Ibumu Surgamu

  • Sumo

Saudaraku, ridha orang tua adalah kunci ridha Allah dan pintu surga. Jika ada pilihan antara berjihad di jalan Allah atau merawat orang tua yang masih hidup, maka merawat mereka adalah lebih utama. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr RA, dia berkata, “Ada seorang laki-laki yang meminta izin kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam untuk berjihad, maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda kepadanya: “ Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab, ‘Ya, masih.”Beliau pun bersabda: “Maka pada keduanya, hendaknya kalian berjihad (berbakti). ‘” [HR.Al-Bukhari dan Muslim)

Islam juga sangat berorientasi pada pemuliaan perempuan yang berwujud pada kesetaraan dan pemberdayaan, terkhusus pada peran seorang ibu sebagai Pahlawan Kasih Sayang. Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya ?, Beliau menjawab: ‘Ibumu.’ Lalu siapa lagi ? ‘Ibumu.’ Lalu siapa lagi ? ‘Ibumu.’ Lalu siapa lagi? ‘Ayahmu.’” (HR.Bukhari dan Muslim).

Diantara sebab ibu lebih diutamakan dari ayah karena :

  1. Mengorbankan Fisik Secara Ekstrem.
  2. Ibu mengandung dengan susah payah, melahirkan dalam keadaan hidup dan mati, lalu menyusui selama kurang lebih dua tahun hingga berkurang kesehatan dan kecantikannya.
  3. Pendidik Pertama (Madrasah Pertama).
  4. Ibu adalah guru pertama yang mengajarkan segala hal dasar, seperti bicara, berjalan, makan dan menanamkan nilai-nilai kehidupan, sehingga ibu adalah pembentuk fondasi karakter anak.
  5. Kasih Sayang Tanpa Pamrih.
  6. Ibu memiliki ikatan batin yang kuat, penuh kasih sayang, dan perhatian yang mendalam, bahkan rela mengabaikan dirinya anak demi kebaikan anaknya.
  7. Jalan Menuju Surga.

Keutamaan berbakti kepada ibu sangat besar hingga dianggap setara dengan jihad, dan surga berada di bawah telapak kaki ibu. Muawiyah bin Jahimah datang kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam meminta izin untuk berjihad, lalu Nabi bertanya: “Apakah engkau masih memiliki ibu ? Ia menjawab: “Ya.” Nabi bersabda: “Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya”. (HR. An Nasa’i)

Demikianlah, peran ibu yang tidak hanya terbatas pada aspek fisik, melainkan juga melibatkan dimensi moral spiritual dan emosional.Bagaimana Memuliakan Ibu :

Saat Ibu Masih Hidup

  1. Bersikap dengan Tawadhu’ dan Penuh Kasih Sayang.
  2. Berkata-kata Sopan, Penuh Kelembutan dan Menampakkan Wajah yang Berseri seri
  3. Mengunjunginya (menghubunginya) dan Selalu Mendoakan, karena doa anak yang sholeh dikabulkan Allah.

Ketika Ibu Sudah Meninggal

  1. Selalu mendoakan
  2. Menyelesaikan hutang hutangnya
  3. Menunaikan janji janjinya
  4. Melanjutkan kebiasaan kebiasaan baiknya
  5. Tetap menjaga silaturrahim dengan kerabat dan sahabatnya

Ya Rahman.., Hidupkan dan matikan aku dalam keadaan cinta dan kemampuan mengekspresikan cinta secara maksimal pada orang tuaku. Karena Ridlonya adalah RidloMU dan bahagiaku adalah karena membahagiakannya. (@msdrehem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses