HR Bukhari dan Muslim)
Jadi, menanglah melawan kesombongan dan kedukaan, karena keadaan tak selalu sama.m, karena kapan saja bisa berubah. Beliau (Rasulullah shalallahu alaihi wasallam)) bersabda: “Sudah menjadi ketetapan Allah, bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang naik (tinggi diri alias sombong), melainkan Allah pasti akan merendahkannya.” (HR – Bukhari)
Ketika kita berada di puncak dan memperoleh berbagai nikmat, sadarlah bahwa semua itu tidak akan bertahan selamanya. Akan ada masanya kita terjatuh. Ada yang kemarin lemah dan miskin, tiba-tiba menjadi kuat dan kaya, ada yang kemarin kaya raya, lalu mendadak jatuh miskin, dan ada yang kemarin pejabat tinggi, tiba-tiba jadi tersangka, lalu terpidana. Saat hidup memberikan episode terburuknya, percayalah bahwa itu hanya sementara dan akan berlalu. Akan tiba waktunya kita kembali berada di atas.
Untuk yang merasa sedang di bawah, jangan terlalu berduka. Ingat firman Allah:
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ
Artinya: “Dan kehidupan dunia tak lain adalah permainan dan senda gurau.” (QS.Al-An’am: 32)
Allah mengumpamakan kehidupan dunia, tak lain dan tak bukan adalah permainan dan senda gurau saja. Lihatlah mereka yang bersenda gurau. Tentu tak ada bebannya. Lalu, mengapa harus dibuat susah, dan kita begitu ngoyo mengejar angan hingga lelah. Mengapa pula mesti saling caci satu sama lain, saling hujat, saling bully hanya karena berbeda warna dan rupa. Mengapa pula semua itu membuat lupa pulang, untuk merengkuh limpahan rahmat-Nya? Bukankah kita semua hanya sedang bermain dan guyon saja?
Ya Rahman.., jadikan kami selalu memahami dan ridlo bahwa roda hidup selalu berputar, sehingga kami selalu waspada dan tidak terlena saat berada di masa kejayaan. Saat berada di bawah, jadikan kami tidak putus asa, tetap semangat dan memiliki harapan bahwa kelak, Engkau akan mengangkat derajat kami. (@msdrehem)