Hikmah Dan Bijaksana

  • Sumo

Al-Hikmah (bijak/bijaksana) ialah benar dan tepat dalam perkataan dan perbuatan, serta menempatkan sesuatu pada tempatnya yang tepat. Atau sikap menempatkan segala sesuatu pada tempatnya secara tepat. Dan dasarnya adalah berlaku adil dan bersikap benar. Dan makna kata hikmah secara keseluruhan tidak keluar dari dua macamnya tersebut, yang tersimpulkan berupa ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran: “Allah menganugerahkan al-hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)” (QS. Al-Baqarah [2]: 269).

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan mau’idzah hasanah (nasehat yang baik) dan bantahlah mereka (yang membantahmu) dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah Yang lebih mengetahui tentang siapa yang (berhak) tersesat dari jalan-Nya, dan Dia-lah Yang lebih mengetahui orang-orang yang (berhak) mendapat petunjuk” (QS. An-Nahl [16]: 125).

Dan sesungguhnya telah Kami berikan al-hikmah kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk (kepentingan) dirinya sendiri; dan barangsiapa kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS. Luqman [31]: 12).

Dengan memperhatikan definisi dan maknanya diatas, al-hikmah mencakup seluruh akhlaq mulia di dalam Islam, dan bahkan meliputi semua ajaran Islam itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.